Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Tempat Tinggal Untuk Rania Dan Ibu


__ADS_3

Rania membeli sebungkus makanan dan sebotol minuman untuk ibu karena Rania berpikir kalau harus mengirit untuk ke depannya karena tabungan Rania tidak banyak untuk kehidupan dia berdua ibunya nanti.


"Bu ini di makan dulu ya." ujar Rania sambil memberikan nasi bungkus.


"Kamu mana sayang." tanya Sukma lihat nasi bungkus yang dibawa Rania cuma satu.


"Hemmm....Rania tadi sudah makan kok bu." ujar Rania berbohong.


"Kapan....." tanya ibu sambil membuka nasi bungkus pemberian Rania.


"Ta.....tadi Bu Rania makan di warung nasi." jawab Rania terlihat sekali wajahnya menahan lapar.


"Kamu tak pandai berbohong anakku sayang (memandang Rania) ibu tahu kok kamu belum makan, ayo sayang kita makan berdua. Ibu tidak mau kamu sakit." ujar Sukma.


"Tapi bu, apa ibu kenyang kalau makan berdua sama Rania." jawab Rania.


"Iya sayang pasti ibu kenyang kok, yang penting kamu tidak kelaparan sayang. Ya sudah ayo kita makan." ujar Sukma tersenyum.


"Iya bu." jawab Rania.


Setelah selesai makan Rania dan ibu melanjutkan perjalanannya sudah cukup jauh, hingga tiba di sebuah rumah tua yang kosong tak berpenghuni.



"Ibu lihat itu....(sambil menunjuk rumah tua) sepertinya rumah itu tak berpenghuni." ujar Rania.


"Oh iya sayang, ayo kita singgah ke sana." jawab Sukma.


Rania dan Ibu masuk ke rumah tak berpenghuni itu sangat kotor dan jorok juga ada binatang tikus dan kecoa. Rania teriak karena dikejutkan oleh seekor tikus yang lewat di hadapannya.



"aaaa......" teriak Rania.


"Ada apa sayang." tanya Sukma kaget mendengar teriakan Rania.


"Tidak ada apa apa bu, cuma seekor tikus aja." jawab Rania sambil menghela napas karena kaget.


"Oh gitu, ya sudah kalau begitu bagaimana kalau kita tinggal di sini saja untuk sementara." tanya Sukma.


"Apa bu ti....tinggal di sini, di rumah ini bu." Ujar Rania kaget sambil melihat sekeliling rumah yang tampak menyeramkan.


"Iya bagaimana menurut kamu setuju tidak." ujar Sukma menunggu jawaban Rania.


"Heem....tapi bu." ujar Rania ragu sebelum melanjutkan perkataan, ibu menyambar perkataan Rania.


"Rania anakku sayang (memegang pundak Rania) dari pada kita tidak ada tempat tinggal mending kita tinggal di sini aja. Sepertinya rumah ini penghuninya sudah pada tidak ada jadi kita bisa leluasa tinggal di sini sampai kapan pun kita mau. Dibersihkan juga pasti akan tampak indah dan nyaman." ujar Sukma meyakinkan Rania.


"Iya bu tapi sepertinya rumah ini sudah lama tidak berpenghuni, lihat saja bu (melihat sekelilingnya) banyak binatang menjijikan di sini, banyak sarang laba laba, dan perabotan semua berdebu (sambil mencolek salah satu perabotan yang berdebu) pohon pohon di luar juga pada tinggi tinggi, rumput juga banyak yang numbuh. Ibu yakin mau tinggal di sini, gimana cara membersihkannya bu sementara tempatnya sangat kotor dan jorok. Belum lagi bu kata orang kalau tempat yang sudah lama tak berpenghuni banyak setannya bu." kata Emeli ketakutannya.


