
# MANSION KELUARGA WIJAYA #
Sesuai permintaan Dion, Bu Maya dan pak Hendra sudah menyiapkan acara pertunangan Dion dan Rani.
" Pa makasih ya, mama sangat bahagia " Ucap Bu Maya sambil memeluk suaminya.
" Semoga ini keputusan yang tepat ya ma " Pak Hendra benar-benar merasa senang melihat wajah bahagia istrinya.
" Ini keputusan yang paling benar papa sayang " Bu Maya mencium pipi pak Hendra.
" Apa mama sedang menggoda papa " Tanya pak Hendra sedikit berbisik.
" Haissshh dasar mesum " Ucap Bu Maya sambil berdiri dan berjalan memperhatikan persiapan acara untuk Dion dan Rani.
Bu Maya melihat dekorasi pertunangan yang setengah jadi, Memberikan sedikit saran pada seorang wedding organizer, Tanpa Bu Maya sadari ternyata Dion memperhatikan Bu Maya dari bawah, sambil tersenyum sendiri.
" Cie Cie yang mau tunangan, Senyum-senyum terus dong " Cletuk Heni saat sambil menepuk pundak Dion.
" Apaan sih dek " Dion mulai kesal karena adiknya selalu menggodanya.
" Selamat ya kak, Perjuangan kakak dan Rani membuahkan hasil " Ucap Heni sambil berdiri sejajar dengan Dion.
" Kamu & Dimas juga harus berjuang, kakak selalu mendukung dan mendoakan hubungan kalian, Papa pasti akan merestui hubungan kalian sampai pernikahan " Ucap Dion Sambil memeluk adiknya.
" Makasiih ya kak " Heni membalas pelukan Dion.
Tanpa mereka sadari ternyata pak Hendra mendengar percakapan mereka, Membuat pak Hendra semakin penasaran dan mulai mencerna kata-kata Dion.
" Apa maksud kata-kata Dion ?!? , Bukankah Dion tau kalau aku sangat merestui hubungan Heni dan Dimas, lalu kenapa Dion berkata seperti itu, sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan, Aku harus mencari tahu " ~Batin Pak Hendra.
Pak Hendra melanjutkan berjalan menuju ruang kerjanya, Mengambil ponselnya diatas meja, membuka kontak seseorang, mengirimkan foto Dimas & langsung menelfon orang itu.
" Temukan semua informasi tentang orang itu, Dia bernama Dimas, dan satu kampus dengan Heni " Ucap pak Hendra setelah panggilan telfonnya tersambung.
{ Baik tuan } Ucap seseorang diserang telfon.
Tanpa menjawab Pak Hendra langsung memutuskan sambungan teleponnya.
" Aku tidak akan membiarkan Heni disakiti lagi, sudah cukup penderitaan Heni " Gumam Pak Hendra dan langsung memulai pekerjaannya.
Benar sekali Pak Hendra sedang menelfon mata-mata pribadinya, Untuk mencari tahu semua tentang Dimas.
# MANSION KELUARGA BRAMASTA #
" Ma, mama tahu, Rani sangat sangat bahagia, Akhirnya Rani memiliki cinta pertama Rani " Ucap Rani sambil terus memeluk ibunya.
" Mama juga sangat bahagia nak " Bu bunga terus mengelus rambut Rani.
" Ma kenapa tidak mengadakan acara dirumah kita saja " Rani mendongak menatap wajah mamanya.
__ADS_1
" Sayang, ini kan baru acara pertunangan, jadi lebih baik diadakan dirumah laki-laki, tapi nanti saat pernikahan baru kita adakan di rumah kita " Bu bunga terus memberikan penjelasan kepada Rani.
" Baiklah ma, lalu apakah Tante Nana tidak diundang ma ?? "
" Mama & papa juga bingung sayang, Pasti Pak Hendra sangat marah kalau tahu Nana Nugraha datang " Mata Bu bunga sedikit berkaca.
" apa sebaiknya Dimas mengakui saja ma, kalau dia anak om Alex " Rani mulai membersihkan sarannya.
" Dimas sudah ingin melakukanya sayang, tapi Heni melarang Dimas, Heni takut kalau pak Hendra juga akan membatalkan pernikahan kalian " Tutur Bu bunga.
Bu bunga menceritakan semuanya, karena sebelumnya Dimas sudah berbicara tentang semuanya kepadanya dan suaminya.
" Baiklah ma, kalau itu sudah keputusan Dimas dan Heni " Ucap Rani.
Setelah berbincang-bincang Rani dan Bu bunga membersihkan diri, didandani oleh make up artist ternama dan menggunakan dress yang sudah dibelikan Dion kemarin.
" Pilihan kak Dion memang selalu cocok di badanku " Gumam Rani saat melihat pantulan badannya dari cermin.
