Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Hilangnya Alexa


__ADS_3

Alexa melihat Ronald mempersiapkan barang karena mau dinas ke bandung. Alexa sangat ketakutan selalu saja melihat ke sekelilingnya sambil memegang selimutnya.


"Sayang mas berangkat dulu ya ke bandung." kata Ronald.


"Jangan mas, jangan tinggalin aku sendiri." pinta Alexa sambil memegang tangan Ronald.


"Tapi sayang ini ada kerjaan di bandung, (membalas memegang tangan Alexa). Semua pasti akan baik baik saja sayang, percaya deh sama mas ya sayang." jawab Ronald.


"Ta.....tapi mas, saya tidak mau ditinggal mas. Tolong mas, tolong jangan tinggalkan aku." kata Alexa menangis memegang tangan Ronald, kemudian Ronald memegang tangan Alexa dan duduk di sebelah Alexa.


"Bi, pak tolong jagain nyonya Alexa ya." kata Ronald.


"Baik tuan besar." kata pembantu, supir, dan tukang kebun.


"Sayang, mas berangkat dulu ya. Mas janji setelah semua kerjaan mas di bandung selesai, mas akan segera pulang." kata Ronald yang kemudian mencium kening Alexa dan langsung pergi meninggalkan Alexa.


"Mas, tolong mas jangan tinggalkan saya sendiri mas...." kata Alexa menangis histeris karena tidak mau ditinggal oleh Ronald.


"Maaf sayang, mas harus pergi." kata Ronald yang pergi meninggalkan Alexa.


Bi Nah memeluk nyonya Alexa.


"Nyonya sabar ya nyonya, tuan mau kerja dulu nya. Tenang saja ya nyonya di sini ada mbok kok. Jangan takut ya." kata mbok Nah Alexa tak bersuara hanya ada suara tangisnya.


Aleta pagi pagi sekali sudah berangkat ke kampus, setelah itu main ke rumah Monik untuk menghibur diri.


"Ayo guys main ke rumahku." ajak Monik.


"Wah, ayo asal ada makanannya." kata Vero.


"Kalau aku maaf ya guys (lemas), mami aku lagi sakit bokap aku lagi dinas keluar kota jadi aku harus buru buru pulang." kata Aleta.


"Ah.....Aleta kamu tidak asyik, ayolah Aleta please hanya sebentar saja. Ini demi persahabatan kita." pinta Monik.


"Oh.....oke deh sebentar saja ya." kata Aleta.


"Oke deh Aleta." kata Monik dan Vero serentak.


Alexa melihat kanan kiri sangat ketakutan, dia berhalusinasi berteriak teriak tidak jelas.


"Aaaaa......(berteriak) pergi kamu pergi, jangan bunuh aku. Aku tidak mau mati......" teriak Alexa histeris sambil menutup wajahnya dengan selimut.


Sementara itu pembantu, supir, dan tukang kebun, keamanan pada bergosip di dapur membicarakan Alexa yang lagi stress karena ketakutannya yang dasyat akan teror dan mimpinya yang buruk.


"Kasihan ya nyonya Alexa dia jadi stress kaya gini." kata pak Andreas supirnya Alexa.



"Itulah azab seorang pelakor." sambar Sitha pembantu di keluarga Kertajasa.


"Huts.....Sitha (jari satunya dibibir), hati hati kamu kalau bicara nanti jika kedengaran nyonya Alexa kamu bisa dipecat loh." Kata mbok Nah.


Sitha reflek menutup mulutnya dan melihat kanan kiri apakah ada nyonya Alexa ternyata tidak ada, Sitha menarik napas dengan lega sambil mengelus dadanya.


"Iya loh Sit, hati hati kalau bicara." kata mas Oji tukang kebun di keluarga Kertajasa.



"Iya iya maaf." kata Sitha sambil memanyunkan wajahnya merasa bersalah.


"Makanya lain kali kalau mau ngomong itu di jaga. Untung tidak ada nyonya Alexa, non Aleta, dan Tuang Kertajasa. Gimana kalau mereka dengar omongan kamu. Bisa habis kamu dimaki sama mereka terus kamu dipecat. Memangnya kamu mau dipecat Sitha." tegur mas Darwin supir Aleta.



"Ya tidak mau lah." kata Sitha.


"Makanya lain kali itu jangan sembarangan ngomong Sitha. Mungkin hari ini kamu beruntung karena sang majikan kita tidak mendengar omongan kamu tapi lain kali kamu tak mungkin seberuntung ini." lanjut Mas Darwin kesal dengan mulus Sitha yang asal ceplas ceplos kalau bicara.


