PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
RESTU UNTUK DION & RANI


__ADS_3

" Sayang aku pulang dulu ya " Ucap Dimas sambil memegang tangan Heni.


" Iya hati-hati dijalan ya kak, nanti kalau sudah sampai kabarin ya " Sahut Heni.


" Jadi gitu aja nih, ga ada yang lain " Ucap Dimas dengan nada menggoda sambil mengedipkan mata sebelah.


" Iidiihh jangan ngarep deh kak " Ketus Heni.


" Tapi kan kita udah jadian sayang, yakin ga mau ngasih hadiah ke aku " Dimas terus menggoda Heni, karena Dimas suka melihat wajah Heni merah padam seperti kepiting rebus.


" Kak udah deh, kakak pulang kasihan Tante Nana sendirian " Ucap Heni sambil mencubit lengan Dimas.


" Aww sakit honey " Kesakitan sambil memegang bekas cubitan Heni.


" Uuutayankk-tayankk sakit ya, Anggap saja itu hadiah dari aku kak " Jawab Heni sambil terkekeh melihat wajah Dimas kesakitan.


" Kamu nakal ya honey, Ya sudah aku pulang dulu, assalamu'alaikum " Ucap Dimas sambil mengelus rambut Heni.


" Waalaikumsalam " Jawab Heni sambil tersenyum semanis mungkin.


Dimas berjalan menuju mobilnya, dan mengemudikan mobilnya keluar mansion, sedangkan Heni tetap berada di depan pintu mansion Wijaya, Sambil melamun sendiri, heni tidak sadar kalau Dion melihat interaksi Heni & Dimas dari jauh, Dion mulai menghampiri Heni.


" Cieee yang lagi kasmaran, Lagi anget-angetnya nihh " Ucap Dion sambil menyenggol bahu Heni.


" Apaan sih kakak ini " Sinis heni.


" Jadi sejak kapan kalian jadian ? " Tanya Dion to the point.


" Em baru tadi siang, kak Dimas nembak Heni kak " Jawab Heni jujur, sambil berjalan ke arah sofa rumahnya.


" Terus kamu terima engga ? " Tanya Dion antusias, sambil mengikuti Heni dari belakang.


" Aku terima kak, Habisnya akhir-akhir ini aku selalu kebayang wajah kak Dimas terus "


" Hahahahaha rupanya adik manja kakak sudah bisa move on " Ucap Dion sambil tertawa renyah.


" Aku udah move on dari dulu kali kak, Cuman masih trauma aja " Heni mulai emosi saat membahas masa lalunya.


" Iya iya kakak cuma bercanda juga "


" Kakak nyebelin " Ucap Heni sambil memalingkan wajahnya dari Dion.


" Heyy kenapa jadi marah, bagaimana kalau besok kita double date, pasti seru " Tanya Dion sambil memeluk Heni.


" Ide yang bagus kak " Jawab Heni antusias sambil tersenyum.


Ditengah perbincangan mereka, tiba-tiba datang pak Hendra dan Bu Maya, Karena sudah bosan menunggu Heni & Dion di meja makan.


" Anak-anak mama ini ya, ditungguin dari tadi malah mengobrol disini " Ucap Bu Maya saat melihat Heni & Dion asyik mengobrol.


" Iya papa sampai bosan menunggu kalian dimeja makan " Sahut pak Hendra.


" ini pa ma, kak Dion lagi asyik membahas tentang kak Rani " Jawab Heni berbohong mencari alasan, seketika membuat wajah pak Hendra masam.

__ADS_1


" Bukan tentang Rani saja ma, tapi juga Dimas " Sahut Dion.


Bu Maya yang melihat perubahan wajah pak Hendra mulai mencairkan suasana.


" Pa ternyata kedua anak kita udah besar ya pa, Sebentar lagi kita akan punya mantu " Bu Nana mulai merangkul pinggang pak Hendra.


" Iya ma " Jawab Pak Hendra datar.


" Dion , Heni Ayo kita makan malam " Mengajak keluarga makan malam bersama.


" Let's go " Jawab Heni & Dion bersamaan.


Setelah makan malam selesai Heni dan Dion langsung masuk ke kamarnya masing-masing, Pak Hendra masuk ke ruang kerjanya , sedangkan Bu Maya membuatkan teh hijau kesukaan pak Hendra.


Setelah membuat teh hijau Bu Maya menaiki tangga menuju ke ruang kerja pak Hendra.


" Pa mama masuk ya " Ucap Bu Maya saat sudah di depan pintu.


" Iya ma " jawab pak Hendra dari balik pintu.


