
Hari Minggu Jadi Dimas bisa tidur sepuasnya, Dimas masih menikmati mimpi indahnya di dalam selimut tebal, Sedangkan Bu Nana Berada di dapur apartemen milik Dimas.
" Apa anak ini tidak pernah makan, kulkas bagus tapi tidak ada isinya " Gumam Bu Nana melihat isi kulkas Dimas yg kosong.
Akhirnya Bu Nana keluar dari dapur, mencari ponselnya dan memesan makanan di aplikasi onlinenya, Dia memesan Spaghetti & Ayam bakar kesukaan Dimas.
Dreet dreett dreett
Telfon Bu Nana bergetar, Bu Nana langsung mengambil telfonya.
" Halo, Nona saya sudah di depan apartemen, makanannya sudah siap " Kata orang di sebrang telfon.
" Baik pak saya keluar " Ucap Bu nana dan meletakkan telfonya diatas meja.
Bu Nana keluar mengambil makanan, Sedangkan Dimas yg sudah terbangun dari tidurnya, mulai menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Setelah membersihkan diri Dimas turun ke lantai bawah.
" Dari mana ma " tanya Dimas saat melihat mamanya dari luar.
" Cari makan, mama lapar " Ucapnya, memandang Dimas dengan sinis
" Maafkan Dimas ma, Dimas bangun kesiangan " Menghampiri mamanya.
" Kamu keterlaluan Dimas, kamu mau mama sakit " Jawab Bu Nana dengan emosi, Dan berjalan menuju dapur.
Dimas yang merasa bersalah berlari mengikuti Bu Nana & mulai mencari ide untuk minta maaf kepada mamanya.
" Baiklah,, karena Dimas salah, Dimas bakalan nurutin apapun permintaan mama hari ini "
" Benarkahhh, apapun " Mata Bu Nana membulat sempurna seperti sedang menang l*tre.
" Iya ma " Ucap Dimas sambil tersenyum.
" Baiklah, mama minta kamu bawa Heni main kesini sekarang, satu lagi jemput Heni dan ajak dia belanja keperluan rumah , kulkasmu sangat kosong "
" Tapi ma, kenapa tidak mama & Dimas aja yg belanja " ucap Dimas malas.
" Biar kamu lebih dekat sama heni, Lagian katanya mau ngikutin semua permintaan mama " Sahut Bu Nana sambil mencubit lengan Dimas.
" Aww sakit ma, Baiklah Dimas akan lakukan "
" Semangat sayang, Ayo makan dulu, ini ayam bakar kesukaan kamu " Sambil menyodorkan piring di depan Dimas.
Bu Nana dan Dimas sarapan bersama, Setelah sarapan Dimas menelfon Heni.
" Halo, pagi hen " Ucap Dimas saat panggilan tersambung
{ Halo, iya ada apa kak? } " Tanya Heni sok cuek, padahal dia sangat senang ketika melihat yg menelfon adalah Dimas laki-laki yang berhasil membuat Heni jatuh cinta lagi.
" Huh judes banget sih jawabnya, apa pesona gua hilang didepan cewek satu ini " ~Batin Dimas.
" Emm hen, kamu ada acara engga hari ini ? "
{ Em enggak, ada apa "} Tanya Heni to the point.
" Mau engga main ke apartemenku, mama nyuruh aku ajak kamu main kesini, katanya mama bosan di apartemen sendiri "
{ Oke aku mau, tapi jemput ya kak, sekalian Kamu izin ke papa }
" Oke baiklah bye "
Tut Tut Tut suara sambungan teleponnya terputus.
" Gila nih cewek cuek amat, Lihat saja sebentar lagi dia bakalan klepek-klepek dengan pesona Dimas Nugraha" ~Batin dimas.
__ADS_1
Dimas mulai bersiap-siap untuk menjemput Heni, Lalu dia mengambil kunci mobil dan dompetnya.
" Ma Dimas pamit dulu ya, Assalamualaikum " Mencium tangan Bu Nana.
" Waalaikumsallam Nak, Semangat Semoga berhasil " Ucap Bu Nana karena Bu Nana tahu yang akan di hadapi Dimas adalah Hendra Wijaya.
Setelah berpamitan Dimas Melajukan mobilnya menuju ke Mansion Keluarga Wijaya, Setelah memarkir mobilnya di depan mansion, Dimas Merasa jantungnya berdetak kencang.
" hihhh tenang Dimas, jangan gugup, Anggap saja om Hendra orang yang sabar huhhh " ~Ucap Dimas lirih
Setelah merasa tenang, Dimas menelfon Dion, agar Dion menyambutnya di depan.
" Halo bro aku sudah didepan " Ucap Dimas sambil merapikan rambutnya.
" Masuklah, aku keluar sekarang "
Entah nasib Dimas sedang baik atau bagaimana, Tuan Hendra sedang ada rapat dadakan di luar mansion.
" Hey bro masuklah, Nasibmu sedang beruntung, papa lagi ga di rumah " Ucap Dion pada Dimas
" Syukurlah, Kau tahu, jantungku sudah hampir copot tadi " Sambil menepuk pundak Dion.
