PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
DINNER KELUARGA II


__ADS_3

Heni berjalan ke arah orang tua Rani, dan langsung mencium tangan kedua orang tua Rani.


" Selamat datang di rumah kami om & tante, Silahkan duduk " Ucap Heni dengan sangat sopan.


Bu bunga dan pak Briyan duduk di sofa sebelah kiri Dimas, sedangkan Heni duduk di sebelah kanan Dimas, Heni memperhatikan wajah Dimas yang bingung & sedikit canggung.


" Kak Dimas kenapa ? " Bisik Heni di telinga Dimas.


" Sayang, apa sebaiknya kita jujur saja, tentang jati diriku yang sebenarnya " Bisik Dimas dengan sedikit canggung.


" Husstttt jangan sayang, Sebentar lagi papa juga datang, aku gak mau kalau rencana mama menjadi berantakan " Heni kembali berbisik di telinga Dimas.


" Rencana apa sayang " Dimas benar-benar merasa penasaran.


Belum sempat menjawab pertanyaan Dimas, namun tiba-tiba Bu Maya berdehem dari belakang mereka.


" Hem Hem Hem, Bicara apa sih, serius amat " tanya Bu Maya sambil mengelus rambut Heni.


" Eh mama , enggak kok ma " Jawab Heni berbohong.


" Yasudah kalau gitu, kita langsung ke meja makan, sebentar lagi papa dan Dion datang, mari pak Briyan, jeng bunga "


" Kuenya udah siap ma ? "


" Sudah sayang , pelayan sudah menyajikan di meja makan "


Mereka semua berjalan ke arah ruang makan, setelah menunggu 10 menit, terdengar suara pak Hendra & Dion memasuki mansion, Heni langsung berlari ke luar dan langsung menutup mata Dion dengan kain.


" Malam pa, malam kak Dion " sapa Heni


" malam sayang " Pak Hendra mengelus rambut Heni.


" Dek kamu mau ngapain sih ? " Dion mencoba melepas pengikat matanya.


" Udah deh kak diam aja, jangan banyak protes " Heni dan pak Hendra menuntun Dion ke arah meja makan.


Bu Maya, Heni, pak Hendra dan yang lain langsung berteriak " SELAMAT ULANG TAHUN DION "


Dion membuka penutup matanya, Dion benar-benar kaget saat melihat Rani & orang tuanya juga datang.


" Pa, ma semua ini, apa kakak tidak mimpi Heni " Dion mencubit pipinya sendiri.


" enggak kak, kakak engga mimpi, ini kenyataan " Jawab Heni sambil mencubit pipi Dion kasar.


" Aw sakit dek " pekik Dion.


" nyata kan kak " Heni cekikikan melihat kakaknya kesakitan.


" Selamat ulang tahun ya kak " Memeluk Dion.


" Selamat ulang tahun sayang " Pak Hendra dan Bu Maya juga memeluk Dion.


Rani dan yang lain juga bergantian mengucapkan selamat untuk Dion, Setelah itu mereka duduk di meja makan, Para pelayan menyajikan makanan di piring semua orang.


" Makasih ma pa, ini kado terindah bagi Dion " Dion bergantian Memeluk Bu Maya & pak Hendra.

__ADS_1


" ini belum seberapa sayang, papamu masih punya hadiah yang spesial untukmu " Sahut Bu maya.


" benarkah itu pa, apa pa ? " Tanya Dion antusias.


Bukannya menjawab, tapi pak Hendra malah beranjak dari duduknya, dan berjalan ke arah tuan Briyan Bramasta.


" Hadiahnya adalah, papa dan om Briyan akan menjadi besan " Ucap pak Hendra sambil memukul pundak pak Briyan.


" apa kamu yakin bro " ucap Pak Briyan langsung memeluk pak Hendra.


" iya bro " jawab pak Hendra.


Dion, Rani dan yang lain hanya melongo melihat perubahan pak Hendra, namun berbeda dengan Bu Maya, dia tetap santai di tempat duduk, karena dia sudah mengetahui itu.


" Kalian bisa memilih tanggal untuk langsung bertunangan " Ucap Bu Maya.


" jadi mama sama papa setuju dengan hubunganku dan Rani ma ? " Dion langsung memeluk Bu Maya dia benar-benar bahagia .


" Iya sayang " jawab Bu Maya Membalas pelukan Dion.


" jadi kapan kalian akan bertunangan? " Bu bunga ikut berbicara.


" Besok Tante " jawab Dion dengan tegas.


" Ha besok , apa tidak terlalu cepat kak? " Heni benar-benar heran dengan keputusan kakaknya.


