PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
SI WANITA ULAR


__ADS_3

Dimas Dan Heni Berjalan menuju kelas mereka bersebelahan, Sedangkan Rani hanya berjalan dibelakang mereka, Semua mahasiswa laki-laki menatap ke arah Heni yang terlihat sangat cantik, Dimas yang mengetahui tatapan mereka langsung terbakar cemburu.


" Sayang jalannya pelan aja, gausah buru-buru "


Dimas sengaja mengeraskan suaranya, Membuat semua mahasiswa menoleh ke arah Dimas & Heni, Heni merasa canggung.


" Apaan sih kak, kan malu di lihat orang " Heni berusaha melepaskan pelukan Dimas.


" Jadi kamu suka, Banyak cowok yang liatin kamu ? " Dimas mulai memasang wajah dinginnya.


" Wah wah wah ternyata pacarku posesif juga, Wajar sayang aku sangat Cantik, pasti mereka terpesona dengan kecantikan yang aku miliki " Heni berbisik di telinga Dimas sambil terkekeh, namun masih bisa di dengar Rani.


" Sombong sekali kamu honey, Lihatlah ke arah sana, banyak cewek-cewek cantik yang menunggu aku " Ucap Dimas sambil menunjuk ke arah cewek-cewek seksi.


" Oh gitu, lalu kenapa kamu malah milih aku, hih menyebalkan " ketus Heni.


Heni melepas pelukan Dimas Dengan kasar dan langsung berlari meninggalkan Dimas dan Rani, Rani yang melihat perdebatan sepupunya & Heni mulai ikut berbicara.


" Kak Dimas jahat banget sih, kan kasihan Heni " Ketus Rani dan langsung berlari mengejar Heni.


" Kenapa dia marah, Aku kan hanya mengikuti dramanya " Gumam dimas dan berjalan santai ke arah Heni & Rani.


Rani akhirnya bisa menyusul Heni, dan berjalan sebelahan dengan Heni.


" Heni, kamu jangan kayak anak kecil dong,, gitu aja udah marah, lagian tadi kamu sendiri kan yang menggoda kak Dimas, kok jadi kamu yang ngambek " Rani mulai menasehati Heni.


" Tapi sepupumu itu keterlaluan " Ucap Heni sambil memanyunkan bibirnya.


" Bagaimana kalau kita bikin kak Dimas bertekuk lutut " Rani berkata santai dan mulai mencari ide.


" Bagaimana caranya ?? " Heni mulai tertarik dengan pemikiran Rani.


" Kamu pura-pura marah, sampai nanti pulang kuliah, biar kak Dimas tau rasa " Rani mulai terkekeh dengan ide nakalnya.


" Ide bagus " Heni mengacungkan jempolnya.


" itu dia datang " Bisik Rani saat melihat Dimas berjalan ke arah mereka.


" Kita mulai drama kita " Jawab Heni berbisik juga m, membuat Rani semakin terkekeh.


Dimas berjalan ke arah Heni, dan memegang tangan Heni.


" Sayang, aku kan tadi cuman bercanda " Dimas mulai merayu Heni, namun Heni sama sekali tidak bergeming sedikitpun.


" Selamat berjuang kak " Ucap Rani sambil menahan tawanya yang hampir pecah.


Rani berlari masuk ke kelas dan di ikuti Heni dari belakang.

__ADS_1


"Punya pacar cantik, tapi ngambekan gini, semangat Dimas " ~Batin Dimas sambil menyemangati diri sendiri.


Tanpa mereka ketahui, sedari tadi Vannesa sedang mengawasi mereka dari belakang, sambil mengepalkan tangannya.


" Sial, ternyata Heni dan Rani hanya menyamar, dan apa ini, Dimas sama Heni pacaran, Aku harus hancurkan hubungan mereka, Dimas hanya milikku " ~Batin Vannesa.


Vannesa mulai memutar otaknya mencari ide, supaya Dimas dan Heni putus, Benar saja karena selama 2thn kuliah Dimas adalah laki-laki incaran Vannesa.


Setelah kelas mereka selesai, Heni & Rani berjalan ke arah kantin Dan Dimas selalu setia mengikuti mereka berdua.


Ditengah perjalanan mereka Dimas dihadang oleh Vannesa.


" Siang kak " Ucap Vannesa sambil mengedipkan mata sebelah.


" Eh Vannesa, iya kenapa ? " Dimas tetap memasang wajah cool & cuek.