'Iya iya aku salah. Aku minta maaf." kata Sitha cemberut.


"Iya betul, kasihan banget nyonya setiap hari keadaannya selalu memperhatinkan seperti ini." kata pak Dirga keamanan di keluarga Kertajasa.


Emeli mengintai rumah Alexa, dan dia teramat sangat senang mendengar teriakan Alexa sesuai rencana dia. Teror dia bisa menyebabkan Alexa stress tak berujung. Mengguncang kejiwaannya.


"Perfect, ini sesuai rencana (tersenyum), tunggu langkah selanjutnya nyonya besar Alexa anda harus menerima ganjarannya karena sudah menghancurkan keluargaku. Kamu sudah membuat ibuku terpuruk dan meninggal dalam penderitaan yang tak berujung. Terkutuk kamu tante pelakor." kata Emeli kesal memukul stir mobil.


Lalu Emeli turun dan menuju kamar Alexa, dia menggantung boneka pocong pocongan bertuliskan "Anda harus mati nyonya besar Alexa. Azab seorang pelakor mati mengenaskan." tepat di jendela kamarnya Alexa, lalu Alexa yang melihat berteriak histeris.


"Aaaghhhh.....pergi, pergi. Jangan ganggu aku. Tolong, tolong. Pergi jangan ganggu." teriak Alexa histeris.


Lalu terdengar ketawa yang menggema di kamar Alexa, pakai rekaman suara yang di stell oleh Emeli.


"Anda harus mati tante Alexa.....mati.....


mati.....kematianmu telah tiba.....kamu harus mati di tanganku.....darah dibalas dengan darah.....airmata dibalas dengan airmata.....derita dibalas dengan derita....jangan harap setelah anda menghancurkan keluargaku. Hidup anda sekeluarga akan hidup dengan tenang, hahahaha.. ..." kata rekaman suara Emeli menggema di kamar tidur Alexa.


"Hentikan....." Alexa marah dan memecahkan kaca riasnya lalu menutup kedua telinganya.


Pembantu, supir, keamanan, dan tukang kebun Alexa pada datang. Setelah mendengar Alexa marah marah memecahkan kaca riasnya.


"Ada apa nyonya." tanya mbok Nah.


"Itu mbok, itu.....ada suara yang mengancamku." kata Alexa.

__ADS_1


"Mana nyonya mana." tanya mbok Nah bingung mencari cari tapi ternyata tak menemukan apa apa.


"Mungkin itu hanya halusinasi nyonya aza, sekarang nyonya istirahat ya." kata mbok Nah.


"Iya mbok iya." kata Alexa.


Setelah pembantu, supir, keamanan, dan tukang kebun keluar. Alexa terus berpikir dan dia tidak bisa diam saja, Dia harus mencari tahu siapa yang menerornya. Dia memberanikan diri untuk keluar rumah mengendap ngendap seperti maling. Tanpa sepengetahuan pembantu, supir, dan tukang kebun.


"Aku harus berani, aku harus berani (bangun dari tempat tidur). Aku harus musnahkan sih peneror itu, biar tidak terus menganggu hidupku. Dia dia pasti Emeli, Emeli yang punya dendam padaku karena aku sudah menghancurkan keluarganya dan membuat ibunya menderita." kata Alexa sambil berjalan keluar tanpa sepengetahuan pembantu, supir, keamanan dan tukang kebun. Alexa tidak tahu kalau Hanna sudah meninggal.


Alexa keluar dari rumahnya mengendap ngendap seperti maling melihat apakah ada pak Dirga di pos keamanan rumahnya, saat melihat situasi aman tidak ada pak Dirga di depan pagar akhirnya Alexa keluar dari rumahnya dan Alexa berteriak teriak di depan jalanan rumah yang sepi tak ada orang yang berlalu lalang satu orang pun.


"Emeli keluar kamu, jangan harap tante takut sama kamu. Keluar kamu Emeli jangan ganggu hidup aku lagi." teriak Alexa.


Emeli yang memantau Alexa sangat senang mangsanya telah terpancing oleh teror dari Emeli.


"Bagus, sesuai rencana (tersenyum). Akhirnya anda keluar juga pelakor." Kata Emeli ingin menabrak Alexa dengan kencang tapi berhenti Alexa yang kaget jatuh pingsan, Dan Emeli langsung mengangkat Alexa ke mobil dan membawanya ke rumah Emeli.


