PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
RATU DRAMA


__ADS_3

Mobil melaju dengan cepat, Namun saat setengah perjalanan menuju rumah keluarga Wijaya, Ponsel Dimas bergetar.


Dreet dreett dreett


Dimas melihat ponselnya dan menggeser tombol hijau " Halo ma "


{ Dimas kamu dimana nak } Suara Bu Nana terdengar lirih, menahan tangis isaknya


" Dimas lagi dirumah teman ma, mama kenapa ?? " Tanya Dimas sedikit cemas.


{ Nak papamu kerumah nak, mama takut, mama ga berani keluar kamar } Ya seperti biasa, kalau dirumah sedang tidak ada orang maka Alex Nugraha akan berbuat KDRT.


" Baiklah ma, Dimas segera pulang " Jawab Dimas tegas dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Heni yang dari tadi memperhatikan Dimas, merasa heran, melihat perubahan wajah Dimas yg menjadi emosi, Heni merasa khawatir.


" Tante Nana kenapa dimas ?? "


" Ah aku rasa aku harus pulang " Menatap wajah Heni.


" Bro maaf aku enggak jadi ikut kerumah kalian " Memukul pelan pundak Dion yang sedang duduk di kursi depan.


" Kenapa bro ? Apa ada masalah ? "


" Iya ada sedikit masalah, aku turun di depan ya pak " Ucap Dimas.


" Biar kita antar sampai ke apartemen mu saja bro " Sahut Dion.


" Ahh, tidak usah, aku akan pulang kerumah orang tua ku saja, pak tolong berhenti di depan ya " minta Dimas pada sang supir.


Dan di jawab anggukan oleh pak Mamat.


Dimas turun dari mobil, langsung menelfon sekertaris pribadinya, untuk menjemputnya.


Setelah sekertaris pribadinya datang, Dimas naik mobil dan Pergi ke mansion milik keluarga Nugraha.


# MANSION KELUARGA WIJAYA #



Bu Maya menyambut kedatangan Dion dengan senyuman semanis mungkin.


" Selamat datang anak-anak mama " Berjalan menghampiri Dion & Heni di depan pintu.



Heni & Dion memeluk mamanya.


" Maa Dion sangat merindukan mama " Dion memeluk mamanya dengan kuat.


Heni berjalan ke ruang tamu menghampiri papanya, dan memeluk papanya.


" Papa sayang, Tumben jam segini papa sudah pulang ? " Namun tak membuat pak Hendara Wijaya bergeming.


Heni mendongak melihat wajah papanya, Heni merasa heran dengan sikap papanya.


" Apa papa marah sama Heni ? "


" Iya papa kecewa sama kalian " Memeluk Heni, Dan menatap tajam ke arah Dion.


Dion yang merasa heran pun menghampiri papanya " Pa, emangnya kita salah apa pa ? "

__ADS_1



" Dari mana saja kalian sepulang dari bandara ???" Setengah berteriak pak Hendra memulai bicara.


Heni yang merasa takut, memilih bersembunyi dibelakang Bu Maya.


" Dion sama Heni langsung pulang pa " Jawab Dion berbohong.


" Jangan coba bohongi papa Dion, kamu ke rumah keluarga Bramasta kan ?? " pak Hendra berteriak emosi, membuat bulu kuduk Heni berdiri.


" Iya pa, Dion ke sana " Jawab Dion jujur dan langsung duduk di sebelah papanya.


" Sudah berapa kali papa bilang, jauhi keluarga Bramasta & Nugraha " Menatap tajam mata Dion.


Memang sudah sering pak Hendra Wijaya menyuruh anaknya menjauhi kelurga itu, namun Dion mengabaikan kata² ayahnya .


" Tapi Dion cinta sama Rani pa " Jawab Dion tegas.


" Jadi kamu masih berhubungan dengan Rani Bramasta Dion ? "


Bu Maya melihat emosi suaminya tidak terkendali lagi, mulai mencari ide untuk meluluhkan hati suaminya.


" Hiks hiks hiks Heni, Lebih baik mama mati daripada melihat Papa & kakakmu bertengkar " Bu Maya pura-pura menangis, sambil memberi kode mata ke arah Heni.


Heni yang mengerti kode dari mamanya, langsung melancarkan aksi mamanya.


" Mama jangan bicara gitu ma " memeluk mamanya dan berbisik (mama memang yang terbaik )


" Lakukan drama kita seperti biasa nak " Bisik Bu Maya pada Heni Dan langsung ber pura² pingsan di lantai.


" Maa, ma bangun maaa hiks hiks hiks "


Heni berteriak dan pura² menangis.


Pak Hendra langsung panik menggendong , tubuh Bu Maya, dan meletakkan di atas sofa.


" Ma bangun maa " wajah pak Hendra sangat panik.


" ini salah kamu Dion, Kamu selalu membantah perkataan papa " Menunjuk wajah Dion.


