
Matahari mulai menunjukkan senyumnya, Semua orang terbangun dari tidurnya.
TOK TOK TOK...
" Heni sayang, mama boleh masuk enggak ?? "
" Boleh ma, sebentar Heni bukain pintunya " Teriak Heni dari dalam kamar.
CEKLEKK..
" Maaf ya ma, lama bukain pintunya, soalnya tadi Heni baru selesai mandi "
" Iya sayang " Bu Maya langsung masuk ke kamar Heni dan langsung mengunci pintu kamar Heni.
" Kenapa dikunci ma ?? " Heni mulai keheranan dengan tingkah mamanya.
" Mama mau bicara penting nak, Heni apa ada sesuatu yang kamu dan Dimas sembunyikan ?? " Tanya Bu Maya to the point.
" Apa sebaiknya aku katakan semuanya kepada mama sekarang ya ?? " ~Batin Heni.
" Heni, jangan diam saja nak !! " Bentak Bu Maya.
" Kenapa mama marah, Heni takut ma " Jawab Heni lirih.
" Kamu tahu kan, mama sama papa tidak suka dibohongi, jadi mama minta sekarang juga kamu bicara yang sebenarnya " Tegas Bu Maya.
" Baiklah ma, sebenarnya kak dimas itu, anak dari keluarga Nugraha ma " Ucap Heni pelan, namun penuh penekanan.
" Apa nak, Masalah sebesar ini kamu sembunyikan dari kami " Bentak Bu Maya.
" Hiks hiks hiks, Ma maafin aku, Dimas dan aku punya alasan tersendiri ma " Jawab Heni sambil menangis.
__ADS_1
Bu Maya yang melihat kesedihan Dimata Heni, merasa tidak tega, dia langsung memeluk Heni.
" Apa alasannya nak ?? " Tanya Bu Maya sambil mengelus punggung Heni.
" Heni tidak mau menghancurkan pertunangan kakak ma, pasti mama sudah mati-matian membujuk papa, untuk memberikan restu pada kak dion " Air mata Heni terus mengalir.
" Maafkan mama nak, kali ini mama tidak bisa membantu kamu, kalau saja kamu mengetahui alasan papa membenci keluarga Nugraha, mama yakin kamu akan menjauhi dimas " Bu Maya juga ikut menitihkan air matanya.
" Heni tahu semua ma, Alex Nugraha adalah pembunuh paman hendro kan ma ?? " Jawab Heni dengan senyum kecut.
" Bagaimana kamu bisa tahu nak ?? " Bu Maya menutup mulutnya karena terlalu kaget.
" Heni tahu semua ma, karena Dimas berkata jujur, bahkan Dimas ingin berkata jujur pada papa, tapi aku melarangnya " Jelas Heni.
" Maafkan kami nak, karena dendam masa lalu, kamu dan Dion terkena getahnya " Bu Maya menangis.
" Iya ma, ma Heni tidak masuk kuliah ya hari ini, Heni tidak bersemangat ma " Ucap Heni sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
" Iya nakk, nanti mama bilang ke pihak kampus, kamu istirahat saja "
'' *Kenapa selalu aku yang tersakiti, Kenapa tuhan, dulu bersama Maxime papa selalu menyalahkan aku & memaksakan kehendaknya, Sekarang Dimas, disaat aku benar-benar mencintainya, papa tidak akan memberi restu, apa salahku??, Kenapa selalu aku yang berkorban " ~Batin Heni.
" Kasihan Heni, maxime laki-laki kurang ajar papanya malah merestui, sekarang saat Heni menemukan laki-laki yang benar-benar Heni cintai, mereka malah terhalang restu suamiku, Semoga suamiku mengambil keputusan yang tepat untuk Heni " ~Batin Bu Maya*.
Bu Maya langsung keluar dari kamar Heni, mengusap air matanya, dan berjalan ke lantai bawah, menuju meja makan.
" Ma, Heni kok belum turun ?? " Tanya pak Hendra saat melihat istrinya.
" Itu pa Heni sedang tidak enak badan, dia cuti kuliah satu hari " Jelas Bu Maya.
" Heni kenapa ma, biar papa ke atas " Beranjak dari tempat duduknya, namun dengan cepat Bu Maya menyentuh tangan pak Hendra.
__ADS_1
" Tidak usah pa, kali ini papa dan mama tidak bisa menenangkan Heni, Hanya Dion yang bisa, Dion naiklah temui adikmu "
" Baiklah ma, Dion naik keatas dulu ya pa " Pamit Dion pada orang tuanya.
" Ma, ada apa dengan Heni ?? " Tanya pak Hendra lagi, saat Dion sudah naik ke lantai atas.
" Sudahlah pa, kali ini papa tidak akan menuruti keinginan Heni, mama yakin itu " jawab Bu Maya dengan wajah sedih.
Seperti mengerti perkataan Istrinya, pak Hendra hanya diam saja, dan langsung memulai sarapannya.
" Ma dengarkan papa, Mama, Heni dan Dion adalah hidup papa, apapun akan papa berikan, selama papa mampu memberikan " tegas pak Hendra dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Tapi kali ini, mama yakin papa tidak akan memberikan itu kepada Heni pa, hiks hiks hiks,,,,,," Bu Maya menangis pilu.
" Apa yang Heni mau ma ?? " Tanya pak Hendra lagi.
" Nanti setelah dimas datang, papa akan mengetahui semuanya " Jawab Bu Maya dan langsung berlari ke kamarnya.
Pak Hendra langsung berangkat ke kantor, karena hari ini ada rapat penting, dan Dion tidak bisa membantu pak Hendra.
TOK TOK TOK.....
" Dek ini kakak, tolong di buka pintunya " Dion terus mencoba mengetuk pintu kamar Heni, namun tidak ada sahutan dari dalam.
Saat dion ingin pergi, Heni membuka pintunya.
CEKLEKK...
" Kak Dion " Heni memanggil Dion dengan lirih.
Dion menoleh kearah heni, Mata Heni sudah merah dan bengkak karena lelah menangis.
__ADS_1
" Kamu kanapa dek ?? " Tanya Dion dan langsung memeluk Heni.
" Heni sudah mengatakan semua kepada mama kak " Jawab Heni lirih, dan langsung mengunci pintunya.