Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Perubahan Emeli


__ADS_3

Hari berganti hari kepedihan kian dirasakan Emeli, dan dia selalu menangis dan menangis menanggung beban yang begitu berat. Tak sanggup menahan rindu kepada ibu tercintanya, karena di saat masalah datang melanda hidupnya. Emeli membutuhkan pelukkan hangat, support, dan nasehat ibunya.


Di tempat tidur yang berada mayat ibunya, Emeli mengadu akan penderitaan yang baru saja dialaminya. Penderitaan yang sangat pedih merasuk ke dalam kalbu yang begitu menyiksa batinnya. Kejahatan akan kekasihnya yang sudah menjadikan Emeli bahan taruhan dan berkhianat dengan wanita lain yang tidak lebih adalah musuhnya Emeli.


"Bu Emeli sedih bu, baru saja Emeli kehilangan ibu. Sekarang Gerry pun pergi meninggalkan Emeli dengan Monik bu. Padahal Gerry laki laki yang Emeli cintai selama ini dan ternyata bu, Gerry hanya menjadikan Emeli sebagai bahan taruhan saja, Emeli diperlakukan seperti barang (menangis). Gerry sudah mengkhianati Emeli bu, Gerry sudah mempermainkan hati Emeli. Hati Emeli sakit banget bu, sesak mengiris kalbu. Coba ibu masih ada di dunia ini pasti Emeli tidak akan sesedih ini, Emeli kangen ibu." kata Emeli sambil memeluk mayat ibunya.


Tiba tiba angin berhembus sangat kencang sekali, dan Emeli kaget dan bingung lalu seperti ada kekuatan yang merasuki tubuhnya untuk balas dendam pada Gerry.


"Aku tidak boleh cengeng. Karena laki laki seperti Gerry tidak pantas aku tangisi (menghapus airmatanya), aku akan balas perbuatan Gerry Tanoto. Awas kamu Gerry (penuh kebencian), kamu harus terima balasannya karena sudah menyakiti aku." kata Emeli mengepalkan tangannya penuh dendam matanya memancarkan cahaya merah.



Pintu rumah diketuk ternyata Salsalah yang datang ke rumah Emeli, karena Salsa tahu Emeli butuh teman untuk berbagi saat ini.


"Salsa...." Emeli senang.



"Suprise......iya ini aku Emeli, apakah kamu masih sedih Emeli?" tanya Salsa.


"Ya di bilang sedih sih masih sedih Salsa, tapi percuma juga kalau aku tangisi. Gerry juga tidak akan kembali lagi padaku. Dia malah senang dan tertawa di atas tangisanku. Jadi aku harus bangkit, meski pun sejujurnya aku masih sangat mencintai Gerry. Tapi pasti lama kelamaan dengan rasa sakit ini pasti aku bisa dengan mudahnya melupakan Gerry." kata Emeli.


"Nah....gitu dong Emeli, jangan mau di perbudak oleh cintanya si playboy kelas kecoa itu (tersenyum). Aku senang kalau kamu bisa berpikiran seperti ini Emeli, itu baru namanya sahabat aku. Oh.....iya Emeli aku ke sini selain mau menghibur kamu, aku juga mau merubah penampilan kamu Emeli. Biar kamu tidak dihina dan direndahkan lagi sama orang di kampus. Sebenarnya kamu itu cantik Emeli tapi kamu tidak pernah sadar itu, jadi sudah waktunya kamu harus bangkit dan merubah diri kamu. Agar orang yang menghina dan merendahkanmu malu dan balik memuji kamu Emeli." kata Salsa.


"Tapi Salsa...." Emeli ragu.


"Sudah tidak usah pakai tapi tapi, ayo Emeli kamu harus nurut sama aku ini semua demi kebaikkan kamu, aku tidak mau semua orang di kampus mencibir kamu. Meski aku terima kamu sebagai sahabatku apa adanya, tapi aku tidak mau kalau sahabatku dihina oleh orang lain. Kamu tahu tidak Emeli, kalau kamu dihina hatiku yang sakit Emeli. Jadi suka tidak suka, mau tidak mau kamu harus mau." Salsa menarik tangan Emeli menuju kamar Emeli.


