PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
PENGAKUAN


__ADS_3

Matahari mulai menunjukkan senyumnya, Semua orang terbangun dari tidurnya.


TOK TOK TOK...


" Heni sayang, mama boleh masuk enggak ?? "


" Boleh ma, sebentar Heni bukain pintunya " Teriak Heni dari dalam kamar.


CEKLEKK..


" Maaf ya ma, lama bukain pintunya, soalnya tadi Heni baru selesai mandi "


" Iya sayang " Bu Maya langsung masuk ke kamar Heni dan langsung mengunci pintu kamar Heni.


" Kenapa dikunci ma ?? " Heni mulai keheranan dengan tingkah mamanya.


" Mama mau bicara penting nak, Heni apa ada sesuatu yang kamu dan Dimas sembunyikan ?? " Tanya Bu Maya to the point.


" Apa sebaiknya aku katakan semuanya kepada mama sekarang ya ?? " ~Batin Heni.


" Heni, jangan diam saja nak !! " Bentak Bu Maya.


" Kenapa mama marah, Heni takut ma " Jawab Heni lirih.


" Kamu tahu kan, mama sama papa tidak suka dibohongi, jadi mama minta sekarang juga kamu bicara yang sebenarnya " Tegas Bu Maya.


" Baiklah ma, sebenarnya kak dimas itu, anak dari keluarga Nugraha ma " Ucap Heni pelan, namun penuh penekanan.


" Apa nak, Masalah sebesar ini kamu sembunyikan dari kami " Bentak Bu Maya.


" Hiks hiks hiks, Ma maafin aku, Dimas dan aku punya alasan tersendiri ma " Jawab Heni sambil menangis.

__ADS_1


Bu Maya yang melihat kesedihan Dimata Heni, merasa tidak tega, dia langsung memeluk Heni.


" Apa alasannya nak ?? " Tanya Bu Maya sambil mengelus punggung Heni.


" Heni tidak mau menghancurkan pertunangan kakak ma, pasti mama sudah mati-matian membujuk papa, untuk memberikan restu pada kak dion " Air mata Heni terus mengalir.


" Maafkan mama nak, kali ini mama tidak bisa membantu kamu, kalau saja kamu mengetahui alasan papa membenci keluarga Nugraha, mama yakin kamu akan menjauhi dimas " Bu Maya juga ikut menitihkan air matanya.


" Heni tahu semua ma, Alex Nugraha adalah pembunuh paman hendro kan ma ?? " Jawab Heni dengan senyum kecut.


" Bagaimana kamu bisa tahu nak ?? " Bu Maya menutup mulutnya karena terlalu kaget.


" Heni tahu semua ma, karena Dimas berkata jujur, bahkan Dimas ingin berkata jujur pada papa, tapi aku melarangnya " Jelas Heni.


" Maafkan kami nak, karena dendam masa lalu, kamu dan Dion terkena getahnya " Bu Maya menangis.


" Iya ma, ma Heni tidak masuk kuliah ya hari ini, Heni tidak bersemangat ma " Ucap Heni sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Iya nakk, nanti mama bilang ke pihak kampus, kamu istirahat saja "


'' *Kenapa selalu aku yang tersakiti, Kenapa tuhan, dulu bersama Maxime papa selalu menyalahkan aku & memaksakan kehendaknya, Sekarang Dimas, disaat aku benar-benar mencintainya, papa tidak akan memberi restu, apa salahku??, Kenapa selalu aku yang berkorban " ~Batin Heni.


" Kasihan Heni, maxime laki-laki kurang ajar papanya malah merestui, sekarang saat Heni menemukan laki-laki yang benar-benar Heni cintai, mereka malah terhalang restu suamiku, Semoga suamiku mengambil keputusan yang tepat untuk Heni " ~Batin Bu Maya*.


Bu Maya langsung keluar dari kamar Heni, mengusap air matanya, dan berjalan ke lantai bawah, menuju meja makan.


" Ma, Heni kok belum turun ?? " Tanya pak Hendra saat melihat istrinya.


" Itu pa Heni sedang tidak enak badan, dia cuti kuliah satu hari " Jelas Bu Maya.


" Heni kenapa ma, biar papa ke atas " Beranjak dari tempat duduknya, namun dengan cepat Bu Maya menyentuh tangan pak Hendra.

__ADS_1


" Tidak usah pa, kali ini papa dan mama tidak bisa menenangkan Heni, Hanya Dion yang bisa, Dion naiklah temui adikmu "


" Baiklah ma, Dion naik keatas dulu ya pa " Pamit Dion pada orang tuanya.


" Ma, ada apa dengan Heni ?? " Tanya pak Hendra lagi, saat Dion sudah naik ke lantai atas.


" Sudahlah pa, kali ini papa tidak akan menuruti keinginan Heni, mama yakin itu " jawab Bu Maya dengan wajah sedih.


Seperti mengerti perkataan Istrinya, pak Hendra hanya diam saja, dan langsung memulai sarapannya.


" Ma dengarkan papa, Mama, Heni dan Dion adalah hidup papa, apapun akan papa berikan, selama papa mampu memberikan " tegas pak Hendra dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Tapi kali ini, mama yakin papa tidak akan memberikan itu kepada Heni pa, hiks hiks hiks,,,,,," Bu Maya menangis pilu.


" Apa yang Heni mau ma ?? " Tanya pak Hendra lagi.


" Nanti setelah dimas datang, papa akan mengetahui semuanya " Jawab Bu Maya dan langsung berlari ke kamarnya.


Pak Hendra langsung berangkat ke kantor, karena hari ini ada rapat penting, dan Dion tidak bisa membantu pak Hendra.


TOK TOK TOK.....


" Dek ini kakak, tolong di buka pintunya " Dion terus mencoba mengetuk pintu kamar Heni, namun tidak ada sahutan dari dalam.


Saat dion ingin pergi, Heni membuka pintunya.


CEKLEKK...


" Kak Dion " Heni memanggil Dion dengan lirih.


Dion menoleh kearah heni, Mata Heni sudah merah dan bengkak karena lelah menangis.

__ADS_1


" Kamu kanapa dek ?? " Tanya Dion dan langsung memeluk Heni.


" Heni sudah mengatakan semua kepada mama kak " Jawab Heni lirih, dan langsung mengunci pintunya.


__ADS_2