PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
BLACK CARD


__ADS_3

" Oke sayang aku tunggu... Assalamualaikum. " Ucap Heni.


" Waalaikumsallam " Jawab Dimas.


Rehan terus memperhatikan wajah bahagia sahabatnya sekaligus bosnya itu. Banyak pertanyaan di benak Rehan bagaimana mungkin Dimas seorang yang cuek, enggan berpacaran bisa luluh ditangan Heni.


" Woyyy kenapa senyum-senyum sendiri " Dimas membuyarkan lamunan Rehan.


" Aku heran sama kamu bro,,, keajaiban apa yang membuatmu berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini...?? " Rehan menarik kursinya mendekati Dimas.


" Berubah maksudmu apa Rey... ?? " Dimas memasang wajah bingung.


" Maksudku, Dimas yang dulunya datar, acuh, cuek sekarang menjadi bucin " Rehan mulai mengolok sahabatnya.


" Dasar sahabat gak ada ahlak... " Dimas menyeruput secangkir teh hijau miliknya.


" Enggak mau cerita nihh... ??? " Rehan memasang wajah datar.


" Aku hanya mengekspresikan perasaan ku ke Heni Rey... Dan aku bersikap seperti ini hanya dengan orang-orang tertentu. " Jelas Dimas.


" Orang sepesial maksudmu ?? " Tanya Rehan lagi.


Dimas hanya mengangguk sambil tersenyum. Rehan malas berdebat dan melanjutkan makannya.


" Oh iya Rey,,, setelah makan kita pergi ke toko bunga ya... " Ucap Dimas.


" Siap boss.... " Jawab Rehan.


Setelah menyelesaikan makanya, Rehan dan Dimas berjalan ke arah mobilnya. Sesuai perintah Dimas, Rehan melajukan mobilnya ke toko bunga terkenal di negara X.


Asisten Rehan turun untuk memilih bunga favorit Bu Nana, Namun Dimas mengikuti dari belakang.


" Pak... kenapa ikut turun, biar saya saja yang membeli bunganya. " Cegah asisten Rehan.


" Berapa kali aku bilang Rey,,, Jangan terlalu formal diluar kantor. " Dimas menatap tajam mata Rehan.


" Maaf Dim.... Biar aku saja yang membeli bunganya. " Cicit Rehan.


" Tidak Rey,,,, Kamu tidak tahu bunga kesukaan Heni kan... jadi biar aku ikut masuk. " Dimas turun dari mobil.


Asisten Rehan hanya bisa pasrah melihat perubahan bosnya. Setelah membeli bunga mobil melaju ke Mansion milik Dimas.


" Assalamualaikum ma... " Ucap Dimas saat memasuki kamar Bu Nana.

__ADS_1


" Waalaikumsalam boy... " Bu Nana menoleh ke arah pintu.


Dimas langsung mencium tangan mamanya.


" Ini untuk mama... Dan ini juga. " Dimas menyodorkan buket bunga mawar, dan black card untuk Bu Nana.


" Wahhh mawar merah... makasih ya sayang,,, ini apa boy... " Tanya Bu Nana.


" Dimas menang tender lagi ma... Jadi mama boleh belanja sepuasnya. " Jawab Dimas sambil tersenyum.


" Wah.... kamu tahu aja apa yang mama sukai, Makasih banyak ya boy " Bu Nana memeluk putranya.


Maklum ya gais, Bu Nana ibu-ibu sosialita yang hobi belanja barang-barang branded. Karena sejak menikah dengan Alex, Bu Nana menerima fasilitas terbaik dari mantan suaminya...


" Oh ya boy,,, Apa Heni ada acara hari ini... ?? " Tanya Bu Nana.


" Rencananya sih Dimas mau ajak Heni makan malam ma... " Jawab Dimas.


" Wahh... Apa mama boleh ikut??? mama sangat bosan dirumah. Mama juga ingin mengajak Heni berbelanja, Tadi mama lihat ada tas keluaran terbaru dari merk Hermes. " Bu Nana memasang wajah sedihnya.


