
Dimas langsung memasangkan cincin dijari manis Heni. Setelah itu lampu menyala, dan alunan musik romantis dimulai lagi. Heni dan Dimas berdansa begitu juga dengan seluruh tamu undangan.
" Makasih sayang, ini adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan " Ucap Heni saat berdansa dengan Dimas.
" Sama-sama sayang, Kebahagiaanmu segalanya bagiku. " Jawab Dimas.
" I Love you sayang ❤️ " Balas Dimas.
" I Love you more Heni Alisa Wijaya... " Balas Dimas.
Heni dan Dimas terus berdansa dan menjadi pusat perhatian semua orang. Mereka adalah pasangan ideal yang membuat semua orang iri melihat mereka. Dimas laki-laki kekar, tinggi, putih dan berkarisma. Begitu juga dengan Heni cantik, putih, tinggi ideal, murah senyum. Kalau kata author sih " Perfect banget dah "
" Pantas saja pak Dimas tidak pernah melirik aku, dia punya kekasih seperti RATU " Batin Vina.
" Vina ayo kita ikut berdansa seperti yang lain " Rehan datang membuyarkan lamunan Vina.
" Eh pak Rehan... Aku enggak bisa berdansa pak " Tolak Vina.
" Ayolah... Nanti aku ajarin " Paksa Rehan.
Rehan menarik Vina dan langsung mengajak Vina berdansa. Wajah mereka semakin mendekati membuat jantung Vina dan Rehan berdegup kencang.
" Wahhh ternyata pak Rehan tidak seburuk yang aku pikirkan juga... " Batin Vina.
Setelah selesai berdansa Heni dan Dimas menghampiri Dion dan juga kekasihnya Rani. yang sedang duduk bersama keluarga Wijaya dan Bu Nana.
" Tante Nana... Heni sangat rindu sama Tante. Eh maksudku mama Nana " Ucap Heni sambil memeluk Bu Nana.
" Sama sayang, Tante juga merindukanmu. tapi Dimas melarang Tante untuk membalas pesan dan telfon mu. " Jawab Bu Nana sambil membalas pelukan Heni.
" Ehem ehem... Yang sudah resmi bertunangan lupa sama sahabatnya. " Rani mulai mencibir Heni.
" Uhhhh sayangku aku juga merindukanmu calon kakak ipar... " Heni beralih memeluk Rani sahabatnya.
" Aku juga merindukanmu calon adik ipar... " Kekeh Rani.
" Jadi kamu dan Dion kapan melangsungkan pernikahan kalian " Bu Nana menepuk pundak Rani.
Belom juga Rani dan Dion menjawab, Dimas langsung duduk disebelah Dion.
" Secepatnya ma... Karena Dion sudah kebelet kawin " Ledek Dimas pada Dion.
" Iya jeng... Secepatnya karena aku dan Hendra pengen cepat punya cucu. " Bu Maya ikut menimpali.
Rani dan Dion hanya diam saja, Tanpa memberikan jawaban mereka. Dan mereka kembali menikmati pesta ulang tahun Heni sekaligus pesta pertunangan Dimas dan Heni.
__ADS_1
" Selamat ya bro atas pertunangan kalian. " Rehan menepuk pundak Dimas.
" Makasih brother... " Dimas memeluk sahabatnya.
" Selamat ya pak Dimas atas pertunangannya dengan nona Heni. " Ucap Vina.
" Terimakasih Vina. oh iya sayang kenalin ini Rehan sahabat aku, dan ini Vina sekertaris dikantor ku. " Dimas memperkenalkan.
" Halo... Aku Heni salam kenal ya... " Ucap Heni sambil menjabat tangan Rehan dan Vina bergantian.
" Aku Rehan sahabat sekaligus asisten pribadi, lebih tepatnya pelayan Dimas. " Balas Rehan.
Heni hanya tersenyum mendengar ucapan Rehan. Tapi Dimas langsung memukul lengan sahabatnya. Dimas juga memperkenalkan Vina dan Rehan kepada seluruh keluarga Wijaya.
" Tante Nana, Rehan sama Vina pamit pulang duluan ya. " Rehan mencium tangan Bu Nana.
" Kenapa buru-buru Rey acaranya juga belum selesai. " Bu Nana berusaha mencegah asisten Rehan.
" Mau PDKT dulu Tan. " Bisik Rehan ditelinga Bu Nana.
Bu Nana hanya tersenyum mendengar bisikan Rehan.
" Yasudah hati-hati dijalan ya. Oh iya Vina kamu harus hati-hati sama nak Rey ya... Selain tengik Rey ini juga mesum " Ucap Bu Nana sambil terkekeh.