"Hahahaha.....(tertawa) kamu ini ada ada aja Emeli, sudah jangan ngomong ngawur. Kita tidak ada pilihan lain, dengan uang pas pasan kita tidak bisa untuk mengontrak rumah yang bagus. Yang ada saja sekarang sayang malah bagus jika sudah lama tidak berpenghuni kan sayang, jadi kalau kita tinggal di sini tidak ada yang mengusir kita. Sudah ya Emeli dari pada kamu mikir yang tidak tidak ya sayang mending kita langsung bersihkan aja ini rumah biar kita bisa cepat istirahat." perintah Hanna.


"Kasihan juga ibu kalau harus tidur di jalan tidak ada pilihan lain mau tidak mau memang harus tinggal di tempat yang tak berpenghuni ini. Dari pada tinggal di jalan, ini semua demi ibu biar ibu tidak kehujanan lagi. Karena di luar hujannya sangat lebat sekali, takutnya ibu malah sakit kalau kena hujan (bicara dalam hati) Hemm....baiklah bu kalau begitu ayo kita beres beres bu." kata Emeli lemas.


Emeli dan Ibu mulai merapikan rumah yang berdebu dan berantakkan juga banyak binatang binatang yang menjijikan berkeliaran. Dan setelah semuanya beres Emeli dan ibu nampak kelelahan lalu ketiduran di tempat tidur yang tua terbuat dari bilik bambu yang sudah lama tak dipakai tapi masih bagus dan bisa digunakan untuk tidur.


Suara burung berkicau dengan merdunya, ayam pun berkokok membangunkan manusia yang hendak beraktivitas, udara terasa sangat sejuk menghiasi pagi hari.


Hanna duduk termenung di teras depan rumah barunya, mengingat semua masalalunya waktu ayahnya meminta Hanna menikah dengan Ronald.


Flasback Hanna waktu di penjara menjenguk ayahnya ;


"Ayah.....gimana keadaan ayah sekarang. Apa ayah baik baik saja, ayah kenapa semua ini harus terjadi ayah. Gimana dengan Hanna ayah." kata Hanna yang memeluk Wilan sambil menangis.


"Keadaan ayah baik baik saja sayang (duduk), Hanna ayah minta kamu segera menikah dengan Ronald. Karena pasti ayah akan lama di penjara sini." kata Wilan.


"Tapi ayah, Hanna tidak bisa menikah dengan mas Ronald. Hanna belum kenal sama mas Ronald, lagi pula ayah Hanna kan sudah punya kekasih ayah." tolak Hanna.


"Hanna ayah tak setujuh kamu menikah dengan lelaki pilihan kamu, karena dia itu hanya seorang buruh tani. Pokoknya kamu harus menikah dengan Ronald anaknya pak Hadi, karena jika kamu menikah dengan Ronald masa depan kamu akan terjamin dan kamu bisa hidup bahagia bersamanya. Ayah juga akan merasa tenang di penjara ini tanpa memikirkan kamu anak semata wayang ayah jika kamu menikah dengan Ronald. dibandingkan Aryo pemuda miskin itu." kata Wilan.



"Baiklah ayah, jika menikah dengan mas Ronald bisa membuat ayah bahagia dan tenang di penjara nanti. Hanna bersedia ayah menikah dengan mas Ronald." kata Hanna sambil meneteskan airmata.


"Kamu serius Hanna." tanya Wilan tersenyum.

__ADS_1


"Iya ayah Hanna serius." kata Hanna mengangguk.


"Baiklah Hanna, kalau gitu secepatnya kalian harus menikah." kata Wilan.


Flash back waktu Hanna memutuska Aryo;


"Mas Aryo, maafkan aku. Ini terpaksa aku lakukan hanya untuk membuat ayah bahagia dan tenang di penjara." kata Hanna sedih.


"Maksud kamu apa sayang." tanya Aryo.


"Mas.....ayah menjodohkan aku dengan anak temannya yang bernama Ronald. Dan besok aku harus menikah dengan mas Ronald, di rumah sakit. Karena bapaknya mas Ronald ingin sekali melihat aku menikah dengan mas Ronald. Bapaknya mas Ronald sudah sekarat di rumah sakit." kata Hanna.


