
Heni Alisa Wijaya, Anak kedua dari CEO terkaya di negara X yang bernama Bapak Hendra Wijaya & Maya Wijaya ( Mantan aktris terkenal di negara X ), Heni Tinggal bersama orang tuanya di mansion keluarga Wijaya.
Sebelumnya Heni Berkuliah & tinggal di Prancis Bersama sang kakak Dion Arga Wijaya, Namun Heni mengalami Toxic relationship dengan sang mantan kekasihnya ( Maxime Alexander ), Yang membuat pak Hendra marah besar dan semakin posesif terhadap anak perempuannya, Pak Hendra juga menyuruh Heni Tinggal & pindah kampus di negara lahirnya.
Namun akhirnya Heni bertemu dengan orang yang benar-benar mencintainya dengan tulus, dia adalah ( Dimas Nugraha ), Anak dari Alex Nugraha dan Nana Nugraha.
Namun kisah cinta Mereka di uji, karena ayah Dimas adalah musuh bebuyutan tuan Hendra Wijaya.
Akankah mereka mendapatkan restu dari Hendra Wijaya, Dan akankah Dimas mampu meyakinkan dan mendapatkan restu dari orang tua Heni.
# MANSION KELUARGA WIJAYA #
Tok tok tok tok ( Suara ketukan pintu )
" Heni... sayang bangun, sudah siang nak, nanti kamu telat ke kampus, ini kan hari pertama kamu kuliah kampus baru " Suara Bu Maya sangat keras di balik pintu membuat Heni mulai membuka matanya.
" iya Ma sebentar lagi bangun, 5 menit lagi Heni turun " jawab Heni pelan sambil membuka matanya.
" cepet bangun ini sudah siang, kamu enggak lihat jam sudah jam 8 nak " Bu Maya terus mengomel di balik pintu.
" Iya mama sayang " Teriak Heni dari dalam kamar.
Heni melirik jam dinding di kamarnya, dan langsung bangun dari tidurnya, berlari ke kamar mandi, dan mulai bersiap-siap , Heni terlambat bangun, karena semalaman Heni sibuk mencari ide untuk menyamar, dihari pertama kuliah.
Dan Bu Maya Turun ke bawah, menuju ke meja makan untuk menemui suaminya.
" Mah udahlah jangan dikerasin terus putri kita, kan kasihan dia baru pindah dari Prancis.
" terus maksud papa, Mama harus manjain Heni gitu, sama seperti papa yang manjain dia terus, 🧐, mau jadi apa Pah anak kita " Sahut Bu Maya dan duduk di sebelah pak Hendra.
" Ya sudah terserah mama deh, " Jawab pak Hendra malas berdebat di pagi hari.
di tengah perdebatan sepasang suami istri, Heni yang sudah lengkap dengan baju kuliah mewah pilihan mamanya, mulai menuruni tangga berjalan ke bawah menuju meja makan.
" Pagi papa ganteng " sambil memeluk Pak Hendra " pagi Mama cerewet " Sahutnya lagi, Heni memang sangat senang mengejek Bu Maya.
" Pagi sayang " Pak Hendra mengusap kening Heni.
" Mama cerewet-crewet gini juga sayang sama kamu nak " Ketus Bu Maya sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Hahahahah " Seketika tawa Heni dan Pak Hendra pecah.
" Iya iya mama sayangku " Beralih memeluk Bu Maya.
" Heni sayang,,,, nanti kamu diantar sama pak Mamat ya, Soalnya hari ini papa ada rapat penting " jelas pak Hendra sambil memakan sarapannya.
" Siap Pah " Jawab heni sambil mengangkat tangannya seperti hormat.
Dan mereka bertiga memulai sarapan dengan hikmat, begitu hangat suasana sarapan di rumah bapak Hendra Wijaya.
Setelah sarapan selesai pak Hendra mulai berpamitan pada istri dan anaknya.
" mah, papa berangkat dulu ya " Pak Hendra beranjak dari tempat duduk, mengusap punggung istrinya.
" iya pa, Mama antar ke depan ya Pah " Membawa tas kerja milik pak Hendra.
" sama mah heni juga mau berangkat ke kampus " Heni tergesa-gesa sambil meminum susunya.
