
" Selamat pagi ma, mama masak apa ? " Dimas berjalan menuju dapur dan menyapa Bu Nana yang sedang memasak sarapan di dapur.
" Pagi sayang, mama lagi masak chicken katsu kesukaan kamu "
" Pasti lezat, Ma nanti siang ada 4 orang kesini untuk membantu keperluan mama , 3 pelayan dan 1 supir " Ucap Dimas sambil meminum susu di meja makan.
" Kenapa banyak sekali nak, satu pelayan dan 1 supir sudah cukup " Bu Nana mulai menghampiri Dimas dan duduk di sebelah Dimas.
" Enggak ma, lagian Minggu depan kita pindah ke rumah yang baru " Ucap Dimas sambil melihatkan foto rumah ke mamanya.
" Rumah siapa ini nak " Tanya Bu Nana sambil menggeser foto² rumah di HP Dimas.
" Rumah kita dong ma " Jawab Dimas sambil memeluk Bu Nana.
" Wow anak mama sudah bisa beli rumah sendiri " Ucap Bu Nana sambil membalas pelukan Dimas.
" Iya dong ma "
" Yasudah ini sarapannya dimakan dulu " Sambil menyajikan makanan di piring Dimas.
" Makasih ma " Ucap Dimas langsung memakan sarapannya " Emm Masakan mama memang paling the best " Sambil mengacungkan jempolnya.
" Bisa aja sih kamu nak "
Ditengah sarapan mereka terdengar suara bel pintu berbunyi berkali-kali, Namun Dimas malas membuka pintu.
" Biar mama aja yang buka " Bu Nana mulai beranjak dari duduknya namun di cegah oleh Dimas.
" Enggak usah ma nanti hantunya juga masuk sendiri " Ucap Dimas sambil memegang tangan Bu nana.
" Hantu, maksudmu siapa nak ? " Bu Nana tampak kebingungan dengan jawaban Dimas.
Dimas belum sempat menjawab pertanyaan mamanya namun Rani sudah masuk apartemen dan berteriak-teriak mencari Dimas.
" Dimas, Dimas, kenapa pintunya engga di buka sih " Teriakan Rani sangat keras, membuat Bu Nana menutup telinganya.
" Tuh kan ma hantunya masuk " Ucap Dimas sambil cekikikan.
" Rani kenapa teriak-teriak Tante di meja makan " Ucap Bu Nana sedikit keras.
" Eh Tante , Habisnya Dimas ga bukain pintu apartemennya " Jawab Rani sambil berjalan ke meja makan.
" Yaelah gitu aja, lagian kamu kan tau password pintunya, ngapain harus dibukain, dasar manja " Jawab Dimas ketus namun tidak di ladeni Rani.
" Tante ada kabar bagus, Tante tahu engga kenapa Rani kesini pagi-pagi " Ucap Rani sambil menghampiri Bu Nana, dan duduk di sebelah Bu Nana.
" Enggak emang kenapa Ran ? "
" Sudah ku duga, Pasti Tante belum dikasih tau sama Dimas " Lanjut Rani sambil meminum susu Bu Nana.
" Dikasih tau apa sayang, Tante semakin bingung " Bu Nana mulai penasaran dengan pernyataan Rani.
" Tante, dimas sama Heni sudah resmi jadian kemarin, dan kemarin Dimas jadi imam sholat dirumah Keluarga Wijaya " Jawab Rani Dengan senyum mengembang.
__ADS_1
" Dimas, benar apa yang dikatakan Rani ? " Bu Nana mulai mengintrogasi anaknya.
" Iya ma benar " Jawab dimas santai sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
" Nak kenapa ga cerita ke mama sih, Mama pasti lebih bahagia kalau kamu yang cerita sendiri ? "
" Tadi Dimas baru mau cerita ma, eh keburu ada Mak lampir datang " Dimas menatap tajam ke arah Rani.
" Iya Tante, lagian Rani juga tau dari Dion, baru tadi malam "
" Wahh pasti seru, Kan kalian bisa double date nanti " Bu Nana mulai memberi ide kepada Dimas dan Rani.
" Ide yang bagus Tan " Ucap Rani sambil membayangkan kencan bersama Dion.
" Selera kita beda ma " Dimas mulai menggoda sepupu crewetnya itu.
" Tapi selera Heni sama dengan seleraku, wekk " Rani menjulurkan lidahnya ke arah dimas.
" Kalian ini ya, udah besar masih aja suka berantem " Bu Nana mulai sarapan dan tidak menanggapi perdebatan Dimas dan Rani.
Mereka bertiga sarapan dengan tenang, setelah sarapan Dimas & Rani berangkat ke kampus bersama, Sebelum berangkat Dimas menelfon Heni terlebih dahulu.
" Pagi sayang " Ucap Dimas saat telfonnya tersambung.
