Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Nostalgia Di Taman Seroja


__ADS_3

Sesampainya di Taman Seroja, Salsa dan Emeli melihat lihat sekelilingnya dan banyak perubahan yang nampak terlihat sangat asri dan indah suasana taman. Banyak anak anak yang bermain perosotan, enjot enjotan,


ayunan, ada permainan yang muter muter entah namanya apa author lupa. Dan ada ayunan yang muat satu orang juga ada yang muat beberapa orang.


"Ternyata (terpesona) banyak banget perubahan di sini ya lebih bagus dari kita masih kecil." Kata Emeli tersenyum senang.


"Iya, eh....ingat tidak Emeli. Dulu kita kan pernah naik ayunan ini sambil makan sate ayam sepiring berdua." Kata Salsa yang langsung duduk di ayunan yang tempat duduknya bisa berhadapan.


"Eh....iya, ya sudah kita nostalgila lagi yuk." Canda Emeli.


"Nostalgia Emeli bukan nostalgila hahahaha....." Sambar Salsa.


"Eh.....sudah ganti ya." Kata Emeli.


"Memang sudah dari lahir Emeli hahahaha...." Kata Salsa tertawa.


"Oh....sudah dari lahir hahahaha.....(tertawa) ya sudah kita pesan sate ayamnya yuk. Itu di sana." Kata Emeli.


Salsa dan Emeli berjalan menuju tukang sate ayam yang ternyata langganannya.


"Bang Sate ayam sepuluh tusuk pakai lontong sambal kacangnya yang banyak ya." Kata Salsa.


"Baik neng." Kata Pak Rommy.


"Pak Rommy ya, gimana pak sehat." Kata Salsa.


"Neng siapa ya." Tanya pak Rommy.



"Aduh.....Pak Romny masa lupa. Aku Salsa Pak langganan Bapak dulu waktu masih kecil, masih ingat tidak Pak. Teman main kecilnya Kayra juga Pak, kan Salsa langganan Bapak waktu kecil anaknya Papa Wilan dan Mama Almira." Kata Salsa.


"Oh neng Salsa, iya neng Bapak sehat." Kata Pak Rommy.


"Iya, itu Emeli Pak sahabat Salsa." Kata Salsa.


"Eh.....neng Emeli, aduh kalian sudah pada besar besar ya, cantik lagi." Kata pedagang sate ayam.


"Iya Pak......oh iya Pak Kayra mana Pak." Kata Emeli.


"Itu lagi main ayunan di taman sama pacarnya." Kata pak Rommy.


"Oh Kayra sudah punya pacar, sudah gede dong berarti dia hahahaha......" Canda Emeli tertawa.


"Iyalah, sudah gede kan seumuran sama neng neng cantik." Kata Pak Rommy sambil tertawa.


"Ah.....Bapak dari dulu pandai memuji hahahaha......" Kata Emeli tertawa.


"Oh ya sudah Pak, anterin ke sana ya pak satenya." Kata Salsa.


"Siap neng." Kata Pak Rommy.


"Kangen ya Emeli, sudah lama banget kita tidak kemari sejak SMA terakhir kalau tidak salah waktu SMP." Kata Salsa.


"Iya Salsa benar (melihat sekelilingnya) banyak kenangan lucu yang tak terlupakan di Taman Seroja ini. Kamu ingat tidak Salsa. Kamu kan waktu dulu pernah berenang di sana. Kamu kira itu kolam renang padahal got hahahaha......" Kata Emeli tertawa.


"Iya aku ingat, aku jadi malu kalau ingat masa kecilku itu Emeli hahahahaha....." Kata Salsa tertawa.


"Iya, Tante Almira waktu itu khawatir sama kamu takut tenggelam. Padahal kan got nya cetek banget hahahahaha......." Kata Emeli tertawa.


"Iya mama ada ada saja, ketakutan banget kalau anaknya tenggelam di got yang aku kira kolam renang hahahahaha....." Kata Salsa tertawa geli mengingat masa lalu sampai mengeluarkan airmata.


"Heem.....syukurlah Salsa sudah mulai tersenyum lagi, tapi aku tidak akan biarkan Gantha dan Bella hidup bahagia di atas penderitaan Salsa." Batin Emeli yang melihat Salsa tertawa meski dalam kesedihan.


"Andai saja ya Emeli, masa kecil itu bisa terulang kembali. Aku akan memilih tidak mau cepat cepat dewasa seperti sekarang ini, banyak beban dan penderitaan." Kata Salsa sedih.


"Huts (menutup bibir Salsa dengan satu jari) kamu jangan bilang kaya gitu, tuh kan mulai lagi ah.....tidak asyik ah kamu Salsa. Kita kan di sini untuk happy happy bukan untuk bersedih (megang tangan Salsa) ayo dong Salsa cantik, Salsa sayang kita kenang masa lalu lagi. Lupakanlah masalah kamu sejenak saja. Jangan kamu nodai kesenangan kita dengan kesedihan yang tidak penting." Kata Emeli menyemangati Salsa.