"Oke oke.....ya sudah Salsa, iya aku mau nurut apa kata kamu. Sekarang aku pasrah saja kalau kamu mau menyulapku seperti apa. Asal jangan kaya badut ya hahahahaha....." canda Emeli tertawa.


"Iya kamu tenang saja Emeli, pokoknya kamu percayakan saja semuanya padaku oke."


"Siap.....salon pribadiku." kata Emeli bergaya hormat.


Di kamar Emeli, Salsa mendudukkan Emeli di kursi rias dan menghadap ke arah kaca rias.


"Aku akan menyulap kamu menjadi cantik secantik cantiknya Emeli (ceria), cantik seperti bidadari yang turun dari khayangan, hingga semua akan terhipnotis oleh kecantikanmu." kata Salsa semangat.


Salsa mulai merubah penampilan Emeli, dan make up in Emeli. Emeli tampak cantik sekali, dan pangling karena selama ini Emeli selalu cuek akan penampilannya. Tapi sekarang sudah waktunya Salsa menyulap Emeli jadi cantik, agar tak ada lagi yang menghina dan merendahkan Emeli di kampus termasuk mantan dan geng CDS.


"Nah kan....kalau kaya gini tidak ada lagi yang menghina kamu (tersenyum). Perfect to sudah cantik, dan yang pasti bisa mengalahkan geng CDS, yang katanya cantik tapi suka ngebully orang (Salsa dan Emeli tertawa). Ini aku bawakan soflen. Pengganti kacamata kamu Emeli." kata Salsa tersenyum.


"Wah cantik banget (terpesona), ini benaran aku kan Salsa." kata Emeli yang pangling terhadap diri sendiri.


"Ya iyalah ini kamu Emeli, memangnya siapa? gimana cantik bukan." tanya Salsa tersenyum.


"Wah..... ini bukan cantik lagi Salsa, tapi cantik banget. Aku saja lihat wajah aku sendiri sampai pangling. Terima kasih ya Salsa terima kasih banget." kata Emeli sambil memegang tangan Salsa.


"Iya Emeli sama sama. Oh iya Emeli hari ini boleh tidak aku menginap di sini." kata Salsa yang merebahkan tubuhnya di atas kasur Emeli karena kelelahan. Salsa merasa puas dengan penampilan Emeli.


"Ya bolehlah Salsa sayang (tersenyum), kamu boleh menginap kapan pun kamu mau, bila perlu selamanya." kata Emeli tak percaya wajahnya bisa secantik itu.


"Jangan selamanya juga keles (tersenyum), entar mama tiri aku berkoar koar lagi. Tidak ada yang dijadikan babu lagi di rumah." kata Salsa sambil tertawa.


"Lah bisa gitu. Suruh saja gaji pembantu, kenapa harus mengandalkan kamu sih Salsa." kata Emeli.


"Ya, namanya juga mau yang gretongan hahahaha......" kata Salsa sambil tertawa.


"Hem.....pelit amat mama tiri kamu ya Salsa." kata Emeli.


"Ya begitulah Emeli." kata Salsa.


"Oh iya Emeli, kita jalan jalan yuk ke mall." ajak Salsa.


"Ke mall ngapain Salsa." tanya Emeli.


"Ya beli pakaian kamulah Emeli, kan biar kelihatan lebih cantik dan tampil sempurna. Sekali kali tampil feminim lah jangan tomboy mulu hehehehe......." ledek Salsa.


"Oh iya ya, ya sudah yuk." kata Emeli yang kemudian ambil kunci mobil dan keluar dari kamarnya untuk segera menuju mall.


Mobil Emeli meluncur membelah jalanan yang saat itu lagi tidak macet dan lancar. Sesampainya di mall Emeli dan Salsa memilih pakaian, sepatu, dan aksesoris wanita untuk Emeli setelah itu membayar semua belanjaannya. Dan setelah itu Emeli dan Salsa pulang ke rumah Emeli. Karena kelelahan akhirnya mereka tertidur pulas.


Pagi hari di kampus Emeli datang dengan Salsa dan semua mata memandang pada Emeli terpesona dan terkagum kagum pada kecantikan Emeli.



"Waw.....(terpesona), cantik banget. Itu bukannya Emeli." kata Edo.