Di rumah Emeli, Alexa direbahkan. Kaki dan tangannya di ikat oleh Emeli dengan tali tambang yang sangat kencang hingga susah untuk di lepas. Emeli menyalakan rekaman video rekaman untuk mengabadikan moment paling berharganya, menyiksa wanita yang sudah menghancurkan keluarganya. Setelah itu Emeli menampar nampar kasar wajah Alexa yang sangat cantik dan membuat ayahnya tergila gila padanya karena meski sudah menikah dengan ibu Emeli, ayahnya belum bisa melupakan Alexa cinta pertamanya Ronald. Dan Alexa pun terbangun karena tamparan dari Emeli.


"Hallo.....ibu pelakor apa kabar, pastinya sedang tidak baik baik saja bukan hahahahaha......" kata Emeli tertawa.


"Ja.....jadi benar dugaanku ternyata kamu yang menerorku selama ini." kata Alexa ketakutan.


"Hahahaha.....(tertawa), pintar sekali. Wah.....wah....wah....ternyata anda jago menebak juga ya tante Alexa (tersenyum). Kenapa anda kaget ya dan tidak menyangka kalau kucing kampung bisa berubah menjadi ganas seperti macan kelaparan hahahahaha....." kata Emeli tertawa sangat mengerikan.


"Lepaskan, lepaskan tante Emeli." kata Alexa meronta ronta ingin melepaskan ikatannya.


"Melepaskan anda hahahahaha.....(tertawa), jangan mimpi (tertawa sambil mengasah pisau). Hai.....ibu pelakor lihat itu lihat (Emeli menunjuk mayat ibunya, sambil menjambak rambut Alexa. Alexa ketakutan karena melihat Emeli sangat menyeramkan), anda kenal mayat siapa yang tergeletak di sana (bertanya). Itu adalah mayat ibuku, yang dulu pernah anda sakiti. Dan sengaja aku belum menguburkan mayat ibu, agar ibu aku melihat dengan langsung aku menghabisi orang yang sudah menyebabkan ibuku menderita (penuh dendam). Ibu lihat bu siapa yang Emeli bawa sekarang, orang yang telah merebut kebahagiaan ibu. orang yang buat ibu menangis, dan orang yang buat hidup ibu hancur berkeping keping hatinya." Kata Emeli sambil menjambak rambut Alexa lalu mementokannya ke tembok dengan sangat keras hingga kepalanya berdarah, Alexa menjerit histeris kesakitan.


Ronald makan malam bersama Marisa dan dia keselek makanan karena ada firasat buruk yang terjadi pada istrinya.


"Pak kenapa pak ini diminum dulu pak." kata Marisa sambil memberi segelas air putih untuk Ronald.


"Terima kasih Marisa." kata Ronald yang mengambil segelas air dari tangan Marisa dan tanpa sengaja Ronald memegang tangan Marisa dan mereka saling berpandangan mata.


"Hem....terima kasih Marisa." kata Ronald yang tersadar karena telah bertemu tatap dengan Marisa.


"Iya sama sama pak." kata Marisa yang tersenyum tersipu malu.


"Aduh kok firasatku tiba tiba tidak enak ya sama Alexa. Sebenarnya apa yang terjadi pada Alexa ya." batin Ronald terdiam memikirkan Alexa.


"Hem....pak, pak Ronald kenapa." tanya Marisa bingung.


"Oh....ti.....tidak apa apa kok Marisa, cuma kepikiran dengan istri saya saja." jawab Ronald.


"Oh, tidak usah di pikirin pak. Sekarang fokus saja ke kerjaan ya pak. Aku yakin bu Alexa pasti baik baik saja." kata Marisa tersenyum.


"Aduh kenapa ya, kok aku masih kepikiran sama Alexa. Firasatku tidak enak banget." batin Ronald gelisah saat makan malam bersama Marisa di bandung.


Alexa tampak kesakitan dan sangat ketakutan sekali karena kepalanya di pentokkin ke tembok dan mengeluarkan darah.


"Aaaghhh.....(teriak), ampun ampun Emeli sakit, tante tidak tahu kalau ibu kamu sudah meninggal." jerit tangis Alexa.


"Memang kenapa kalau kamu tahu tante, kamu akan mentertawakan kematian ibuku? kamu juga akan membuat pesta untuk kematian ibuku hah. Iya kan, jawab." bentak Emeli.