{ " Pagi sayang " } Jawab Heni di sebrang telfon .
" Sayang berangkat ke kampus bareng yuk, Rani juga berangkat bareng aku nih, Aku jemput ya ? "
{ " Engga usah kak , Hari ini aku di antar sama kak Dion " } THeni menolak tawaran Dimas, membuat Dimas sedikit kecewa.
{ " Tapi nanti pulang dari kampus, mama nyuruh kakak sama Rani main kerumah, mama sama papa sendiri yang ngundang kalian " }
" Benarkah, Emang ada acara apa sayang "
{ " Heni juga engga tau kak " }
" Yasudah Samapi ketemu di kampus sayang, Assalamu'alaikum " Ucap Dimas lagi.
" Waalaikumsalam kak " Ucap Heni dan langsung mematikan telfonnya.
Setalah memutuskan sambungan telfonnya Dimas mulai menjalankan mobilnya, dan Rani duduk di kursi sebelah kiri Dimas.
" Ran, Kata Heni nanti sore, pak Hendra wijaya mengundang kita kerumahnya " Dimas mengemudi sambil menoleh ke arah Rani.
" apa kak ? mana mungkin pak Hendra mengundang aku, Dia kan tahu kalau aku keponakan om Alex ? " Ucap Rani sambil memasang wajah kagetnya.
" Mana aku tahu, Heni yang bilang sendiri , dia tidak mungkin berbohong kan "
" Iya juga sih kak dim "
Setelah 10 menit menempuh perjalanan mobil Dimas memasuki kampus dan turun ke mobil bersama Dimas.
" Eh iya kamu kenapa ga dandan culun lagi " Dimas baru sadar dengan pakaian Rani yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
" Kata papa, aku ga usah menyamar lagi kak dim, Di kampus sudah ada orang-orang suruhan papa, untuk menjaga aku "
" Begitu lebih baik, aku malas punya sepupu culun " Jawab Dimas sedikit menggoda Rani.
" Heni juga culun kan, Tapi kemarin Heni bilang hari ini dia tidak menyamar lagi kak, katanya sudah capek nyamar terus "
" Enak dong jadi aku ga usah masuk kedalam drama kalian " Jawab Dimas bersemangat.
" Dasar sepupu nakal " Jawab Rani ketus.
Dimas hanya terkekeh mendengar sepupunya mengomelinya.
Rani turun dari mobil, dan langsung menghampiri mobil Dion yang sedang mengantar Heni, karena sedari tadi mereka sudah bertukar pesan.
" Pagi sayang " Ucap Rani dan langsung memeluk Dion dari belakang.
" Pagi sayang " Dion membalas pelukan Rani
" Sayang kata kak Dimas om Hendra & Tante Maya mengundang kita ke rumah ya "
" Iya sayang " Ucap Dimas sambil menutup pintu mobil.
" Tumben, apa om Hendra tidak marah kalau aku main kerumah kalian ? "
" Papa sendiri sayang yang menyuruh Heni mengundang kalian " Jawab Dion dan melirik ke arah Heni, Heni hanya memandang interaksi kakak dan kekasihnya itu.
" Dasar bucin banget sihh, kak Dimas kemana ya, kenapa dia enggak turun dari mobil dan numuin aku sihh " ~Batin Heni.
Setelah lama menunggu di dalam mobil akhirnya Dimas memutuskan untuk turun, Dan menghampiri Heni sambil memegang setangkai mawar putih, untuk Heni.
" Sayang ini untukmu " Ucap Dimas langsung memegang tangan Heni.
" Wahh makasih sayang " Jawab Heni dan langsung mencium bunga mawar itu.
" Cie sepupu dinginku sekarang sudah mencair dan menjadi orang yang bucin ya " Ucap Rani sambil menyenggol bahu Dimas.
" Yasudah kalian masuk kedalam saja, dari tadi Kalian jadi pusat perhatian mahasiswa yang lain tuh " Dion berkata sambil menunjuk segerombolan mahasiswa yang dari tadi melihat ke arah mereka .
" Mungkin mereka heran dengan penampilan baruku dan Rani kak " Sahut Heni.
" Yasudah kita masuk dulu ya bro " Ucap Dimas sambil menepuk pundak Dion.
" Aku masuk dulu ya sayang, besok kita jadi double date kan ? " Ucap Rani Sambil memeluk Dion.
" Jadi sayang, asalkan Dimas dan Heni mau "
Dion mencubit hidung Rani.
" Aku juga masuk kak, Assalamu'alaikum kak " Heni mencium tangan Dion.
" Waalaikumsalam "
Heni, Dimas dan Rani masuk ke dalam kampus mereka , Dion menatap punggung mereka yang mulai menjauh.
__ADS_1
" Semoga Dimas laki-laki yang tepat untuk adikku " Gumam Dion sambil membuka pintu mobilnya, Dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.