PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
bab 2 Penyamaran


__ADS_3

Di dalam mobil, Pak Mamat sedang fokus menyetir, tiba-tiba dikagetkan dengan ulah anak majikannya itu.


" Nona Heni, apa yg non lakukan ? kenapa non merubah penampilan ? " pak Mamat merasa bingung dengan tingkah Heni yg merubah penampilan dari gadis yg cantik, putih, menjadi gadis udik dekil, dan mempunyai tompel.


" Husssttt pak Mamat diam aja, ini rahasia kita, jangan bilang ke siapa² termasuk papa & mama " Heni berbicara sedikit melotot membuat pak Mamat sedikit ketakutan.


" Tapi kenapa non ? " Tanya pak Mamat dengan wajah kebingungan.


" Aku punya misi sendiri pak, jadi pak Mamat jaga rahasia ini baik² ya pak, jangan sampai ada yang tau " Heni kembali memperingatkan pak Mamat.


" ta tapi non, kalau tuan sampai tau bapak berbohong, pak Mamat bisa² jadi adonan rempeyek non " Kali ini pak Mamat benar-benar merasa bingung, karena keduanya adalah majikannnya.


" Kalau tuan Hendra sampai tahu aku berbohong tamatlah riwayatku " ~Batin pak Mamat.


" hahahaha, makanya pak jangan sampai papa tau, ini rahasia kita " Titah Heni pada sang supir.


" Tapi non Heni, bapak takut " Jawab pak Mamat sangat lirih.


" sudah pak, jangan banyak tapi-tapi an " Ketus Heni dengan nada sedikit membentak.


" Baiklah non bapak ikuti perintah non Heni " Kembali fokus menyetir.


Heni pun melanjutkan aksinya, menguncir rambutnya menjadi 2, memakai blazer yang sudah lusuh.


" pak nanti antar sampai depan kampus aja ya, jangan sampai masuk area kampus " Lanjut Heni.


" lohh kenapa non ?? " tanya pak Mamat Sambil masang wajah bingung.


" penyamaran Heni jadi percuma dong pak, kalau Heni masuk pakek mobil mewah gini " Heni benar-benar geram dengan tingkah pak Mamat.


" i iya iya deh nonn " jawab pak Mamat gugup karena takut pada sang majikan.


setelah 40 menit mobil sampai di sekitar kampus * Universitas Gunadarma * Pak Mamat menghentikan mobilnya 5 meter dari gerbang kampus, pak Mamat turun dan membuka pintu mobil untuk Heni.


" Silahkan non " Pak Mamat membungkuk memberi hormat.


" makasihh pak Mamat, bapak bisa pulang sekarang " Kata Heni keluar dari mobil.


" Iya non, ehh non tunggu itu tas nya ketinggalan " menunjuk tas mahal Heni, yang tertinggal di dalam mobil.


" Sudah bawa tas lain pak " sambil menunjukkan tas yang sudah jelek.


pak Mamat hanya bisa garuk² kepalanya yang tidak gatal, Pak Mamat keheranan dengan tingkah Heni.


" nanti jemput disini juga ya pak, jangan masuk ke dalam " Titah Heni sambil berjalan.


" Siap non " Pak Mamat menutup kembali pintu mobilnya.

__ADS_1


" Non Heni mah aneh orang kaya pura-pura miskin, ga tau apa orang miskin aja pura-pura kaya " ~Gumam pak Mamat sambil masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah pulang.


Heni berjalan menuju pagar kampusnya , saat Hani akan masuk tiba² ada seorang laki² yang menabraknya, Membuat Heni terjatuh & tersungkur ke lantai.


duggg wushhhhh


" awww " pekik Hani yang merasa sakit di bahunya.


" Kalau jalan pakek mata dong " kata orang yang menabraknya.


" eh kan kamu yang salah, kenapa nyalahin orang dasar aneh. " Sambil menarik tangan laki² itu, yang membuat laki² itu ikut terjatuh ke bawah.


" Aw shiiittt sakit " pekik laki² itu saat dia terjatuh di samping Heni.


" Rasain emang enak " Heni berdiri, dan berlari meninggalkan laki² tadi di sana.


" heh gadis kecil tunggu " mengejar Heni.


