PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
DOUBLE DATE


__ADS_3

Tok Tok Tok


" Kak Dion boleh enggak Heni masuk ? " Heni mulai mengetuk pintu kamar Dion.


" Ada apa dengan Heni, tumben banget dia bangunin aku pagi² gini "~Gumam Dion sambil berjalan ke depan pintu, dan menarik gagang pintu.


Ceklekk


" Ada apa dek ? " Tanya Dion saat melihat wajah Heni.


" Kak Heni mau bicara " Heni menerobos masuk ke kamar kakaknya.


" Bicara apa ? Ini masih pagi, ini juga hari libur kan dek " Protes Dion.


" Kunci dulu pintunya kak ! " Heni berjalan duduk di sofa kamar kakaknya.


Dion langsung mengunci pintu kamarnya, menuruti permintaan adiknya.


" Mau bicara apa ? "


" Kak apa kakak tau, apa penyebab papa sangat membenci keluarga Nugraha ? " Heni mendongak menatap tajam mata Dion.


" Kenapa kamu tanya tentang itu dek ?, itu sudah masa lalu " Dion enggan berkomentar.


" Ayolah kak dion, Heni mohon kakak jawab jujur " Heni Memegang tangan Dion.


" Baiklah, papa sangat membenci pak Alex Nugraha, karena pak Alex adalah dalang dibalik pembunuhan paman Hendro " Dion duduk disebelah Heni.


" Apa kak ?!? " Heni benar-benar terkejut dengan jawaban kakaknya.


" Iya, Karena dulu paman Hendro adalah mantan kekasih mamanya Dimas " Lanjut Dion.


" Apa kak, Tante Nana mantan kekasih om Hendro, jadi Tante Nana juga alasan paman tidak mau menikah ?!? "


" Iya benar, paman sangat mencintai Nana Bramasta, Anak dari tuan Wiliam Bramasta, paman dan Tante Nana saling mencintai, namun mereka terpisah saat Bramasta company mengalami kebangkrutan, Karena membutuhkan dana tuan Wiliam Bramasta menjodohkan anaknya dengan Alex Nugraha "


Dion menjelaskan semuanya secara detail, bahkan Dion juga menceritakan tentang kehidupan Dimas, yang harus membangun perusahaan sendiri.


" Miris sekali kehidupan kak Dimas " ~Batin Heni sambil mengelap air matanya.


" Lalu kenapa kak Dion tetap membiarkan Dimas mendekati aku kak ? Kenapa kak Dion tidak menentang hubungan kita " Tanya Heni dengan wajah sendu.


" Seperti yang kakak bilang, Dimas laki-laki yang bertanggung jawab, Dimas sangat berbeda dengan ayahnya, dan kakak yakin Dimas akan membahagiakan kamu dek " Ucap dion sambil memeluk Heni.


" Makasih ya kak, kakak sudah menceritakan semuanya "


" Iya dek, tapi jangan bilang ke papa, kalau kamu mengetahui semuanya dari kakak "


" Iya kak, oh iya kak nanti malam kata Rani jadi dinner berempat "


" Iya tadi Rani juga sudah mengabari kakak "


" Semoga papa juga merestui hubunganku dengan kak Dimas ya kak " Lirih Heni.


" Berjuanglah dek " Dion mengelus rambut Heni.


" Yasudah kak Heni keluar dulu ya, kakak mandi gih, kakak bau asam " Ucap Heni sambil berlari keluar kamar.


" Dasar adik nakal " Dion melempar bantal sofa ke arah Heni.


Setelah selesai membersihkan diri, Dion menuruni tangga berjalan ke arah meja makan, dimana Heni dan orang tuanya berkumpul.


" Ma pa, Dion sama Heni berangkat dulu ya " Dion mencium tangan kedua orang tuanya bergantian.

__ADS_1


" Kalian mau kemana " tanya pak Hendra.


" Mau double date pa " jawab Heni bersemangat.


" Wah seru dong , kayak kita dulu ya pa ? " sahut Bu Maya.


Bukannya menjawab pak Hendra malah bengong, seketika pikirannya teringat saat pak Hendra berkencan bersama dengan saudara kembarnya.


" papa kenapa ? " Tanya Heni dengan wajah heran.


" Ah papa baik-baik saja nak, hati-hati di jalan ya, selamat bersenang-senang " Ucap pak Hendra sambil mengacak rambut Heni.


" Pa jangan gitu, nanti rambut Heni rusak " Protes Heni.


Pak Hendra dan Bu Maya hanya terkekeh mendengar Heni mendengus kesal.


Setelah berpamitan Heni dan Dion menaiki mobilnya, Dion melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Sudah sampai " Dion beranjak dari duduknya dan keluar mobil, dan memasuki mansion keluarga Bramasta, dan Heni hanya mengikuti dari belakang.


" Assalamu'alaikum " Ucap Heni dan Dion bersamaan.


" Waalaikumsalam " Rani langsung memeluk Dion.


" Sayang aku kangen banget " Dion membalas pelukan Rani.


" Bucin banget sih, baru tadi malam ketemu " Ketus Heni.


Namun tiba-tiba dari belakang Dimas datang , dan langsung memeluk Heni.


" Jangan gitu sayang, buktinya aku juga udah kangen sama kamu "


" Kak Dimas jangan gini, Heni bisa sesak nafas nanti " Ketus Heni dan langsung melepas pelukan Dimas.


Dimas langsung berlari menemui om Briyan dan Tante bunga di sofa.


