
Kegagalan bagi Eva bukan akhir segalanya. Karena Eva ingin memiliki Bima kembali. Eva pun mencari tahu tentang Emeli, berbagai cara Eva lakukan untuk mencari tahu tentang siapa pacar Bima.
Suatu ketika Bima ingin menemui Emeli, karena hasrat rindunya untuk Emeli begitu dasyatnya. Sebelumnya Bima menelepon Emeli terlebih dahulu dan ternyata Eva menguping pembicaraannya Bima.
"Hallo sayang, hari ini kita ketemu ya. Biasa di taman seroja karena kakak sudah kangen banget sama kamu sayang karena akhir akhir ini kakak sibuk dan tidak sempat menemui kamu." kata Bima.
"Oke deh kakak sayang." kata Emeli.
Bima mengakhiri pembicaraan di telepon dan langsung bergegas ke taman Seroja. Tempat Bima janjian dengan Emeli.
"Aku harus mengikuti mereka. Aku harus tahu, siapa wanita yang udah berani menggantikan aku di hati Bima." kata Eva.
Akhirnya Bima sampai di taman seroja, dengan setia Emeli menunggu Bima. Bima sangat merasakan bahagia sekali saat bersama Emeli, Bima mengajak Emeli makan mie ayam.

Bima dan Emeli saling menyuapi sambil tertawa bahagia dan saling bertukar pandang. Dan itu membuat Eva sangat cemburu dan marah melihat kemesraan Bima dengan wanita lain.
"Harusnya aku yang bahagia bersama Bima sekarang bukan wanita itu, awas kamu ya sekarang kamu boleh bahagia bersama Bima. Tapi sebentar lagi, Bima akan kembali padaku." kata Eva memandang Emeli penuh cemburu sambil mengepalkan tangannya.
"Emeli, kakak bahagia banget bersama kamu. Dan kakak sangat mencintai kamu." kata Bima yang sambil memegang tangan Emeli.
"Iya kak, Emeli juga sangat mencintai kakak." kata Emeli tersenyum.
Eva di bakar api cemburu melihat kemesraan mantan pacanya bersama wanita lain. Hari sudah mulai sore Bima pun pamit untuk pulang, setelah Bima pergi Eva pun menghampiri Emeli. Pas Emeli mau membuka pintu mobilnya.
"Ehem....ehem...." Eva berpura pura batuk dan Emeli melihat ke arah Eva.
"Ka.....kamu siapa." tanya Emeli.
"Aku.....(tersenyum) aku pacarnya Bima." kata Eva berbohong.
"Apa pacarnya (kaget) tidak mungkin kamu pasti bohong kan." kata Emeli tidak percaya.
"Buat apa aku bohong (tersenyum) kita itu saling cinta. Dan asal kamu tahu ya, sekarang aku masih kerja jadi model di agency Bima bekerja, dan dia fotografernya. Kamu tahu siapa yang merekomendasikan aku di agency tempat dia bekerja Bima sendiri, dia bilang dia kangen sama aku karena aku baru pulang dari singapur jadi aku dan dia satu kerjaan lagi, biar bisa selalu bersama sama." kata Eva berbohong.
"Kamu pasti bohong kan." tanya Emeli masih tidak percaya dengan omongan Eva.
"Buat apa aku bohong, kasihan ya kamu cuma di jadikan cadangan aja saat aku lagi di singapur, untuk menghilangkan rasa jenuh dan bt nya Bima selama di indonesia. Tapi setelah aku balik ke indonesia Bima balik lagi sama aku, karena apa karena cinta Bima hanya untuk aku seorang bukan untuk kamu. Jadi kalau kamu masih punya malu lebih baik kamu jauhin pacar aku Bima. Masih banyak laki laki lain kan di dunia ini yang masih single selain Bima. Karena bentar lagi aku dan Bima akan menikah, dan kamu siap siap lah patah hati kalau kamu terus melanjutkan hubungan kamu pada Bima pe....la....kor....." kata Eva sinis mencoba meyakinkan Emeli.
Emeli pun tak bisa berkata apa apa, lalu Emeli dengan kesal dan menangis membuka pintu mobil dan menjalankan mobilnya dengan sangat kencang. Eva yang melihat Emeli menangis sangat bahagia sekali.
"Bye....bye Emeli.....Hahahahaha (tertawa) rencana aku berhasil. Semoga aja wanita itu percaya dengan omongan aku dan tidak mau menemui Bima lagi." kata Eva dan pergi dengan bahagia.
"Aaa......kenapa....kenapa kak, kamu bohongin aku. Padahal aku sangat mencintai kakak." kata Emeli yang menangis dan tiba tiba dengan kesedihannya Emeli hampir menabrak seorang wanita yang dikejar kejar tiga orang laki laki.
"Astaga." kata Emeli dengan sangat kagetnya dan mengerem dadakkan.
Wanita itu menghampiri Emeli dan meminta pertolongan dengan mengetuk kaca mobil Emeli.
"Tolong.....tolong aku." kata Safira panik.

