Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Setelah tahu Emeli kuliah dikampus yang sama dengan Lusi Kenzo selalu semangat untuk mengantar Lusi ke kampusnya.


Dan disaat Lusi sudah masuk duluan Kenzo menghampiri Emeli.


"Hai, cewek. Boleh kenalan gak." kata Kenzo.


Emeli bingung dan terheran melihat laki laki yang didepannya.


"Maaf, gue lagi buru buru." kata Emeli ketus.


"Tunggu, gue khan cuma mau kenalan sama lo. Masa gak boleh." kata Kenzo.


"Udah Emeli, jangan sombong gitu. Gue tahu lo trauma sama laki laki, tapi gak ada salahnya khan kalau laki laki ini mau kenalan sama lo." kata Salsa tersenyum sambil menepuk pundak Emeli.


"Oh ya udah. Nama gue Emeli." kata Emeli sambil mengulurkan tangannya.


"Emeli nama yang cantik, secantik orangnya. Gue Kenzo." kata Kenzo menyambut uluran tangan Emeli dan mereka berbincang bincang. Semakin akrab mereka berdua.


"Ternyata lo asyik juga ya orangnya kak." kata Emeli.


"Lo juga Emeli, gue seneng banget berkenalan dengan lo." kata Kenzo.


"Oh, ya udah. Gue masuk dulu ya." kata Emeli.


"Ok siap cantik." kata Kenzo sambil tersenyum bahagya.


"Akhirnya, gue bisa ketemu juga sama wanita idaman gue." kata Kenzo yang bicara sendiri lalu pergi dengan hati yang berbunga bunga.


Tanpa sengaja Emeli menabrak Amanda.


"Ups, maaf Amanda. Gue gak sengaja." kata Emeli.


"Eh, pelakor kalau jalan 'tuh lihat lihat." kata Amanda.


"Kok lo, masih bilang gue pelakor Amanda. Semuanya udah berlalu." kata Emeli.


"Tapi, gue masih dendam sama lo." kata Amanda pancaran matanya penuh dendam.


Siang hari Amanda menunggu Emeli pulang, dia mengikuti Emeli mengantar Salsa pulang. Sesudah itu Amanda mengikuti Emeli sampai rumahnya. Pas Emeli mau turun masuk kerumah Amanda langsung memukul Emeli hingga pingsan, Dan Emeli dibawa ke bangunan kosong deket rumah Emeli.



"Hari ini, lo bakal tamat riwayat lo Emeli." kata Amanda tersenyum.


Amanda mengikat tangan Emeli kebelakang dengan tali tambang dikursi, Lalu Amanda menyiram Emeli dengan air mineral sebotol. Emeli terbangun dan Amanda tertawa senang, Emeli kaget melihat Amanda didepannya.


"Amanda, Lo." kata Emeli kaget.


"Hahahahaha.....iya ini gue, kenapa lo kaget Emeli." kata Amanda.


"Mau apa lo Amanda, kenapa lo ikat gue kaya gini Amanda." kata Emeli ketakutan sambil meronta ronta melepas talinya.


"Gue, gue mau menghabisi lo Emeli. Lo harus mati. hahahahaha....." kata Amanda tertawa.


"Lepasin gue, lepasin gue Amanda." kata Emeli.


"Lepasin (diam sejenak) hahahaha.....gak semudah itu gue melepaskan lo. Oke kemarin lo bisa lolos dari kejahatan gue, Tapi sekarang gak ada yang bisa menolong lo lagi." kata Amanda sambil mengelus ngelus wajah Emeli dengan pisau.


"Lepasin gue Amanda." kata Emeli meronta ronta.


Lalu Amanda menjenggut rambut Emeli hingga Emeli merintih kesakitan.


"Awww....." teriak Emeli.


"Gue sangat mencintai Gerry, lo gak tahu khan gimana patah hatinya gue. Karena ditinggalkan Gerry. Apa lagi gue gak pernah diakuin sama Gerry jadi pacarnya." kata Amanda yang masih menjenggut rambut Emeli.