" Baiklah ma,,, Mama boleh ikut. tapi Dimas mandi dulu ya ma. " Dimas tersenyum lebar.


" Kamu memang terbaik boy... " Bu Nana memeluk putra semata wayangnya itu.


Setelah selesai bersiap Dimas dan mamanya memasuki mobil, Dimas lebih memilih menyetir sendiri. Dia enggan menggunakan supir pribadi.


Didalam mobil Dimas mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan sang ayah saat rapat tadi siang.


" Teruslah bersikap seperti itu boy... Seburuk apapun Alex Ferguson tetaplah ayahmu. " Nasehat Bu Nana.


" Iya ma,,, Aku selalu menuruti kata-kata mama. "


Setelah 30 menit, mobil memasuki Mansion Wijaya. Dimas menuruni mobilnya dan membukakan pintu untuk sang mama.


" Makasih boy... " Ucap Bu Nana.


Dimas tersenyum dan berjalan berdampingan dengan mamanya, memasuki mansion wijaya.


" Assalamualaikum calon besan.... " Ucap Bu Nana menyapa Bu Maya.


" Waalaikumsalam Na... Kamu kesini kok enggak ngabarin dulu sih na. " Bu Maya memeluk Bu Nana.


" Kejutan dong mayyy... " Kekeh Bu Nana.

__ADS_1


" Tadi Dimas sudah menelfon Heni kok Tan.. " Dimas mencium tangan Bu Maya.


" Iya Tante pikir kamu sendirian nak... Ayo silahkan duduk na... " Ucap Bu Maya.


Bu Maya menyuruh pelayan untuk membuatkan minuman untuk Dimas dan Bu Nana. Bu Maya juga menyuruh pelayan yang lain untuk memanggilkan Heni.


" Tidak usah repot-repot may... Aku cuman menjemput Heni untuk makan malam dan berbelanja. " Bu Nana menyuruh calon besannya duduk disebelahnya.


" Belanja apa na... ?? "


" Belanja tas dan baju untuk Heni, kan sebentar lagi acara pernikahan Dion dan Rani. " Jelas Bu Maya.


" Iya kata Pak Briyan acaranya dipercepat bulan depan. " Jelas Bu Maya.


" Makanya, aku pinjam Putri cantik mu sebentar ya... " Kekeh Bu Nana.


" Iya na,,, Itu putri cantikku sudah turun. "


Nampak Heni yang sedang menuruni tangga, berjalan dengan anggunnya. Heni menggunakan dress pink selutut dengan rambut sedikit terurai. membuat penampilan Heni semakin mempesona.


Dimas terus memandangi Heni dari atas sampai bawah. Dimas sangat bersyukur memiliki tunangan secantik Heni.


" Ehhemm ehhemm.... Kedip dong Dim ngeliatin nya. " Bu Nana menyenggol bahu Dimas.


Dimas tersenyum malu, Heni langsung mencium tangan Bu Nana.


" Mama juga ikut.... Kok kak Dimas enggak bilang-bilang kalau mama ikut. "


" Iya sayang mama bosan dirumah, mending mama ikut kalian belanja. Dimas sudah ngasih ini untuk foya-foya. " Bu Nana mengeluarkan black card pemberian Dimas.


" Habisin na,,, Sepuasnya pakai uang anakmu " Sahut Bu Maya.


" Iya dong may,,,, Kamu nitip tas warna apa ?? " Tanya Bu Nana.


" Enggak usah na, Tasku udah banyak..." Tegas Bu Maya.


" Yasudah kalau gitu kita pergi dulu ya May, hati-hati dirumah sendirian. "


" Ada Hendra na, Dia ada diruang kerjanya... Selamat berbelanja ya.. " Ucap Bu Maya.


" Assalamualaikum ma...." Pamit Heni.


" Waalaikumsalam,,,, Nitip putri Tante ya Dimas.... "

__ADS_1


" Siap Tante.... " Jawab Dimas.


__ADS_2