
Dimas Dan Heni Berjalan menuju kelas mereka bersebelahan, Sedangkan Rani hanya berjalan dibelakang mereka, Semua mahasiswa laki-laki menatap ke arah Heni yang terlihat sangat cantik, Dimas yang mengetahui tatapan mereka langsung terbakar cemburu.
" Sayang jalannya pelan aja, gausah buru-buru "
Dimas sengaja mengeraskan suaranya, Membuat semua mahasiswa menoleh ke arah Dimas & Heni, Heni merasa canggung.
" Apaan sih kak, kan malu di lihat orang " Heni berusaha melepaskan pelukan Dimas.
" Jadi kamu suka, Banyak cowok yang liatin kamu ? " Dimas mulai memasang wajah dinginnya.
" Wah wah wah ternyata pacarku posesif juga, Wajar sayang aku sangat Cantik, pasti mereka terpesona dengan kecantikan yang aku miliki " Heni berbisik di telinga Dimas sambil terkekeh, namun masih bisa di dengar Rani.
" Sombong sekali kamu honey, Lihatlah ke arah sana, banyak cewek-cewek cantik yang menunggu aku " Ucap Dimas sambil menunjuk ke arah cewek-cewek seksi.
" Oh gitu, lalu kenapa kamu malah milih aku, hih menyebalkan " ketus Heni.
Heni melepas pelukan Dimas Dengan kasar dan langsung berlari meninggalkan Dimas dan Rani, Rani yang melihat perdebatan sepupunya & Heni mulai ikut berbicara.
" Kak Dimas jahat banget sih, kan kasihan Heni " Ketus Rani dan langsung berlari mengejar Heni.
" Kenapa dia marah, Aku kan hanya mengikuti dramanya " Gumam dimas dan berjalan santai ke arah Heni & Rani.
Rani akhirnya bisa menyusul Heni, dan berjalan sebelahan dengan Heni.
" Heni, kamu jangan kayak anak kecil dong,, gitu aja udah marah, lagian tadi kamu sendiri kan yang menggoda kak Dimas, kok jadi kamu yang ngambek " Rani mulai menasehati Heni.
" Tapi sepupumu itu keterlaluan " Ucap Heni sambil memanyunkan bibirnya.
" Bagaimana kalau kita bikin kak Dimas bertekuk lutut " Rani berkata santai dan mulai mencari ide.
" Bagaimana caranya ?? " Heni mulai tertarik dengan pemikiran Rani.
" Kamu pura-pura marah, sampai nanti pulang kuliah, biar kak Dimas tau rasa " Rani mulai terkekeh dengan ide nakalnya.
" Ide bagus " Heni mengacungkan jempolnya.
" itu dia datang " Bisik Rani saat melihat Dimas berjalan ke arah mereka.
" Kita mulai drama kita " Jawab Heni berbisik juga m, membuat Rani semakin terkekeh.
Dimas berjalan ke arah Heni, dan memegang tangan Heni.
" Sayang, aku kan tadi cuman bercanda " Dimas mulai merayu Heni, namun Heni sama sekali tidak bergeming sedikitpun.
" Selamat berjuang kak " Ucap Rani sambil menahan tawanya yang hampir pecah.
Rani berlari masuk ke kelas dan di ikuti Heni dari belakang.
__ADS_1
"Punya pacar cantik, tapi ngambekan gini, semangat Dimas " ~Batin Dimas sambil menyemangati diri sendiri.
Tanpa mereka ketahui, sedari tadi Vannesa sedang mengawasi mereka dari belakang, sambil mengepalkan tangannya.
" Sial, ternyata Heni dan Rani hanya menyamar, dan apa ini, Dimas sama Heni pacaran, Aku harus hancurkan hubungan mereka, Dimas hanya milikku " ~Batin Vannesa.
Vannesa mulai memutar otaknya mencari ide, supaya Dimas dan Heni putus, Benar saja karena selama 2thn kuliah Dimas adalah laki-laki incaran Vannesa.
Setelah kelas mereka selesai, Heni & Rani berjalan ke arah kantin Dan Dimas selalu setia mengikuti mereka berdua.
Ditengah perjalanan mereka Dimas dihadang oleh Vannesa.
" Siang kak " Ucap Vannesa sambil mengedipkan mata sebelah.
" Eh Vannesa, iya kenapa ? " Dimas tetap memasang wajah cool & cuek.
