
Marisa sangat kesal sekali karena rencana menculik Kayra gagal.
"Ah....sialan lagi lagi gagal. Ternyata susah banget untuk menculik tuh bocah." geram Marisa.
Azka mengantar Kayra ke dalam kamarnya dan menenangkan Kayra yang syok karena ingin diculik oleh Marisa.
"Sayang kamu yang tenang ya sayang. Jangan kamu pikirkan masalah tadi." ujar Azka menenangkan.
"Ta.....tapi kak Azka. Kayra sangat takut sekali kak, kalau tante Marisa kapan kapan akan berbuat nekad lagi pada Kayra kak." ujar Kayra ketakutan.
Mbok Nah mengantar secangkir teh manis hangat untuk Kayra ke kamar.
"Ini non tehnya." ujar mbok Nah memberi secangkir teh tapi Azka yang mengambil teh untuk Kayra dan memberikannya pada Kayra.
"Terima kasih ya mbok." ujar Azka lalu mbok Nah keluar dari kamar Kayra.
"Iya tuan muda." ujar mbok Nah.
"Ini dek biar tenang kamu minum dulu." ujar Azka, Kayra meminum teh yang mbok Nah bikin untuk Kayra.
"Gimana sudah tenangan kan." lanjut Azka.
"Iya kak sudah." ujar Kayra yang memberikan tehnya pada Azka.
"Ya sudah kalau gitu, kamu mandi ya sayang. Setelah itu kita makan, kakak tunggu di meja makan ya." ujar Azka.
"Iya kak." ujar Kayra.
Azka pun keluar dari kamar Kayra dan Kayra menghela nafas panjang yang kemudian dia bangkit dari tempat tidurnya bersiap siap untuk mandi.
Rania tertawa bahagia di kaca riasnya.
"Hahahahaha......aku sangat sangat bahagia sekali hari ini, Vera Kayra kamu mau bermain main dengan aku. Kalian pikir aku wanita yang bodoh." ujar Rania memperhatikan kaca yang ada di depannya lalu melanjutkan kata katanya dengan menyeringai mengerikan.
"Kalian salah karena aku tidak sebodoh yang kalian pikir. aku Rania Maharani Kusuma akan selalu main cantik hingga kalian tak bisa menemukan satu bukti apapun untuk menuduh aku adalah pembunuhnya hahahaha......" sungut Rania yang tertawa bahagia.
"Oh iya gimana, kabar mama tirinya Salsa ya. Hem, dia harus menyusul anak anaknya. Biar hidup Salsa pun menjadi tenang dan damai tanpa ada mama tirinya Salsa yang kejam." lanjut Rania yang dirasukki dendam untuk sahabat tercintanya.
Lalu Rania keluar dari kamarnya dengan menggunakan sarung tangan. Rania pun mengemudikan mobilnya menuju rumah Jasmine.
Jasmine masih dalam rangka berduka atas kematian anaknya. Airmatanya membanjiri kedua pipinya sambil melihat foto keluarga Jasmine yang bertiga dengan Monik dan Bella.
"Monik, Bella mama kangen banget sama kalian berdua. Mama kesepian sayang." ujar Jasmine yang menangis karena telah kehilangan kedua anaknya.
Tiba tiba lampu mati. Jasmine pun kaget, dan dia segera keluar mencari sumber matinya lampu.
"Kok bisa ya mati lampu, ada apa ya." kata Jasmine..
Dan ternyata pas dia cek skring lampunya turun, tapi pas sudah menyalakan lampu. Tiba tiba Jasmine dikagetkan oleh Emeli yang berada di belakangnya dengan memegang pisau yang mau menancapkan ke tubuh Jasmine tapi Jasmine berhasil menghindar dari pisau yang ingin di tancapkan Emeli ke tubuhnya.
"Aaa.....Emeli.....mau apa kamu." kata Jasmine ketakutan dan segera berlari.
"Kamu harus mati tante, karena kamu telah membuat Salsa hidup menderita selama ini dan kamu juga sudah menyebabkan papanya Salsa meninggal dunia. Wanita kejam seperti kamu tak pantas hidup di dunia karena kerjanya hanya membuat menderita orang lain." kata Emeli bicaranya sangat menyeramkan yang membuat Jasmine ketakutan karena matanya pancarkan dendam yang sangat amat membara.
"Ja....jangan bunuh tante Emeli." pinta Jasmine memohon dengan sangat ketakutan.
"Tante harus mati, Emeli tidak akan melepaskan tante." kata Emeli, yang ingin menusuk Jasmine dengan pisau dan lagi lagi Jasmine berhasil menghindar dan kabur. Dia sembunyi di bawah meja makan karena ketakutan.
