
Heni berjalan ke luar kampus untuk menemui pak Mamat, yang sudah menjemputnya, Sebelum ke kampus dia melihat Vannesa dan gengnya di depan kampus, tidak mungkin dia memasuki mobil mewah, bisa ketahuan kalau dia anak orang kaya.
" Kalau sampai Vannesa tau Aku masuk mobil mewah, pasti dia curiga, Lebih baik aku telfon pak Mamat saja " ~Batin Heni.
" Halo pak, tolong bawakan baju dan tas saya ke kamar mandi kampus sekarang ya "
"Halo... Siap non Heni " Heni langsung menutup sambungan telfonnya.
Di mobil Pak Mamat memasukkan baju Hani kedalam kantong plastik, dan membawanya masuk ke dalam kampus, untuk diberikan kepada heni, Namun tidak menemukan Heni dikamar mandi.
" Halo non, non heni di mana ?, saya sudah di depan kamar mandi, tapi non ga ada, " Ucap pak Mamat saat telfonnya tersambung.
" Saya didalam pak, Sebentar ya pak saya keluar" Jawab Heni langsung membuka pintu toilet.
Krreeettt pintu kamar mandi terbuka.
" Pak Mamat " Heni berbisik memanggil pak Mamat.
" Ini non " ucap pak Mamat langsung memberikan baju Heni.
" Makasihh pak " Heni mengambil bajunya.
Heni langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya, dan mengganti baju dan memasukkan baju dan tas jeleknya ke kantong plastik, untuk di bawa pak Mamat ke mobil.
" ini pak baju gantinya, bapak bawa ke mobil ya " menyerahkan kantong plastik.
" Siap non " Pak Mamat membawa baju ganti.
" Makasih ya pak " Sahut heni.
Heni pun merapihkan bajunya dan memakai tas branded original miliknya, pak Mamat berjalan lebih dulu, meninggalkan Heni untuk pergi ke mobil terlebih dahulu.
" saya permisi dulu non " pamit pak Mamat.
" Iya pak " Jawab Heni.
__ADS_1
Saat pak Mamat ingin keluar dari pagar kampus, ada seorang perempuan yg memanggilnya.
" Paman, paman ngapain ke kampus aku ?? " tanya perempuan itu,
" oh Vanessa, paman lagi menjemput anak bos paman " Jawab pak Mamat.
" Oh, anak bos paman kuliah disini juga "
" Iya nak, Kenapa kamu belum pulang ? " Tanya pak Mamat.
" belom paman, Vannesa masih nunggu mama jemput " Ucap Vannesa berbohong.
" yasudah paman duluan ya " Pamit pak Mamat.
" Silahkan paman " Sahut Vannesa.
Vannesa masih menunggu kedatangan Heni si kucing kecil yang sebenarnya adalah tuan putri.
" Oh ya ampun, kenapa kucing kecil itu belom keluar dari kampus " Gumam Vannesa.
Vannesa dan teman-temannya mulai bosan menunggu kedatangan Heni,
Heni berjalan keluar kampus, dan melewati Vannesa dan teman²nya menggunakan kacamata hitam, Vanessa dan teman-temannya melihat heni, mereka takjub dengan tas mahal milik Heni,
" Wow itukan Hermes keluaran terbaru " Pekik salah satu teman Vannesa.
" permisi " ucap Heni sambil berlari pelan ke arah mobil mewah nya.
" apa dia seorang artis kampus, Tapi kenapa aku baru melihat nya ? " ~Batin Vannesa.
Setelah memasuki mobil, Heni membuka kaca matanya dan menyuruh pak Mamat menyetir melajukan mobilnya, namun pak Mamat malah tidak sengaja membuka kaca mobil, dan kebetulan Vannesa ada di sebrang jalan dan melihat heni,
" Oohh ya ampun apa mata ku sakit, Kenapa dia mirip sekali dengan heni, Tapi dia tidak punya tompel, dan dia naik mobil Listrik keluar terbaru " ~Gumam Vannesa.
__ADS_1
Vanessa berlari menghampiri mobil Heni, Heni buru² memakai kaca matanya, dan saat Vannesa sampai di depan mobil, Heni menyuruh pak Mamat menutup kaca mobil penumpang.
" Vannesa kamu ngapain kesini ?!? " Pak Mamat bertanya kepada Vannesa.
" Eh paman,,, apa yg di belakang itu Heni ? " Tanya Vannesa.
Belum sempat menjawab pertanyaan Vannesa, Heni langsung menyuruh pak Mamat menjalankan mobilnya.
" Jalan pak " Titah Heni kepada sang supir.
" Siap pak "
Pak Mamat langsung menjalankan mobilnya, dan Heni langsung bertanya kepada pak Mamat.
" Pak Mamat, apa bapak mengenal orang tadi ?!? " Tanya Heni kepada sang supir.
" siapa maksud non Heni ? "
" Vannesa pak " Jawab Heni.
" Oh Vannesa, dia keponakan pak Mamat non, " Jawab pak Mamat jujur.
" ohh gitu pak, pak tolong jaga rahasia tentang penyamaran saya, termasuk dengan Vannesa " Heni merasa khawatir jika pak Mamat bercerita pada Vannesa, tentang jati dirinya.
" Siap non Heni " Jawab pak Mamat.
Setelah 20 menit, mobilnya memasuki mansion keluarga Wijaya, Pak Mamat langsung membukakan pintu untuk Heni.
" Silahkan nona " Ucap pak Mamat sambil membungkukkan badannya.
" Makasih pak, Pak Mamat jangan khawatir, nanti malam saya akan menceritakan tentang penyamaran saya kepada papa " Heni mulai berbicara pada pak Mamat.
" Iya non, saya sangat takut non " Jawab pak Mamat.
" Heni juga tau pak " Jawab Heni sambil cekikikan sendiri.
__ADS_1
Heni langsung turun dari mobilnya, dan berjalan memasuki Mansion ayahnya.
" Hari pertama kuliah yang sangat menyebalkan, Untung saja ketemu sama kak Dimas yang sangat tampan " ~Batin Heni.