" Kak dim nanti malam ada acara engga ? Aku mau ajak kak Dimas dinner berdua " Ucap Vannesa dengan nada genit.
Rani dan Heni langsung menoleh ke arah belakang, Setelah menoleh kebelakang Heni melanjutkan jalan ke arah kantin.
" Cih dasar wanita ular " Gumam Heni berjalan ke arah kantin, di ikuti Rani dari belakang.
" Hen kok elo biarin kak Dimas di goda wanita jahat itu sih " Tanya Rani yang merasa heran dengan sikap acuh Heni sahabatnya.
" Biarin ajalah, kalau kak Dimas mau aku bisa apa " Jawab Heni cuek.
" awas aja kalau kak Dimas sampai mau dinner sama Vannesa, aku bakalan minta putus , walaupun baru jadian dua hari " ~Batin Heni.
Heni dan rani duduk dikursi kantin, dan memesan beberapa makanan dan jus buah.
" Sepertinya aku harus membujuk Heni, supaya baikan sama kak Dimas, sebelum kak Dimas jatuh di tangan wanita ular itu " ~Batin Rani sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
" Hen, lebih baik kamu baikan aja deh sama kak Dimas " Rani mulai memberi saran pada Heni.
" Tadi kamu sendiri yang bilang harus ngasih kak dimas pelajaran, gimana sih " Ketus Heni.
" Iya sihh, tapi aku ga rela kalau kak Dimas dekat-dekat sama Vannesa " Sahut Rani.
" Iya juga sih "
" Kamu tahu enggak, udah lama si ular itu mengincar kak Dimas, namun kak Dimas tetap cool dan cuek " Rani mulai menceritakan tentang Dimas.
" Iya deh, tapi tunggu kak Dimas minta maaf " Heni mulai memakan pesanannya.
Ditengah obrolan mereka Dimas datang, dan langsung duduk di sebelah Heni, Heni hanya menatap Dimas.
" Udah pdkt nya " Rani bertanya sambil Menatap tajam mata Dimas.
__ADS_1
" Siapa juga yang pdkt, Lagian Vannesa juga bukan kriteriaku "
Dimas terus menggerutu membuat Rani terkekeh.
" Kenapa kamu senyum-senyum sendiri ? " Ketus Dimas.
" Kak Dimas lucu " jawab Rani .
Heni hanya diam saja, tak menanggapi Rani ataupun Dimas, dan tetap melanjutkan makan siangnya dengan tenang.
" Sayang apa kamu masih marah " Tanya Dimas sambil memegang tangan Heni.
" Iya " Jawab Heni malas.
" Maafin aku dong sayang, Kan tadi cuma bercanda, baru jadian satu hari, masak aku udah di cuek in gini sih " Dimas terus menggerutu , sambil memanyunkan bibirnya.
Heni mulai merasa kasihan, dan berinisiatif untuk menyuapi Dimas.
" Kak buka mulutnya " Ucap Heni sambil menyodorkan makanan ke mulut Dimas.
Dimas hanya melongo melihat perubahan sikap Heni, Dan mulai membuka mulutnya.
" Makasih sayang, Jadi aku sudah dimaafin nihh ? " Dimas bertanya sambil tersenyum ke arah Heni.
" Udah kak, Tapi jangan diulangi lagi ya "
" Siap nona, Buka mulutnya sayang " Dimas gantian menyuapkan steak ke mulut Heni.
dan mereka saling bergantian menyuapi steak.
" Nah gitu dong jangan berantem terus, Mau coba seafood aku engga ? " Rani menawari Heni & Dimas.
" Engga mau , aku alergi seafood " jawab Dimas dan Heni bersamaan.
" Wiihhh kompaknya " Ucap Rani sambil cekikikan.
Setelah selesai makan bersama, Rani mengambil potret Heni & Dimas yang sedang tertawa bersama.
" Balik ke kelas yuk " Rani beranjak dari tempat duduknya.
" Duluan sana , ganggu aja " Ketus Dimas.
" Iidiihh ketus banget sih, mentang-mentang udah enggak jomblo "
Rani mulai pergi meninggalkan Dimas dan Heni dikantin, Heni hanya terkekeh mendengar perdebatan Rani dan Dimas.
" Sayang kenapa galak banget sama Rani sih ?? " Sambil mencubit lengan Dimas.
__ADS_1
" Aduh sakit sayang, Salah sendiri dia kayak Mak lampir "