" Om Tante, Dimas langsung berangkat aja ya " Dimas berpamitan kepada Om dan tantenya, dan langsung keluar mansion Bramasta.


" Apa kak Dimas marah, dasar Heni kamu kenapa sih bodoh sekali, kenapa sih kamu jadi orang cuek banget " ~Batin Heni terus merutuki kebodohannya.


" Om Tante Heni juga pamit jug ya " Heni berpamitan dan menyusul Dimas.


Rani dan Dion hanya terkekeh melihat tingkah Heni dan Dimas yang menggemaskan.


" Ayo sayang kita ikuti mereka " Rani menarik tangan Dion keluar mansion.


Sesampainya di mobil Heni & Dimas hanya diam saja, Namun Rani dan Dion terus bermesraan di kursi belakang.


" Enak ya kalian bisa mesra terus " Dimas berkata seolah menyindir Heni.


" Iya dong " Jawab Dion dengan nada ketus.


Heni yang merasa tersinggung langsung memeluk lengan Dimas dan bertingkah seperti anak kecil.


" Sayang jangan marah terus, nanti cepet tua loh " Heni berusaha membujuk Dimas.


" Lepasin nanti bisa nabrak " Dimas menepis tangan Heni.


" Yaudah terserah " Heni melepas pelukannya, dan membuang muka kearah jendela mobil.


" Dasar sama-sama batu " Rani benar-benar gemas melihat tingkah Heni dan Dimas.


Setelah 30 menit perjalanan mobil memasuki area restoran bintang 5, Rani & Dion langsung keluar mobil, meninggalkan Heni dan Dimas di dalam mobil.

__ADS_1


" Ayo turun " Dimas mengajak Heni dengan nada dinginnya.


Namun Heni hanya diam saja, Dimas langsung turun dari mobil, membuka pintu mobil untuk Heni.


" Sayang ayo turun " Lagi-lagi Heni hanya diam, tidak menggubris perkataan Dimas.


Dimas benar-benar gemas dengan tingkah Heni langsung menggendong Heni ala bridal style, Membuat Heni tersipu malu, dan membrontak.


" Kak lepasin, Heni bisa jalan sendri " Heni terus memukul pelan pundak Dimas.


Namun sayang, Dimas hanya diam saja, dan tetap membiarkan Heni berada di gendongannya sampai memasuki restoran, membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.


" Lihat itu, ih So sweet banget sih mereka" Ucap salah satu pelanggan restoran.


Heni semakin malu saat semua orang Menatap ke arahnya, Karena rasa malu Heni membenamkan wajahnya ke dada bidang Dimas.


Dion menatap kedatangan heni dan Dimas, membuat Dion mengembangkan senyumnya, Dimas langsung mendudukkan Heni di kursi sebelah Rani.


" Wah wah wah ternyata tingkat keromantisan kita kalah sayang " Dion menyenggol bahu Rani sambil cengengesan.


" Iya sayang, rupanya mereka lebih romantis " Sahut Rani.


Dion & Heni hanya diam saja, tidak menanggapi omongan kakak dan calon kakak iparnya.


Para pelayan restoran datang menyajikan makanan dimeja mereka berempat.


" Silahkan di nikmati tuan, dan nona " Ucap seorang pelayan.


" Terimakasih " Ucap dimas dan Heni bersamaan.


" Wah wah wah benar-benar cocok " Cletuk Rani.


" Iya sayang kamu benar " Sahut Dion.


Setelah makan bersama, mereka berempat menonton film horor di bioskop, Heni yang merasa takut tanpa sungkan memeluk Dimas, Karena mau memeluk kakaknya juga ga bisa, karena Rani sudah menguasai kakaknya itu.


" Maafin aku ya sayang, aku tadi sudah bersikap aneh " Heni benar-benar menyesali perbuatannya.


" Sudah lupakan saja " Dimas langsung memeluk Heni.


Setelah film selesai, mereka pergi untuk shopping di mall terbesar di negara X, Heni dan Rani berbelanja sesuka hati.


" Sayang warna kesukaan Tante Nana apa ? " Tanya Heni sambil melihat-lihat koleksi tas terbaru.


" Mama suka warna biru sayang " Jawab Dimas .


" Baiklah ini untukku dan ini untuk Tante Nana, bagaimana bagus engga sayang ?? "


" Sangat bagus sayang, biar aku yang membayar " Jawab Dimas dan langsung jalan ke kasir membayar pilihan Heni.


" Makasih sayang " Tersenyum manis ke arah Dimas.


" Sudah kewajiban sayang " Dimas membalas senyum Heni, dan berjalan ke arah kasir.


Heni membeli 2 tas branded, 1 untuk dirinya sendiri dan yang 1 untuk Bu Nana.


" Benar-benar gadis yang manis, dia selalu mengingat Keluargaku, Heni pilihanku yang terbaik " ~Batin Dimas.


Setelah membayar tas, Dimas mengajak Heni ke toko jam tangan dan membeli jam tangan couple untuknya dan Heni.


" Makasih untuk hari ini ya sayang " Dimas mencium tangan Heni.


" Sama-sama sayang " Jawab Heni sambil memeluk Dimas.

__ADS_1


Setelah selesai Dimas dan Heni menemui Rani dan Dion yang sedang memilih gaun tunangan, Setelah selesai mereka berjalan ke parkiran, menaiki mobilnya dan pulang ke rumah bersama-sama.


__ADS_2