Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Burung Gagak


__ADS_3

Monik semakin ketakutan karena teror dari Emeli yang membuatnya hampir gila. Dia menjadi lebih pendiam dan penyendiri. Rasa takut Monik semakin menggila.


Di saat Monik lagi terdiam dalam kegelapan malam hanya di terangi sinar bulan, Monik melihat ke atas langit sangat indah pemandangan di malam hari dari pagar halaman atas kamar Monik. Tiba tiba Monik dikagetkan oleh suara burung gagak, dan Monik pun teringat pada Vero sebelum kematiannya dia ketakutan karena burung gagak yang hinggap di jendela Konon katanya akan ada kematian.



"Suara burung gagak (diam sangat ketakutan) itu berarti akan ada kematian.....(kaget karena melihat burung gagak hinggap di pagar halaman kamarnya) aaa.....aku....aku tidak mau mati.....aku tidak mau mati (langsung lari masuk ke dalam kamarnya dan segera menutup pintu kamarnya sedih) aku.....tidak mau mati....aku tidak mau mati....." kata Monik yang berteriak histeris karena ketakutan.


Jasmine yang mendengar teriakan Monik segera berlari ke kamar Bella yang sekarang di tempati oleh Monik dan mengetuk pintu kamar Monik.


"Monik....Monik.....tok tok tok.....(suara ketukan pintu) Monik ada apa?" tanya Jasmine yang mengetuk pintu kamar Monik tapi Monik tidak membukakan pintu, karena pintu kamarnya tidak terkunci akhirnya Jasmine masuk dan melihat Monik yang sedang menangis. Jasmine pun memeluk Monik yang sedang menangis dan ketakutan.


"Monik sayang kamu kenapa." tanya Jasmine yang khawatir melihat keadaan Monik.


"Ma.....Monik takut ma Monik takut, tadi ada burung gagak hitam hinggap di pagar kamar Monik ma." kata Monik yang ketakutan.


"Iya kamu tenang ya, kamu tenang ya sayang." kata Jasmine menenangkan Monik.


"Gimana Monik bisa tenang ma, Vero aja ada burung gagak hinggap di jendela kamarnya terus dia tewas sangat mengenaskan ma. Monik tidak mau mati ma Monik tidak mau mati." kata Monik yang ketakutan sambil menangis.


Emeli yang memantau dari jarak jauh melihat Monik yang sangat ketakutan tertawa puas.


"Hahahahaha.....(tertawa) sebentar lagi kamu akan mati mengenaskan Monik seperti orang orang yang kamu sayangi." kata Emeli yang kemudian menghilang di kegelapan malam.


Jasmine menenangkan Monik yang sedang ketakutan dengan mengambil segelas air hangat untuk Monik, Jasmine membawa Monik ke meja makan dan Monik duduk di kursi makan. Tapi ternyata dia mulai berhalusinasi di mana mana banyak burung gagak beterbangan di depan mata Monik, juga terdengar suara burung gagak. Monik histeris berteriak dan menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


"aaaa.....pergi pergi jangan ganggu aku....pergi....." kata Monik histeris dan Jasmine pun yang lagi mengambil segelas air hangat kaget dan langsung menghampiri Monik.


"Monik kamu kenapa sayang, kamu kenapa." tanya Jasmine khawatir dan menaruh gelasnya di meja makan lalu memeluk Monik yang ketakutan biar tenang.


"Itu ma....itu a....ada banyak burung gagak." kata Monik ketakutan.


"Mana burung gagaknya sayang mana." tanya Jasmine bingung karena Jasmine tidak melihat di sekelilingnya banyak burung gagak. Jangan kan banyak burung gagak satu pun juga tidak ada yang Jasmine lihat.


"Itu ma itu." kata Monik lagi sambil menunjuk nunjuk ke langit langit rumah Monik.


"Mana sayang di sini tidak ada burung gagak (melihat sekelilingnya) ya sudah kamu tenang dulu ya sayang (ambil gelas di meja makan dan memberikan segelas air minum hangat untuk Monik) ini minum biar kamu tenang ya sayang." kata Jasmine menenangkan hati Monik, dan Monik meminum air hangatnya.


Bima berjalan di koridor rumah sakit, dan Bima melihat Emeli berjalan di depannya. Lalu Bima segera mengejar Emeli dan pura pura menggodanya.


"Hai cewek mau kemana." goda Bima.


"Kepo banget sih." kata Emeli cuek tanpa melihat seorang laki laki yang menggodanya itu.


