Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Kematian Gerry


__ADS_3

Malam telah tiba hujan turun sangat lebat sekali, Emeli sudah tidak sabar untuk bermain main extream dengan Gerry karena dendamnya begitu dasyat merasuk kalbu.


"Emeli aku pulang duluan ya, hem.....kamu tidak apa apa kan kalau aku tinggal. Ojek online kamu belum tiba ya." kata Salsa.


"Iya Salsa, tidak apa apa kok. Kamu hati hati ya di jalan." kata Emeli.


"Oke Emeli kamu juga hati hati ya. Sampai ketemu besok cantik." kata Salsa.


"Oke Salsa sampai ketemu besok." kata Emeli.


Di rumah Emeli di ruang bawah tanah, Gerry pun terbangun lalu dia kaget melihat mayat yang ada di atas tempat tidur, Gerry berteriak sangat ketakutan sekali. Wajahnya pucat pasi dan syok tangan dan kakinya diikat oleh tali. Gerry meronta ketakutan tapi ikatannya tak bisa dibuka.


"Aaaggghhhh......(teriak). Aku di mana ini, kenapa aku bisa berada di sini (mengingat kejadian), siapa yang memukul kepalaku tadi waktu di perpustakaan. Terus ke....kenapa ada mayat di tempat tidur, tolong tolong." teriak Gerry nampak ketakutan.


Tapi percuma ruang bawah tanah kedap dengan suara tidak ada yang mendengar teriakan Gerry satu orang pun. Tiba tiba Emeli datang membuka pintu kamar tempat Gerry disekap.


"Hallo Gerry. kamu sudah bangun." kata Emeli tersenyum ketika masuk kamar tempat Gerry disekap.


Gerry pun kaget ternyata yang di balik pintu itu Emeli, dia merasa tenang karena Gerry tidak tahu kalau Emeli lah dalang di balik penculikkan Gerry.


"Emeli ternyata kamu (menggerakan tangannya), cepat tolong aku tangan aku sudah sakit nih. Pasti kamu mengikuti para penculik itu kan, karena kamu masih cinta sama aku, Emeli aku tahu kalau kamu khawatir sama aku. Kamu tidak mau kan terjadi apa apa sama aku." pinta Gerry kepedean.


Emeli pun hanya tersenyum tak menjawab permintaannya Gerry. Emeli masuk dan berjalan ke kulkas untuk mengambil secangkir darah, lalu berlalu ke kaca rias. Dan meminum secangkir darah, Gerry melihat Emeli tampak sangat mengerikan sekali dari biasanya karena penuh aura kegelapan dendam yang sangat dasyat kepada Gerry. Lalu Emeli menyalakan video rekaman untuk merekam aksi penyiksaan Emeli kepada Gerry hingga kematian tiba menjemput Gerry.


"Kamu salah Gerry kamu pikir aku ke sini untuk membebaskan kamu.....oh no...no....no....(satu tangannya digerakkan ke kanan dan ke kiri). hahahahaha......(tertawa). Justru aku ke sini untuk bersenang senang, bermain main cantik dengan kamu Gerry." kata Emeli.


"Ma....maksud kamu apa Emeli." tanya Gerry.


Emeli memberi darah itu ke Gerry untuk diminumkan ke Gerry, tapi Gerry menolak dan mencoba berontak. Gerry mual mencium bau anyir darah manusia.


"Ini Gerry darah manis yang aku suguhkan untuk kamu." kata Emeli.


"Kamu gila Emeli, kamu minum darah manusia." Gerry ketakutan.


"Iya sebentar lagi aku juga akan meminum darah kamu Gerry, darah yang telah menyakiti hati aku, darah orang yang sudah menghina dan menginjak injak harga diriku. Gerry kamu suka banget kan mempermainkan hati wanita (tanya Emeli memandang Gerry sangat mengerikan). Dan sekarang aku ingin bermain main cantik dengan kamu Gerry sayang. Agar kamu rasakan gimana sakitnya dipermainkan." kata Emeli santai memegang pipi Gerry.


Lalu Emeli mengambil pisau kenangan Gerry dan Emeli, yang dipajang di dinding



"Gerry kamu ingat kan ini pisau apa (menunjukkan pada Gerry). Ingat tidak, jawab Gerry." bentak Emeli.


"I....iya a...aku ingat Emeli." Kata Gerry terbata bata ketakutan.


Flasback Gerry dan Emeli saat masih pacaran;


"Sayang....kamu benar benar serius tidak sama aku." tanya Emeli.

__ADS_1


"Ya iyalah, aku serius cinta dan sayang sama kamu Emeli." kata Gerry sok mesra.


"Terus apa buktinya, kalau kamu benar benar cinta dan sayang sama aku." tanya Emeli manja.


