
Setelah Pemakamannya Amanda, Emeli pulang kerumah. Dan Kenzo pun menelepon Emeli.
"Hallo." kata Emeli.
"Hallo cantik, lagi apa? lagi sibuk gak." kata Kenzo.
"Hem, habis pulang dari pemakaman neh kak." kata Emeli.
"Oh.....pemakamannya Amanda ya." kata Kenzo.
"Kok, kakak tahu." kata Emeli kaget.
"Aduh, nanti kalau gue bilang. Gue kakaknya Lusi, Emeli malah ngejauh dari gue. Khan Lusi sama Emeli bermusuhan (bathin Kenzo) oh gak, gue tadi lihat diberita aja tadi pagi. Khan udah menyebar luas beritanya. Kalau Amanda itu kuliah di Bumi Cerdas juga." kata Kenzo tersenyum
"Oh, gitu." kata Emeli tersenyum.
"Besok lo ada acara gak." tanya Kenzo.
"Hem, besok ya. Ya seperti biasa besok gue kuliah." kata Emeli.
"Iya, gue tahu. Habis pulang kuliah." kata Kenzo tersenyum.
"Gak." kata Emeli.
"Kalau gitu besok kita ketemu yuk ditaman seroja." kata Kenzo.
"Hem, boleh. Tapi gue ajak Salsa ya." kata Emeli.
"Lo ajak Salsa." kata Kenzo.
"Iya, boleh gak. Kalau gak boleh gak jadi ketemu deh." kata Emeli.
"Ya jangan gitu dong. Ya udah boleh deh cantik." kata Kenzo tersenyum.
"Nah, gitu dong. Ya udah sampai besok ya." kata Emeli.
"Iya, sampai besok." kata Kenzo tersenyum.
Keesokkan harinya Emeli menjemput Salsa.
"Sa.....nanti lo anterin gue ya." pinta Emeli.
"Anterin kemana." tanya Salsa.
"Kak Kenzo ngajakkin gue ngedath." kata Emeli.
"Serius loh." kata Salsa tersenyum.
"Serius lah, Salsa. Masa gue bohong (megang tangan Salsa) ya mau ya anterin gue, please." pinta Emeli.
"Oke, oke untuk sahabatku apa sih yang gak." kata Salsa.
Sesudah pulang kuliah Emeli dan Kenzo janjian di Taman Seroja. Emeli dan Salsa mencari Kenzo, dan Kenzo melambaikan tangan dan tersenyum manis ke arah Emeli.
"Emeli.....gue ke Kirana dulu ya, kalian have fun aja. Nanti kalau sudah pulang gue kesini lagi." kata Salsa yang nyadar diri gak mau ganggu ngedath Emeli dan Kenzo.
"Oh, ya udah. Kak gue kesana dulu ya." kata Salsa.
"Oke Sa, hati hati." kata Kenzo.
Lalu Salsa duduk diayunan bersama Kirana sambil makan sate sendiri karena Kirana udah bosan makan sate terus buatan bapaknya, karena biasanya makannya berdua tapi Emeli lagi ngedath sama Kenzo. Emeli dan Kenzo duduk di putaran putaran sambil makan Ice cream berdua sambil bercanda. Emeli menyuapi Ice cream ke Kenzo tapi diplesetin hingga ice cream itu mengenai hidung Kenzo. Emeli tertawa, Salsa dan Kirana memperhatikan kebahagyaan Emeli bersama Kenzo.
"Eh, lihat. Mereka tampak serasi ya, gue baru lihat Emeli sebahagya ini. Karena sejak putus dari Gerry dia menjadi sedih dan trauma sama cowok yang ngedeketin dia." kata Salsa.
"Iya mereka sangat serasi sekali cantik dan ganteng. Gue ngedukung banget deh kalau mereka jadian." kata Kirana.
"Apa lagi gue Kir, gue sangat sangat sangat ngedukung sekali. Kalau mereka pacaran, semoga aja kak Kenzo itu laki laki yang baik ya." kata Salsa.
"Iya, mudah mudahan aja ya Salsa." kata Kirana tersenyum sambil memperhatikan Emeli dan Kenzo.
"Oh, jahil ya." kata Kenzo yang tersenyum sambil mengklitiki Emeli.