"Iya tidak menyangka ya, sih buruk rupa bisa jadi sih cantik." Sambar Reno terpesona.



"Iya, aku mau tuh daftar jadi cowoknya Emeli hahahahaha......(tertawa), dia bisa bikin hatiku klepek klepek tak menentu." kata Ben.



"Eh, denger ya cowok cowok yang tidak seberapa tampan, masih tampanan Gonto. Emeli itu milik Gonto, dari dulu Gonto sudah menerima Emeli apa adanya, dan sekarang Gonto tambah cinta sama Emeli karena Emeli tambah cantik." kata Gonto kepedean.



"Aduh, Gonto jangan mimpi berkepanjangan deh. Mana mau Emeli sama wajah super aneh kaya kamu Gon, yang ada Emeli jijik sama kamu mending aku lah gantengnya kaya artis korea." kata Kenzo.



"Kamu itu bukan korea, tapi korengan Kenzo." kata Gonto kesal.

__ADS_1


Sepanjang jalan Emeli jadi perbincangan Mahasiswa dan Mahasiswi karena perubahan dirinya yang menjadi cantik. Emeli jadi semakin pede dan selalu tersenyum manis berdua dengan Salsa.


"Waw......(terkagum kagum), itu beneran Emeli cantik banget ya." kata Lesti.



"Sumpah dia bisa secantik itu ya guys." kata Aneta.



"Iya, Monik saja yang primadona kampus ini kalah saing sama Emeli hahahahahaha.....(tertawa), sekarang cantikkan Emeli lah ke mana mana." sambar Tefany.



"Wah.....pasti Gerry menyesal putusin Emeli dan lebih memilih Monik. Padahal Emeli sudah cantik, baik, ramah, dan tidak sombong lagi sama kita." sahut Alina.



Tanpa sengaja terdengar oleh geng Gerry dan geng CDS, Gerry melihat perubahan Emeli dan terpesona karena aura kecantikkan Emeli terpancar.


"Eh lihat Monik.....itu benaran sih cupu kok bisa ya dia secantik itu." kata Aleta yang tak menyangka akan perubahan Emeli.


"Iya Monik, banyak yang bilang loh kalau kamu kalah cantik sama sih cupu." sambar Vero.


"Masih cantikkan akulah ke mana mana. Dari pada sih cupu itu meski didandanin seperti apa pun tetap saja cupu." kata Monik menghina Emeli tidak mau kalah.


"Tapi kamu harus hati hati Monik, bisa bisa Gerry kepincut lagi sama Emeli. Buktinya saja laki laki semua pada terpesona melihat kecantikan Emeli yang sekarang." lanjut Vero.


"Ya tidak mungkinlah, Gerry kan cinta mati sama aku. Kita kan geng CDS (bergaya), jadi tidak mungkin kalah sama Emeli." kata Monik yang masih menyombongkan diri.


"C...D....S.....(bergaya), tidak mungkin kalah sama Emeli." kata Aleta dan Vero serentak.


Sementara itu antara Gerry dan gengnya sedang bercakap membicarakan perubahan Emeli.


"Waw.....cantik sekali." kata Gerry.


"Kamu menyesal putusin dia Gerr." kata Gantha ngeledek.


"Sudah sabet saja Gerr Emeli, kalau tidak aku loh yang dekatin Emeli nih. Sekarang dia bisa lebih cantik dari Monik, aku juga tidak menyangka loh perubahan dia drastis banget dia bisa secantik ini." ledek Joey.


"Enak saja itu mah jatah aku, aku yakin Emeli mau balikkan sama aku. Kan Emeli cinta mati sama aku." kata Gerry pede.


"Emeli.....Emeli.....godain kita dong." kata Jovan, Riu, dan Arnes serentak.


Emeli hanya tersenyum ramah tapi tetap menjaga image kepada para cowok yang menggodanya lalu Gerry datang menghampiri Emeli.


"Eh...hutsss....sana.....jangan gangguin cewekku." Gerry cemburu.


"Woy....mantan keles, masih saja ngaku ceweknya. Bukannya kamu sudah campakkin Emeli." kata Jovan.