"Tapi Amanda, kita itu sama sama korban. Lo gak perlu semarah itu sama gue." kata Emeli.

__ADS_1


"Gampang lo ngomong gampang (menampar Emeli) Tapi gue merasakan sakitnya sampai sekarang. Gue cinta banget sama Gerry, dan lo udah menghancurkan kebahagyaan gue Emeli." kata Amanda penuh emosi lalu mendorong kursinya hingga Emeli terjartuh dengan kursinya.


"Amanda, lo sadar Amanda lo sadar. Jangan seperti ini." kata Emeli ketakutan tapi Emeli coba meraba pisau yang terjatuh yang ada didekatnya untung memotong tali tambangnya yang tadi terlempar saat Amanda mendorong kursi Emeli.


Lalu Amanda mengambil bambu yang didekatnya dan perlahan lahan mendekati Emeli bermaksud memukuli Emeli.


"Jangan Amanda, lo mau apa." kata Emeli ketakutan sambil meraba dan membuka tali pakai pisau dan pas Amanda mau mendekat kaki Emeli menendang Amanda hingga terjatuh dan Amanda pun terjatuh. Emeli melepas talinya dan terbangun menghampiri Amanda.


"aaaa....." teriak Amanda.


"Emeli, lo bisa lepas." Amanda kaget.


"Amanda.....Amanda.....(menggeleng kepala dan tertawa), lo salah kalau lo segampang itu mau ngebunuh gue Amanda (menghampiri Amanda dan menjambak Amanda) lo pikir gue lemah Amanda, gak gue gak selemah itu. Karena apa.....karena sebenarnya gue yang udah membuat Gerry, Gantha, dan Joey menghilang." kata Emeli sambil menjambak rambuk Amanda.


"Ma.....maksud lo apa Emeli." tanya Amanda ketakutan."


"Gue yang udah menculik mereka, dan gue bunuh dengan sadis. Lalu jantung, hati, dan ginjalnya gue pajang di aquarium. Mayatnya gue kasih untuk makanan buaya, dan darahnya gue minum hahahaha....." kata Emeli sambil tertawa, mendengar perkataan Emeli Amanda kaget.


"Ja....ja....jadi lo yang menyebabkan mereka hilang tanpa kabar dan ternyata mereka mati dengan cara sadis." kata Amanda ketakutan.


"Yupz, bener sekali. Jadi lo salah kalau lo menculik gue dan mau membunuh gue, karena itu sama aja lo mengantarkan nyawa lo ke gue Amanda. Sebenarnya gue gak mau ngusik lo, tapi lo yang udah mengusik gue terlebih dahulu. Jadi lo hari mati." kata Emeli melepaskan jambakkannya, lalu Emeli mengambil bambu yang terjatuh deket Amanda.


"Ja....jangan Emeli, ampun.....gue minta maaf sama lo Emeli." pinta Amanda sangat teramat ketakutan.


"Hahahahaha.......(tertawa) kenapa Amanda, wajah lo pucat. Lo tampak sangat ketakutan, gimana tadi yang lo sok berani, mentertawakan gue yang ketakutan. Kini terjadi sama lo. Permintaan maaf lo tidak berlaku lagi, karena gue sudah kehilangan kesabaran. Lo udah menyentuh gue, melukai gue Amanda. Jadi lo harus mati....gue gak akan membiarkan lo bebas." kata Emeli yang mengambil bambu deket Amanda dan memukul kepalanya Amanda hingga bocor.


"Aaaa.....(teriak hingga terjatuh lemah) Emeli tolong jangan bunuh gue, sakit Emeli, sakit." kata Amanda.


"Oh ya, lo sakit. Oke gue akan mempermudah kematian lo, Emeli langsung melempar Amanda dari lantai atas ke lantai bawah.


"Aaaa....." teriak Amanda yang akhirnya mati mengenaskan.


"Maafkan gue Amanda, sebenarnya gue gak mau melakukan ini sama lo. Tapi lo yang udah mengusik hidup gue, jadi gue terpaksa membela diri untuk menyingkirkan lo dari dunia ini. Untuk menjaga kalau gue gak dalam bahaya lagi karena lo Amanda." kata Emeli tersenyum. Dan Emeli langsung pergi dari gedung tua itu meninggalkan mayat Amanda.