Emeli membuka pintu mobilnya dan menyuruh Safira masuk ke dalam mobil.
"Ya sudah, kamu masuk ke mobil." kata Emeli dan langsung menjalankan mobilnya.
"Sebenarnya kamu ada apa sih, kenapa kamu dikejar kejar sama ketiga laki laki itu." tanya Emeli.
"Aku sangat takut sekali, mereka adalah pacar aku dan kedua temannya dan mereka bertiga ingin merenggut kehormatanku. Tadi aku diajak ke ulang tahun teman pacarku ternyata di sana itu ada pesta minuman keras, pacarku dan kedua temannya itu dalam keadaan mabuk mereka mengajak aku paksa ke rumah kosong lalu aku berhasil kabur dari mereka dan mereka bertiga pun mengejarku." kata Safira menangis.
"Oy my god, jadi pacar kamu mau memperkosa kamu dan menggilir kamu dengan kedua temannya. Berengsek banget tuh cowok." kata Emeli kesal.
"Iya aku takut sekali." kata Safira menangis ketakutan.
"Kamu jangan khawatir, kamu aman kalau gitu biar aku anter kamu pulang ya. Dan kamu mulai sekarang jangan pernah berhubungan lagi sama laki laki brengsek seperti pacar kamu itu." kata Emeli kesal.
"Iya terima kasih. Oh iya nama kamu siapa, nama aku Safira." kata Safira tersenyum.
"Oh iya nama aku Emeli." kata Emeli.
"Senang berkenalan dengan orang sebaik kamu, untungnya ada kamu Emeli kalau tidak masa depan aku sudah hancur bersama pacar dan temannya pacar aku terima kasih ya sudah menolong aku." kata Safira.
"Iya sama sama Safira aku juga senang berkenalan dengan kamu, tapi lain kali kamu harus hati hati dalam mencari pacar jangan salah cari pacar lagi." kata Emeli tersenyum menasehati Safira.
"Btw rumah kamu di mana." tanya Emeli.
__ADS_1
"Di jalan kaswari." jawab Safira.
"Di jalan kaswari kebetulan searah denganku." kata Emeli.
"Oh ya emang rumah kamu di mana Emeli." tanya Safira.
"Di jalan gagak." jawab Emeli.
"Oh iya kita searah." kata Safira.
Sesampainya di rumah Alexa.
"Stop....stop sini, ini rumah aku Emeli." kata Safira.

Emeli memberhentikan mobilnya.
"Oh ini rumah kamu." kata Emeli.
"Iya mampir dulu yuk." kata Safira
"Next time aja ya, salam sama nyokab bokap kamu ya Safira." kata Emeli.
"Nyokab bokap aku sudah meninggal sejak aku SMP karena kecelakaan jadi aku tinggal sama kakak aku sekarang. Nah tadi pacar aku itu temannya kak Tasya." kata Safira.
"Oh gitu sorry ya aku tidak tahu." kata Emeli.
"Iya tidak apa apa kok Emeli, santai aja." kata Safira.
"Kalau gitu salam buat kak Tasya." kata Emeli.
"Oke deh." kata Safira yang turun dari mobil Emeli dan melambaikan tangannya, mobil Emeli pun melaju pergi meninggalkan rumah Safira menghilang dalam kegelapan malam.
Safira membuka pintu rumahnya dan ternyata sudah ada kak Tasya di ruang tamu sedang menunggu Safira pulang.
"Safira kamu baru pulang. Mana Aldo dia tidak mengantarkan kamu pulang ke rumah." tanya Tasya.