"Ampun kak, ampun ampun....aaaa....." kata Emeli yang tertawa dan akhirnya jatuh dipelukkan Kenzo dan mereka pun terhanyut saling bertatap tatapan. Jantung mereka berdetak sangat kencang dag dig dug.
"Ya ampun, kenapa ya. Kok jantung gue jadi deg degan kaya gini." kata Emeli yang masih menatap Kenzo.
"Emeli, emang sangat cantik. Dia wanita tercantik yang pernah gue lihat." kata Kenzo yang masih menatap mata Emeli tanpa berkedip dan akhirnya mereka tersadar dan melepas tatapan mereka, mereka berdua wajahnya nampak merah tersipu malu.
Emeli dan Kenzo sama sama saling diam, tak bisa berkata apa apa. Mereka tampak gerogi dan Kenzo yang buka suara duluan karena tak mau saling diam karena masih merasakan debaran cinta yang sangat dasyat dalam denyut jantungnya.
"Oh, iya udah lapar neh. Kita makan yuk." kata Kenzo.
"Tapi kak, ajak Salsa sama Kirana ya." kata Emeli.
"Iya, boleh. Ayo." kata Kenzo.
"Salsa....Kirana ayo kita makan." teriak Emeli.
"Eh.....Sa mereka ngajakkin makan." kata Kirana.
"Gak enak ah ganggu mereka lagi pedekate." kata Salsa.
"Iya juga sih." kata Kirana.
"Emeli, kita udah makan. Masih kenyang (megang perut) kita tunggu sini aja." kata Salsa dan Kirana serentak.
"Oh ya udah. Kita makan dulu ya." kata Emeli.
"Ok, sip." kata Salsa dan Kirana sambil mengacungkan jempolnya.
Emeli dan Kenzo memilih Nasi Goreng Sea Food karena makanan Favorite Emeli adalah Sea Food selain sate ayam.
Kenzo tertawa kecil melihat Emeli yang makannya seperti anak kecil, ada secuil nasi dibibir Emeli. Dan Kenzo mengusap nasi itu dengan tangannya.
"Kalau makan, jangan blepotan (lembut) itu ada nasi dibibir." kata Kenzo sambil mengambil nasi itu dari bibir Emeli. Emeli merah merona, tersipu malu.
"Iya, terima kasih kak." kata Emeli yang sambil menunduk malu.
__ADS_1
"Hem, kalau lagi malu malu Emeli cantik juga." bathin Kenzo tersenyum.
Kenzo dan Emeli saling suap menyuapi. Dengan keceriaan dan senyum di wajah Emeli dan Kenzo. Setelah makan Kenzo mengajak Emeli ke taman yang banyak bunga Indahnya, semerbak harum mewangi.
Emeli sangat senang dan sangat bahagya sekali. Dia semakin dekat sama Kenzo yang romantis. Lalu Kenzo memetik sekuntum mawar merah untuk Emeli dan memasangkannya ditelinga Emeli.
"Bunga cantik, untuk wanita yang cantik dan sangat spesial dihati." kata Kenzo tersenyum sambil memandang wajah Emeli yang tersipu malu.
"Terima kasih kak." kata Emeli tersenyum dan ikut memandang wajah Kenzo terjadilah tatap tatapan lagi penuh cinta. Kenzo pun membelai Emeli dan perlahan lahan wajah Kenzo maju hendak mencium Emeli, tapi Emeli menyadarkan Kenzo yang lagi mengagumi kecantikan Emeli. Emeli mendorong badan Kenzo pelan.
"Eh, maaf Emeli." kata Kenzo yang dimabuk asmara.
"Gak apa apa kak (Emeli masih tersipu malu sambil mengusap rambutnya yang ditelinga).
"Oh iya kak hari sudah sore, mari kita pulang." kata Emeli.
"Oh iya, biar kakak antar ya." kata Kenzo.
"Gak usah kak, Emeli khan bawa mobil kak. Soalnya Salsa khan gak bisa nyetir kak." kata Emeli.
"Oh gitu, ya udah kamu hati hati ya." kata Kenzi.
"Iya kak, terima kasih ya kak atas semuanya." kata Emeli sambil berjalan kearah Salsa dan Kirana yang lagi asyik ngobrol.
"Oh iya Kirana, kok tumben cowok lo gak kesini. Minggu kemarin juga." tanya Salsa.