"Yoa Riu.....Ya pasti dia nyesal lah, kan Emeli sekarang kecantikkannya sudah mengalahkan Monik. Kita juga mau ngantri jadi pacarnya tapi bukan untuk taruhan melainkan untuk pacaran serius. Eh....Gerry kamu mimpi kale mau balikkan lagi sama Emeli hahahaha....." sambar Arnes tertawa.


"Diam kamu aku hajar juga, kalian pergi sana." Gerry marah.


"Huuu......" sorak Jovan, Riu, dan Arnes


"Jangan mau Emeli, balikkan sama playboy cap cicak, nanti yang ada malah bikin sakit hati lagi hahahaha......" sahut Jovan sambil tertawa lalu pergi.


"Iya Emeli, jangan mau jatuh ke lobang yang sama." sambar Arnes.


"Betul.....betul....betul....(ala upin ipin). Mending sama kita saja, yang pasti akan setia sampai mati." kata Riu mempromosikan diri ala ala model iklan.


"Sudah pergi sana....." kata Gerry marah mengusir Jovan, Riu, dan Arnes.


"Huuuu.......Dasar playboy cicak." kata Jovan, Riu, dan Arnes yang kemudian meninggalkan Gerry.


"Hai......cantik....." goda Gerry menghampiri Emeli.


"Gerry, mau apa kamu samperin aku." kata Emeli cuek.


"Emeli aku mau minta maaf sama kamu, atas sikap aku kemarin. A....aku sangat menyesal sekali putusin kamu, kamu mau tidak balikkan lagi sama aku." kata Gerry.


"Loh bukannya kamu bilang kamu jijik ya pacaran sama aku, terus juga kemarin kamu bilang tidak menyesal putusin aku dan selalu membangga banggakan Monik, pacar kamu yang baru. Sudahlah Gerry rayuan kamu sudah tidak mempan lagi buat aku, basi tahu tidak. Sekarang aku tidak mau lagi percaya sama cowok yang sudah menyakiti hati aku apa lagi cowok macam kamu kan kemarin kamu sudah jadian sama Monik. Padahal baru tiga hari loh kamu jadian sama Monik, masa sudah ngajakkin balikkan aku lagi sih. Tidak punya harga diri banget sih kamu Gerr sebagai cowok yang katanya idola di kampus ini. Apa kamu sudah lupa kalau tiga hari yang lalu kamu sudah begitu menyakiti hati aku dan sekarang segampang itu kamu mau minta maaf dan ngajak balikkan aku. Oh.....tidak semudah itu Gerry." kata Emeli kesal.


"Tapi Emeli, aku benar benar sangat menyesal sekali. Karena kemarin aku sudah menghina dan putusin kamu demi Monik." kata Gerry.


"Kamu dengar kan Gerry kata kata sahabat aku, ya sudah mulai sekarang kamu jauh jauh deh dari sohib aku ini. Kamu tuh cuma kuman yang harus dibasmi dari muka bumi ini." kata Salsa.


"Apa kamu bilang." kata Gerry geram.


"Ku.....man....Kuman....." Eja Salsa meledek Gerry.


"Kurang ajar kamu ya Sal." kata Gerry.


"Biarin aja aku kurang ajar dari pada kamu kurang jelek." kata Salsa kesal.


Aleta melihat Gerry mendekati Emeli, dan langsung memberitahu Monik.


"Mon....Mon....lihat tuh sih Gerry deketin sih cupu." kata Aleta menyenggol pelan tangan Monik.


"Oh iya ya, ayo kita ke sana." perintah Monik kesal.


Monik, Aleta, dan Vero mendekati Emeli dan Gerry.


"Sayang ngapain kamu dekatin dia." tanya Monik.


"Heemmm....a....aku....aku." Gerry kebingungan garuk garuk rambut.

__ADS_1


"Tadi cowok kamu ini minta balikkan sama Emeli, tuh lihatkan Monik ternyata omongan Gerry tidak bisa dipegang, katanya mau setia. Cinta matilah. Buktinya apa, tidak ada.....Emeli berubah cantik seperti ini saja, eh....langsung deh diajak balikkan." kata Salsa.


"Diam kamu Salsa, oh gitu ya Gerr....katanya mau setia sama aku tapi ternyata diam diam kamu masih ada hati sama sih cupu ini." kata Monik marah.