"Kakak." tangis Safira.
"Ka.....kamu kenapa Safira." tanya Tasya bingung.
"Kak ternyata kak Aldo itu laki laki yang jahat kak." kata Safira.
"Jahat.....jahat kenapa sayang." tanya Tasya.
"Tadi kak Aldo mau memperkosa Safira kak di ulang tahunnya kak Billy bersama kak Ray juga." kata Safira.
"Apa memperkosa kamu (kaget) hahaha.....(tertawa) kamu pasti bohong Safira." kata Tasya tidak percaya.
"Safira tidak bohong kak." kata Safira.
"Safira kakak itu sudah kenal lama banget sama Aldo, Billy, dan Ray dari SMP, dia itu laki laki yang baik jadi mana mungkin dia mau memperkosa kamu." kata Tasya.
"Ta.....tapi kak itu benar kak, mereka bertiga tidak sebaik yang kakak pikir." kata Safira.
"Bohong.....semua yang di katakan Safira itu bohong." kata Aldo yang tiba tiba datang ke rumah Safira tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu mengagetkan Safira dan Tasya.

"Kak Aldo, Kak Billy, Kak Ray." kata Safira kaget.
"Safira kenapa sih kamu tega bicara seperti itu pada kakak kamu, kurang apa aku ini Safira." kata Aldo berbohong.
"Iya kenapa kamu tega memfitnah kami Safira, bukankah kamu yang selingkuh dari Aldo Safira dan kamu pulang bersama selingkuhan kamu meninggalkan ulang tahun kakak." kata Billy berakting sedih.

"Dan kamu pulang untuk memfitnah Aldo Safira, kamu memang perempuan jahat. Ternyata kamu tak sebaik wajah kamu, hati kamu penuh kejahatan Safira. Kamu sudah bosan pada Aldo, dan kamu ingin putus dengan Aldo dengan cara menjelek jelekkan Aldo di depan kakak kamu, biar kamu tidak disalahkan telah meninggalkan Aldo." kata Ray memfitnah Safira.

"Kak mereka bertiga bohong kak. Kakak harus percaya pada Safira kak kalau mereka bertiga mau memperkosa Safira." kata Safira.
"Dasar adik kurang ajar.....plak..." kata Tasya menampar Safira penuh emosi.
__ADS_1
"Kakak." kata Safira sedih sambil memegang pipi Safira.
"Tega kamu ya Safira memfitnah teman teman kakak. Kakak percaya pada mereka karena kakak suda kenal lama dengan mereka." kata Tasya.
"Tapi kak Safira tidak bohong. Tolong kak, kakak percaya pada Safira ya kalau mereka bertiga ingin menodai kehormatan Safira." kata Safira sedih.
"Diam kamu jangan memfitnah mereka lagi. Lebih baik kamu ke kamar kamu, dan jangan keluar kamar sebelum kamu sadar apa yang telah kamu lakukan." kata Tasya.
"Ta....tapi kak." kata Safira.
"Jangan tapi tapi cepat ke kamar, atau kakak akan menghukum kamu lebih berat lagi." teriak Tasya penuh emosi.
"Ba.....baik kak." kata Safira yang menatap Aldo, Billy, dan Ray penuh kebencian. Aldo, Billy, dan Ray tersenyum puas karena Tasya lebih percaya pada mereka dari pada adik kandungnya sendiri.
"Puas kalian bertiga." kata Safira yang langsung ke kamarnya. Aldo, Billy, dan Ray tersenyum puas pas Safira melihat mereka kalau Tasya tidak percaya dengan omongan adik kandungnya sendiri tapi lebih percaya dengan ketiga temannya. Tapi di saat Tasya tidak melihat ekpresi ketiga temannya itu yang merasa senang, jika Tasya melihat Aldo, Billy, dan Ray memasang wajah pura pura sedih dan kecewa.
"Hahahahaha......(tertawa) rasain kamu Safira kakak kandung kamu sendiri tidak percaya dengan omongan kamu. Itu akibatnya karena kamu berani mengadukan kita." batin Aldo masih memasang wajah pura pura kecewa di depan Tasya begitu pun dengan Billy dan Ray.
"Aldo, Billy, Ray maafkan adik aku ya." kata Tasya meminta maaf.
"Iya tidak apa apa. Ya penting kamu percaya pada kita kalau kita tidak mungkin melakukan hal sejahat itu pada adik kamu. Karena kita menghargai adik kamu." kata Aldo pura pura baik di depan Tasya.
"Ya iya lah aku percaya pada kalian bertiga, kalian itu kan sahabat aku dari SMP yang bukan terkenal playboy jadi mana mungkin aku percaya dengan perkataan Safira sedangkan kalian untuk mempermainkan wanita saja tidak berani apa lagi sampai mau menodai kehormatan wanita." kata Tasya.
"Nah itu tahu Tasya." kata Billy.
"Ya tidak mungkinlah kita sampai melakukan hal bejad itu, gila kali kita hahahaha......" kata Ray tertawa dan Tasya tersenyum.
Aldo, Billy, dan Ray tersenyum saling bertukar pandang memberi kode kesuksesan mereka membuat Tasya tidak percaya dengan perkataan Safira.
Emeli sangat kesal dan marah, Emeli melempar semua barang barang yang ada di kamarnya Dan melempar foto Emeli bersama Bima.
"Aaaa.....kak Bima ternyata kamu sama aja seperti laki laki lain." kata Emeli sangat marah sambil menangis.
Bima yang sangat senang karena baru saja bertemu dengan Emeli menelepon Emeli yang ternyata tak diangkat angkat.
"Buat apa lagi kak, kamu telepon aku. Aku kecewa banget sama kamu." kata Emeli yang melihat hp dan bicara sendiri.
"Kok tidak diangkat angkat ya sama Emeli, kenapa ya. Perasaan tadi baik baik aja deh (bingung) apa Emeli belum sampai rumah ya." kata Bima heran.
Eva dengan tersenyum bahagia membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk dan nyaman.
"Hari ini aku bisa tidur nyenyak, karena aku sangat yakin hubungan Bima sama perempuan itu akan hancur berantakkan hahahaha....." kata Eva.