"Biasa lagi sibuk, ngurusin bisnisnya. Jadi kesini cuma hari sabtu aja sekalian malam mingguan." kata Kirana sambil tertawa.
"Oh gitu, lo enak ya punya cowok yang baik kayak Ferdinan Sedangkan gue hamil bapaknya gak tahu kemana, sampai sekarang gak ada kabar." kata Salsa sedih.
"Lo sabar ya Sa....." kata Kirana menenangkan sambil memegang pundak Salsa.
"Iya, terima kasih ya Kirana." kata Salsa.
Lalu Emeli dan Kenzo datang menghampiri Salsa dan Kirana.
"Sa, udah yuk kita pulang. Udah sore neh." kata Emeli.
"Oh udah ya. Ayo deh kalau gitu." kata Salsa.
"Yah, mau pada pulang ya." kata Kirana kecewa.
"Iya neh kita pamit ya Kirana, next time kita maen lagi kesini okay." kata Emeli.
"Oke deh, gue tunggu loh." kata Kirana.
"Iya pasti kita sering sering maen ke Taman Seroja ini, taman nan penuh kenangan." kata Salsa penuh keceriaan.
"Ya udah, aku pulang dulu ya Kak." kata Emeli tersenyum.
"Ciyee sekarang udah ngomong aku kamu neh, biasanya lo gue." goda Salsa sambil tersenyum membuat Emeli tersipu malu.
"Apaan sih lo Sa." kata Emeli dengan malu malu.
"Iya, tenang aja kak. Salsa akan jagain Emeli biar gak ada yang lecet satupun." canda Salsa, Kenzo, Kirana, Emeli tertawa melihat candaan Salsa.
"Bisa aja lo Sa." kata Kenzo.
Emeli, Kirana, dan Salsa cipika cipiki mau pulang dengan keceriaan ketiga sahabat dari kecil.
Emeli sangat bahagya karena dia jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya. Salsa yang melihat Emeli senyam senyum sendiri jadi bingung.
"Emeli, lo kenapa senyam senyum sendiri aja dari tadi." tanya Salsa heran.
"Eh....eng....enggak apa apa kok." kata Emeli gugup.
"Lo jangan bohong Emeli, gue tebak ya. Hemmm......(mikir) pasti lo lagi jatuh cinta ya." kata Salsa tersenyum.
"Jatuh cinta, jatuh cinta sama siapa." kata Emeli pura pura tapi sambil tersenyum.
"Siapa lagi kalau bukan sama kakak ganteng photografer, Kak Kenzo." kata Salsa ala ala membaca puisi sambil tersenyum.
"Ngawur lo ah." kata Emeli yang tersipu malu wajahnya kemerahan.
"Tuh, khan. Liat tuh wajah lo." kata Salsa tersenyum sambil menujuk wajahnya.
"Wajah gue kenapa." kata Emeli sambil memegang stir mobil yang satu memegang wajahnya.
"Wajah lo kemerahan pertanda malu malu kucing lo. Mau mau tapi malu." kata Salsa yang menggoda Emeli sambil tertawa.
"Apaan sih lo." kata Emeli yang masih memerah wajahnya.
"Ciye ciye.....jatuh cinta nih ye." goda Salsa sambil mengerlingkan alisnya tersenyum.
Emeli masih tersipu malu digoda sama Salsa melihat Salsa yang masih tersenyum meledek Emeli.
"Gak." kata Emeli tertawa.
"Iya juga gak apa apa kok." kata Salsa mengerlingkan alisnya sambil tersenyum menggoda Emeli.
"Gak apaan sih lo." kata Emeli malu malu.
"Gue seneng kok, Emeli melihat lo tertawa bahagya. Karena sejak lo patah hati sama Gerry, lo gak pernah tertawa selepas ini." kata Salsa.
Lalu Emeli mengerem dadakkan karena ada sepasang kekasih dan satu cewek yang marah marah dengan sepasang kekasih itu.
"Kevin, jadi lo selingkuh dengan cewek ini." kata Zahira sambil menunjuk Tania.
"Seharusnya lo ngaca Zahira, gue itu gak serius sama lo. Tania itu mantan gue dan gue ngedeketin lo, biar Tania cemburu sama gue dan gue bisa balik lagi sama dia." kata Kevin marah.