" selesaikan dulu sarapannya sayang, Jangan buru-buru gitu " ucap pak Hendra melihat Heni makan dengan cepat-cepat.
" udah Pa, Heni udah kenyang " sambil tersenyum semanis mungkin.
" Ooh jadi Heni aja nih yang manis " Cletuk Bu maya sambil memanyunkan bibir kearah pak Hendra, lalu berjalan ke arah pintu keluar mansion.
" ya enggak dong, mama juga manis, cantik, dan membuat papa tergila-gila " Ucap pak Hendra sambil Memeluk Istrinya.
" Mama memang aktris hebat, mampu membuat CEO terkaya ini bertekuk lutut " Cletuk Heni, Dan berhasil membuat sepasang suami isteri itu tertawa.
sesampainya di depan pintu, Pak Hendra memanggil supirnya.
" Pak Mamat tolong anterin Hani ke kampus ya, saya sama supir yang lain saja " Titah pak Hendra kepada sang supir pribadinya.
" siap Tuan " Jawab pak Mamat membungkukkan badan memberi hormat.
" yasudah ma, papa berangkat dulu ya " Ucap pak Hendra sambil mencium kening Bu Maya.
" Hati² dijalan ya pa " Sambil mencium punggung tangan suaminya.
" iya mah, Heni papa duluan ya, Kamu jaga diri baik-baik ya nak, Semoga kampus barumu nyaman "
" Siap papa, Papa juga hati² dijalan " sambil memeluk ayahnya.
__ADS_1
" iya sayang, Papa pergi dulu, Assalamualaikum " Ucap pak Hendra keluar pintu mansion.
" Waalaikumsalam " Ucap Bu Maya & Heni bersamaan.
Setelah kepergian mobil pak Hendra, Heni juga mulai berpamitan pada Bu Maya.
" mah Hani berangkat juga ya " memeluk Bu Maya.
" iya sayang, ini hari pertama kamu, jadi jangan sampai terlambat " Bu Maya mengelus rambut Heni.
" iya mama bawel sayang ku " mencubit pipi Bu Maya.
Heni berjalan menghampiri pak Mamat, yang sedang mengelap mobil di depan mansion.
" Semoga pak Mamat mau diajak bermain drama. " ~Batin Heni.
" Pagi pak " sapa Heni pada sang supir.
" Pagi nona, silahkan masuk " Membalas sapaan Heni, membungkuk & membuka pintu mobil untuk Heni.
" Makasih pak " Heni berjalan masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang.
Mobil Hani dan pak Mamat pun keluar Dari mansion Keluarga Wijaya, menuju ke kampus baru Heni, Kampus Internasional tempat anak-anak orang kaya berkuliah.
Di dalam mobil Heni mulai gelisah, memikirkan bagaimana cara dia mengganti penampilannya, Dan memulai semua rencana penyamaran yang sudah di pikiran dari kemarin malam.
Heni merasa sedikit takut kalau pak Mamat memberitahu pada papanya tentang penyamarannya,
Karena Heni tau kalau pak Mamat adalah supir pribadi dan salah satu orang kepercayaan papanya.
" Semoga pak Mamat tidak memberitahu papa dan mama soal ini, Karena aku mau papa mendengar langsung dari mulutku sendiri " ~Batin Heni.
Setelah berpikir panjang Heni memutuskan untuk tetap merubah penampilannya didalam mobil, Heni mulai berdandan menggunakan bedak berwarna coklat, menutupi warna kulitnya yang putih bersih.
" Huh aku benar-benar mewarisi kecantikan mama " ~Batin Heni saat melihat pantulan wajahnya dari cermin.
Heni benar-benar sangat cantik, Kecantikannya mampu membuat semua laki-laki berhenti mengedipkan matanya.
" Pantas saja mama menjadi aktris terkenal, Aku memang cantik tapi tetap lebih cantikan mama " ~Gumam Heni sambil cekikikan sendiri.
Heni mulai memasang tompel palsu, menggunakan alat make-up yang sudah dia siapkan, sesekali Heni melirik ke arah pak Mamat yang sedari tadi kebingungan.
__ADS_1