"Aku takut, aku takut Emeli akan membunuh ku." kata Jasmine penuh ketakutan.
"Tante, di mana kau tante. Aku akan mengirim tante biar bisa bersatu dengan Monik dan Bella. Asal tante tahu ya Monik dan Bella aku yang membunuh karena apa, karena mereka yang menyebabkan Salsa koma. Jadi Emeli membantu Salsa untuk membalaskan dendam Salsa tante." kata Emeli bicara di saat Jasmine mengumpet dengan suara yang sangat menyeramkan hingga Jasmine sangat ketakutan sekali.
__ADS_1
"Apa, ternyata Monik dan Bella di bunuh oleh Emeli, kurang ajar. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus balas dendam akan kematian Monik dan Bella." kata Jasmine mencari posisi meleng Emeli dan memukul punggung Emeli dengan stik golf.
"Aww....." teriak Emeli kesakitan tapi masih terlihat kuat dan berbalik badan ke Jasmine dan merebut stik golf yang di pegang oleh Jasmine dengan paksa hingga Jasmine kedorong ke tembok sangat kencang. Karena Emeli sudah dirasuki setan hingga tubuh dan kepalanya sangat kuat sekali tidak bisa goyah hanya di pukul oleh stik golf.
"Aww...." teriak Jasmine kesakitan.
"Tante pikir segampang itu tante bisa membunuhku, rupanya tante ingin bermain main denganku ya (tertawa sambil jalan mendekati Jasmine dan langsung menjambak rambut Jasmine lalu membenturkan kepalanya ke tembok) ini balasan untuk semua penderitaan Salsa." teriak Emeli kesal.
"Aww......ampun Emeli, ampun jangan bunuh tante." pinta Jasmine kesakitan
"Hahahahaha......(tertawa) tante harus mati, karena kalau masih ada tante hidup Salsa akan terus menderita dan menderita." kata Emeli yang kembali menjambak rambut Jasmine lalu membenturkan kepala Jasmine kembali.
"Awww......ampun Emeli." teriak Jasmine.
"Sekarang kalau sudah seperti ini baru minta ampun, tante itu sangat kejam dan licik. Tante sudah membuat Salsa kehilangan papanya. Dan tante juga mendukung anak anak tante yang hampir membuat Salsa kehilangan nyawanya. Tante tega melakukan apapun demi warisannya, dan tante pikir aku akan melepaskan tante setelah kejahatan yang telah tante lakukan pada Salsa dan papanya." kata Emeli yang menjambak rambut Jasmine lagi kemudian membenturkan kepalanya kembali ke tembok hingga mengeluarkan darah segar dari kepala Jasmine.
"Ampun Emeli sakit banget Emeli, tolong hentikan." teriak Jasmine.
"Tunggu.....tunggu ini sepertinya ekpresi ketakutannya yang sangat bagus sekali. Aku akan abadikan dulu ya tante." kata Emeli yang mengambil kameranya lalu memotret Jasmine.
"Hahahahaha......(tertawa) cakep ini ekpresinya sangat bagus sekali tante. Aku sangat menyukainya." kata Emeli yang menaruh kameranya lagi di tasnya.
"Emeli.....kamu memang sudah gila Emeli, kamu memang sudah tidak waras." kata Jasmine yang berteriak kesakitan karena kepalanya berdarah dan matanya mencari cari benda untuk menyelamatkan dirinya dari Emeli.
Lalu Jasmine mengambil satu benda yang berada di dekatnya dan memukul kepala Emeli hingga Emeli kesakitan, dan kesempatan Jasmine untuk kabur dari rumah yang sudah di bajak oleh Emeli.
"Rasakan ini Emeli." kata Jasmine.
"Awww......" teriak Emeli yang segera memegang kepalanya yang di pukul.
Jasmine membuka pintu rumah dengan sangat ketakutan hingga kuncinya sempat terjatuh. Jasmine pun mencari cari kunci rumah yang terjatuh dengan sangat tergesa gesa dan ketakutan sambil melihat Emeli yang perlahan lahan hampir mendekatinya dengan membawa pisau.
Jasmine pun berhasil mengambil kunci rumahnya dan membuka pintu lalu Jasmine berhasil kabur dari rumahnya sendiri, dan sangat ketakutan sekali memasukkan kunci ke mobil dengan berkali kali jatuh karena gugupnya takut dikejar sama Emeli, tapi pada akhirnya kunci pintu mobilnya berhasil juga di buka. Lalu Jasmine berhasil mengemudikan mobilnya jauh dari rumah Jasmine.
Kemudian Emeli membuka hordeng dan tersenyum senang memperhatikan kepergian Jasmine sambil memegang hordeng rumah Jasmine.