Sesampainya dirumah Emeli mencuci wajahnya, dan segera mandi. Setelah itu dia merebahkan dirinya ketempat tidur.


"Huaahhh.....(nguap) gue udah ngantuk banget. Mending gue bobo....biar besok vit lagi, karena hari ini sangat melelahkan untuk gue." kata Emeli sambil mematikan lampu kamarnya dan tertidur lelap.



"Gantha, lo dimana? (menangis) kenapa lo kabur dari gue. Apa salah kalau gue minta pertanggung jawaban lo. Janin yang gue kandung ini khan anak lo Gan. Gue gak bisa ngebayangin Kalau kehamilan gue gede tanpa seorang suami, pasti gue akan dihina dan dicap jelek sama orang laen." kata Salsa sambil menangis.



Keesokan harinya di kampus Gracia dan Retta sibuk mencari Amanda yang belum ada kabar.


"Gracia (cemas) mana neh Amanda, Kok tumben sih. Amanda belum datang ya. Biasanya jam segini udah datang." kata Retta.


"Iya neh, kemana ya. Apa dia sakit ya." kata Gracia.


"Maybe." kata Retta.


"Gracia, Retta." kata Zelfa cemas.


"Iya Zelfa ada apa?" tanya Retta langsung berdiri dari bangku yang didudukinya.


"Tadi lo pada udah liat berita gak." kata Zelfa.


"Gak, emang kenapa." kata Gracia bingung yang tadi mondar mandir menunggu Amanda.


"Iya, tadi pagi gue lihat berita tentang Amanda, dia ditemukan tewas dibangunan tua dekat Jln. Gagak. Diduga sih bunuh diri." kata Zelfa.



"Apa, Amanda tewas." kata Gracia dan Retta kaget mereka langsung terjatuh duduk bangku koridor sekolah tak menyangka sahabatnya tewas mengenaskan dibangunan tua.


"Gak, gak mungkin. Gak mungkin Amanda pergi secepat itu." kata Gracia yang menangis histeris.

__ADS_1


"Amanda (nangis histeris) gue gak percaya. Baru kemarin gue sama sama dia. Tapi sekarang gue malah kehilangan Amanda." tangis Retta.


Lalu mereka mengingat kenangan bersama Amanda, terdiam sambil meneteskan airmata yang berlinang membanjiri pipi Gracia dan Retta.


Emeli yang melihat tersenyum dan berkata dari jauh ;


"Bagus lah, polisi gak ada yang curiga. Dan mengira kematiannya Amanda itu karena bunuh diri (tersenyum) Senjata Makan Tuan untuk Amanda niatnya ngebunuh gue, tapi Amanda salah memprediksi kalau gue bukanlah wanita yang lemah. Dan dia yang tewas terbunuh." kata Emeli tersenyum.


"Emeli." Salsa mengagetkan Emeli.


"Aduh, lo ngagetin gue aja." kata Emeli.


"Lo lagi ngelihatin apa, kok serius banget." tanya Salsa.


"Lihat 'tuh (nunjuk Gracia, Reta, dan Zelfa) Gracia dan Retta menangis." kata Emeli yang pura pura memasang wajah sedih.


"Kenapa Gracia dan Retta menangis" tanya Salsa.


"Tadi sih, kata Zelfa Amanda bunuh diri. dibangunan tua deket rumah gue." kata Emeli.


"Oh, My God pasti dia masih patah hati sama Gerry." kata Salsa.


"Hem, bisa jadi. Ya udah yuk kita kesana hibur mereka." ajak Emeli tersenyum.


"Oh....iya ayo." kata Salsa.


Zelfa menenangkan Gracia dan Retta.


"Sabar ya, Gracia.....Retta. Gue turut belasungkawa atas tewasnya Amanda." kata Zelfa.


"Iya Zelfa terima kasih, gue masih gak menyangka Amanda udah pergi dari dunia ini 'tuk selamanya." kata Gracia sedih.