" Hahahahaha CEO dingin kayak kamu bisa gugup juga, Memangnya Heni mau diajak kemana ? "
" Mama menyuruhku mengajak Heni kerumah, tadi aku juga sudah menelfon Heni, dia juga mau " Jelas Dimas kepada Dion.
Tak tak tak ....
Suara hills Bu Maya menuruni tangga.
" Ada siapa nak " ucap Bu Maya pada Dion.
" ini ma, kenalin ini Dimas ma, teman Dion dan Heni "
" Kenalin Maya, mamanya Dion & Heni, Duduklah nak " Menyambut Dimas dengan manis
" Pantas saja Heni cantik , mamanya saja seperti model International " ~Batin Dimas
" Iya Tante, Tante Dimas datang kesini mau minta izin, mengajak Heni ke rumah " Ucap Dimas jelas.
" Emang ada acara apa nak ? Apa Dion juga ikut ? " Tanya Bu Maya pada Dion.
" Enggak ada acara sih Tan, tapi mama minta Heni datang kerumah, mama kesepian di rumah tan "
Bu Maya menatap ke arah Dion, Seperti meminta pendapat, Dion hanya mengangguk memberi kode untuk mengizinkan.
" Baiklah nak, kalau Heni mau, pasti Tante izinin " Sahut Bu Maya.
Dimas tidak menanggapi Bu Maya , karena matanya fokus menatap Heni yang sedang menuruni anak tangga.
" Siang ma, siang kakk " Sapa Heni dan langsung Memeluk Bu Maya.
" Siang kak dimas " Menyapa Dimas.
" Sayang Dimas menjemput kamu tuh, Katanya mau diajak kerumah " Kata Bu Maya membalas pelukan Heni.
" Iya ma, Heni juga sudah di telfon, jadi mama izinin nihh "
" Iya sayang, pulangnya jangan kesorean ya " ucap Bu Maya.
Heni berpamitan kepada Dion & Bu Maya, Dimas juga berpamitan pada Bu Maya.
" Gua pamit dulu ya bro " ucap Dimas dan merangkul pudak Dion.
__ADS_1
" Jaga adik gua baik-baik bro, jangan sampe dia nangis, atau singa akan marah kepadamu " bisik Dion di telinga Dimas.
" Singa, Siapa singa ? " Dimas berbisik ke telinga Dion.
" Hendra Wijaya, ayah gua kalau ngamuk kayak singa hahahaha " bisik Dion di telinga Dimas lagi.
" Baiklah singa muda " ( Bisik Dimas ke Dion )
Dan membuat mereka berdua terkekeh geli.
Heni yang merasa heran mulai bertanya.
" Kenapa kalian senyum-senyum sendiri ??apa ada yang salah dengan penampilan ku ??? "
" Enggak dong adik kakak sangat cantik " Ucap Dion tersenyum ke arah Heni.
Setelah berpamitan Heni & Dimas memasuki mobil, Mobil melaju dengan cepat, Heni yg merasa takut.
" Apa kak Dimas sudah bosan hidup ?? " Ketus Heni.
" Hahahaha baiklah aku akan pelan- pelan "
" Menyebalkan " gumam Heni.
" Gadis manis " Gumam Dimas .
Mereka berdua berbelanja di mall terbesar di negara X.
Setelah berbelanja Dimas mengajak Heni makan, setelah selesai makan Heni & Dimas pulang ke apartemen Dimas, untuk menemui Bu Nana.
" Silahkan turun nona manis " Dimas Membukakan pintu mobil untuk Heni.
" Dasar gombal " Heni turun dari mobil dan berjalan mendahului Dimas.
Dimas berlari mengejar Heni, dan membawa banyak belanjaan.
" Kenapa belanjanya banyak banget sih, merepotkan, sepertinya aku harus mencari pembantu dan supir, untuk mama " ~ Batin Dimas.
Setelah memasuki apartemen, Heni langsung menyapa Bu Nana yang sendang menonton televisi.
" Assalamualaikum Tante Nana "
" Waalaikumsallam sayang " memeluk Heni
" Tante tadi Heni membeli bahan-bahan untuk membuat kue "
" Oh ya,, apa kamu jago bikin kue nak ? "
" engga jago juga sih Tan, tapi lumayan enak sih "
" Baiklah nanti kita masak bersama ya "
Ucap Bu Nana, sambil mengelus rambut Heni.
" Huhh capek " Ucap Dimas sambil mengusap keringatnya, Dimas langsung duduk di sebelah Bu Nana.
" Gitu aja capek, Dasar anak manja " Ucap Bu Nana sambil mencubit lengan Dimas.
" awww,, mama kenapa sih suka banget menyiksa anak sendiri "
" Dasar manja, Ayo sayang kita masak sekarang " Bu Nana menari tangan Heni menuju dapur.
" Sebenarnya yang anak mama itu aku atau Heni sih, anak sendiri di siksa, anak orang dimanja, Tapi gapapa lah aku bahagia bisa melihat senyum mama lagi, Heni l love you " ~Batin Dimas.
__ADS_1