"Mau aa temanin tidak." goda Bima dengan tersenyum kecil, tapi Emeli tetap tidak menyadari kalau pria yang menggoda itu adalah pacarnya sendiri.


"Tidak usah aku berani sendiri, aku bukan anak kecil lagi. Justru kalau di temani sama kamu malah aku takut." kata Emeli ketus.


"Ayolah, cewek cantik tidak boleh jalan sendirian nanti diculik lagi." goda Bima.


"Kan aku sudah bilang tidak usah (emosinya memuncak) memangnya aku anak kecil apa aku berani kok sen....(terputus pas melihat ke arah pria yang menggodanya itu adalah Bima dan Emeli pun tersipu malu) kak Bima....." kata Emeli kaget ternyata pria yang menggodanya itu Bima lelaki yang di cintainya.

__ADS_1


"Hai sayang....." sapa Bima ambil tersenyum manis tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Loh ternyata kak Bima....ihh bete.....kakak ngerjain Emeli, awas kamu ya kak Bima." kata Emeli kesal melihat Bima dan memukul kecil Bima sambil memutar mutar.


"A....ampun sayang ampun." jerit manja Bima dan di saat Emeli memukul kecil Bima, tiba tiba Bima memegang tangan Emeli. Bima dan Emeli saling bertatapan mesra. Emeli dan Bima pun tersenyum malu melepas pegangan tangannya. Diam sesaat dalam keheningan hati yang dag dig dug karena tatapannya penuh cinta.


"Ya sudah ayo kita ke ruangan Salsa." kata Emeli membuka suara karena sejak berpandangan tadi jadi salah tingkah.


"Oh iya ayo sayang." kata Bima tersenyum.


Monik masih menangis dan sangat ketakutan sekali karena berhalusinasi sama burung gagak hitam.


"Gimana sayang, kamu sudah tenangan." kata Jasmine


"Ma Monik takut ma Monik sangat takut sekali. Monik tidak mau mati ma." kata Monik ketakutan.


"Tidak Monik sayang kamu tidak akan mati percaya deh sama mama, mama pasti akan melindungi kamu sayang. Jadi kamu tidak usah takut lagi ya sayang." kata Jasmine sambil membelai rambut Monik.


Emeli dan Bima melihat Salsa yang masih koma, Emeli pun menangis. Bima merangkul Emeli menenangkan.


"Sabar ya sayang sabar, aku yakin kalau Salsa pasti akan sembuh." kata Bima.


"Tapi kak, aku tidak kuat melihat Salsa jadi seperti ini kak. Aku kangen Salsa kak, dia sahabat aku yang paling baik dan setia kawan kak. Aku....Aku....merasa sangat kesepian sekali." kata Emeli yang menangis.


"Iya, kakak paham tapi sayang. Kamu harus kuat, kan ada kakak yang selalu menemani kamu. Jangan bersedih lagi ya Emeli sayang." kata Bima menenangkan sambil tersenyum.


"Iya kak.....iya." kata Emeli tersenyum.


"Kamu harus mati Monik.....kamu harus mati." kata wanita bertopeng itu sambil menunjuk Monik dan menyalakan gergaji listriknya


Dalam tidurnya Monik pun gelisah mau dihampiri wanita bertopeng itu di mimpinya, hingga gergaji listrik itu menebas kepalanya hingga putus. Lalu Monik berteriak dan terbangun dari mimpinya.


"Aaaa....." teriak histeris Monik nafasnya ngos ngosan, keringat bercucuran di seluruh tubuh Monik padahal kamar Monik ber ac. Jasmine pun datang ke kamar Monik dan memeluk Monik menenangkan jiwa Monik yang ketakutan.


"Kamu kenapa sayang." kata Jasmine yang membuka pintu kamar Monik yang sengaja tak dikunci sama Monik, karena takut terjadi apa apa pada dirinya.


"Monik mimpi buruk ma (ketakutan) Di mimpi itu Monik di kelilingi oleh burung gagak dan tiba tiba ada seorang wanita bertopeng membawa gergaji listrik lalu wanita itu menebas kepala Monik hingga terputus ma." kata Monik yang ketakutan sambil menangis, Jasmine pun memeluk Monik menenangkan jiwa Monik yang sangat ketakutan.



"Kamu ya tenang ya sayang, itu hanya bunga tidur saja. Percaya sama mama tidak akan terjadi apa apa sama kamu." kata Jasmine.


