
Setelah membersihkan badan Heni dan Dimas melaksanakan sholat dhuhur berjamaah, ini pertama kalinya Dimas menjadi imam sholat untuk istrinya.
Terkadang ***kita dipertemukan dengan orang yang salah, sebelum bertemu dengan seseorang yang benar-benar menjadi takdir kita.
Namun percayalah yang menjadi takdir kita, tidak akan melewatkan kita...
Itulah yang dirasakan Heni, dia bertemu MAXIME, Orang yang selalu menyakitinya. Namun pada akhirnya Heni bertemu dengan DIMAS seseorang yang selalu bersyukur memilikinya***.
"Terimakasih ya Allah, engkau sudah menjawab semua do,aku. Aku sangat bersyukur memiliki Dimas suamiku. Aku akan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran hidup. Selalu berkahi keluarga kecil hamba, Ya Allah"
Tanpa sadar air mata Heni terjatuh, Dimas yang melihatnya langsung panik dan bertanya.
"Ada apa sayang?? Apa aku melakukan kesalahan." Dimas mendekati Heni dan menghapus air mata Heni dengan lembut.
"Tidak sayang, ini air mata bahagia karena akhirnya Allah mempertemukan kita. Aku sangat bersyukur memiliki kamu." Heni memeluk erat tubuh suaminya.
"Aku juga sangat bersyukur memiliki istri seperti kamu sayang, Aku janji tidak akan menyakiti kamu." Dimas membalas pelukan Heni.
"I Love you Dimas Nugraha." Cicit Heni.
"I Love you more My honey." Balas Dimas.
Dimas dan Heni melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dengan romantis, lain halnya dengan Rani dan Dion, mereka sedang berada dalam kamar mandi bersama. karena mereka sudah selesai melakukan kewajibannya menjadi sepasang suami-isteri yang sudah sah.
Ternyata benar dugaan Dimas. Dion dan Rani tidak mungkin bisa bersabar menunggu acara resepsi pernikahan selesai.
__ADS_1
Tok, Tok Tok .....
"Nak Heni, Dimas... Ini om Briyan, apakah om mengganggu." Ketuk Pak Briyan dari luar.
"Tidak om, sebentar Dimas bukain pintunya." Sahut Dimas dari dalam.
Dimas keluar dari kamar masih menggunakan peci hitam dan Heni membereskan sajadah dan mukenanya.
"Iya om ada apa??" Tanya Dimas berdiri didepan Pak Briyan.
"Wah wah wah... ternyata dugaan ku salah, Dimas dan Heni masih belum melakukan itu"Batin om Briyan.
Karena sebenarnya tujuan Pak Briyan untuk mengganggu kesenangan keponakan dan istri barunya.
Pak Brian langsung membisikkan
"Apa kamu dan Heni tidak melakukan itu Sekarang??"
"itu apa om"Bisik Dimas pura-pura bodoh.
"Dasar ponakan bodoh, itu hubungan suami-istri."
"Oh jadi om kesini untuk menjahili kita, Om Briyan salah sasaran. Seharusnya om datang ke kamar putri om dan Dion. pasti sekarang mereka sedang bersenang-senang." Cibir Dimas.
Mendengar ucapan Dimas, Pak Briyan langsung lari ke kamar Rani dan Dion.
__ADS_1
Dimas tertawa melihat wajah Pamannya.
Mendengar tawa Dimas, Heni langsung menghampiri suaminya.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu sangat bahagia." Heni mengriyitkan dahinya.
"Aku sangat bahagia karena akan memakanmu sayang." Jawab Dimas asal.
"Dasar mesum."Heni mencubit perut suaminya.
"Ayolah sayang aku yakin sekarang Dion dan Rani pasti sudah melakukan itu." Dimas memeluk tubuh istrinya.
"Sabar sayang, pestanya tinggal nanti malam, kamu sudah lupa kata-kata mama Nana." Ucap Heni sambil merapatkan pelukannya.
"Salah sendiri kamu terus menggodaku."
"Kapan aku menggoda kamu"
"Kamu mengeratkan pelukannya itu membuat sesuatu meronta-ronta sayang." Dimas benar-benar frustasi dengan kepolosan istrinya.
"Oh, maaf sayang." Ucap Heni sambil nyengir kuda.
"Sabar adik,,, nanti malam akan aku lakukan apa yang kamu mau."Dimas mengeluarkan senyum devilnya.
Heni yang menyadari senyum Dimas langsung menjauh dari suaminya.
__ADS_1