"Bentar ya sayang." Gerry mengambil sesuatu dalam tasnya.


"Nah ini pisau (mengambil pisau dari tasnya), adalah bukti cinta aku sama kamu sayang. Kalau aku mempermainkan hati kamu atau mengkhianati kamu, kamu bisa tancapkan pisau ini ke jantung hati aku sayang." Rayu Gerry.


"Kamu serius sayang kalau kamu macam macam sama aku, aku bisa menancapkan pisau ini ke jantung hati kamu." kata Emeli memegang pisau yang diberikan Gerry kemudian mengelus dada Gerry dengan pisau itu, Gerry tersenyum.


"Iya dong sayang, aku serius." kata Gerry.


"Oh....kalau gitu biar pisau ini aku yang simpan ya sayang, dan aku pajang pisau ini di dinding rumah aku. Jadi sewaktu waktu kamu mempermainkan aku, aku akan lebih mudah untuk langsung menancapkan pisau ini ke jantung hati kamu." kata Emeli yang dikira Gerry bercanda.


"Hahahaha.....(tertawa), iya sayang silahkan saja kamu boleh kok yang pegang pisau cinta ini." kata Gerry tersenyum.


"Hahahaha.....(tertawa) aku yakin kalau Emeli cuma bercanda saja, mana berani sih gadis cupu seperti dia bisa nekad menancapkan pisau ini ke jantung aku. Seandainya dia tahu kalau aku sebenarnya menjadikan dia wanita taruhan aku sama Joey dan Gantha hanya untuk mendapatkan mobil sport dan moge mereka hahahahaha....(tertawa), dasar gadis bodoh....." batin Gerry tertawa dan mengira kalau omongan Emeli hanya candaan saja, dan mengasih pisau tajam itu ke Emeli tanpa berpikir kalau omongan Emeli bukan main main.


Karena Gerry selalu bawa pisau untuk merayu perempuan, sebagai tanda bukti kalau dia serius sama wanita yang dirayunya. Padahal itu senjata Gerry untuk merayu wanita untuk dijadikan taruhan. Karena pasti wanita percaya apa lagi wanita selugu Emeli yang dikira tidak mungkin berani macam macam pada Gerry, karena Gerry berpikir kalau Emeli hanya gadis cupu dan kampungan. Jadi tidak masalah dirayu seperti itu kalau suatu saat Gerry mempermainkan hati Emeli. Tapi para wanita tidak ingin mengambil pisau milik Gerry hanya Emeli yang mau menyimpan pisau milik Gerry yang dipakai untuk merayu Emeli.


Sedangkan Monik yang dituduh cewek barbar dan kelihatannya tidak suka dipermainkan oleh Gerry. Gerry tidak berani merayu seperti itu takut jika putus dia akan nekad membunuh Gerry dengan pisau itu ternyata dugaan Gerry salah besar. Emeli yang dianggap lemah dan cupu ternyata tidak selemah itu, justru lebih bar bar dari Monik.


Kembali ke dunia nyata ;


"A....aku pikir perkataan kamu hanya main main Emeli, dan kamu tidak mungkin bisa nekad melakukan itu sama aku." Gerry ketakutan.


"Kenapa Gerry, kamu takut hah..... hahahahaha.....(Emeli tertawa senang melihat ekpresi Gerry yang ketakutan). Terus, terus saja kamu ketakutan seperti ini. Wajah kamu sangat lucu kalau lagi ketakutan Gerry, Hahahaha.....(tertawa), aku sangat terhibur sekali melihat ekpresi kamu yang sok jago waktu itu menjadi sangat ketakutan sekali hahahaha......" kata Emeli tertawa menakutkan.


"To....tolong Emeli....ja....jangan lakukan itu, aku minta maaf sama kamu Emeli." pinta Gerry tapi Emeli tidak menggubris permohonan Gerry.


"Hahahaha.....(tertawa). Kamu pikir Gerry, dengan permintaan maaf. kamu bisa menghilangkan rasa sakit aku, kamu pikir permintaan maaf kamu bisa merubah semuanya Gerry (emosi meledak), maaf.....(ambil gelas). Coba kamu pecahkan gelas ini prang....(melempar gelas ke lantai dan gelasnya pecah), lalu kamu minta maaf sama gelas itu. Ayo minta maaf cepat...." kata Emeli membentak Gerry.


"I....iya Emeli. Ma.....maafkan aku." kata Gerry bicara pada gelas yang dilempar di lantai dekat Gerry.


"Apa gelas itu bisa kembali utuh kembali, bisa tidak. Jawab Gerry jawab jangan diam saja." bentak Emeli penuh emosi.


"I....iya ti.....tidak bisa Emeli." kata Gerry ketakutan.