Monik sangat ketakutan sekali karena bermimpi yang sangat mengerikan dengan bercucuran keringat di tubuhnya. Monik takut jika mimpi itu akan jadi kenyataan.


Di kampus seperti biasa Monik selalu melamun seorang diri di taman kampus. Aleta dan Vera sudah terbiasa dengan hal itu, Aleta dan Vera menemukan Monik di taman kampus lalu menghampirinya.


"Ver, kenapa ya Monik akhir akhir ini sering melamun seorang diri di taman." kata Aleta.


"Iya Aleta aku juga heran. Apa yang sedang terjadi pada Monik ya." kata Vera bingung.


"Aku kangen sama Monik yang dulu, tapi sejak kematian adiknya dia berubah menjadi sangat pemurung." kata Aleta sedih.

__ADS_1


"Iya aku juga kangen Aleta sama Monik yang pertama kali aku mengenal dia. Tapi dia sekarang benar benar sangat berubah sekali." kata Vera sedih.


"Ya sudah kalau gitu kita samperin Monik yuk, mungkin dia butuh kita di saat seperti ini." kata Aleta.


"Ayo." jawab Vera.


Aleta dan Vera menghampiri Vanessa yang sedang menyendiri di taman kampus.


Monik mengingat kejadian tentang burung gagak itu.


"Aneh, kenapa sih burung gagak itu selalu mengikuti aku. tidak di dalam dunia nyata maupun mimpi aku. Semua ini benar benar membuat aku hampir gila aaa....." kata Monik mengacak ngacak rambutnya.


"Hai Monik." tegur Aleta dan Vera serentak.


"Kamu kenapa sih Monik, akhir akhir ini sering banget menyendiri. Cerita dong sama aku." kata Aleta bingung.


"Iya, kita kangen tahu sama Monik yang pertama kali aku kenal. Sebenarnya ada apa sih Monik cerita dong pada kita, kalau kamu masih menganggap kita sebagai sahabat kamu Mon." kata Vera.


"Aku kemarin kedatangan burung gagak, dan aku juga mimpi.....banyak sekali burung gagak mengelilingi aku. Lalu ada wanita bertopeng datang mendekati aku dengan membawa gergaji listrik lalu menebas kepalaku hingga terputus. Kamu ingat kan Vero, Aleta sebelum kematiannya dia ketakutan akan burung gagak yang datang ke rumahnya dan tiba tiba dia ditemukan tewas mengenaskan." kata Monik.


"Iya Monik aku ingat." kata Aleta ikut takut mendengar cerita Monik.


"Aku takut....aku takut Aleta kalau nasibku akan sama pada Vero yang mati mengenaskan." kata Monik ketakutan.


"Kamu yang tenang ya Monik, kita akan selalu melindungi kamu dari wanita bertopeng itu kok." kata Vera menenangkan.


"Tapi aku tidak yakin bisa saja wanita bertopeng itu datang kapan saja, saat kalian tidak ada di sampingku." kata Monik ketakutan. Aleta dan Vera terdiam ikut merasakan ketakutan dengan cerita Monik. Tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu keparnoannya Monik. Tiba tiba Vera ada ide untuk menghibur Monik.


"Monik, bagaimana kalau nanti malam kita ke club daripada kamu galau terus mending kita refleshing. Joget joget dengar alunan musik, kan sudah lama juga kita tidak clubbing bareng." kata Vera.


"Wah, itu ide yang bagus Vera. Gimana Monik, mending kita happy happy dari pada mikirin hal aneh yang tidak jelas. Umur kamu masih panjang, jangan mikirin kematian terus." kata Aleta.


"Heemmmm (mikir) baiklah aku mau." kata Monik tersenyum.


"Oke....asyik, sampai ketemu nanti malam ya." kata Aleta tertawa senang.


"Nah, gitu dong. Yee asyik kita have fun nanti malam." kata Vera tertawa senang.


"Oh iya di club mana nih kita nanti malam." tanya Monik.


"Club Diva Happy." jawab Aleta.


"Iya Diva Happy aku setujuh club itu kan paling bagus di sini." kata Vera.


"Oke aku juga setujuh. Nanti janjian di sana ya jam sembilan malam." kata Monik.


"Oke siap Monik." kata Aleta dan Vera serentak mengacungkan jempolnya tanda setujuh.


Dari kejauhan Emeli memperhatikan mereka dan mendengar percakapan mereka. Lalu Emeli tersenyum dan berbalik badan pergi meninggalkan Monik, Aleta, dan Vera yang lagi tertawa bahagia.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘

__ADS_1


__ADS_2