"Iya kamu benar Emeli." Kata Salsa sambil menghapus airmata kesedihan.


Sate telah tiba diantar oleh Pak Rommy pedagang sate langganan Salsa dan Emeli, lalu mereka memakan Sate sambil nostalgia sepiring berdua.



"Sate telah tiba, ayo kita makan. nyam nyam nyam.....pasti enak sudah lama banget tidak makan satenya Pak Rommy." Kata Emeli.


"Terima kasih ya Pak." Kata Salsa dan Emeli.


"Sama sama neng." Kata Pak Rommy.


Emeli dan Salsa mengambil sate dan memakannya, menikmati rasa bumbu dari satenya, yang sangat lezat dan nikmat.


"Heemmm.....masih sama enaknya ya Emeli, tahu tidak Emeli sate ini pengobat galau. Makyos mantab." Kata Salsa menghibur diri sambil makan sate.


"Yoi.....satenya Pak Rommy tiada duanya, mungkin kalau tiga ada kali ya hahahaha....." Canda Emeli tertawa diikuti dengan Salsa.

__ADS_1


"Dan kamu inget tidak Emeli, pas dulu kita ketemu ulat bulu warna ijo banyak banget terus kamu tempel deh di badan kamu sudah kaya nempel bros aja, Lalu tante Hanna hahahahaha......(tertawa) bilang iiihh itu ulat bulu ngapain ditempel di badan, eh....kamu malah jawab dengan lugunya habis lucu sih bu warna hijau, hahahha.....(tertawa) mentang mentang kamu suka warna hijau, ulat bulu pun kamu tempel di badan alhasil badan kamu pada gatal gatal deh. hahahha.....(tertawa) Emeli, Emeli suka warna hijau boleh saja tapi jangan ulat bulu juga keles, hahahahaha......" Kata Salsa tak bisa menahan tertawa (kisah nyata autor neh guys ulat bulu ditempel ke badan waktu masih kecil hehehehe.....)


"Iya karena aku suka banget sama warna hijau eh jadi tidak peduli deh, itu ulat bulu aku tempel di badan polos banget kan aku dulu ya masih kecil. Kalau sekarang aku lihat ulat bulu. hih....geli banget." Kata Emeli tertawa mengenang masa lalunya.


Salsa dan Emeli tertawa mengingat nostalgia yang lucu tak terlupakan, lalu di tengah kebahagiaan Emeli dan Salsa ada seorang wanita cantik dan laki laki tampan menghampiri Salsa dan Emeli yang lagi lahap makan sate ayam.


"Emeli.....Salsa...." Panggil Kayra teman kecilnya yang lama terpisah karena waktu SMP, Kirana harus bersekolah di kampungnya. Di rumah neneknya, dan setelah kuliah balik lagi.



"Kayra, ya ampun. Teman kecil aku sekarang sudah besar dan cantik perfect to." Puji Emeli tertawa bersama.


"Apa kabar kalian berdua." Kata Kayra.


"Baik sini duduk, mau sate." Kata Salsa.


"Ah tidak, aku sudah bosan kali. Makan tiap hari soalnya kan bapak aku yang jualan satenya." Kata Kirana tertawa.


"Oh iya ya." Kata Emeli tertawa.


"Kok kamu tahu kita di sini." Tanya Salsa.


"Bapak aku yang kasih tahu aku, kangen tahu aku sama kalian. Gimana kabar tante Hanna dan Om Ronald Emeli." Tanya Kayra.


"Ceritanya panjang intinya nyokab aku sudah meninggal." kata Emeli sedih.


"Terus bokap kamu." Tanya Kayra.


"Kalau bokap aku...." Kata Emeli terdiam.


"Emeli kamu kenapa sedih." Tanya Kayra.


"Bokapnya Emeli menikah lagi Kayra, dan bokapnya sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Emeli. Masa bodo saja gitu." Jawab Salsa mewakili pertanyaan Kayra.


"Ya ampun, maaf ya Emeli aku tidak tahu (merasa bersalah) kamu yang sabar ya Emeli." Kata Kayra.


"Iya......terima kasih ya Kayra." Kata Emeli.


"Iya Emeli, kalau kamu Salsa gimana kabar Om Wilan dan Tante Almira." Tanya Kayra.


"Kedua orang tua aku sudah meninggal." Kata Salsa sedih.


"Ya ampun, kasihan banget kalian sabar ya nanti ceritain semuanya ya." kata Kirana.


"Ok santai aja dulu." kata Salsa.


"mama lagi sakit struk, dan sekarang ada di rumah." kata Kirana mukanya berubah jadi sedih.