" Paa, Dion sangat cinta sama Rani, sama seperti papa yang mencintai mama "


" Sudah² apa kalian akan membuat mama mati, kalian terus saja berdebat, hiks hiks hiks .... " Heni pura² menangis, dan meraih ponselnya untuk menghubungi dokter.


" Halo dokter Han, segera kemari mama pingsan " Tanpa menunggu jawaban Heni memutuskan sambungan teleponnya.


Sebelum menelfon Heni sudah mengirimkan pesan kepada dokternya, isi pesannya { dok ada tugas dari mama, lakukan dengan natural,🤭🤭😆 }


" Anak mama memang aktris terbaik " Batin bu Maya, menahan tawanya.


Setelah 8menit dokter yang di telfon Heni datang.


" apa lagi yang ingin direncanakan 2 orang aktris ini, benar-benar Ratu drama " ~ Batin dokter Han Menatap Heni.


dia berpura-pura memeriksa Bu Maya, Lalu melihat ke arah pak Hendra dan berbicara


" Pak bisa kita bicara ?!? "


" Baik dok silahkan ke ruangan kerja saya "


Pak Hendra, Dion & dokter Han, berjalan ke arah ruang kerja pak Hendra,

__ADS_1


Dokter Han memulai pembicaraan


"Sebaiknya jangan membebani pikiran Bu Maya, Ini sangat tidak baik untuk untuk kondisi Bu Maya " Tutur dokter Han kepada Dion dan pak Hendra.


Dokter Han terus memberikan pernyataan menakutkan kepada pak Hendra dan Dion.


Sementara di kamar Heni & Bu Maya sedang cengingisan melihat wajah panik ayahnya, dan kakak nya.


" Akting kamu memang bagus nak " Bu Maya mengacungkan jempol ke arah Heni.


" Jelas dong, Heni kan anak mama, seorang aktris terbaik di negara X " Membanggakan dirinya.


" hahahahah tapi akting mama lebih bagus kan , " Sahut Bu Maya tidak mau kalah.


" Iya mama memang is the best, pantas saja piagam penghargaan mama sangat banyak " melirik ke arah piagam di lemari kaca milik Bu Maya.


Bu Maya dulu adalah seorang artis terkenal , dan saat naik daun Bu Maya di lamar oleh CEO dingin, tampan, berkharisma, incaran para gadis², dia adalah tuan Hendra Wijaya,, Anak ke 2 dari keluarga Wijaya,


Dan memiliki 2 anak Dion Arga Wijaya & Heni Alisa Wijaya.


Tak tak tak tak Suara orang berjalan menuju kamar utama.


" Husstt sayang sepertinya mereka akan datang " Bu Maya mulai menutup matanya kembali.


Heni pun berhenti tertawa, dan memulai aktingnya ,


" Dok, kenapa mama belum bangun² juga " Heni memasang wajah paniknya.


Anak ini sepertinya memiliki bakat menjadi artis terkenal seperti ibunya { Batin dokter Han }


" Biar saya priksa lagi, Ini obat yang harus nyonya minum, Nona tolong pastikan Bu Maya meminumnya " mulai memeriksa Bu Maya , dan menyodorkan obat ke arah Heni.


" Huh dokter ini menyebalkan sekali , Apa dia tidak tahu aku capek pura-pura pingsan " ~Batin Bu Maya .


Bu Maya mulai membuka matanya, pak Hendra yang melihatnya langsung memeluk istrinya, dan menghujam Bu Maya dengan banyak pertanyaan.


" Maa,, syukurlah mama sudah sadar apa yg sakit ma ? , apa perlu ke rumah sakit ? apa mama tadi tidak sarapan ? "


Dokter Han pun berpamitan dan di antar Dion keluar rumah, Setelah mengantar dokter Han Dion kembali ke kamar mamanya, dan Bu Maya memulai Dramanya 😂


" Hiks hiks hiks , papa sekarang sudah tidak sayang keluarga & mama lagi "


" Husst apa yang mama katakan , papa sangat sayang kalian, kalian segalanya "


" Papa marah sama Dion , dia baru pulang setelah 2thn di luar negeri hiks hiks hiks "


" Sudah lupakan mama istirahat lah , Heni Dion tolong jaga mama , papa ada urusan sebentar " Meninggalkan kamar dan menuruni anak tangga.


Heni & Dion duduk di sebelah mamanya


" Dion, apa kamu sangat mencintai Rani nak?? " Tanya Bu Maya kepada Dion.


" Iya ma,, bahkan Dion Sangat mencintainya , Dion rela mati demi Rani ma " jawab jujur Dion.


Melihat Dion yg sangat lesuh membuat Bu Maya sedih & berkata " Baiklah nak, mama berusaha membujuk papa "


" Makasih maa... Dion sangat bahagia " memeluk Bu Maya.


" Heni juga akan membantu kakak, Dengan drama kita.....upssss " Heni keceplosan dan langsung menutup mulutnya.


Dion yang merasa bingung mulai berkata " Drama apa ?? "

__ADS_1


" Rahasia aku dan mama kak " Heni berlari ke kamarnya.


__ADS_2