
Setelah menunggu beberapa saat, Akhirnya dokter Han datang dan di antar pelayan memasuki kamar Heni.
" Dokter Han !! Kenapa lama sekali datangnya, apa kau ingin aku memecat mu, dari rumah sakit ku ?? " Teriak pak hendra saat melihat kedatangan dokter han.
" Maaf tuan, Tadi jalanan sangat macet tuan " Jawab dokter han.
" Sudah sudah, Dokter Han segera periksa heni " Bu Maya memberi titah dan dokter Han hanya melamun.
" Lihat saja, Ibu dan anak sangat pintar memainkan drama, Wajar saja sih, mereka sedang berhadapan dengan Hendra, Singa jantan yang suka marah " ~Batin Dokter Han.
" Han, apa kau benar-benar ingin dipecat !?? Kenapa malah bengong, cepat periksa anakku " Titah pak Hendra sambil berteriak.
Dokter Han langsung tersadar dari lamunannya, dan langsung memeriksa Heni.
" Oh, aku pikir lagi main drama, ternyata benar-benar pingsan " ~Batin dokter Han, saat mengetahui Heni tidak sedang berpura-pura.
" Tuan, Sepertinya Heni sedang stress, badannya juga sangat panas, ini hanya demam biasa, saya akan memberikan obat "
Jelas dokter han, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh pak Hendra.
" Terimakasih dok, lalu Kenapa Heni belom sadarkan diri ?? " Timpal Bu Maya.
" Sebentar, saya akan memberikan minyak angin "
Dokter Han langsung meneteskan minyak angin di kapas, dan menaruhnya ke arah hidung Heni, setelah 5 menit Heni tersadar dari pingsannya.
" Ini obatnya, tolong diminum rutin " Dokter Han memberikan obatnya kepada Bu Maya.
" Hiks Hiks Hiks... " Heni tersadar dan langsung menangis.
Bu Maya langsung naik ke ranjang dan memeluk Heni.
" Sayang, sudah jangan nangis lagi, kamu makan ya setelah itu minum obatnya " Bu Maya menenangkan Heni.
__ADS_1
" Ma... Kak Dimas dimana ?? " Tanya Heni sambil memeluk Bu Maya.
" Sayang sudah kamu istirahat dulu ya " Bujuk Bu Maya.
" Pa... maafkan Heni pa, Heni sangat mencintai kak Dimas " Ucap Heni lirih dan pingsan lagi di pelukan Bu maya.
" Dokter han, kenapa Heni pingsan lagi ?? " Pekik Bu Maya.
" Sebaiknya kita bawa Heni ke rumah sakit, tubuh Heni sangat lemah, di rumah sakit banyak alat medis yang mendukung " Jawab dokter Han.
" Tidak perlu, Kau perintahkan rumah sakit mengirim tenaga medis, dan alat medis yang dibutuhkan ke rumah " Tegas pak Hendra.
" Baik tuan " Jawab dokter Han dan langsung menghubungi rumah sakit.
Setelah menunggu 20 menit, semua tenaga medis datang, dan merawat Heni.
" Pa, Mama mau bicara " Bu Maya Menatap tajam mata suaminya.
Bu Maya berjalan memasuki kamarnya, dan pak Hendra mengikuti Bu Maya dari belakang.
" Pa.. apa sebaiknya kita memberikan restu untuk Heni dan Dimas " Ucap Bu Maya sambil menundukkan kepalanya.
" Tapi ma, mama tahu kan dia anak Alex Nugraha, orang yang sudah membunuh saudaraku " Pak Hendra memegang tangan Bu Maya.
" Tapi pa, mama lihat Dimas anak yang baik, dia juga bertanggung jawab, Papa bisa lihat kemarin kan " Bu Maya terus meyakinkan suaminya.
" Tidak ma tidak !! papa tidak akan pernah memaafkan kejahatan Alex Nugraha " Bentak Pak Hendra kepada istrinya.
Ini adalah pertama kalinya pak Hendra membentak Bu Maya, dan entah mengapa hati Bu Maya menjadi sangat sakit, Bu Maya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan terisak dalam tangisnya.
" Hiks Hiks Hiks...Kali ini aku nyerah, kali ini sangat sulit membujuk singa ini " ~Batin Bu Maya.
Pak Hendra langsung keluar dari kamar, dan berjalan menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
" Huuuffffftthhh Aku tidak akan memaafkan kejahatan Alex Nugraha, Sampai kapanpun " Pak Hendra menarik nafas dalam-dalam, dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" Firman, Dimas adalah anak Alex Nugraha, " Ucap pak Hendra sambil emosi.
" Rupanya Dimas sudah mengatakan semuanya " ~Batin firman.
{ Lalu apa tugas untuk saya bos ? } Tanya firman diseberang telfon.
" Jaga Mansion Wijaya, jangan Sampai dimas bertemu dengan Heni " Titah Pak Hendra.
{ Bos maaf, Sepertinya itu tidak perlu, Karena Dimas tidak ada hubungannya dengan pembunuhan Hendro } Jawab firman.
" Apa kau sedang Membantah ku !!. " Teriak Pak Hendra.
{ Dengarkan penjelasan saya dulu } Firman juga berteriak.
" Apa " Jawab pak Hendra dingin.
{ Nana dan Alex sudah bercerai, Dimas sudah mandiri dan tinggal bersama Nana, jadi Dimas tidak ada hubungannya dengan dendam mu dengan Alex } Firman sedikit menaikan nada bicaranya.
" Apa kamu sedang bercanda ?!?! " Tegas pak Hendra.
{ Tidak mungkin aku bercanda Hendra, sekarang aku berbicara sebagai sahabat, bukan bawahan } Sahut firman.
" Baiklah, Beri aku bukti supa aku mempercayai perkataan mu !! " Titah pak Hendra pada firman.
{ Baiklah, aku akan memberikan alamat Dimas kepadamu } Sahut firman dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
" Bagaimana mungkin, Alex yang kejam membebaskan Nana begitu saja, Alex kau benar-benar musuh bebuyutan ku. " ~Batin pak Hendra.
Sementara di kamar Heni, Dion selalu duduk di sebelah Heni, mengelus tangan adiknya, Dan Heni langsung membuka matanya.
" Kak Dion, Dimana mama dan papa ?? " Tanya Heni Sambil ingin melepas infusnya.
__ADS_1
" Mama dan papa ada dikamar dek, jangan dilepas infusnya, badanmu masih lemah " Jawab Dion sambil memegang tangan Heni.