
Setelah acara arisan selesai semua orang meninggalkan restoran red Velvet itu, dan menaiki mobilnya masing-masing, dan menuju ke rumah mereka.
Bu Nana dan Dimas, berjalan ke arah parkiran, Bu Nana merasa heran melihat Dimas yang terus tersenyum sendiri.
" Dim, Heni sangat antik ya " Cletuk Bu Nana menggoda anaknya yang senyum-senyum sendiri.
" Mama selalu memuji Heni, " jawab Dimas datar.
" Tapi benarkan dim ? Heni benar-benar sangat cantik, baik, dan sopan, pokoknya kamu harus sering-sering mengajak Heni main ke rumah, supaya mama ga kesepian " Minat Bu Nana.
" iya ma, kapan-kapan dimas mengajak Heni, itupun kalau Heni mau ma " Jawab Dimas.
" pasti dia mau sayang" jawab Bu nana bersemangat.
Namun tiba² semangat Bu Nana menghilang, ketika dia melihat seseorang berumur 48thn dengan gadis muda berumur 27thn, sedang bermesraan di dalam mobil, Seperti anak muda yg lagi kasmaran, Tanpa sadar air matanya jatuh dipipi mulus Bu Nana.
" Mama kenapa menangis " Tanya dimas heran melihat perubahan sikap mamanya.
Namun tak mendapat jawaban dari sang mama, akhirnya Dimas menoleh ke arah yang mamanya lihat, Sontak membuat Dimas emosi dan mengepalkan tangannya.
" Cihh sudah tua, gapunya malu, jalang mana lagi yang dia pilih " decih dimas saat melihat ayahnya dan madunya.
" Ayo ma kita pulang " sambil menarik pelan tangan Bu Nana, untuk masuk kedalam mobil.
" Sayang apa kurangnya mama, Kenapa papamu sangat tega dengan mama " tanya Bu Nana dan menangis di dada bidang Dimas.
" Sudahlah ma, Papa saja yang terlalu bodoh, membuang berlian seperti mama, dan memilih Jal*ng menjijikkan " Dimas sangat geram dengan kelakuan papa dan selingkuhannya itu.
" Sayang mama harap kamu tidak mewarisi kelakuan papamu itu nak, jangan pernah menyakiti wanita " Bu Nana terus menasehati anaknya.
__ADS_1
" Iya ma, Dimas janji, papa dan Dimas orang yang berbeda ma " sambil memeluk mamanya.
" Dimas mama capek nak, mama sudah tidak tahan lagi dengan papamu " Menangis sendu di dada bidang Dimas.
Dimas bingung harus berkata apa, karena Dimas sudah sering menyuruh mamanya menggugat cerai papanya, tapi selalu saja ditolak oleh Bu Nana, Sampai sekarang, dengan alasan nama baik keluarga Nugraha & janji Bu Nana pada sang ayah.
" Terus apa yang ingin mama lakukan ?? " Tanya Dimas pasrah dengan semua keputusan mamanya.
" Mama ingin cerai nak " ucap Bu Nana yang membuat Dimas membulat kan matanya.
" apa mama yakin " tanya Dimas memastikan.
Bu Nana hanya menganggukan kepalanya, dan berkata.
" Bagaimana menurutmu nakk ?? "
tanya Bu Nana dengan lirih.
" Baiklah nak, beri mama waktu 3hari untuk meyakinkan hati mama " Ucap Bu Nana.
" Mama pasti bisa " Dimas memberi semangat mamanya.
" Iya nak " Jawab Bu Nana.
" Semoga ini keputusan yang tepat, aku sudah capek berkorban terus selama 6tahun, Tapi Alex tidak pernah menghargai itu semua, Aku sangat membencimu Alex " ~Batin Bu Nana.
Setelah 30 menit, mobil sampai ke Mansion mewah milik keluarga Nugraha, Supirpun membukakan pintu untuk Bu Nana & Dimas.
" Silahkan nyonya " Ucap sang supir, sambil membungkukkan badan memberi hormat.
__ADS_1
" makasih pak " Jawab Bu Nana.
Meskipun Bu Nana orang kaya, dia sangat ramah kepada semua orang, bahkan kepada para pelayan.
" Sama² nyonya " Ucap sang supir.
Setelah turun dari mobil, Bu Nana bertanya kepada Dimas.
" Kamu tidak turun nak "
" Tidak ma, Dimas masih ada urusan sebentar, Dimas pamit dulu ya ma " Ucap Dimas dengan senyum ke arah mamanya.
" Baiklah nak hati² dijalan ya nak "
" iya ma, Assalamu'alaikum " Ucap Dimas, sambil mencium punggung tangan mamanya.
" Waalaikumsalam nak " Jawab Bu Nana.
Mobil yg Dimas tumpangi melaju melewati gerbang kokoh milik keluarga Nugraha itu, Dan terus berjalan.
" Pak kita ke mansion keluarga Bramasta ya "
titah Dimas pada sang supir.
" baik tuan muda " jawab sang supir.
Pikiran Dimas sangat kacau, Saat ada sesuatu yang mengganggu pikirannya dia selalu datang ke rumah Briyan Bramasta.
" Semoga pikiranku menjadi lebih tenang, setelah bercerita kepada Om Briyan " ~Batin Dimas.
__ADS_1
Sesampainya di rumah keluarga Bramasta, dimas langsung menaiki lift rahasia milik Briyan Bramasta ( Ayah Rani dan paman Dimas ).