Emeli masuk ke kolong mobil Jasmine memasang bom dan setelah selesai masang bom Emeli langsung keluar dari kolong mobil Jasmine dengan tersenyum senang.
"Aku yakin pasti tante akan mengira kalau bahayanya itu ada di dalam rumah tanpa mengira kalau bahaya yang sebenarnya ada pada mobil tante Jasmine. Dia pasti akan keluar dari rumahnya karena takut aku bunuh lalu dengan cepat dia pasti akan naik ke mobilnya dan kemudian boom, mobil meledak hahahaha......(tertawa) Selamat tinggal mama tiri Salsa yang jahat, sebentar lagi kematian kamu akan tiba." kata Emeli tersenyum dan berlalu mencari skring lampu rumah Jasmine.
Flasback Off ;
"Ucapkan selamat tinggal tante Jasmine yang super jahat dan licik. Selamat jalan ke neraka." kata Emeli yang mengambil remot, ternyata mobil yang digunakan oleh Jasmine sekarang sudah di pasang bom sama Emeli.
"Akhirnya.....akhirnya aku bebas dari Emeli. Aku selamat dari wanita psikopat itu hahahaha......" kata Jasmine tertawa sambil menghela nafas lega.
Emeli lalu memencet remot yang dipegang oleh Emeli, dan tiba tiba mobil Jasmine meledak sangat dasyat. Emeli tertawa puas dan sangat bahagia sekali karena rencananya sesuai dengan keinginannya. Akhirnya Jasmine mati sangat mengenaskan, bom meledak di mobil Jasmine membuat yang di sekitar ledakan mobil Jasmine pun ikut terbakar. Karena kejadiannya pada malam hari jadi tak ada orang yang berlalu lalang. Dan Emeli juga memencet remotnya udah jauh dari rumah rumah yang berpenghuni. Jadi selain barang tak ada manusia yang ikut terbakar bersama ledakkan mobil Jasmine.
Salsa pun mulai sadar dari komanya, membuka matanya bertepatan dengan ledakkan mobil Jasmine.
Emeli pun senang melihat ledakkan yang dasyat pada mobil Jasmine karena Jasmine selalu membuat hidup Salsa menderita. Jadi tak ada rasa bersalah di benaknya Emeli sama sekali untuk Jasmine.
"Ternyata benar dugaan aku, kalau tante Jasmine pasti akan menghindar dari pembunuhan yang aku rencanakan dan memilih pergi dengan mobil yang ternyata udah aku pasang bom (tersenyum) sekarang Salsa sudah aman dari kejahatan keluarga tirinya." kata Emeli yang tertawa dan segera pergi dari rumah Jasmine.
Suster yang melihat Salsa sudah sadar dari komanya segera memberi tahu dokter jaga hari itu.
"Dok, nyonya Salsa sudah sadarkan diri dok." kata suster.
"Oh iya, akhirnya nyonya Salsa sadar juga." kata dokter.
"Dok, apa yang terjadi pada saya." tanya Salsa terbata bata.
"Sudah beberapa minggu ini, nyonya koma. Dan sahabat nyonya sangat setia menemani nyonya." kata dokter.
"Emeli.....mana Emeli." tanya Salsa mencari Emeli.
__ADS_1
"Mungkin nona Emeli lagi keluar sebentar cari makan, yang sabar ya." kata Dokter.
Emeli pun datang ke kamar Salsa.
"Salsa.....syukurlah kamu sudah sadarkan diri dari koma kamu." kata Emeli yang tersenyum senang.
"Terima kasih Emeli, atas kesetiaan kamu menjaga aku selama aku koma di rumah sakit." kata Salsa tersenyum sambil memegang tangan Emeli.
"Sama sama Salsa, apa sih yang tidak buat sahabat aku tersayang." kata Emeli tersenyum.
"Syukurlah Salsa, akhirnya kamu sadar juga. Sekarang kamu sudah bebas karena mama dan saudara tiri kamu udah tewas mengenaskan karena aku yang membunuh mereka. Mereka memang pantas mati, siapa pun yang menyakiti kamu akan aku balas dengan tanganku sendiri Salsa." batin Emeli.
"Emeli kenapa kamu diam aja." kata Salsa yang melihat Emeli memasang wajah kesedihan.
"Salsa aku ada kabar buruk untuk kamu." kata Emeli memasang wajah sedih.
"Kabar buruk....kabar buruk apa Emeli cepat katakan." kata Salsa panik.
"Monik dan Bella Salsa." kata Emeli tidak melanjutkan kata katanya ragu.