" Enggak dek sebelum singa kita berubah pikiran " Jawab Dion berbisik di telinga Heni.


Heni dan Dion terkekeh berdua, membuat yang lain merasa penasaran.


Semua orang langsung makan malam bersama, hanya ada suara dentingan sendok di meja makan.


" Ma kenapa tidak mengundang orang tua Dimas juga " Pak Hendra bertanya kepada Bu Maya.


Dimas seketika menoleh ke arah Heni.


" Rencana gitu pa, tapi mama belum tau tentang Keluarga Dimas " jawab Bu Maya.


" Heni kenapa kamu tidak mengundang orang tua Dimas nak " pak Hendra beralih bertanya pada Heni.


Heni mencoba memutar otaknya mencari alasan yang tepat, untuk menjawab.


" Itu pa, mama kak Dimas lagi diluar negeri " Heni berbohong kepada orang tuanya.


" Oke baiklah, kapan-kapan kita atur dinner lagi " pak hendra melanjutkan makannya.


" Heni maafkan aku, karena aku kamu harus berbohong, aku tidak bisa menunda lagi, secepatnya aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada Om Hendra dan Tante Maya . " ~Batin Dimas.


Setelah makan malam bersama, Mereka menonton film action di bioskop mini milik keluarga Wijaya, Bu Maya dan pak Hendra duduk di kursi belakang Rani dan Dion.


" Sayang kamu tahu, aku benar-benar bahagia " Rani berbisik di telinga Dion.


" Sama sayang, aku juga benar-benar bahagia, dan besok kita bisa tunangan " jawab Dion Sambil memeluk Rani.


" Hem Hem Hem, Jangan dekat-dekat, ingat kalian belum sah " Ketus pak Hendra.

__ADS_1


" Eh papa, iya pa " Dion melepas pelukannya.


Bu Maya yang melihat tingkah nakal suaminya, langsung mencubit lengan suaminya.


" Awww sakit ma " Pekik pak Hendra.


" Salah sendiri jahil " ketus Bu Maya.


Hari semakin larut, Pak Briyan, Bu bunga & Rani berpamitan untuk pulang.


" Jeng kami pulang dulu ya " pamit Bu bunga pada Bu Maya.


" iya jeng, makasih ya udah mau datang " Bu Maya memeluk Bu bunga.


" iya jeng, Terima kasih juga buat jamuan sepesial ini jeng "


Setelah berpamitan, Rani dan orang tuanya berjalan menuju mobilnya, dan supir melajukan mobil keluarga Bramasta dengan cepat.


Sedangkan Dimas & Heni mereka masih berada di bioskop, Dimas tidak meninggalkan Heni , karena Heni sedang tertidur pulas.


" Sayang bangun, aku mau pamit pulang " Dimas menepuk pipi Heni pelan, mencoba membangunkan Heni.


" Eh maaf sayang aku ketiduran, papa sama yang lain kemana ? " Heni mulai membuka matanya.


" om Biyan dan yang lain sudah pulang, aku juga mau pamit nih "


" baiklah ayo kita keluar " Heni menarik tangan Dimas keluar bioskop.


Sesampainya di ruang tamu, Dimas langsung berpamitan kepada orang tua Heni.


" Om, Tante Dimas juga mau pulang ke rumah " Dimas mencium punggung tangan pak Hendra dan Bu Maya bergantian.


" baiklah hati-hati dijalan ya nak " ucap Bu Maya.


" Iya Tante, Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " jawab Keluarga Wijaya bersamaan.


Dimas Melajukan mobilnya dan melewati gerbang kokoh milik keluarga Wijaya.


" Keluarga yang hangat " Gumam Dimas pelan.


Heni masih didepan pintu, masih setia memperhatikan kepergian mobil Dimas.


" semoga papa & mama juga merestui hubunganku dengan kak Dimas " ~Gumam Heni pelan, namun samar-samar masih bisa di dengar oleh Bu Maya.


" Nak ayo masuk " Bu Maya menarik tangan Heni pelan.


" Eh mama ayo ma " Heni masuk ke Mansion bersama mamanya.


" apa yang Heni pikirkan, kenapa dia sangat resah, Lebih baik besok saja aku bertanya pada Heni " ~Batin bu Maya.


Heni masuk kedalam kamarnya, membersihkan badannya, dan merbehakan badannya dikasur sampai tertidur pulas.


Sedangkan dikamar, Bu Maya masih kepikiran dengan tingkah Heni, dan juga gumaman Heni yang baru saja dia dengar.

__ADS_1


" huffffttt Semoga semua baik-baik saja " Bu Maya menarik nafas dalam-dalam dan mulai merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya.


__ADS_2