"Ti...ti.....tidak mungkin Emeli. Tante turut belasungkawa atas kematiannya ibu kamu Emeli." kata Alexa.


"Hahahaha.....(tertawa). Kamu bohong tante, kamu berdusta. Kamu pasti senang kan melihat ibuku meninggal, karena tante tidak punya hati nurani untuk melihat penderitaan dan kesedihan orang lain. Di saat pernikahan kamu dan pak Ronald saja kamu tidak peduli dengan perasaan ibuku yang sedang terluka, apa lagi kalau ibuku meninggal (penuh amarah dan kebencian). Dan sekarang katakan maaf pada ibuku, cepat katakan." Bentak Emeli sambil menarik rambut Alexa kasar.


Alexa berteriak sambil menangis, kesakitan rasa takut bercampur aduk pada benak Alexa karena dendam Emeli yang membabi buta.


"Aaaaghhhh....ma....maafkan saya mbak Hanna, maafkan saya." Kata Alexa.


"Hahahahaha.....(tertawa). Ibu lihat kan, orang yang buat hidup ibu hancur kini menderita kesakitan hahahahaha.....(tertawa). Mana kesombongan dan keangkuhan kamu Tante pelakor yang selalu membanggakan banggakan kecantikan kamu hingga bisa merebut dan menghancurkan keluarga ibu dan ayahku. Kenapa sekarang kamu jadi seperti kambing mau dipotong tante hahahahaha....." tawa Emeli.


"E....Emeli Tante sudah minta maaf pada ibu kamu, ja...jadi tolong sekarang lepaskan tante Emeli." pinta Alexa penuh harapan agar Emeli mau melepaskan ikatan Alexa.


"Melepaskan anda (tersenyum sinis). Hello ibu pelakor (melihat wajahnya Alexa dengan penuh kebencian), memangnya anda pikir dengan meminta maaf ibuku bisa hidup kembali, memangnya dengan anda meminta maaf kepada ibuku semua dendam ibuku akan terbalaskan. Oh.....tentu tidak (emosi), asal anda tahu ibuku meninggal karena anak buah pak Ronald di saat itu juga pak Ronald datang ke rumahku, aku memohon mengemis agar ibuku segera dibawa ke rumah sakit tapi apa, suami anda tidak peduli sama sekali dengan keadaan ibuku, dia malah tertawa bahagia melihat ibuku terluka parah (menangis). Dan suami anda malah menginginkan kematian ibuku. Jadi aku akan buat hidup anda menderita sebelum kematian datang menjemput anda tante Alexa hahahahaha....." tertawa sambil mengambil pisau dan melayangkan pisau itu ke wajah cantik Alexa.


"Oh.....ini wajah yang selalu menggoda pak Ronald, harus rusak serusak rusaknya. Dan mulut ini mulut yang selalu merayu pak Ronald dan menghina ibuku dulu, dan rambut indahmu akan aku potong tak beraturan." kata Emeli dengan emosi yang tidak stabil.


Lalu Emeli menyayat nyayat wajahnya hingga merobek mulutnya sampai tak berbentuk. Darahnya pun bercucuran membanjiri tubuhnya, lalu Emeli memotong rambut Alexa asal asalan.


"Aaaghhhh.....ampun Emeli ampun....." teriak Alexa kesakitan.


Emeli tertawa puas menggelegar dan teriakan teriakan Alexa menari nari indah di telinga Emeli. Darah Alexa pun terlihat sangat segar di mata Emeli mengalir deras membanjiri lantai juga mengenai wajah dan bibir Emeli. Lalu Emeli menjilat darah yang mengenai bibir Emeli dengan lidahnya.


"Darah kamu sangat segar tante hahahahaha.....(tertawa). Selamat menikmati sakitnya di sayat sayat ibu pelakor hahahaha......(tertawa). Anda pikir aku tidak bisa melakukan hal yang lebih kejam kan ibu pelakor, karena anda hanya menganggap aku cuma sekedar gadis cupu yang kampungan. Tapi apa nyatanya justru akulah yang akan membuat hidupmu penuh penderitaan hahahaha.....(tertawa), dan menikah dengan ayahku adalah pilihanmu untuk menyambut penderitaan kamu tante pelakor. Aku sengaja tidak membunuhmu karena aku hanya ingin anda tahu hidup dengan muka cacat dan tidak bisa bicara, apakah suami anda akan tetap setia pada anda hahahahaha.....(tertawa), kalau aku sih tidak yakin, ya karena mungkin suami anda akan main gila pada wanita lain seperti yang dia lakukan pada ibuku. Mengkhianati ibuku dengan kamu padahal wajah ibuku masih tampak cantik tak ada cacat sedikit pun, apa lagi kalau wajah cacat seperti anda hahahahaha......sangat menjijikan sekali." kata Emeli tertawa.