"Hanna, aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintai kamu. Meski aku hanya buruh tani tapi aku bisa kok buat kamu bahagia. Aku tidak bisa kehilangan kamu Hanna. Aku mohon....." pinta Aryo penuh kesedihan takut kehilangan Hanna sampai berlutut.



Tapi Hanna pergi meninggalkan Aryo yang sedang menangis, begitu pun Hanna yang hatinya penuh luka dan sedih karena harus berpisah dengan kekasih yang di cintainya.


"Hanna....." teriak Aryo.


"Maafkan aku mas Aryo aku, aku terpaksa menerima perjodohan ini. Bukannya aku tak sayang pada kamu tapi aku hanya ingin ayah tenang dan bahagia di penjara melihat anaknya menikah dengan lelaki pilihannya." batin Hanna melihat ke belakang saat hendak pergi melihat Aryo menangis terduduk karena ditinggalkan oleh Hanna.


Hanna mengingat pernikahannya di rumah sakit bersama Ronald. Mereka tampak tak bahagia penuh penekanan sedangkan papi Ronald dan ayah Hanna tersenyum bahagia.


Flasback menikah;


"Akhirnya mas kita bisa besanan juga." kata Wilan.


"Iya saya juga senang, dan saya bisa meninggal dengan tenang." kata Hadi.



"Papi....papi jangan bicara seperti itu pi. Papi pasti bisa sembuh." kata Ronald.


"Iya Hadi kamu pasti bisa sembuh." sambung Wilan.


"Jaga Hanna baik baik semoga kalian bisa hidup bahagia selamanya. Terima kasih Ronald kamu sudah berbakti pada papi kamu untuk menuruti permintaan papi menikah dengan Hanna. Kemarilah menantuku." kata Hadi.


"Iya pi." kata Hanna sedih.


"Pa.....papi.....bangun pi bangun....." kata Hanna menangis.


"Papi bangun pi bangun jangan tinggalkan Ronald. Papi....." kata Ronald menangis histeris.


"Hadi bangun Hadi....bangun....." kata Wilan menangis karena kehilangan sahabatnya.


Di pemakaman Hadi. Wilan, Hanna, dan Ronald pun menangis karena kehilangan Hadi. Setelah pemakaman Wilan pun dijemput oleh polisi untuk kembali ke penjara. Hanna memeluk Wilan sedih karena harus berpisah dengan ayahnya dengan waktu yang cukup lama.


"Hanna.....Ronald harus kembali ke penjara. Tolong jaga Hanna bahagiakan dia. Titip Hanna jangan pernah kamu sakiti dia, ayah percaya pada kamu." kata Wilan.


"Baik ayah." jawab Ronald singkat dan melihat Hanna yang lagi menangis dengan tatapan cuek.


Flasback di rumah Ronald;


Hanna masuk ke kamar Ronald yang sekarang sudah menjadi miliknya.


"Aduh.....gimana ini, ini kan malam pertama aku sama mas Ronald. Pria yang tidak aku cintai sama sekali." kata Hanna gelisah, Ronald pun masuk kamar dengan rapi dan wangi.


"Mas Ronald....mas mau ke mana kok sudah rapi saja." tanya Hanna.


"Kamu pikir malam ini akan menjadi malam pertama buat kita. Oh....tidak Hanna, saya tidak akan melakukan malam pertama itu dengan kamu karena saya tidak mencintai kamu sama sekali. Jadi jangan harap kamu akan hidup bahagia bersama saya....paham kamu." kata Ronald yang langsung meninggalkan Hanna.


Hanna terduduk sedih di kasur karena tak percaya suaminya berkata seperti itu padanya dan meninggalkan dirinya di saat malam pertamanya.


"Ayah ternyata, keinginan ayah untuk aku bahagia tidak terwujud karen mas Ronald meninggalkan aku di malam pertama Hanna dengan mas Ronald ayah." batin Hanna sedih.


Hanna pun sangat cemas dan gelisah menunggu Ronald dan Hanna mondar mandir seperti setrikaan.