"Monik dan Bella kenapa dengan mereka Emeli." tanya Salsa.
"Monik dan Bella sudah tidak ada di dunia ini Salsa." kata Emeli tapi belum mengabari mama tirinya juga udah tewas karena belum ada beritanya takut ketahuan kalau yang menyebabkan kematian mama tirinya itu Emeli.
"Ya Tuhan, Monik....Bella kasihan banget kalian. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka selama aku koma di rumah sakit." tangis Salsa sedih.
"Bella tewas karena tertabrak kereta api, sedangkan Monik tewas terbunuh." kata Emeli memasang wajah kesedihan.
"Ya Tuhan.....Monik Bella kasihan nasib kalian harus tewas mengenaskan seperti itu." kata Salsa menangis sedih.
"Sudahlah Sal kamu tidak usah tangisin orang jahat seperti mereka. Mereka kan yang menyebabkan kamu seperti ini, mungkin ini karma untuk mereka. Dan mereka meninggal sangat tragis aku juga tidak tahu kronologinya yang sebenarnya seperti apa karena mereka di temukan polisi emang sudah tewas sangat mengenaskan seperti itu." kata Emeli pura pura tak tahu kejadiannya.
"Meski bagaimana pun mereka tetap saudara tiri aku Emeli. Walau mereka yang sudah menyebabkan aku seperti ini. Meski mereka tidak pernah sayang dan menganggapku saudara tiri mereka. Tetapi aku tetap sayang mereka." kata Salsa sedih.
"Ya ampun Salsa, kamu jadi orang itu baik banget sih meski mereka udah jahat sama kamu tapi kamu tetap saja menyayangi mereka." kata Emeli yang memeluk Salsa yang lagi sedih.
"Iya Emeli, karena sejak papa meninggal Mereka kan keluarga yang aku punya. Meski selama ini aku selalu dibuat menderita sama mereka." kata Salsa.
"Ya sudah kamu sabar aja ya Salsa, kan kamu baru sadarkan diri dari koma. Jadi kamu jangan terlalu banyak pikiran kalau tidak nanti kamu akan ngedrop lagi dan aku kan jadi sedih melihat kamu koma Emeli." kata Emeli menenangkan.
"Iya Emeli terima kasih." kata Salsa.
"Terus kenapa dengan perut aku Emeli. Kemana janin aku Emeli." kata Salsa bingung.
"Kamu yang sabar ya Salsa janin kamu keguguran karena gas beracun itu." kata Emeli sedih.
"Apa.....tidak mungkin, ini semua tidak mungkin. Aku tidak mau kehilangan janin aku, aku tidak mau meski janin ini hasil korban pemerkosaan tapi janin ini tak berdosa." kata Salsa histeris sedih.
"Salsa kamu yang sabar ya Sal karena janin kamu tidak bisa di selamatkan karena racunnya sudah menjalar ke seluruh tubuh. Jadi janin kamu tidak berhasil diselamatkan Salsa." kata Emeli memeluk Salsa yang lagi histeris karena keguguran.
"Janinku....janinku." kata Salsa histeris, Emeli berusaha menenangkan Salsa yang lagi histeris dan sedih mengelus ngelus pundak Salsa.
"Kamu harus sabar, kamu harus relain janin kamu Salsa yang sudah keguguran." kata Emeli.
"Tapi Emeli, janin aku adalah semangat hidupku saat ini setelah apa yang terjadi dalam hidup, hadirnya janin itu pengobat penderitaanku meski janin itu bukan anak yang diinginkan selama ini tapi aku bahagia dia hadir dalam hidupku." kata Salsa.
"Iya aku paham Salsa tentang perasaan kamu tapi mau gimana lagi janin kamu tidak berhasil diselamatkan meski dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan janin yang kamu kandung. Ya udah sekarang sudah waktunya makan. Sini aku suapin ya, habis itu kamu minum obat. Biar lekas sembuh dan boleh pulang." kata Emeli.
"Iya Emeli." kata Salsa.
Emeli menyuapi Salsa setelah selesai menyuapi Salsa makan. Emeli memberi obat biar Salsa lekas sembuh. Dan setelah Salsa minum obat, Salsa pun tertidur pulas.
"Tidur yang nyenyak ya Salsa, karena sekarang sudah tidak ada lagi keluarga yang membuat hidup kamu menderita." kata Emeli mengelus rambut Salsa.
Emeli tetap setia menjaga Salsa yang tertidur pulas. Emeli bahagia karena mama tirinya Salsa yang sudah membunuh papa kandung Salsa tewas mengenaskan dan kedua saudara tiri Salsa pun yang menyebabkan Salsa koma pun juga sudah tewas mengenaskan.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