"Oh iya hampir lupa.....aku juga akan memotong jari jari indahmu tante pelakor, dan memotong lidahmu agar kamu menjadi bisu seumur hidup (Emeli memotong kelima jarinya dan lidah Alexa, Alexa hanya bisa menangis). Hahahaha......(tertawa), selamat menderita mantan perempuan cantik (tertawa puas). Sekarang wajah kamu sudah hancur, jelek, dan mengerikan seperti monster. Wajah yang anda banggakan selama ini hingga pak Ronald Kertajasa masih tergila gila sama anda padahal sudah menikah dengan ibuku sekarang sudah menjadi rusak tak berbentuk hahahahaha.....(tertawa). Dan karena kamu, selama menikah dengan pak Ronald, ibuku selalu menderita. Jadi anda pantas menerima ini semua, kehancuran anda kebahagiaan untukku. hahahaha......" tawa Emeli menggelegar puas sangat bahagia.


Tiba tiba gelas yang Aleta pegang pecah dan firasat Aleta merasa tidak enak, Aleta terdiam nampak cemas. Hatinya pun tak tenang ada firasat buruk tentang maminya.


"Aleta kamu kenapa." tanya Monik.


"Maaf Monik, ge.....gelasnya aku pecahin." kata Aleta merasa bersalah.


"Iya tidak apa apa Aleta." kata Monik.


"Tapi entah kenapa Monik, firasat aku tuh benar benar tidak enak banget. Tiba tiba teringat pada mami aku. Guys aku pulang duluan ya soalnya firasat aku benar benar tidak enak nih. Kamu tahu sendiri kan akhir akhir ini ada yang meneror mami aku, aku takut kalau sih peneror itu ngapa ngapain mami aku." kata Aleta.


"Oh ya sudah deh, Aleta....kamu pulang saja sana." kata Vero.

__ADS_1


"Maaf ya guys." kata Aleta.


"Iya tidak apa apa Aleta, kita maklum kok." kata Monik.


Emeli mematikan video rekamannya, dengan tersenyum puas. Dan bicara pada mayat ibunya.


"Ibu satu orang lagi bu, yang sudah membuat ibu menderita. Aku sudah merusak wajah dan tangannya bu, aku akan buat tante pelakor ini mati secara perlahan lahan dengan ketidak sanggupannya bu. Karena aku akan buat hidupnya menderita oleh suaminya terlebih dahulu bu. Seperti ibu yang selalu menderita karena sikap ayah yang tidak pernah mencintai ibu tapi mencintai wanita penggoda ini. Lihat bu lihat puas sekali aku melihat wanita yang selalu membanggakan kecantikannya sudah rusak wajahnya hahahahaha.....dia akan mati penuh kekecewaan bu......dendam ibu akan terbalaskan. Hahahaha....." kata Emeli tertawa penuh kebahagiaan, Alexa hanya menangis tak bersuara.


Aleta siap siap untuk pulang, dia tidak mau menelepon supir karena kelamaan menunggu supirnya menjemput, sedangkan hatinya sangat tidak tenang tapi Aleta mengorder ojek online.


Sesampainya di rumah Aleta berlari dan bertanya pada mbok Nah tentang maminya.


"Mbok Nah mami mana." tanya Aleta panik.


"Ada di kamar non." jawab mbok Nah.


Mbok Nah bingung melihat Aleta mencari maminya dan berlari panik.



"Ada apa ya, kok non Aleta panik gitu." kata mbok Nah heran.


"Mami.....mami....." panggil Aleta membuka pintu kamarnya, dan mencari di sekitarnya termasuk kamar mandi tapi maminya tak ditemukan jua.


"Mami.....mi.....mami.....di mana ya mami, kok mami tidak ada ya." Lanjut Aleta cemas.


"Mbok Nah, pak Andreas, mas Oji, pak Dirga, mas Darwin, mbak Sitha." Panggil Aleta.


"Iya non." kata mereka serentak datang menghadiri panggilan Aleta.


"Mami.....mami.....mami mana, kok tidak ada." tanya Aleta panik.


"Tadi pas kami tinggal masih di sini non." kata mbok Nah.


"Terus mana sekarang." kata Aleta marah.