"Begitu juga dengan hatiku yang telah kau hancurkan sekarang, tidak bisa kembali utuh lagi karena hatiku sudah terlanjur sakit (menangis lalu marah). Sikapmu yang sudah mencabik cabik hatiku, jadi Gerry permintaan maaf kamu sudah terlambat. Bukankah itu yang pernah kamu katakan padaku waktu itu Gerry. Kamu bilang katanya tidak pernah takut sama gadis cupu seperti aku, kamu menantang aku. Kamu menganggap aku hanya wanita yang lemah saja, dan bukankah kamu menunggu pembalasan dendam aku Gerry. Dan inilah pembalasan dendam aku Gerry, karena sekarang tidak ada yang bisa menghilangkan rasa sakitku, rasa kecewa aku (nangis), karena sifat kamu yang sudah menghina dan mencampakkan aku. Hanya karena aku gadis cupu, kampungan, dan jelek kamu hanya menjadikan aku bahan taruhan keperawanan saja. Sekarang dengan mudahnya setelah luka yang kamu tancapkan ke jantung hatiku kamu minta maaf begitu saja. Apa kamu lupa kalau kamu juga pernah fitnah aku sama Monik. Kalau akulah yang tebar pesona sama kamu, padahal kamu sendiri yang dekatin aku lagi Gerry. Kamu hanya cowok pengecut, dan kamu (nunjuk Gerry dan menatapnya dengan tatapan kebencian yang sangat menyeramkan). memang pantas untuk mati." kata Emeli yang emosinya meledak karena kekecewaan.


Lalu Emeli melayangkan pisau itu dan menyayat wajah Gerry dengan pisau tajam itu.


"Ini, pisau cinta kemarin sudah aku asah, dan sangat tajam untuk merobek robek wajah kamu yang sangat kamu banggakan sebagai tameng keplayboy an kamu Gerry." kata Emeli penuh kebencian.


"Aaghhhh....." teriak Gerry.


"Itu ketampanan kamu kan Gerry, yang sangat kamu banggakan dan kamu gunakan untuk mempermainkan wanita lain. Setelah puas kamu mempermainkan wanita itu lalu kamu buang begitu saja seperti sampah yang sudah tak berguna lagi." kata Emeli sangat emosi.

__ADS_1


Gerry berteriak kesakitan wajahnya bercucuran darah lalu pisau itu menuju ke mata Gerry, dan Emeli mengayun ngayunkan pisau itu ke kedua mata Gerry sampai Gerry sangat ketakutan sekali.


"Ah......tidak." teriak Gerry ketakutan mencoba pisau yang di ayunkan Emeli ke matanya.


"Dan ini, mata kamu. Mata yang suka memandang kecantikan dan keseksian wanita penuh nafsu semata. Tidak ada salahnya kan kalau mata ini aku congkel." kata Emeli.


"Ja....jangan Emeli, maafkan aku Emeli. Maafkan aku. Jangan congkel mataku Emeli, aku mohon." pinta Gerry ketakutan karena melihat pisau di depan matanya, yang hendak menusuk mata Gerry dan mencongkelnya.


"Itu semua sudah terlambat Gerry, kata maaf kamu tidak bisa mengobati sakit hatiku. Kemarin saja kamu menantang aku, tapi sekarang kamu malah mengemis maaf kepadaku. Dan sekarang inilah pembalasanku untuk membuat kamu menderita sebelum kematian datang menjemput kamu Gerry Tanoto." kata Emeli yang langsung mencongkel mata Gerry. Dan Gerry pun berteriak kesakitan dan matanya pun mengeluarkan darah segar.


"Aaaggghhhh....sakit Emeli, ampun Emeli.....ampun." pinta Gerry kesakitan sambil menangis bercampur darah.


"Hahahahaha......(tertawa). Sangat sakit bukan.....begitu juga hati aku, kamu hina aku, kamu campakkan aku, dan kamu fitnah aku." Kata Emeli marah dan belum berhenti sampai di sini masih belum puas bermain bersama Gerry.


Pisau itu melayang ke mulutnya untuk merobek robek mulut Gerry.


"Ja....jangan Emeli jangan.....kamu gila Emeli, kamu cewek psikopat." kata Gerry marah.


"Psikopat.....hahahahaha.....(tertawa). Ya ya ya itu julukan yang bagus Gerry untuk aku, dan kamu adalah korban pertama aku karena tantangan kamu kemarin yang membuat aku jadi psikopat seperti ini hahahahaha.....(tertawa). Bibir ini, mulut ini, dan lidah ini yang suka merayu perempuan dengan janji manis. Dan setelah kamu dapatkan semuanya, kamu campakkan gitu saja dan mencari mangsa yang lain yang lebih cantik dan lebih seksi. Untuk dijadikan bahan taruhan bersama Gantha dan Joeym." kata Emeli penuh dendam dan amarah.