Safira ke kamarnya dan mengambil foto Safira bersama kakaknya Tasya dengan airmata yang tak bisa di bendung lagi.
"Kak Tasya kenapa sih kakak tidak percaya dengan omongan Safira, padahal yang Safira katakan itu semuanya benar kak. Tapi kakak lebih percaya dengan teman teman kak Tasya yang tidak ada hubungan darah sama sekali. Safira kecewa sama kak Tasya." kata Safira penuh tangis dan langsung mengambil buku diarynya dan menulis kepedihan hatinya di diary itu.
Safira dan ketiga teman lelakinya masih berbincang bincang di ruang tamu, bercanda ria bersama.
"Bentar ya aku buatin minuman dulu ya guys, dan cemilan untuk temanin kita ngobrol." kata Tasya.
"Oke Tasya, kamu tahu aja apa yang kita mau." kata Aldo.
"Kebetulan kita lapar nih." sambar Billy.
"Aduh jadi enak nih Tasya." kata Ray tertawa.
Aldo, Billy, dan Tasya pun ikut tertawa sementara Safira lagi sedih di kamarnya.
"Eh guys akhirnya kita berhasil membuat Tasya tidak percaya sama Safira, dia lebih percaya dengan kita. Padahal semua yang Safira katakan itu kan benar, sedangkan omongan kita tadi kan cuma kata kata yang kita susun dengan rapi biar Tasya percaya sama kita ternyata kita sukses hahaha....." kata Aldo sangat puas dengan aktingnya.
"Sok pasti aku puas banget karena Tasya masih mau percaya pada kita dibandingkan adik kandungnya sendiri." sambar Billy.
"Yupz betul sekali, kita itu cocok jadi aktor ya karena kita bertiga pintar akting." kata Ray yang tertawa dibarengi oleh Aldo dan Billy, Tasya datang membawa cemilan dan orange juice.
"Huts......Tasya datang." kata Aldo dengan satu jari di bibirnya memberi kode kedatangan Tasya.
"Nah cemilan dan orange juice nya udah datang. Ayo silahkan. Kalian bertiga menginap aja di sini ya temanin aku begadang, soalnya aku tidak bisa bobo nih." kata Tasya.
"Oke Tasya." kata Aldo, Billy, dan Ray serentak.
Airmata Safira mengalir deras di keheningan malam sambil menulis di buku diary nya, sementara kakak dan ketiga teman temannya tertawa di atas penderitaan Safira yang terluka akan sikap kakaknya yang tidak percaya dengan kata kata Safira tentang kebusukkan ketiga teman temannya Tasya yang hendak menodai kehormatan Safira di ulang tahun Billy.
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘
__ADS_1