" Kak dim nanti malam ada acara engga ? Aku mau ajak kak Dimas dinner berdua " Ucap Vannesa dengan nada genit.


Rani dan Heni langsung menoleh ke arah belakang, Setelah menoleh kebelakang Heni melanjutkan jalan ke arah kantin.


" Cih dasar wanita ular " Gumam Heni berjalan ke arah kantin, di ikuti Rani dari belakang.


" Hen kok elo biarin kak Dimas di goda wanita jahat itu sih " Tanya Rani yang merasa heran dengan sikap acuh Heni sahabatnya.


" Biarin ajalah, kalau kak Dimas mau aku bisa apa " Jawab Heni cuek.


" awas aja kalau kak Dimas sampai mau dinner sama Vannesa, aku bakalan minta putus , walaupun baru jadian dua hari " ~Batin Heni.


Heni dan rani duduk dikursi kantin, dan memesan beberapa makanan dan jus buah.


" Sepertinya aku harus membujuk Heni, supaya baikan sama kak Dimas, sebelum kak Dimas jatuh di tangan wanita ular itu " ~Batin Rani sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


" Hen, lebih baik kamu baikan aja deh sama kak Dimas " Rani mulai memberi saran pada Heni.


" Tadi kamu sendiri yang bilang harus ngasih kak dimas pelajaran, gimana sih " Ketus Heni.


" Iya sihh, tapi aku ga rela kalau kak Dimas dekat-dekat sama Vannesa " Sahut Rani.


" Iya juga sih "


" Kamu tahu enggak, udah lama si ular itu mengincar kak Dimas, namun kak Dimas tetap cool dan cuek " Rani mulai menceritakan tentang Dimas.


" Iya deh, tapi tunggu kak Dimas minta maaf " Heni mulai memakan pesanannya.


Ditengah obrolan mereka Dimas datang, dan langsung duduk di sebelah Heni, Heni hanya menatap Dimas.


" Udah pdkt nya " Rani bertanya sambil Menatap tajam mata Dimas.

__ADS_1


" Siapa juga yang pdkt, Lagian Vannesa juga bukan kriteriaku "


Dimas terus menggerutu membuat Rani terkekeh.


" Kenapa kamu senyum-senyum sendiri ? " Ketus Dimas.


" Kak Dimas lucu " jawab Rani .


Heni hanya diam saja, tak menanggapi Rani ataupun Dimas, dan tetap melanjutkan makan siangnya dengan tenang.


" Sayang apa kamu masih marah " Tanya Dimas sambil memegang tangan Heni.


" Iya " Jawab Heni malas.


" Maafin aku dong sayang, Kan tadi cuma bercanda, baru jadian satu hari, masak aku udah di cuek in gini sih " Dimas terus menggerutu , sambil memanyunkan bibirnya.


Heni mulai merasa kasihan, dan berinisiatif untuk menyuapi Dimas.


" Kak buka mulutnya " Ucap Heni sambil menyodorkan makanan ke mulut Dimas.


Dimas hanya melongo melihat perubahan sikap Heni, Dan mulai membuka mulutnya.


" Makasih sayang, Jadi aku sudah dimaafin nihh ? " Dimas bertanya sambil tersenyum ke arah Heni.


" Udah kak, Tapi jangan diulangi lagi ya "


" Siap nona, Buka mulutnya sayang " Dimas gantian menyuapkan steak ke mulut Heni.


dan mereka saling bergantian menyuapi steak.


" Nah gitu dong jangan berantem terus, Mau coba seafood aku engga ? " Rani menawari Heni & Dimas.


" Engga mau , aku alergi seafood " jawab Dimas dan Heni bersamaan.


" Wiihhh kompaknya " Ucap Rani sambil cekikikan.


Setelah selesai makan bersama, Rani mengambil potret Heni & Dimas yang sedang tertawa bersama.


" Balik ke kelas yuk " Rani beranjak dari tempat duduknya.


" Duluan sana , ganggu aja " Ketus Dimas.


" Iidiihh ketus banget sih, mentang-mentang udah enggak jomblo "


Rani mulai pergi meninggalkan Dimas dan Heni dikantin, Heni hanya terkekeh mendengar perdebatan Rani dan Dimas.


" Sayang kenapa galak banget sama Rani sih ?? " Sambil mencubit lengan Dimas.

__ADS_1


" Aduh sakit sayang, Salah sendiri dia kayak Mak lampir "


__ADS_2