Gerry meronta ronta kesakitan, semua sudah tercampur darah. Lantai dibanjiri darah Gerry, tapi Emeli tetap menyiksa Gerry sebelum kematiannya tiba. Tapi Gerry sudah tidak bisa melihat dan bicara. Lalu Pisau itu melayang ke tangannya.


"Dan ini, ini tangan yang suka memegang juga merendahkan wanita harus aku cincang cincang. Aku mewakili para wanita yang pernah kamu sakiti di kampus termasuk Amanda, meski dia sangat membenciku karena kamu, tapi aku bisa mengerti kenapa dia bisa sebenci itu sama aku. Itu semua karena kamu Gerry, laki laki berengsek yang pintar memutar balikkan fakta." Kata Emeli, Gerry hanya bisa meronta ketakutan.


"Dan yang terakhir pisau ini, akan aku tancapkan ke Jantung.....ke hati....juga ke ginjal kamu Gerry, Selamat tinggal Gerry sayang. Tamatlah riwayatmu hahahahaha....." kata Emeli sambil tertawa melayang layangkan pisaunya, lalu menancapkan pisau ke jantung, hati, dan ginjal Gerry.



Akhirnya Gerry terbujur kaku lemas tak bernyawa lagi dan menghembuskan napas terakhirnya, Emeli sangat puas melihat orang yang pernah menghina dan mempermainkan hatinya tewas mengenaskan ditangannya dan bersimbah darah.


"Aku tidak menyangka (menangis). Aku bisa menjadi seorang psikopat seperti ini. A....aku membunuh pria yang aku sangat cintai sejak awal masuk kampus. Gerry cinta pertamaku tapi dia tega sudah menyakiti hatiku hingga Gerry menjadi korban pertamaku. Ini semua gara gara laki laki brengsek yang telah menyakiti hati aku dan akhirnya kamu mati juga Gerry. Aku benci sama kamu Gerry, aku benci sama kamu. Kamu playboy, kamu jahat, kamu kejam, (menancap nancapkan pisau ke mayat Gerry dan menangis lalu tertawa penuh kepuasaan bak orang yang sakit jiwa). Hahahaha....(tertawa). Aku tidak menyesal Gerry sudah bunuh kamu karena kamu pantas mendapatkan itu semua pergilah kau ke neraka Gerry Tanoto." kata Emeli penuh amarah kebencian.


Lalu Emeli mengambil jantung dan hati juga ginjal Gerry lalu memajangnya di aquarium besar yang ada di kamar bawah tanah itu, Emeli mematikan rekaman videonya dan tertawa senang. Dan Emeli mengambil darah Gerry dan di taruh di botol, lalu dimasukkan ke kulkas untuk minuman Emeli jika ada korban berikutnya. Karena dengan meminum darah manusia itulah sumber kekuatan Emeli untuk membunuh mangsanya tanpa belas kasih


"Salsa benar, seorang buaya cocoknya untuk santapan buaya. Dan aku akan membuang mayat kamu ke kolam buaya milikku, untuk menghilangkan jejak kepada polisi. Karena kasihan juga buaya buaya aku pasti sangat kelaparan sekali." kata Emeli, yang langsung menaruh potongan tubuh Gerry ke dalam karung dan mengangkatnya, lalu membawanya sekuat tenaga ke kolam buaya yang berada di halaman belakang rumah Emeli.


Emeli melempar mayat Gerry ke kolam buaya untuk dijadikan makanan buaya peliharaannya, agar tidak ada jejak polisi yang menemukan keberadaan Gerry. Juga tidak lupa membuang hp milik Gerry ke kolam buaya.


"Makanlah buaya buayaku, pasti kalian kelaparan kan karena selama rumah ini tak berpenghuni kalian jarang makan manusia." kata Emeli.


Emeli membersihkan lantai yang berlumuran darah Gerry dia merasa puas dan malam ini bisa tidur nyenyak karena dendam pada laki laki yang sudah menyakitinya telah terbalaskan.


"Dan sekarang yang akan aku lakukan adalah. Aku akan balas dendam kepada kedua preman yang sudah menyebabkan ibu meninggal." Teriak Emeli kesal mengepalkan kedua tangannya, mata terpancarkan dendam yang sangat membara.


Dan mobil Gerry pun di cat dan diganti plat nomernya lalu di modif biar tidak ketahuan itu mobil milik Gerry, karena dia butuh mobil untuk menculik mangsanya yang ingin di dijadikan korban balas dendam Emeli.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘

__ADS_1


__ADS_2