Setelah selesai bersiap Rani menuruni tangga, Rani sangat cantik seperti putri raja, Meskipun lebih cantikan Heni.
" Wah anak papa sangat cantik " Ucap pak Briyan sambil tersenyum kearah Rani.
" Makasih pa " jawab Rani.
Setelah itu mereka berjalan kearah mobil, menaiki mobilnya dan supir melajukan mobil itu ke arah mansion Keluarga Wijaya.
# MANSION KELUARGA WIJAYA #
" Cantik sekali " Gumam Dion lirih, namun masih bisa di dengar Heni.
" Sabar kak, ini baru pertunangan belum sah " Cletuk Heni sambil cengingisan.
" Dasar adik ga ada ahlak " Ketus Dion sambil Berjalan meninggalkan Heni.
Dimas yang melihat Heni sendirian langsung menghampiri Heni.
" Sayang kamu lagi ngapain, kenapa bengong sendirian " Dimas duduk disebelah Heni.
" aku sedih sayang, Tante Nana tidak bisa hadir disini " Tanpa sadar Heni meneteskan air matanya.
" Jangan sedih sayang, setelah acara pertunangan Dion dan Rani selesai, aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada orang tuamu " Ucap Dimas sambil mengusap air mata Heni.
" Kamu yakin sayang ?!? " tanya Heni lagi.
" Apa aku pernah berbohong padamu sayang??" jawab Dimas sambil memeluk Heni.
" Tidak sayang, dan itu alasan kenapa aku sangat mencintaimu " Jawab Heni dengan nada sedikit menggoda.
" Sayang jangan menggodaku " Ketus Dimas.
__ADS_1
Tanpa menjawab Heni hanya terkekeh mendengar ucapan Dimas.
Setelah semua tamu berkumpul, Rani dan Dion saling bertukar cincin, dan pembawa acara menyatakan bahwa Dion & Rani resmi menjadi tunangan.
" Dimas & Heni semoga kalian cepat nyusul ya " Ucap Bu Maya sambil mengelus pundak Dimas dan Heni bergantian.
" Do,akan saja ma, semoga papa juga merestui hubungan kita " Jawab Heni tanpa sadar.
Dimas yang mendengar perkataan Heni langsung menatap tajam mata Heni.
" Lagi-lagi Heni mengatakan itu , sepertinya sekarang waktu yang tepat untuk bertanya pada Heni " ~Batin Bu Maya.
" Maksud kamu apa nak ??, bukankah kamu tau papa sangat menyetujui hubungan kalian ?? " Sahut Bu Maya lagi.
" Mampus aku, ni mulut kenapa ga bisa diajak kompromi sih " ~Batin Heni terus merutuki kebodohannya.
" Eh itu ma, e anu itu " Hanya kata-kata itu yang mampu Heni ucapkan.
" Baiklah sayang, mama tidak akan bertanya sekarang, tapi kamu harus menceritakan semuanya besok " Ucap Bu Maya sambil berjalan meninggalkan Heni dan Dimas berdua.
" Sayang kamu kenapa bisa keceplosan gitu ??" Tanya Dimas, sambil memegang tangan Heni.
" Maaf sayang, aku memang tidak pandai berbohong " jawab Heni.
" Jangan minta maaf sayang, secepatnya aku akan mengatakan yang sebenarnya, jadi kamu enggak banyak berbohong " Jawab Dimas sambil memeluk Heni.
" Tapi bagaimana reaksi mama dan papa sayang, aku sangat takut "
Heni & Dimas terus berfikir bagaimana cara memberi tahukan keluarganya tentang jati diri dimas yang sebenarnya.
" Sudah lupakan sayang, besok aku akan menceritakan semuanya kepada Tante Maya dan om Hendra, apapun konsekuensinya " Ucap Dimas saat melihat wajah Heni takut & cemas.
" Baiklah sayang " Jawab Heni.
Setelah acara pertunangan selesai, semua tamu undangan berpamitan, begitupun keluarga Bramasta juga berpamitan pulang kerumah.
" Om Tante, Dimas pulang juga ya sudah malam " Ucap dimas sambil mencium tangan pak Hendra dan Bu Maya bergantian.
" Iya nak hati-hatilah " Jawab Pak Hendra sambil menepuk pundak Dimas.
" Iya om, Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " Jawab Heni & keluarganya.
Setelah berpamitan mobil Dimas melewati pagar mansion Keluarga Wijaya, setelah kepulangan Dimas, pak Hendra naik ke atas menuju ruang kerjanya dan menelfon seseorang.
" Firman ikuti dia, dia baru saja keluar mansion, aku mau informasi secepatnya " Ucap pak Hendra.
" Siap bro " Suara orang di sebrang telfon.
__ADS_1
" Semoga Dimas dan Heni tidak mengecewakan aku " ~Batin Pak Hendra dan langsung mematikan telfonnya.