PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
PERSAHABATAN HENI & RANI


__ADS_3

Matahari mulai menunjukkan senyumnya, membuat semua orang terbangun dan meninggalkan mimpi indahnya untuk memulai semua rutinitasnya.


Di mansion keluarga Wijaya sarapan seperti biasa, setelah sarapan Heni berpamitan untuk berangkat kuliah.


" pa ma Heni berangkat dulu ya " mencium punggung tangan papa & mamanya.


" biar sekalian papa antar ya sayang, papa ga ada rapat penting Hari ini " berdiri sejajar dengan heni.


" Engga usah pa, Heni sama pak Mamat aja " tolak heni, memberikan senyuman semanis mungkin.


"Sayang biar kamu diantar papa , nanti yang jemput mama setelah mama selesai shopping dan nyalon "Ucap Bu Maya sambil nyengir ke arah suaminya .


Heni mulai memutar otaknya, mencari ide yang bagus untuk menolak papanya namun tidak membuat papanya kecewa.


" Bagaimana kalau papa antar mama shopping aja " celetuk Heni, dan membuat mamanya tersenyum.


" wahh ide bagus nak, Lagian papa sekarang jarang ada waktu buat mama " menatap tajam suaminya, dan mengerucutkan bibirnya.


pak Hendra menghela nafasnya kasar " huuuffffftthhh ...baiklah ayo Mama sayang, papa antar mama shopping sepuasnya" Memeluk Istrinya.


" baiklah ma, pa, Heni berangkat kuliah dulu, assalamualaikum " ucap Heni dan berlari kecil masuk ke mobilnya.


" waalaikumsalam, Jaga diri baik-baik sayang " jawab pak Hendra dan Bu Maya bersamaan.


Sesampainya di parkiran Heni langsung menaiki mobilnya.


" Let's go pak Mamat "Ucap Heni bersemangat.


" Siap nona muda " Jawab pak Mamat dan langsung menarik gass mobilnya, melewati gerbang kokoh milik keluarga Wijaya.


Di dalam mobil hanya ada keheningan


" Pak Mamat, Heni sudah bilang ke papa soal penyamaran Heni, jadi pak Mamat ga usah khawatir papa marah " tegas Heni membuka obrolan.

__ADS_1


" Syukurlah non, pak Mamat dari semalam ga bisa tidur non " Ucap pak Mamat sambil nyengir kuda.


" Iiihh gitu aja takut pakk, Bapak sangat cemenn " Ketus Heni.


setelah jarak lumayan jauh dari mansion, seperti biasa Heni langsung mengganti penampilannya menjadi gadis lusuh tanpa menggunakan kemewahan yang pak Hendra berikan.


setelah mobil sampai di depan kampus, Heni turun dan mulai berjalan kaki menuju gerbang.


" Hati-hati ya nonn " ucap pak Mamat,dibalas senyuman oleh Heni.


Namun saat perjalanan ke kelas Heni melihat ada Vanessa dan teman²nya yang mulai berulah, menghina orang lain, dan orang itu adalah Rani, saat Vannesa ingin menyiram orang itu dengan sigap Heni menarik tangan Vannesa dan membuang botol airnya.


" Auh.. sakit, berani sekali kau kucing kecil " pekik Vannesa saat tangan Heni mencengkeram tangannya.


" Berani sekali kau " teriak salah satu teman Vannesa, dan ingin menjambak Heni.


namun dengan cepat Rani (orang yg di Selamatkan Heni ) menghempas tangan jahat itu.


Brugghhh .... Seketika teman Vannesa tersungkur ke lantai.


Vannesa geram " Lihat saja pembalasanku kucing-kucing kecil " Teriak Vannesa.


Setelah berlari Heni dan Rani mengobrol tentang banyak hal.


" Kita ketemu lagi Heni, Makasihh ya " Ucap Rani sambil tersenyum ramah ke arah Heni.


" Santuy kamu kan temanku " tersenyum ke arah Rani.


" Apa kita bisa jadi sahabat " Cletuk Rani dan tersenyum.


" baiklah mulai sekarang kita sahabat " ucap Heni sambil memeluk Rani.


" Baiklah Heni, karena sekarang kamu sahabatku maka kamu harus tahu wajah asliku " Rani menarik tangan Heni ke arah toilet.

__ADS_1


" Wajah aslimu maksudnya ?!? " Heni benar-benar bingung dengan kata-kata Rani yang begitu ambigu.


Sesampainya di toilet Rani mulai membuka kaca mata, kuncir rambut dan menghapus make up culunnya.


Heni tidak merasa kaget, Dia malah tersenyum dan berkata.


" Ternyata kita sama " ucapnya samar² namun masih di dengar Rani.


" heh apa maksudmu hen ? " Tanya Heni keheranan.


" Biar ku jelaskan " Heni juga mulai menghapus tompel, make up dan mulai mengeluarkan baju branded & tas brandednya dari dalam tas.


Rani & Heni mulai tertawa bersama.


" Kamu siapa sebenarnya ? " Tanya Rani penasaran.


" Aku Heni Wijaya, Kamu sendiri Rani siapa ?? " Jawab Heni dengan santay.


" Aku Rani Bramasta " Jawab Rani antusias.


" wahh apa kamu anak tuan briyan Bramasta ? " tanya Heni penasaran


" Kenapa kamu mengenal ayahku " Tanya Rani penuh selidik.


" Karena ayahmu adalah seorang Presdir " Jawaban Heni yang konyol membuat mereka tertawa bersama.


Dan mereka berdua sekarang menjadi sahabat dekat, Mereka saling menghubungi setiap hari, Heni dan Rani tidak sungkan lagi menceritakan semua tentang masalah mereka.


Saling bertukar pikiran, dan juga saling mendukung,


.


#Salam dari Author#

__ADS_1


Dukung author biar semangat nulisnya dong , tolong tinggalkan like , coment kalian ,


Selamat membaca 🥰 💞💞💞💞💞💞


__ADS_2