
Heni Berjalan menemui mamanya, Dan langsung berdiri di samping mamanya.
" ehh anak mama udah pulang " Ucap Bu Maya sambil memeluk Heni.
" iya mama sayang, " membalas pelukan Bu Maya " aku mandi dulu ya mah " Sahut Heni lagi.
" iya sayang, habis mandi kesini ya nemenin mama.
" siap maa " Heni berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
sesampainya di kamar mandi, heni langsung membersihkan makeup dan mengambil kimono mandinya, dan langsung mandi, setelah mandi Heni menggunakan skincare, menyisir rambutnya, Tiba² teringat wajah tampan Dimas, melamun sambil tersenyum sendiri.
" wahh tampan sekali dia, baik, care, dan ga Mandang fisik, suami idaman hihihi " Hani tertawa geli.
Namun tiba-tiba ketukan pintu, membuyarkan lamunannya.
TOK TOK TOK
" Non heni sudah di tunggu makan malam sama nyonya & tuan di bawah " Teriak seorang pelayan, dibalik pintu kamar heni.
" ehh iya bik, bilang ke mama 5menit lagi aku turun " Ucap Heni dari dalam kamar.
" bibik turun dulu ya non " Teriak pelayan masih diluar kamar.
" iya makasih bik " Ucap Heni dari dalam kamar.
" ohh ya ampun, apa yang aku pikirkan tadi, aku mikirin cowok, ini pertama kali nya aku kepikiran soal cowokk setelah Maxime, Heni cepat sadar heni " Heni terus bergumam sambil memukul kepalanya.
Memang benar setelah kejahatan yang dilakukan Maxime, Heni tidak pernah jatuh cinta lagi, Seperti ada rasa trauma di hatinya.
Heni menuruni anak tangga, senyum² sendiri membuat Bu Maya & pak Hendra kebingungan, Pak Hendra langsung menyenggol tangan bu Maya.
" ada apa dengan Heni ma?, Kenapa wajahnya seperti lagi kasmaran " Bisik pak Hendra ke kuping Bu Maya.
" sama pa, mama juga heran " jawab Bu Maya berbisik.
pak Hendra dan Bu Maya tertawa bersama.
" malam mama cantik, malam papa ganteng 🥰 " Sapa Heni dan langsung memeluk Bu Maya & pak Hendra bergantian .
" malam sayang, sini duduk disebelah mama " Bu Maya menepuk kursi di sebelahnya.
Hani pun duduk di sebelah Bu Maya,
Dan pak Hendra langsung memulai pembicaraan.
" sayang bagaimana universitas pilihan papa cocok enggak ? " Tanya pak Hendra sambil meminum air putih.
" Tampan " Tanpa sadar Hani mengucapkan kata itu seketika membuat pak Hendra tersedak.
" Uhuk uhukk uhukk "
__ADS_1
" pa makannya pelan² dong Pah " Bu Maya memberikan air putih ke pak hendra.
" maaf pa , tadi papa tanya apa ? Heni lagi ga fokus nih "
" siapa yang tampan sayang ? " Tanya Bu Maya dengan wajah heran.
" iya siapa sayang yang tampan " tanya pak Hendra yang merasa heran.
" Ahh lupakan saja pa " jawab Heni dengan wajah memerah.
" sepertinya anak mama lagi jatuh cinta, siapa nak orang beruntung itu " sambil mengusap rambut Hani.
" Emm itu itu ma tokoh cowok di drakor yang Heni tonton sangat tampan " Jawab Heni berbohong.
" jangan bohong sayang, jangan malu cerita sama orang tua sendiri, kita kan orang tua gaul " Tegas Bu Maya.
" hehehehe yaudah deh, nanti habis makan Heni cerita ke mama sama papa deh " Ucap Heni sambil tersenyum.
'' baiklah.. " jawab Bu Maya & pak Hendra bersamaan.
" Kompak banget sih " Cletuk heni.
membuat sepasang suami isteri itu tertawa, dan mulai menyantap makanan didepannya.
" papa ke ruang keluarga dulu ya ma, ayo sayang " menarik tangan Heni.
" tunggu tunggu, mama juga pengen tau ceritanya, mama ikut " ikut menyusul suaminya .
sesampainya di ruang keluarga, mereka duduk bersama.