Setelah selesai berpamitan Rehan dan Vina berjalan menuju parkiran. Dan semua orang melanjutkan perbincangan hangat mereka.
Pak Hendra dan Bu Maya juga menikmati pesta tersebut. Namun tiba-tiba pak Hendra mengambil ponsel di saku celananya dan menelfon firman.
" Halo firman... Tolong bagikan kue dan bingkisan untuk seluruh karyawan ku. dan seluruh pegawai di rumah sakit. " Ucap Pak Hendra saat panggilan telfonnya tersambung.
{ Baik tuan... Kalau boleh tahu dalam rangka apa tuan. } Jawab firman diseberang telfon.
" Ulang tahun dan juga pertunangan Heni dan Dimas. " Jawab Pak Hendra.
{ Wah selamat tuan... Sesuai perintah anda. }
" Terima kasih firman.... " Pak Hendra menutup sambungan telfonnya.
Pesta berjalan dengan lancar, dan seluruh tamu berpamitan untuk pulang. Setelah pesta berakhir seluruh rombongan keluarga Wijaya dan Bramasta juga berpamitan.
Setelah kepergian semua orang Dimas dan Bu Nana memasuki mansion Dimas. Bu Nana memasuki kamarnya dan membersihkan badannya untuk beristirahat begitu juga dengan Dimas.
" Akhirnya aku dan Heni bertunangan, Aku sudah tidak sabar untuk segera melangsungkan pernikahan. " Gumam Dimas sebelum memejamkan matanya.
# MANSION KELUARGA WIJAYA #
__ADS_1
Mobil keluarga Wijaya memasuki Mansion. Nampak Pak Hendra dan Bu Maya menuruni mobilnya. disusul Dion dan Heni dari belakang.
" Dion Heni, Papa sama mama masuk duluan ya... " Pamit Bu Maya.
" Iya ma selamat tidur " Jawab Heni.
Setelah orang tuanya masuk kedalam kamar. Heni melirik kearah kakaknya "Dion" yang nampak tidak bersemangat.
" Kak Dion, apa yang sedang mengganggu pikiran kakak ?? " Tanya Heni dan duduk di sofa ruang tamu.
" Banyak dek " Jawab Dion frustasi.
" Apa kakak tidak ingin menceritakan padaku...?? " Heni memegang tangan kakaknya.
" Rani mengetahui masa lalu kakak dengan Helen Flanagan dek... " Jawab Dion datar.
Heni yang merasa kaget langsung menutup mulutnya. " Bagaimana Rani bisa tahu kak, aku bahkan tidak memberitahu dia. " Heni menatap serius Dion.
" Helen sendiri yang menceritakan semuanya dek... " Jawab Dion frustasi.
" Kakak tenang saja, aku akan membantu membujuk Rani, pasti dia akan mendengarkan penjelasan ku kak... " Heni mencoba menenangkan kakaknya.
" Terima kasih dek. Yasudah kamu tidur duluan sudah malam. " Jawab Dion.
" Iya kak, kakak juga tidur good night kak " Heni berjalan naik ke atas menuju kamarnya.
" Night dek. " Jawab Dion.
" Semoga saja Rani mendengarkan penjelasan dari Heni, semoga dia tidak mempercayai cerita busuk Helen Flanagan. " Batin Dion.
Helen Flanagan adalah mantan kekasih Dion saat Dion duduk di bangku SMA. Sekarang Helen Flanagan menjadi model terkenal di Prancis. Seperti Maxime yang terobsesi dengan heni. begitu juga dengan Helen Flanagan dia juga sangat terobsesi dengan Dion.
# WIJAYA HOSPITAL #
Semua Dokter dan perawat sangat bahagia menerima kue' dan bingkisan dari Pak Hendra Wijaya.
" Apa kamu sudah menerima kue'dan bingkisan dari Pak Hendra... " Ucap seorang perawat pada resepsionis.
" Sudah, ini pasti ulang tahun nona Heni kan, kuenya enak, bingkisannya juga sangat besar... " Jawab resepsionis.
" Bukan cuma ulang tahun, ini juga acara pertunangan Nona Heni dan Dimas Nugraha. " Jawab seorang perawat.
Asisten Willy yang sedang menembus obat untuk Vannesa, tidak sengaja mendengar percakapan resepsionis dan perawat itu.
" Apa Nona Heni dan Dimas Nugraha bertunangan,,, Aku harus segera memberitahu tuan Maxime. " Gumam asisten Willy.
__ADS_1