
Dimas mulai memasuki kamarnya Dan mulai membersihkan badannya, Setelah membersihkan diri Dimas merebahkan tubuhnya di ranjang king size miliknya dan mulai memejamkan matanya.
Di dapur Heni & Bu Nana mulai membuat roti dan memasak makan siang favorit Dimas .
" Tante apa Tante sama kak Dimas punya alergi makanan ? "
" Kalau tante sih ga ada alergi makanan sayang , tapi kalau Dimas dia alergi seafood "
" wahh sama Tan aku juga alergi seafood "
" Wahh jangan-jangan kalian jodoh " Cletuk Bu Nana dan membuat pipi Heni memerah.
" Ahhh Tante bisa aja "
" Kenapa, apa kamu sudah punya pacar sayang ? "
" Belom sih Tan, Heni hanya masih belum bisa membuka hati lagi " Jawab Heni sambil mengangkat roti dari oven.
" Belum move on ?, Emang kenapa nak, apa kamu masih mencintai mantanmu " Tanya Bu Nana yang mulai kepo.
" Bukan begitu tan, justru Heni sangat membenci mantan Heni tan " Jawab heni dengan mata memerah.
" Sudah-sudah ga usah di terusin, maafin Tante ya nak, Tante membuat kamu nangis "
" Tante ga salah kok, Heni aja yang terlalu baper, kapan-kapan Heni cerita ke tante "
" Siap sayang, nak rotinya sangat enak " Bu Nana mengacungkan jempol ke arah Heni.
" Iya dong tan, ini resep dari mama "
" Maya memang is the best " Sahut Bu Nana.
" Tante kenal dekat sama mama ? " tanya Heni yang penasaran.
" Kenal dong sayang, mamamu kan aktris terkenal " Jawab Nana berbohong.
" Iya akting mama sangat bagus ya tan ? "
" Iya sayang "
Bu Nana sangat dekat dengan Heni, mulai bercerita tentang drakor favorit, tempat wisata favorit dan banyak lagi , setelah masakan matang semua, Heni baru menyadari bahwa Dimas tidak ada di sekitarnya.
" Oh ya tan, kak Dimas dimana ya ?? "
" Oh ya ampun, Karena ada kamu sayang Tante sampai lupa kalau punya anak cowok "
" hahahahahah " Tawa mereka pecah seketika.
" Mungkin dimas lagi dikamar nak, Bisa tolong panggilin Dimas nak, Tante siapin makan dulu "
" Baiklah Tan, Dimana kamar kak Dimas Tan??"
" Di lantai 2 nak, yang kiri tangga "
__ADS_1
" Baiklah Tan " Jawab Heni dan langsung menaiki tangga.
Tok tok tok tok...
" Kak Dimas bangun, makan siangnya udah siap " Teriak Heni dari luar pintu.
Karena tak mendapat jawaban Heni mencoba membuka gagang pintu.
Ceklekk ( Suara pintu terbuka )
Heni berjalan masuk ke kamar, namun tak menemukan sosok yang dicari, Heni mulai tertarik dengan novel yang ada di atas meja, Heni mulai membaca.
" Novelnya bagus, nanti aku mau pinjam sama kak Dimas ah " ~Batin Heni
Tanpa Heni sadari Dimas berjalan ke arahnya, hanya menggunakan handuk kecil, membuat dada Dimas yang kotak-kotak seperti roti sobek Terekspos.
" Hem Hem Hem " Dimas berdehem dan membuat Heni tersadar dari lamunannya, Heni yang melihat Dimas bertelanjang dada langsung menjerit dan menutup matanya.
" Aaaaaaaaaaa kak Dimas kenapa gak pakek baju, mataku ternodai melihat kakak " Pekik Heni yang merasa kaget.
Dimas hanya terkekeh melihat tingkah Heni yang menurutnya sangat menggemaskan.
" Kenapa di tutup, kamu tahu semua cewek bahkan banyak yang mendambakan momen seperti ini " Cletuk Dimas.
" Cepat pakai baju kakk " jawab Heni masih dengan mata terpejam.
" Ga mau, lagian kan ini kamar ku ? " Ketus Dimas.
" oke-oke aku pakek baju, Sudah buka matanya "
Heni mulai membuka matanya, dan dia melihat ke arah Dimas, lagi-lagi dia melihat dada telanjang Dimas.