"Bohong Monik, itu tidak benar Emeli yang menggoda aku duluan." kata Gerry memfitnah Emeli.


Emeli dan Salsa kaget mendengar fitnah dari Gerry yang menyangkal kalau Gerrylah yang mendekati Emeli duluan, melainkan Emeli lah yang tebar pesona duluan sama Gerry.


"Kamu memang benar benar ya, dasar wanita murahan." kata Monik ingin menampar Emeli tapi Emeli dengan gercep menangkap tangan Monik.


"Eh Monik.....bukannya sahabat aku sudah bilang ya, kalau Gerrylah yang nyamperin aku duluan (memegang tangan Monik yang ingin menampar Emeli), dan Gerry pula yang ngajak aku balikkan duluan bukan aku, tapi asal kamu tahu saja ya Monik kalau aku tidak mau balikkan lagi sama Gerry, karena aku sudah terlanjur sakit hati banget sama Gerry jadi aku nolak dia untuk balikkan paham loh, karena apa....karena aku tidak mau balikkan sama pecundang dan pengecut seperti Gerry yang tidak mau mengakui pada ceweknya kalau dia yang tebar pesona duluan sama aku. Kamu bilang aku murahan, hallo....yang murahan itu siapa, kamu atau aku. Yang ngejar ngejar cowok duluan itu siapa kamu atau aku hah.....kamu mau ambil Gerry gih deh ambil bekas aku, bagi aku mantan tidak perlu dikenang tapi dibuang ke bak sampah (melepas tangan Monik). Dan kamu Gerry jangan kegeeran siapa juga yang godain kamu duluan yang ada kamu yang godain aku duluan banyak saksi di sini, jadi kamu jangan coba coba fitnah aku karena aku bukan wanita lemah lagi seperti dulu. Dan sekarang kamu bukan level aku lagi paham kamu (dorong Gerry kasar dan hampir terjatuh). Ayo Salsa" kata Emeli kesal.


"Aduh.....kok Emeli jadi sekuat dan seberani itu ya." kata Gerry bingung menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Monik, Aleta, Vero, dan Gerry kaget karena Emeli berubah 90 derajad menjadi cantik dan pemberani melawan yang ngebully dia.


"Yee.....sok cantik banget sih." kata Aleta yang melihat Emeli pergi.


"Iya, cantikkan juga kita ya karena belum ada yang mengalahkan kecantikkan kita. Emeli mah tidak ada apa apanya." kata Vero kepedean.


"Uh.....kamu Gerry memang tidak bisa dipercaya." kata Monik kesal dan pergi meninggalkan Gerry.


"Ya....sayang....sayang tunggu." kata Gerry mengejar Monik yang lagi ngambek.


"Sumpah Emeli, kamu keren banget Emeli benar benar berani melawan sih Monik tadi dia mati kutu kamu gituin loh." kata Salsa senang.


"hahaha.....(tertawa), iya semua ini kan berkat kamu Salsa kamu yang selalu menssuport aku. Dan kamu lulus menjadi salon pribadi aku Salsa karena berkat make up kamu aku bisa jadi secantik ini dan semua teman teman kampus mengagumi kecantikan aku. Terima kasih ya sahabatku yang paling baik." kata Emeli.


"Sama sama cantik. Karena kamu sebenarnya memang cantik apa lagi kalau sudah dandan Emeli, wah......aura kecantikanmu tambah bersinar." kata Salsa.


"Ah....kamu Salsa bisa saja." kata Emeli wajahnya tersipu malu.


Saling berpelukkan dan tertawa bahagia, dua sahabat yang saling melindungi dan setia kawan.


Salsa melihat Hellena, Nadhifa, dan Kesya yang pernah mencibir Emeli kemarin membanding bandingkannya dengan Monik.


"Eh.....Emeli, tuh lihat ketiga cewek biang gosip yang kemarin mencibir kamu." kata Salsa.


"Oh iya ayo kita ke sana." kata Emeli.


"Hai.....guys....." tegur Emeli.


"E.....Emeli ini kamu." kata Nadhifa gugup.


"Ya iyalah ini aku memangnya siapa." jawab Emeli.


"Sumpah kamu cantik banget Emeli." kata Hellena terkagum kagum.


"Oh ya, baru tahu ya kalau Emeli itu bisa secantik ini." kata Salsa ketus.