"Kita masih belum terima, kehilangan Amanda. Dia sahabat kita dari SMA, Amanda kenapa lo ninggalin kita secepat itu." kata Retta.


Lalu Emeli dan Salsa datang menghampiri Gracia dan Retta yang lagi bersedih.


"Gracia, Retta." panggil Emeli dan Salsa serentak.


"Eh.....Emeli, Salsa." kata Gracia dan Retta serentak.


"Gue turut belasungkawa ya atas kematiannya Amanda." kata Emeli.


"Iya, gue juga mengucapkan belasungkawa untuk kematiannya Amanda." kata Salsa.


"Iya, terima kasih." kata Gracia dan Retta serentak.


"Emeli, atas nama Amanda gue minta maaf ya, atas kesalahan Amanda sama lo." kata Gracia memegang tangan Emeli.


"Iya Emeli, Amanda banyak salah sama lo. Atas kesalah pahamannya sama Gerry. Padahal bukan lo yang salah. Kalian berdua khan korban dari Gerry, buktinya 'tuh orang ngilang gitu aja kaya gak ada dosa. Tanpa kabar dan berita." kata Retta.


"Iya, gue udah maafin kok. Semoga aja Amanda tenang dialam sana." kata Emeli tersenyum.


Gracia, Retta, Emeli, dan Salsa juga mahasiswa mahasiwi Bumi Cerdas datang menghadiri pemakaman Amanda. Dengan tangis mengiringi kepergian Amanda. Kecuali Emeli dengan air mata palsunya karena Emeli yang membunuh Amanda karena membela diri kalau tidak Emeli yang akan mati di tangan Amanda.


"Maafkan, gue Amanda. Seandainya lo gak mau membunuh gue. Lo gak bakal mati mengenaskan seperti sekarang ini. Gue gak pernah ada masalah sama lo, tapi lo selalu membenci gue atas kesalahan yang gak pernah gue lakukan sama sekali. Padahal kita berdua hanya korban dari taruhannya Gerry. Selamat tinggal Amanda.....Selamat jalan, Semoga lo tenang disana." bathin Emeli tanpa terasa airmatanya menetes kali ini bukan pura pura tapi penyesalan karena kenapa Amanda dan dirinya gak bisa menjadi teman melainkan musuh atas kesalah pahaman.


Gracia dan Retta juga keluarga Amanda sangat histeris atas kematiannya Amanda yang di duga bunuh diri.


"Selamat jalan sahabat gue, selamat tinggal. Gue akan selalu menyayangimu. Dan persahabatan kita akan selalu abadi selamanya meski lo sudah tak ada didunia ini Amanda, tapi lo selalu tersimpan dalam hati gue. Yang tenang disana ya sahabat gue Amanda Putri." kata Gracia menangis tanpa henti.


"Selamat jalan sahabat gue, selamat tinggal. Kenangan kita tak akan bisa terlupakan. nama lo akan selalu terukir dalam hati gue, meski terkadang kita sering berselisih paham tapi kita tak akan pernah terpisahkan. Karena lo sahabat terbaik gue Amanda, Lo yang tenang ya disana. Doa gue yang terbaik buat lo Amanda Putri." kata Retta yang menangis terisak isak saling merangkul dengan Gracia melepas kepergian Amanda.


"Amanda......" tangis Gracia dan Retta histeris Emeli dan Salsa menenangkan Gracia dan Retta sambil memeganginya.


"Udah, kalian tenang ya (memegang pundaknya) lepaskanlah kepergian Amanda dengan ikhlas." kata Salsa menenangkan.


"Iya kalian tenang ya (menenangkan) jangan ditangisi lagi. Amanda udah gak ada didunia ini. Kasihan Amanda kalau ditangisi." kata Emeli menenangkan.

__ADS_1


Tapi Gracia dan Retta tetap menangis terisak isak. Karena kepergian Amanda sahabat terbaiknya, Gracia dan Retta belum siap dan rela kehilangan Amanda sahabatnya. Semua melepas kepergiannya Amanda dan berdoa untuk arwah Amanda agar tenang dialam sana.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2