" Huhh kakak sangat menyebalkan, kenapa belum pakai baju sih kak " Heni mulai berjalan meninggalkan kamar Dimas.
" Ehh tunggu-tunggu " Dimas langsung ganti baju dan menyusul Heni di bawah.
Dibawah Heni hanya diam saja, membuat Bu Nana kebingungan.
" Kamu kenapa nak, dimana Dimas ? "
" Masih mandi Tan " Jawab Heni singkat.
" Kenapa wajah Heni jadi kesal gini, perasaan tadi di dapur dia sangat ceria, jangan-jangan Dimas berbuat yang tidak-tidak ke Heni " ~Batin Bu Nana.
Dimas mulai menuruni tangga dengan wajah panik, membuat Bu Nana semakin yakin bahwa Dimas berbuat sesuatu kepada Dimas.
" Dimas kamu harus nikah sama Heni " Tutur Bu Nana sontak membuat Dimas & Heni kaget dan membelalakkan mata mereka.
" Maksud mama apa ? " Tanya Diana yang merasa heran.
" Kamu dan Heni dikamar lama pasti berbuat yang tidak-tidak kan " ucap Bu Nana menatap tajam mata Dimas.
" Apasih yang mama katakan, Dimas tidak berbuat sesuatu pada Heni " Tegas Dimas.
__ADS_1
Entah ada apa dengan Heni, Heni merasa ingin mengerjai Dimas, Terlintas ide konyol di pikiran Heni.
" Hiks hiks hiks hiks, iya Tante tadi kak Dimas sudah merebut keperawanan..... '' tiba-tiba Rani datang memasuki meja makan dan memotong ucapan Heni.
" Apa hen, apa kak Dimas sudah tidak waras, apa kak Dimas sudah kehilangan akal, sampai-sampai kakak melakukan itu " kata Rani dan langsung memeluk Heni dari belakang.
" drama apalagi ini tuhan, kenapa nak lampir juga kesini sih " ~Batin Dimas.
Bu Nana langsung menatap tajam mata Dimas.
" Pokoknya kalian harus menikah " Tegas Bu Nana lagi.
Heni merasa kasihan pada Dimas & mulai berbicara.
" Tante biar Heni lanjutkan omongan Heni, jadi kak Dimas sudah merebut keperawanan mata Heni, dengan tidak memakai baju di depan Heni Tan " Ucap Heni sedikit malu.
Sontak membuat Rani langsung memukul Heni.
" Dasar nakal, aku pikir kak Dimas sudah melakukan yang tidak-tidak "
" Kamu pikir aku sudah tidak waras ran ?? " Saut Dimas dengan wajah masam .
" mana ku tahu kak, lagian kalian kan sama-sama cinta, jadi ga salah kan kalau aku mikir gitu " Ketus Rani.
" Saling cinta maksud kamu Ran ?? " Tanya Bu Nana pada keponakannya.
" Iya Tante, Kak Dimas pernah bilang ke Rani kalau dia cinta sama Heni, dan Heni juga sama bilang gitu " jawab Rani dengan enteng.
Heni dan Dimas merasa geram, dengan tingkah Rani.
" Raniii " ucap Dimas dan Heni bersamaan.
" Tuh kan Tante, mereka sangat cocok, cepat nikahkan saja mereka Tan " Rani cekikikan sendiri.
" Iya kamu memang benar, Tante juga setuju, sudah-sudah ayo kita makan bersama " Bu Nana mulai mengalihkan pembicaraan.
" Siap Tante " jawab Rani bersemangat.
Mereka berempat makan siang bersama ,
Setelah makan siang Heni, Rani & Bu Nana menonton drakor bersama sampai jam 4.
" Huhh Tante sudah jam 4 heni pamit pulang dulu ya "
" Iya nak, Dimas anterin Heni pulang ya " Titah Bu Nana pada anaknya.
" Iya ma... Dimas & Heni pamit dulu assalamualaikum "
" waalaikumsallam hati-hati ya nakkk "
Mobil Dimas melaju menyusuri jalanan yang padat, Membuat Heni pura-pura terlelap dalam tidurnya.
" Lagi tidur aja cantik banget, gadis manisku " ~Batin dimas sambil mengusap wajah Heni.
__ADS_1