"Ya Tuhan.....ke mana mas Ronald kok jam segini belum pulang juga sih." kata Hanna.


Tidak lama kemudian Ronald pun pulang dengan keadaan mabuk.


"Mas.....kamu baru pulang." tanya Hanna.


"Memangnya kenapa kalau baru pulang." kata Ronald.

__ADS_1


"Mas mabuk." kata Hanna.


Ronald melihat Hanna dengan khayalannya sebagai Alexa.


"Alexa kamu cantik banget sayang, mas sayang banget sama kamu Alexa sayang." kata Ronald yang menarik Hanna. Dan kemudian Ronald dan Hanna melakukan malam pertama dengan keadaan Ronald yang mabuk dan menganggap Hanna sebagai Alexa.


Flasback Ayah Hanna meninggal;


"Hallo.....apa ayah meninggal, tidak tidak mungkin ayah....." teriak Hanna histeris.


"Mas ayah meninggal, antarkan saya ke penjara." pinta Hanna.


"Maaf saya tidak bisa, saya sibuk Hanna." kata Ronald.


"Tapi mas dia itu kan mertua kamu." kata Hanna.


"Iya mertua yang tak saya anggap karena saya menikah dengan kamu karena terpaksa. Mending kamu pergi sendiri saja sana, saya mau berangkat ke kantor dulu." kata Ronald yang segera berangkat ke kantor.


"Astaga.....tega banget mas Ronald. Ayah meninggal malah dia sibuk kerja." kata Hanna sedih.


Di penjara;


"Ayah.....bangun ayah jangan tinggalkan Hanna. Bangun ayah bangun." teriak histeris Hanna.


Di pemakaman;


"Maafkan Hanna ayah ternyata pilihan ayah salah mas Ronald bukan lelaki yang baik seperti yang ayah kira. Baru saja Hanna menikah tapi mas Ronald sudah membuat Hanna menderita dan dia tidak mau datang ke pemakaman ayah maafkan Hanna ayah maafkan Hanna, tapi Hanna janji ayah kalau Hanna akan bertahan kepada mas Ronald meski mas Ronald selalu kasar pada Hanna dan membuat Hanna menderita." kata Hanna sedih penuh luka tangis.


Flasback off:


"Ayah.....maafkan Hanna ayah maafkan Hanna jika pernikahan Hanna dan mas Ronald harus berakhir seperti ini. Maafkan Hanna ayah sudah membuat ayah kecewa, karena mas Ronald sudah menceraikan Hanna dan menikah dengan mantan pacarnya. Di saat Hanna sudah mulai mencintai mas Ronald. Ternyata pilihan ayah bukan yang terbaik buat Hanna karena selama menikah hidup Hanna selalu menderita tak pernah bahagia." kata Hanna berlinang airmata di pipinya.


Emeli pun terbangun dari tidurnya yang lelap dan dia melihat di sebelahnya ternyata ibunya sudah tidak ada di sampingnya, lalu Emeli bangun dan mencari cari ibunya di seisi ruangan rumah. Tapi ternyata ibunya sedang melamun seorang diri di halaman rumah, sambil meneteskan air mata di pipinya penuh luka kepedihan yang sangat mendalam. Emeli perlahan menghampiri ibunya yang sedang bersedih mengingat peristiwa silam tentang ayahnya.


"Ibu...." kata Emeli sambil memegang pundak ibunya.


"Eh......Emeli....kamu sudah bangun sayang." kata Hanna terkejut dan langsung menghapus air matanya.


"Iya bu, sudah." kata Emeli.


"Gimana tidurnya semalam nyenyak, tidak ada setankan sayang." tanya Hanna sambil tertawa.


"Iya bu nyenyak, tidak ada bu tidak ada setan." kata Emeli sambil tertawa kecil.


"Tuh kan ibu bilang juga apa sayang. Di sini pasti tidak ada setan, kita beruntung ya sayang bisa mendapatkan tempat tinggal meski sedikit menyeramkan." kata Hanna tertawa.