Laki² itu adalah Dimas Nugraha Senior Heni dikampus, Dimas adalah Anak tunggal tuan Alex Nugraha pemimpin perusahaan ternama Di negara X ( Musuh Ayah Heni ), dia sangat tampan, baik, mandiri ,dan kaya banyak gadis yang mengejar² dia, yang membuat dia harus memakai topi & masker saat di kampus.



Dimas berdiri dan menatap punggung Heni yang semakin menjauh, Dimas terus mengumpat Heni dengan kata-kata kasar.


" berani sekali gadis itu, dia pikir dia siapa, beraninya berulah di depan Dimas Nugraha " Dimas bergumam pelan.


" huffffttt Dasar cowok nyebelin, capek banget deh, jus jeruk segar kayaknya " Gumam Heni sambil mengelap keringat di dahinya.


Heni pun berjalan mengelilingi kampus untuk mencari kantin, setelah lama berjalan.


" Huhh akhirnya ketemu juga kantinnya "


~Batin Heni.


Heni berjalan ke kantin dan langsung memesan jus jeruk kepada seorang pelayan kantin.


" pak jus jeruknya 1 ya "


" siap nona "


" nona ini jus nya " sambil menyerahkan satu gelas jus kepada Heni.


" Terimakasih pakkk " tersenyum kepada pelayan kantin.


" Sama² nona "


Saat Heni mau meminum jusnya , Tiba-tiba datang tiga orang wanita dan langsung mengguyur jus itu ke muka Heni.

__ADS_1


" ohh ya ampun , siapa kalian , Apa yang kalian lakukan " sambil mengelap sisa² juss di pipinya.


" Wah wah Rupanya kamu belum mengenalku, kenalin nama ku Vanessa " mereka ber tiga tertawa bersama.


" Sayang sekali nama bagus di pakai untuk orang yg tidak bermoral " ucap Heni tegas.


" Heyy berani sekali kau kucing kecil " Ingin menjambak rambut Heni Namun di tangkis Vannesa.


" sudahlah kita tinggal kan saja kucing kecil ini " Ucap Vannesa sambil menarik tangan temannya.


" dasar orang-orang tidak bermoral " Teriak Heni.


Setelah kepergian Vannesa dan teman-temannya, Heni pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan bajunya sayang sedikit kotor terkena jus.


Saat Heni akan memasuki kamar mandi, Heni berpapasan dengan gadis culun, yang ingin keluar dari toilet.


" Wajahmu kenapa, ini tissue untukmu " Ucap gadis itu, dan menyodorkan tissue ke arah Heni.


" Makasihh " Ucap Heni.


" Kamu pasti dikerjain Vanessa dan teman²nya kan ?!? " Gadis itu mulai berbicara dengan Heni.


" Kamu kok bisa tahu ? " tanya Heni merasa heran.


" Hehehe Vannesa memang gitu, suka ngerjain orang lain, ohh ya Kenalin namaku Rani " sambil mengulurkan tangannya ke arah Heni.


" Kenalin aku Heni " menjabat tangan Rani.


" Senang bertemu denganmu, aku duluan ya bye " Ucap Rani keluar kamar mandi sambil berlari.


" Sekali lagi makasih ya tissue nya, hati-hati jangan berlari " Heni khawatir dengan tingkah Rani yang sedikit ceroboh.


Setelah kepergian Rani, Heni menatap wajahnya di cermin toilet.


" Huhh hari pertama menyamar saja sudah punya musuh, Tapi juga punya teman , siapa namanya tadi, ohh iya Rani, nama yang bagus "~Heni Terus bergumam.


Heni mulai membersihkan wajahnya dan bajunya yang sedikit terkena jus.


Setelah selesai membersihkan bajunya, Heni juga mulai menggunakan make up lagi, karena tompelnya sedikit terhapus karena ulah Vannesa dan teman-temannya.


Heni menatap pantulan wajahnya dari cermin toilet kampus.


" Dandan gini aja aku masih kelihatan cantik " Gumam Heni sambil terkekeh sendiri didalam kamar mandi.


" Huh akhirnya selesai juga, Vannesa si kucing garong, dia sangat menyebalkan " ~Batin Heni.


Setelah selesai, Heni mengemas barangnya dan memasukan kedalam tas, Heni berjalan keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2