"Udah deh, lo gak usah sedih gitu gadis cupu yang menjijikan. Kevin itu hanya memanfaatin lo biar dia bisa balikkan lagi sama gue, jadi lo jangan sok ngarep kalau cowok ganteng model Kevin bisa suka sama lo. Kevin itu cinta mati sama gue." kata Tania menghina Zahira.
__ADS_1
"Aduh, ngapain sih mereka berantem dijalan. Bikin macet aja." kata Emeli sambil mengklakson pertengkaran Zahira, Kevin, dan Tania.
"Tin.....tin......tin......" klakson Emeli kesal.
"Woy.....minggir jangan bertengkar dijalan bikin macet aja." kata Salsa mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil.
Tapi bukannya minggir Zahira malah marah marah sambil memukul mobil Emeli untuk menabrak dirinya.
"Tabrak.....tabrak aja gue. Gue gak mau hidup lagi, buat apa gue hidup gak ada gunanya." kata Zahira.
"Ini perempuan udah gila kali ya." kata Emeli kesal sambil keluar dari mobil.
"Eh, lo udah gila ya. Mau minta gue nabrak lo." kata Emeli marah marah.
Zahira hanya menangis sedih karena patah hati.
"Sabar Emeli sabar." kata Salsa yang keluar juga dari mobil untuk menenangkan Emeli.
"Terus gue harus gimana, emang wajah gue jelek, gue cupu. Tapi gue masih punya perasaan, gue masih punya cinta yang tulus. Dan apa salah gue juga mau dicintai sama seorang laki laki hah....." kata Zahira yang mengamuk didepan umum karena patah hati.
"Sebenarnya apa sih yang terjadi sama lo. Sampai lo hilang akal sehatnya kaya gini." kata Emeli.
"Laki laki ini (berjalan menghampiri Emeli) laki laki ini sudah mempermainkan perasaan gue. Dia cuma memanfaatkan gue aja, dia ngedeketin gue biar bisa balikkan sama mantannya." kata Zahira.
"Apa apaan sih lo (mendorong Zahira) itu balasannya karena lo telah mempermalukan gue didepan umum." kata Zahira.
"Eh, lo jangan kasar ya sama cewek." kata Emeli kesal dan menolong membangunkan Zahira.
"Eh, lo jangan ikut campur deh urusan kita. Urusin aja urusan lo sendiri." kata Kevin mendorong Emeli, Emeli mau jatuh ditangkap oleh Salsa.
"Emeli lo gak apa apa. Eh, jadi cowok kasar banget sih sama cewek. Dan lo (nunjuk Tania) apa gak nyesal balikkan sama cowok kasar macam dia." kata Salsa kesal nunjuk Kevin.
"Eh, gue peringatin ya pada kalian. Jangan pernah ikut campur sama urusan kita. Atau kalian gue habisi." ancam Kevin.
"Iya kalian itu gak kenal sama kita jadi buat apa kalian ngurusin urusan kita, urusin aja urusan sendiri. Paham kalian." kata Tania.
"Ayo sayang kita pergi, dari orang orang gak penting ini." kata Kevin sambil menggandeng Tania.
"Kevin.....kevin....." teriak Zahira histeris yang ditenangkan oleh Salsa dengan memegang Zahira.
"Tenang lo tenang dulu." kata Salsa.
Tapi Emeli melihat kepergian Tania dan Kevin penuh dendam.
"Lo yang bakal mati sama gue." bathin Emeli penuh amarah.
"Lo tenang ya." kata Salsa.
Emeli memarkirkan mobilnya dan Salsa mengajak Zahira duduk.
"Nama lo siapa." tanya Salsa.
"Gue Zahira, dan laki laki itu adalah pacar gue. Perempuan yang bersamanya itu adalah mantan pacarnya pacar gue." kata Zahira sedih.
"Terus sebenarnya apa sih masalahnya." kata Emeli yang selesai habis markir mobilnya dan duduk disebelah Zahira.
"Kevin deketin gue cuma pura pura menjadikan gue tempat pelarian aja, agar Tania cemburu dan balik sama gue. Padahal gue tulus cinta sama Kevin tapi ternyata." kata Zahira tak bisa meneruskan kata katanya dan menangis.