"Salsa, kamu masih marah ya sama kita." tanya Kesya.


"Kata kata kamu loh yang kemarin, sudah sangat menyakiti sahabat aku Emeli." kata Salsa ketus.


"Iya deh kita minta maaf sama kamu Salsa, Emeli. Mau kan kalian memaafkan kami." kata Nadhifa.


"Kita nyesal kemarin sudah menghina kamu, ternyata kamu bisa lebih cantik dari Monik loh. Dan ternyata benar kata Salsa kalau selain hati Emeli cantik ternyata wajahnya juga lebih cantik sekarang." kata Hellena.


"Oke kita maafkan kamu, tapi kalian harus janji ya. Lain kali jangan menilai orang dari fisik saja dan pilah pilih teman untuk menjadi sahabat kalian. Karena kapan pun orang yang kalian hina bisa berubah drastis dan lebih menarik dari kalian bertiga. Paham kalian...." kata Emeli dengan tersenyum.


"I.....iya paham Emeli." kata Hellena, Nadhifa, dan Keysa serentak.


"Ya sudah, ayo Salsa kita ke kelas." ajak Emeli.


"Ayo....." jawab Salsa yang masih jutek melihat Hellena, Nadhifa, dan Keysa.


Wajah Hellena, Nadhifa, dan Keysa berubah jadi tidak enak dengan Emeli dan Salsa.


"Aduh.....aku jadi tidak enak nih kemarin sudah menghina Emeli, dan ngajak ribut Salsa." kata Hellena.


"Iya aku juga, ternyata yang kemarin kita hina. Sekarang malah lebih cantik dari kita. Kita mah sekarang sudah tidak ada apa apanya dari Emeli, Emeli hampir sempurna. Makhluk Tuhan yang paling cantik." sambar Nadhifa.


"Ya sudah, tidak apa apa. Yang penting kan kita sudah minta maaf sama Emeli dan Salsa. Mereka pun juga sudah memaafkan kita kan, jadi permasalahan mereka sama kita sudah selesai." kata Keysa.


"Iya kamu benar Keysa." kata Hellena dan Nadhifa serentak.


"Ya sudah kita ke kelas yuk." ajak Keysa


"Ayo." kata Hellena dan Nadhifa serentak.


Gerry masih mengejar Monik yang lagi ngambek.


"Monik maafkan aku ya, aku janji tidak akan mengulangi lagi. Dengar penjelasan aku dulu Mon, aku tadi cuma penasaran saja sama Emeli karena aku masih mau mobil sportnya Gantha dan mogenya Joey." kata Gerry berbohong.


"Sayangku.....jangan diam saja dong jawab aku kan cuma sayang sama kamu. Nanti kalau kamu marah marah cantiknya hilang loh aku janji deh tidak akan mengulangi lagi aku cuma akan setia sama kamu saja Monik, percaya deh sama aku." rayu Gerry sambil mencolek dagu Monik, dan Monik tersenyum manis.


"Nah gitu dong senyum kan tambah cantik, jangan cemberut lagi ya nanti cepat tua loh." rayu Gerry.


"Kamu janji ya Gerry, kamu akan selalu setia sama aku." kata Monik.


"Iya suer tekewer kewer deh my honey, aku janji." kata Gerry sambil mengacungkan kelingkingnya seperti anak kecil yang mau baikkan dan Monik membalas kelingking Gerry.


"Untung saja Monik percaya dengan omongan aku. Pokoknya aku harus bisa balikkan lagi sama Emeli, aku tidak rela jika ada laki laki lain yang dekatin dia selain aku." batin Gerry.


Gerry cuma berbohong saja pada Monik, karena Gerry tetap jatuh hati benaran pada Emeli. Kali ini dia benar benar terpesona oleh kecantikan Emeli. Sifat playboynya masih melekat pada dirinya, dan Gerry juga tidak akan berhenti untuk mengejar ngejar Emeli sampai Emeli kembali padanya. Karena kali ini Gerry benar benar tergila gila pada kecantikan Emeli yang membuat seisi kampus mengagumi kecantikannya, tapi sayangnya Emeli sudah terlanjur sakit hati pada Gerry.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘

__ADS_1


__ADS_2