" jadi siapa nak " tanya pak Hendra to the point.
" kalau Heni bicara jujur, papa & mama jangan marah ya " Heni memegang tangan orang tuanya.
" Papa ga akan marah kalau kamu ga buat kesalahan sayang, " Mengelus rambut Heni.
" Baiklah,,, Jadi tadi siang Heni berangkat ke kampus menyamar pa ma " Ucap Heni jujur .
" menyamar ?? maksudnya gimana hen ? " Bu Maya tampak kebingungan.
" Iya ma, Heni nyamar jadi orang Baisa, Heni juga mengganti baju heni, Mama mau lihat fotonya engga ? " Sambil membuka handphonenya.
Pak Hendra & Bu Maya melihat foto heni, pak Hendra hanya mengerutkan keningnya.
" kenapa kamu harus nyamar kayak gini sayang ? " Tanya Bu Maya dengan heran.
" ini hanya sementara kok ma, sampai Heni menemukan teman yang benar-benar tulus ma, mama tahukan cerita temen SMA Heni bernama Santi ? Heni hanya tidak mau bertemu dengan dia lagi ma " Jawab Heni dengan wajah sendu.
# FLASHBACK ON #
jadi waktu SMA Heni pernah di manfaatkan oleh temannya bernama Santi, karena Santi tahu kalau Heni anak orang kaya, akhirnya Santi selalu membuat alasan, supaya Hani memberinya uang.
__ADS_1
dan aalasannya yang ga masuk akal, mulai dari orang tua sakit, nenek sakit, saudara sakit dan masih banyak lagi alasan² yang Santi buat.
Dan setelah kejadian itu Hani lebih selektif dalam memilih teman, bahkan sampai sekarang dia hanya memiliki teman bernama Mita, tapi sayang mita tinggal di luar negri.
# FLASHBACK OFF #
" iya sayang mama tahu, jadi sekarang siapa laki² yg sudah bikin kamu jatuh hati sayang " Lanjut Bu Maya.
" Heni juga ga tau ma, ini perasaan apa, tapi yg jelas saat Heni dekat sama dia, Heni merasa nyaman, dan jantung Heni berdetak kencang ma " Sahut Heni.
" itu namanya jatuh cinta sayang " Ucap pak Hendra sambil menepuk pundak Hani.
" mungkin pa, dia laki-laki pertama yang Heni pikirkan, Setelah Maxime " Jawab Heni sambil nyengir.
" siapa namanya nakk " tanya Bu Maya penuh selidik.
" namanya Dimas ma " Jawab Heni sambil malu-malu.
" nama yg bagus nak " Sahut pak Hendra.
" Semoga dia laki² yang baik ya nak, papa ga rela kalau kamu disakiti lagi ~Batin pak Hendra.
" Semoga ini kebahagiaan kamu nakk " ~Batin Bu Maya.
" Sayang besok Minggu ada acara enggak ? " Bu Maya memegang tangan Heni.
" Enggak ma, Memangnya kenapa ? " Sahut Heni.
" ikut mama ke arisan ya nak, Semua teman-teman mama mengajak anak mereka " Bu Maya mulai membujuk Heni.
" arisan dimana ma ? "
" Di resto red Velvet sayang, Kamu mau ya ? " Bu Maya terus memohon.
" Baiklah Heni mau ma, mumpung mood Hani lagi baguss " Sahut heni.
Setelah bincang² Hani memutuskan kembali ke kamarnya, dan Bu Maya & pak Hendra masih di ruang keluarga,
" Ma Heni ke kamar duluan ya " Heni beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya.
" Iya nak, papa masih mau mesra-mesraan sama mama " Ucap pak Hendra sambil mengedipkan mata ke arah Bu Maya.
" Hisssshh dasar papa " Ucap Bu Maya.
Heni langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
" Kenapa Heni selalu dikelilingi orang-orang jahat ya pa " ucap Bu Maya menatap punggung Heni dari belakang.
" Tidak akan terjadi lagi ma, papa akan lebih hati-hati menjaga anak perempuan kita " Memeluk Istrinya.
" iya pa, mama percaya " membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya .
__ADS_1