"Lo yang sabar ya, pengalaman kita sama. Gue malah ditinggal dan dicampakkin cowok lagi hamil. Dia gak mau bertanggung jawab, dan sekarang dia hilang tanpa kabar." kata Salsa sedih, Zahira melihat kearah Salsa penuh prihatin.
"Ya ampun, ternyata lo lebih buruk daripada gue. Dan tidak seharusnya gue berlaku seperti tadi. Maafin gue ya." kata Zahira.
"Iya gak apa apa." kata Emeli dan Salsa serentak.
Selesai Zahira curhat Emeli dan Salsa mengantar Zahira pulang kerumahnya biar gak berbuat lebih nekad lagi. Setelah mengantar Zahira, baru lah Emeli mengantar Salsa pulang.
"Sa....ada ada aja ya, gue lagi bahagya eh malah hilang mood gue gara gara masalah tadi." kata Emeli.
"Iya, ternyata banyak banget laki laki yang suka mempermainkan wanita. Kasihan Zahira jadi frustasi kayak tadi gara gara Kevin.
"Iya kasihan banget dia (menghela nafas) ya udah, udah sampai neh. Lo istirahat ya, terima kasih udah nemenin gue ngedath sama Kenzo." kata Emeli tersenyum.
"Iya sama sama." kata Salsa tersenyum.
Sesampainya dirumah Emeli, Emeli merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian di Taman Seroja bersama Kenzo, tiba tiba Kenzo pun menelepon.
"Hallo." kata Emeli.
"Hallo Emeli, kamu udah sampai." kata kenzo.
"Iya baru aja aku sampai kak." kata Emeli.
"Oh, syukurlah kalau udah sampai." kata Kenzo bernafas lega.
"Iya tapi, tadi ada halangan sedikit waktu mau pulang." kata Emeli.
"Halangan, halangan apa sayang." tanya Kenzo bingung.
"Tadi dijalan macet, ada cowok sama cewek berantem. Biasa cowoknya selingkuh gitu deh. Ceweknya patah hati eh malah mukul mukulin mobil aku." kata Emeli.
"Tapi kamu gak apa apa khan sayang." tanya Kenzo.
"Iya gue gak apa apa kok, tapi cowoknya tadi kasar banget. Aku berantem sama cowoknya sampai dia dorong aku kak. Untung ditangkap sama Salsa." kata Emeli.
"Wah, kurang ajar banget tuh cowok ya. Beraninya kasar sama perempuan (marah) berarti Salsa nepatin janjinya dong untuk jagain kamu." kata Kenzo sambil tertawa.
"Eh, iya. Kita berdua saling menjaga kok, Khan Salsa sama Kirana itu sahabat kecil aku. Tapi aku lebih akrab dan deket sama Salsa. Mungkin karena kita selalu bersama sekolahnya dari kecil kalau sama Kirana khan sempat terpisah." kata Emeli.
"Oh, gitu ceritanya, ya udah kamu istirahat deh sana pasti kamu capek banget. Jangan lupa mandi dan makan ya." kata Kenzo tersenyum
"Siap bos qu." kata Emeli penuh ceria.
Setelah tutup telepon Kenzo sangat bahagya sekali karena hari ini hari spesial bisa jalan dengan wanita pujaan hatinya begitupun Emeli yang merasakan jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya.
"Emeli.....lo pengobat hatiku yang sedang terluka. Di saat aku patah hati dengan seorang perempuan yang selingkuh dengan rekan kerjanya sendiri. Dan cinta kakak sama kamu lebih besar daripada cintaku ke Eva." kata Kenzo bicara sendiri.
"Kak Kenzo.....lo pengobat hatiku yang sedang terluka. Disaat aku patah hati dan mengecap semua laki laki itu sama aja. Ternyata kamu hadir membuang kegalauanku terhadap Gerry." kata Emeli sambil tersenyum.
Emeli tak berhenti mengingat kejadian di Taman Seroja sambil tersenyum sendiri begitu juga dengan Kenzo yang tak henti mengingat kejadian spesial itu.
"Aduh gerah, mau mandi dulu ah (teringat) yah tapi sabun dan shampo habis. Mau gak mau meski sudah capek banget tapi harus kesupermarket dulu untuk membeli perlengkapan mandi, yah balik lagi deh keluar, gak apa apa deh sekalian belanja bulanan." kata Emeli sambil mengambil kunci mobilnya dan pergi.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