
Setelah memutus sambungan teleponnya dengan Rani, Dimas menyusul Heni & Dion memasuki pintu utama keluarga Bramasta,
Setelah masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum " Ucap ketiganya bersamaan.
" Waalaikumsallam, Masuk nakk " Ucap Bu bunga dan pak Briyan bersamaan.
Setelah memasuki mansion Heni, Dimas dan Dion dikejutkan dengan Dekor rumah keluarga Bramasta, Banyak balon dan bertuliskan Happy Anniversary 4thn R&D,
Dion yang merasa heran, Langsung bertanya kepada Briyan Bramasta.
"Apa ini om, kenapa rumah om di dekor seperti ini " tanya Dion yang merasa heran.
Briyan tidak memberi jawaban, langsung memeluk tubuh Dion.
" Selamat datang Nakk " Ucap Briyan.
Dion membalas pelukan tuan Bramasta, Dan mulai bertanya pada Briyan.
" Dimana Rani om ?? "
" Di atas nak " Jawab om Briyan.
Rani yang berada di lantai 2 mulai menuruni anak tangga dan berteriak.
" Happy Anniversary 4thn sayang " berlari dan memeluk Dion.
" Sayang hati² nanti kamu jatuh, Bagaimana keadaan mu ?" Dion terlihat khawatir, Membalas pelukan Rani.
" Kenapa wajahmu keheranan gitu sayang, Apa kamu lupa, ini kan hari jadian kita yg ke 4thn " Melepas pelukannya & memanyunkan bibirnya.
" Bukan gitu honey, tadi kamu bilang kamu lagi sakit, jadi aku khawatir " Jawab Dion dan langsung memeluk Rani.
Dimas merasa iri langsung berkata " Hem Hem Hem, apa kalian akan berpelukan terus sampai pagi ? "
" Iya dasar bucin " Sahut Heni.
" Sayang jangan pelukan disini, kasihan kan Heni sama Dimas masih Jomblo" sahut Bu Bunga.
" Kalian syirik aja sihh dasar jones, gimana kalau kalian jadian aja biar ga jones² amat " Kata Dion bercanda.
" Iya betul, lagian Dimas juga suka sama.... Upsss " Rani yang mulai sadar kalau dia keceplosan langsung menutup mulutnya.
" Suka sama siapa !?? " tanya Heni yang mulai penasaran.
" Ahh lupakan saja hen " jawab Rani dan mulai menatap Dimas, takut Dimas marah.
Heni hanya mengangguk.
Dion juga merasa penasaran dengan jawaban Rani mulai berbisik pada Rani.
" Dimas suka sama siapa ?? "
" Nanti saja aku kasih tahu " bisik Rani di telinga Dion.
__ADS_1
"Kamu hutang penjelasan sayang " Bisik Dion ke telinga Rani.
Rani hanya mengangguk.
Semua orang sudah berkumpul ke ruang keluarga untuk makan siang.
Setelah makan siang selesai Dimas, Heni dan orang tua Rani mulai mengobrol berempat.
namun berbeda dengan Rani & Dion, mereka masih melepas rindu, Rani mulai menceritakan bahwa Dimas menyimpan perasaan dengan Heni.
Mereka melepas rindu, karena terpisah selama 2thn, Benar saja Dion mengurus bisnis keluarga Wijaya yang ada di Prancis, pak Hendra sengaja mengirim Dion ke Prancis supaya menjauhkan Dion dan Rani.
Heni terus berbincang - bincang dengan Dimas dan kedua orang tua Rani, namun tiba² ponselnya berbunyi.
Dertt dreett dreett
{ Halo sayang, kamu dimana, kenapa kamu dan Dion belom sampai rumah } Tanya orang di sebrang telfon.
Heni yang merasa bingung, mulai mencari alasan
" Halo iya ma, ini Heni & kakak lagi di Bengkel, mobilnya mogok ma " Ucap Heni berbohong, sambil menatap Dimas.
{ Ha apa mogok?? perasaan kemarin semua mobil sudah di Service nak }
" Gatau ma, ini buktinya mogok " Ketus heni.