"Ya ampun kasihan banget, next time kita jenguk tante Dina ya." kata Salsa.


"Siap, silahkan aja kalau mau jenguk. Pintu rumah akan selalu terbuka untuk kalian." kata Kirana


"Ok deh Kirana." kata Emeli dan Salsa.


"Oh, iya kapan balik dari kampung." tanya Emeli.


"Waktu, awal masuk kuliah. Itu juga waktu ibu aku sakit." kata Kirana.


"Oh iya aku lupa kenalin. Kasihan dari tadi kita cuekkin karena melepas rindu pada dua kawan kecil aku, nih calon suami aku Arka. bebz ini teman kecil aku cantik kan mereka." kata Kirana memuji.


"Oh iya Arka." kata Arka mengulurkan tangannya.



"Emeli....." kata Emeli berjabat tangan.


"Salsa....." kata Salsa berjabat tangan.


Lalu mereka menceritakan masa lalu mereka suka dan dukanya. Kirana sangat prihatin dengan penderitaan Salsa dan Emeli.


"Ya ampun aku enggak nyangka Emeli, Salsa. Begitu buruk perjalanan hidup kalian. Yang sabar ya, dan bodoh banget sih laki laki yang ninggalin kamu demi saudara tiri kamu yang masih sekolah. Dan ibu tiri kamu sangat jahat dan kejam sekali Salsa. Bokap kamu juga enggak punya hati banget sama kamu Emeli, mencampakan anak kandungnya demi anak tirinya dan menikah dengan wanita lain mantan pacarnya pula." kata Kirana kesal.


"Ya begitulah Kirana." kata Salsa.


"Ya udah sabar aja nanti kamu pasti bakal dapat laki laki yang lebih baik daripada laki laki pengkhianat itu (menyemangati) kamu kan cantik, baik, tidak sombong, dan suka menabung (tertawa) pasti masih banyak laki laki yang suka sama kamu tulus dan lebih baik daripada mantan kamu." kata Kirana.


"Terima kasih ya Kirana aku terhibur datang ke taman Seroja, ternyata aku ketemu sohib lama aku." kata Salsa.


"Oh iya kamu kapan menikah sama Arka, jangan lupa undang undang kita ya." kata Emeli.


"Kalau enggak ada halangan tahun depan, doain aja ya." kata Kirana.


"Pasti, pasti kita doain kok." kata Salsa.


"Oh iya Ar, kamu tahu enggak masih kecil pacar kamu ini lucu banget (tertawa) kan dia tuh fobiah semangka pas ulang tahun kita kerjain. Kasih kado isinya itu semangka eh Kirana malah lari terbirit birit sampai nabrak andong, hahahaha....." kata Emeli.

__ADS_1


"Iya terus supir andongnya marah (tertawa) eh Kirana, malah disuruh ambilin rumput untuk makanan andongnya, ngeselin enggak sih tuh." sambar Salsa.


"Oh ya." kata Arka tertawa.


"iya benar aku malu banget ih (pipinya merah merona) waktu itu malah banyak yang lihatin lagi." kata Kirana.


"Oh pantas aja waktu itu (memeluk) Salsa....Emeli.....waktu awal kita jadian kan aku enggak tahu kalau Kirana itu, fobiah sama semangka terus aku bawain dia semangka untuk keluarganya. Belum aja aku kasih di tangan, eh dia malah lari terbirit birit sampai nyebur ke empang dekat rumahnya dia, sakitnya sih enggak seberapa tapi malunya itu loh. Malu banget banyak yang lihatin, hahahaha......" kata Arka sambil tertawa akrab dengan Emeli dan Salsa yang juga ikut ketawa.


"Huts.....bebz jangan bongkar rahasia malu nih." kata Kirana tertawa.


"Oh, ternyata sampai sekarang kamu masih fobiah sama semangka ya Kirana." kata Salsa yang tertawa geli mendengar cerita dari Arka.


"Ada-ada aja, kamu fobiah sama Semangka. Padahal itu kan buah segar yang lezat." kata Emeli sambil membayangi Semangka.



"Iiihhhh...." kata Kirana ketakutan.


Setelah lama berbincang bincang mengenang masa lalu yang indah dan lucu tak terlupakan, tak terasa hari sudah sore, Emeli dan Salsa pamit sama Kirana.


"Kirana kita pulang dulu ya." kata Emeli.


"Yah, aku masih kangen nih sama kalian." kata Kirana yang cemberut.


"Udah gampang kapan kapan kita main lagi kesini, kalau enggak kamu dong yang main ke rumah aku atau Emeli." kata Salsa.


"Oke gampang itu." kata Kirana.


Akhirnya mereka bertukar no telepon untuk menyambung silaturahmi.