"Tadi sih nyonya sempat histeris, karena ada pocong pocongan di depan jendela kamarnya. Dan katanya ada suara yang mengancamnya tapi pas kami cek tidak ada apa apa non." kata mbok Nah.


"Apa teror lagi." kata Aleta.


"Iya non, kita juga tidak ada yang melihat nyonya Alexa keluar rumah, mungkin kita lagi sibuk dengan pekerjaan kita masing masing." sambar Sitha.



"Sibuk apaan sibuk ngegosip, masa tidak ada satu orang pun yang melihat mami keluar sih. Pak Dirga, memang bapak tidak jaga di luar, kan bapak itu keamanan rumah ini." tanya Aleta dengan marah.


"Maaf non tadi saya masuk ke dalam, karena mendengar jeritan nyonya di kamar setelah itu saya ke kamar mandi jadi saya tidak tahu kalau nyonya ke luar rumah." kata pak Dirga.



"Terus pak Andreas kenapa bapak tidak mengantar mami pergi. Bapak ini kan supirnya mami." tanya Aleta.


"Maaf non karena nyonya tidak minta sama saya non, atau manggil saya. Kalau non Aleta tidak manggil kita. Kita juga tidak ada yang tahu nyonya Aleta pergi." jawab pak Andreas.


"Aaaggghhhhh.....kalian. Kalian semua memang tidak becus jaga mami, percuma gaji kalian mahal mahal tapi untuk ngejagain Mami saja teledor, masa bisa kecolongan sih mami keluar rumah. Kerjaan kalian ngapain saja hah...." Bentak Aleta murka.


"Ma....maaf non." kata mbok Nah, pak Andreas, mas Oji, pak Dirga, mas Darwin, mbak Sitha serentak.


"Sekarang kalian cari mami sampai ketemu cepatan." perintah Aleta marah.


"Ba....baik non." kata mbok Nah, mbak Sita, pak Andreas, pak Dirga, mas Oji, mas Darwin serentak.


Lalu Aleta menelepon papinya khawatir.


"Hallo pi (telepon Ronald), mami pi mami." kata Aleta panik.


"Mami kenapa Aleta." kata Ronald.


"Mami, hilang pi (cemas). Mami tidak ada di rumah pi." kata Aleta panik dan sedih.


"Apa (kaget). Hilang, baik Aleta papi pulang sekarang." tutup telepon. Lalu sesaat Ronald mengingat permintaan Alexa sebelum Ronald pergi dinas ke bandung kemudian wajahnya tampak sangat sedih dan menyesal karena tidak mendengarkan permintaan Alexa.


"Alexa kamu ke mana sayang (cemas), maafkan mas ya sayang maafkan mas. Seharusnya mas mendengar permintaan kamu, sekarang kamu malah menghilang mas menyesal sayang mas sangat menyesal sekali." Ronald menangis dan memanggil sekertarisnya.


"Marisa.....Marisa." panggil Ronald kepada sekertarisnya.


"Iya pak." kata Marisa.


"Tolong handle semua pekerjaan saya di sini, saya mau balik ke jakarta karena istri saya hilang jadi saya harus mencari istri saya." kata Ronald.


"Apa istri pak Ronald hilang, ta....tapi pak, kan pekerjaannya kita belum selesai di sini." kata Marisa.


"Sudah pokoknya kamu handle saja semua pekerjaan di sini Marisa, kamu kan sekertaris saya dan saya ini atasan kamu jadi kamu harus mendengarkan perintah saya. Pokoknya saya harus pulang karena saya harus mencari istri sayang yang hilang. paham kamu." tegas Ronald.


"I.....iya pak saya paham, baik pak saya akan handle semua pekerjaan di sini." kata Marisa menunduk.


"Bagus, ya sudah saya balik ke jakarta dulu." kata Ronald tegas.


"Uh.....ah sialan harusnya saya masih bisa berduaan sama pak Ronald tapi istrinya pakai hilang segala (kesal), hem....tapi tidak apa apa aku tidak akan menyerah untuk mendekati pak Ronald sampai pak Ronald benar benar meninggalkan istrinya dan lebih memilih saya dari pada istrinya. Semoga saja istrinya tidak ketemu hahahaha......" kata Marisa tertawa jahat.


Lalu Ronald segera bergegas pulang ke jakarta dari bandung tanpa cek out dulu di hotel bandung karena cemas dengan keadaan sang istri yang dicintainya.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘

__ADS_1


__ADS_2