{ Oke² setelah mobilnya selesai, cepat pulang papa sudah di rumah, Dan mood papa lagi ga bagus sayang cepat pulang }
" Papa kenapa ma ??! "
tutt tutt tuttt ( Belum sempat Heni menjawab, Bu Maya sudah memutuskan sambungan telfonnya )
Heni yang merasa penasaran, langsung berpamitan pada orang tua Rani.
" Om, Tante makasih ya atas jamuan yang sepesial ini, tapi Heni ga bisa lama-lama, tadi mama sudah nyuruh kita pulang " sambil berdiri dan menyalami tangan orang tua Rani.
" Iya sayang, sering main kesini ya " jawab orang tua Rani.
" Iya Om, Tante "
Heni, Dimas & orang tua Rani berjalan menuju ruang keluarga, dimana Rani dan Dion sedang melepas rindu.
" Hem Hem Hem " Dimas mulai berdehem, dan berkata " apa kalian ga bosan berpelukan terus ??, dasar bucin " berbicara sambil menatap Dion dan Rani.
" Bilang aja syirik " Jawab Rani sambil memeluk Dion lebih erat.
" Kak ayo kita pulang, mama sudah telfon tadi, Kita sudah 3jam disini " Jelas Heni.
" Baiklah .... " jawab Dion malas.
" Sayang aku pulang dulu ya, besok aku main kesini " berpamitan pada Rani.
" Iya sayang, besok kita jadi double date kan " Tanya Rani dan mengedipkan matanya.
" Om, Tante, Dion pulang dulu ya " mencium tangan orang tua rani, dan perpamitan kepada orang tua Rani.
__ADS_1
" Iya hati² nakk " Ucap papa Rani.
" Broo kau ikut saja kerumah " Dion memukul lengan Dimas.
" Ehh ngapain " Dimas mulai bingung dengan sikap Dion.
" Pdkt sama adik gue " Bisik Dion di telinga Dimas.
" Apa Rani sudah mengatakan padamu ?? " bisik Dimas di telinga Dion, dan Dion hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Dasar Rani " Dimas hanya berkata dalam hati, lalu menatap tajam ke arah Rani.
Rani yang mendapat tatapan tajam itu langsung bersembunyi di belakang ayahnya.
" Ayah, Lihatlah dimas seperti monster " ucapnya lirih, yg hanya bisa di dengar tuan bramasta.
" Iya Dimas, kamu ikut main kesana saja, lagian kamu suka kan sama Heni " Ucap om Briyan, Dimas hanya menganggukkan kepalanya.
Pipi Heni memerah seperti kepiting rebus ,
" Om apaan sih,,," Ucap Dimas lirih.
" Suka juga boleh bro,, adik gua juga jomblo, Asal jangan dibikin nangis aja " Dion memukul bahu Dimas.
" Setuju " Tegas Rani, sontak membuat semua menoleh ke arahnya.
" Baiklah om Tante kami pamit ya "
Pamit Dion pada orang tua Rani.
Setelah berpamitan mereka berjalan keluar rumah, dan mulai memasuki mobil Heni.
Dion sengaja memilih duduk di sebelah pak Mamat, Agar Heni & Dimas duduk sebelahan.
Heni yang merasa bingung dengan tingkah kakaknya langsung bertanya.
" Kakak engga duduk di belakang ?? "
" Dim kamu aja yg di belakang, aku malas duduk di sebelah Heni, dia pasti akan banyak bicara " ejek Dion sambil menatap Heni mengejek.
" Baiklah " ucap Dimas, duduk di sebelah Heni.
" Dasar kakak ga ada ahlak " ketus Heni.
Dion & Dimas tertawa terbahak² mendengar ucapan Heni.
" Jalan pakk Mamat " Ucap Dion pada sang supir.
" Baik tuan muda " mobilpun melaju sedang.
Heni yang merasa mobilnya berjalan lambat, langsung berkata.
" Pak agak cepat ya, soalnya tadi kata mama, papa sedang menunggu kita " Titah Heni.
" Siap nonn " Jawab pak Mamat
__ADS_1
Dan mobil berjalan lebih cepat, ketiganya berbincang² di dalam.