Emeli mengantar Salsa pulang, sesampainya di rumah Salsa, wajah Salsa kembali sedih mengingat Gantha.


"Emeli.....aku, aku (terdiam sejenak menghela nafas kesedihan) masih sedih dan belum bisa terima semua ini." kata Emeli.


"Udah ya Sal (menghadap ke Salsa megang pundak Salsa) jangan kamu pikirin lagi. Aku tahu ini sangat berat buat kamu tapi kamu enggak mau kan terpuruk terus seperti ini Sal. Dia itu enggak pantas untuk kamu tangisi, rugi loh kamu tangisi laki laki macam Gantha." kata Emeli menasehati.


Salsa mengangguk dan turun dari mobil dengan wajah yang sangat sedih, dan Gantha ingin pulang diantar oleh Livya sambil tertawa, Salsa sedih.


"Bebebz.....hati hati ya di jalan, jangan nakal." kata Livya manja ngompor ngomporin Salsa.



"Iya sayang percaya sama kakak ganteng, kalau kakak ganteng cintaaaaaa banget sama bebebz Livya." kata Gantha sambil memegang kepala Livya.


Salsa langsung masuk ke kamar dengan sangat sedih Gantha dan Livya tertawa puas.


Salsa masuk dan berteriak melempar semua barang barang yang ada dimeja rias, dalam kesedihan yang melanda kalbu. Terbaring lemah di kasur mengingat peristiwa Livya dan Gantha.


"Aaagggghhhhh.....kenapa semua ini bisa terjadi sama aku aaaagh......"teriak Salsa.


Ngambil foto Gantha di balik bantalnya karena foto Gantha sebagai penghantar tidur yang indah saat masih jadian.


"Gantha, kenapa sih kamu tega sama aku. Kamu udah menghancurkan hidup aku Gantha. sekarang Kamu hina aku, kamu campakkan aku.....agggghhhh....aku benci sama kamu Gantha aku benci." kata Salsa merobek foto Gantha.


Setelah Gantha pulang Livya berniat jahat untuk menggoda Salsa, Livya mengetok pintu kamar Salsa.


"Tok......tok.....tok......." terdengar suara ketukan pintu.


Salsa menghapus airmatanya dan membuka pintu kamar, Salsa kaget ternyata itu Livya.


"Hai....kak Salsa." kata Livya santai.


"Mau apa kamu ke kamar aku Livya." kata Salsa ketus.


"Santai kak jangan ketus gitu dong (mencoba menggoda Salsa) aduh aduh yang patah hati kamarnya kaya kapal pecah (melihat kamar yang berantakkan, sambil masuk ke kamar Salsa) Itu foto bebebz aku ya, kok dirobek sih, mending tadi untuk Livya kak." kata Livya menggoda Salsa.


"Kamu emang enggak punya hati ya Liv (marah) tadi kamu rebut cowok aku sekarang kamu masih ganggu aku, belum puas juga hah." Salsa marah.


"Hah.....enggak salah dengar ya kak (emosi) eh kak Salsa Livya enggak merebut kak Gantha ya, tapi kak Gantha sendiri yang udah suka sama Livya sejak pertama dia ketemu Livya. Dan kak Salsa cuma dimanfaatin aja biar kak Gantha deket sama Livya jadi kak Salsa jangan salahin Livya terus dong." kata Livya.


"Iya, tapi kamu coba deketin Gantha terus (emosi) kamu pepet terus, kecentilan. Waktu dia lagi bersama aku." kata Salsa emosi.


"Udah ya kak, (duduk di kasur Salsa) intinya Livya sama kak Gantha saling suka. Makanya itu kita jadian, kalau kak Gantha enggak suka sama Livya. Ya enggak mungkinlah waktu Livya dekatin dia, terus dia respon Livya." kata Livya tersenyum bahagia diatas sakit hatinya Salsa.


"Udah ya Livya aku mau istirahat, jangan ganggu aku. Lebih baik kamu keluar dari kamar aku." kata Salsa sambil menarik Livya keluar lalu menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Kak Salsa (teriak) Livya masih mau ngobrol ngobrol sama kakak. Livya masih masih mau curhat sama kakak tentang kebahagiaan Livya hari ini kak." kata Livya.


"Cepat keluar." kata Salsa kesal.


Livya kaget mendengar suara pintu yang ditutup Salsa.


"Yee......sewod (tersenyum senang) yess hari ini Livya menang banyak dari kak Salsa. Livya sangat bahagia banget." kata Livya tertawa senang.


"Huh.....hilangin mood aku aja, habis nostalgia di taman seroja pulang pulang malah ketemu sama adik lampir yang kerjanya cuma ngompor-ngomporin aja. Dasar kompor meleduk." kata Salsa membaringkan tubuhnya lagi di tempat tidur.

__ADS_1


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2