"Iya bu, sangat beruntung sekali." jawab Emeli tersenyum.


Emeli tahu meski ibunya tersenyum dan tertawa, tapi Emeli merasakan kalau hati ibunya sedang sangat bersedih dan terluka karena berpisah dengan ayahnya. Ibu hanya berusaha bahagia di depan Emeli, karena ibu tidak mau anaknya ikut merasakan kesedihan seperti yang ibu alami.


Lalu Emeli memeluk ibunya dan berkata;


"Sabar ya bu.....ibu pasti sangat terluka sekali karena ayah telah menceraikan ibu." kata Emeli menenangkan ibu.


"Iya Emeli....tapi ibu kangen sama ayah kamu (menangis), padahal baru kemarin ibu berpisah sama ayah kamu tapi rasanya itu tidak mungkin ibu bisa jauh dari ayah kamu Emeli. Ibu benar benar tidak sanggup menghadapi hari hari tanpa ayahmu Emeli, meskipun ibu hidup dalam penderitaan tapi ibu ikhlas dibandingkan harus berpisah dari ayahmu. Emeli, ibu sangat mencintai ayahmu walaupun ayahmu selalu menyakiti ibu dengan wanita lain, walaupun setiap hari ibu harus di kdrt oleh ayahmu, tapi ibu tidak pernah berpikir dan tidak pernah mau untuk berpisah dari ayahmu meski hanya sedetik saja." kata Hanna menangis histeris menahan sesak di hati Emeli memeluk ibu.


"Ya Tuhan.....ternyata ibu sangat mencintai ayah sedalam itukah rasa cinta ibu terhadap ayah yang tak pernah membalas cinta ibu, hingga rela disiksa setiap hari dengan ayah tanpa memikirkan perceraian. Ternyata justru perceraianlah yang sebenarnya membuat ibu lebih tersiksa dibandingkan di Kdrt oleh ayah." sedih Emeli dalam hati tak terungkap.


"Oh....iya Emeli gimana kuliah kamu." tanya Hanna.


"Bu.....Emeli keluar saja ya bu dari kampus." jawab Emeli.


"Loh kenapa sayang.....jangan Emeli. Sayang loh jika kamu harus berhenti kuliah, kamu lanjut kuliah saja ya sayang.....kan kamu dapat beasiswa untuk kuliah sampai kamu lulus kuliah, jadi tidak perlu memikirkan biaya kuliah lagi. Banyak orang yang mau loh dapat beasiswa seperti kamu tapi cuma orang terpilih saja yang dapat beasiswa jadi jangan sia siakan kesempatan ini ya sayang, buktikan pada ayah kamu kalau kamu bisa sukses tanpa bantuan ayah. Dan untuk sehari hari, ibu pinjam uang tabungan kamu dulu ya untuk berjualan kue keliling." kata Hanna kaget.


"Tidak usah pinjam bu. Emeli ikhlas kok ngasih untuk modal ibu kan semua ini demi Emeli juga." kata Emeli.


"Tidak sayang.....jangan.....itu kan punya kamu sayang, kamu bersusah payah menyisihkan uang jajan kamu untuk ditabung. Ibu cuma minjam saja ya sayang, anggap saja kamu menabung sama ibu." kata Hanna.


"Ya sudah deh terserah ibu saja baiknya gimana. Yang terpenting ibu jangan sedih lagi ya, kalau ibu sedih Emeli juga ikut sedih jadi Emeli tidak semangat untuk kuliah deh." kata Emeli.


"Iya sayang....." kata Hanna pura pura tersenyum memegang pipi Emeli lembut. Emeli pun tersenyum.



Hanna berusaha tersenyum di depan Emeli, untuk menutupi kesedihan hatinya. Meski sebenarnya Emeli tahu kalau Hanna sedang sangat bersedih, karena perpisahan pada ayahnya tapi Hanna melakukan itu demi anak semata wayangnya yang tercinta agar tetap bersemangat untuk kuliah.

__ADS_1


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2