" Pa ini mama buatkan teh kesukaan papa " Sambil menyodorkan gelas ke arah suaminya.


" Makasih sayang " Ucap pak Hendra mengambil gelas dan meminum tehnya.


" Pa, sampai kapan papa tidak merestui hubungan Dion dengan putri tuan Bramasta ? Keluarga Bramasta tidak bersalah pa " Bu Maya memulai merajuk untuk membujuk pak Hendra.


" Apa mama sedang merayu papa ? " Jawab pak Hendra enteng.


" Sudahlah ma jangan bahas itu lagi " Pak Hendra tetap tidak bergeming sedikitpun.


" Baiklah kalau itu keputusan papa, mulai sekarang mama tidur di kamar Heni, mama ga mau tidur sama orang keras kepala seperti papa " ketus bu Maya.


Bu Maya beranjak dari duduknya, dan ingin keluar dari ruangan itu, namun dengan cepat pak Hendra mengunci pintu ruangannya.


" Ma ayolah jangan marah, bagaimana kita mau membuat adik untuk Heni kalau mama dan papa tidur terpisah " Ucap pak Hendra sambil memeluk istrinya.


" Dasar mesum " Jawab Bu Maya melepaskan pelukan pak Hendra.


" Mama marah beneran ? "


" buka pintunya pa, papa sangat menyebalkan " Bu Maya malas menatap pak Hendra.


" ma maafkan papa "


Begitulah pak Hendra, dia CEO terkenal Namaun sangat takut kepada istrinya, dia tidak bisa kehilangan Bu Maya, Baginya Bu Maya dan keluarganya adalah kekuatannya.


" Huffffttt baiklah ma, papa akan merestui hubungan Dion dan Rani, tapi mama maafkan papa ya " Pak Hendra menyerah dengan sikap Bu Maya.


" benarkah pa ? " Tanya Bu Maya senang.


" Iya mama sayang "


" Papa mama sangat bahagia " Ucap Bu Maya sambil memeluk suaminya.

__ADS_1


" Ayo ma kita buat adik untuk Heni " Ucap pak Hendra menggoda istrinya.


" Haissshh papa mesum " Ucap Bu Maya.


" Semoga keputusan ini yang terbaik untuk keluargaku " ~Batin pak Hendra sambil memeluk Bu Maya.


" Akhirnya bisa punya mantu " ~Batin Bu Maya.


" Ayo pa kita tidur sudah malam " Ucap Bu Maya.


" Ayo ma "


Bu Maya dan pak Hendra berjalan bersama menuju kamarnya, Sedangkan Dion di kamarnya sedang asyik telfonan dengan sang kekasih, Berbeda dengan Dion, Heni dikamar sedang menunggu notifikasi dari Dimas.


" Kenapa kak Dimas belom ngabarin aku sih, Hihh masak aku duluan yang chat dia " Gumam Heni sambil membolak-balik handphonenya.


Setelah menunggu lama akhirnya notifikasi yang Heni tunggu dari tadi muncul.


💌Dimas : Sayang maaf ya , aku dari tadi sibuk, Sampai lupa ngabarin.


💌 : Kirain lupa kalau udah punya pacar 😏.


Dimas yang melihat isi pesan Heni marah langsung menelfon Heni.


Dreett dreett dreett....


" Halo " Ucap Heni tak bersemangat.


" Sayang, kamu marah ya, maafin aku ya, aku baru sampai langsung kerja, soalnya besok kan harus kuliah " Ucap Dimas saat telfonnya tersambung.


" Enggak, ngapain marah " Jawab Heni pura-pura.


" Sayang aku benar-benar sibuk, aku alihkan video call ya biar kamu tau " Ucap Dimas dan langsung mengalihkan panggilan menjadi Video call.


Heni melihat banyak sekali berkas yang harus ditandatangani Dimas, membuat Heni Merasa kasihan pada Dimas.


" Sayang aku ga marah, cuman kamu aja kebangetan ga ngabarin dari tadi "


" Iya sayang aku lupa kalau sekarang aku punya pacar cantik " Dimas mulai menggoda Heni, membuat Heni tersenyum.


" Ya sudah kak dilanjut aja kerjanya, Jangan lupa istirahat kak "


" Kok manggilnya masih kak sih " Jawab Dimas ketus.


" Eh maaf-maaf belom terbiasa kak, emangnya minta di panggil apa ? "


" Sayang dong " Jawab dimas antusias .


" Baiklah sayangku, Aku tidur duluan ya bye "


" Good night my honey "


" Good night sayang " Jawab Heni canggung dan langsung mematikan sambungan VCnya.

__ADS_1


__ADS_2