
Satu bulan berlalu dengan cepat, persiapan pernikahan sudah disiapkan dengan baik. Bu Maya sangat bahagia kedua anaknya akan menikah dihari yang sama.
"Mama sangat bahagia pa, tidak terasa ya pa Dion dan Heni kecil kita sudah mau menikah" Bu Maya duduk disebelah suaminya yang sedang bekerja.
"Sama ma, Papa juga bahagia anak-anak kita menemukan pendamping hidup yang baik." Balas Pak Hendra.
"Oh iya pa, kata Wedding organizer kita harus datang ke gedung pernikahan sebelum jam 5 sore pa."
"Iya ma, pekerjaan Papa akan selesai 10menit lagi." Jawab Pak Hendra.
Setelah mengingatkan suaminya Bu Maya pamit ke kamar dan bersiap-siap. Heni, Dimas, Dion dan Rani sudah menginap di hotel gedung pernikahan mereka.
Setelah mandi Bu Maya didandani oleh Make Up artis terkenal di negara X. Sedangkan Pak Hendra mandi dan bersiap-siap.
"Wow istriku sangat cantik hari ini."Pak Hendra terus memandang takjub wajah istrinya.
"Aku memang cantik dari dulu pa" Bu Maya mengedipkan mata genitnya.
"Iya-iya Papa juga tahu itu ma..." Jawab Pak Hendra.
Bu Maya tertawa renyah mendengar ucapan suaminya. Setelah siap, Bu Maya dan pak Hendra berangkat ke gedung pernikahan anak mereka.
,
,
#GEDUNG PERNIKAHAN π π π#
Dion dan Dimas sedang menghafalkan Ijab Kabul, Sedangkan Heni dan Rani sedang dirias dikamar mereka masing-masing.
"Anak mama sangat cantik" Bu Bunga duduk disebelah Rani putrinya.
"Mama juga sangat cantik, Oh iya ma apa Tante Maya dan Om Hendra sudah datang????"
Rani tidak sadar kalau calon mertuanya sudah berada dibelakangnya. Belum sempat Bu bunga menjawab pertanyaannya Rani. Bu Maya langsung duduk di sebelah Rani.
"Mama sudah disini calon mantu cantik, Mulai sekarang jangan panggil Tante lagi ya. Panggil mama aja biar sama kayak Heni dan Dion." Bu Maya mengelus tangan calon menantunya.
"Iya Ta ann, ehh mama maksudnya." Ucap Rani terbata-bata.
"Nah gitu dong, Calon mantu mama sangat cantik," Lanjut Bu Maya.
"Setelah ini aku nitip Rani ya jeng, dia anak yang sedikit manja dan pemalu." Bu Bunga menggenggam tangan calon besannya.
"Iya pasti jeng, Aku sudah menganggap Rani seperti putriku sendiri." Bu Maya memeluk Bu Bunga.
Setelah selesai menemu Rani, Bu Maya berjalan ke kamar sebelah untuk menemui Heni putri kecilnya yang akan menikah. Bu Maya sangat bahagia karena Heni mendapatkan mertua yang baik seperti Nana.
"Wahhh wah wah,,, Anak malam cantik sekali." Bu Maya langsung masuk kedalam kamar.
"Eh Mama sudah datang, Mama tau enggak ternyata Mama Nana seleranya sama seperti Mama." Heni menoleh ke arah Bu Maya.
__ADS_1
"Haissshh Mama kok bingung ya, kamu panggil Nana mama, Panggil Mama juga Mama." Ketus Bu Maya.
"Bagaimana kalau mulai sekarang Heni panggil mama dengan sebutan Mommy. Jadi enggak bingung." Heni mulai mengeluarkan idenya.
(Author POV : Iya benar Heni, jadi Author nulisnya juga gak bingung ππ€)
"Ide bagus nak, Itukan panggilan waktu kamu masih kecil." Jawab Bu Maya.
"Baiklah kalau begitu My Mommy." Heni tersenyum manis.
"Na, aku nitip Heni ya, Tolong jaga Heni. Mungkin Heni belum bisa menjadi menantu yang baik. Jadi aku mohon bersabar dalam menghadapi sikapnya." Bu Maya duduk disebelah sahabat sekaligus calon besannya.
"Iya May, Aku sudah menganggap Heni seperti putriku sendiri. Jadi kamu jangan khawatir ya." Jawab Bu Nana.
"Makasih ya Na,,,,"
Heni terharu melihat kedekatan ibunya dan calon mertuanya. Heni sangat bahagia memiliki dua ibu yang sangat sayang kepadanya.
"Ayo kita turun kebawah Na, Sebentar lagi ijab kabul Dion dan Rani segera dilangsungkan." Bu Maya mengajak Besannya.
"Heni Mama sama Mommy mu turun kebawah dulu ya." Pamit Bu Nana pada calon menantunya.
" Iya ma," Heni tersenyum simpul.
"Setelah Mereka kamu dan Dimas akan gantian ijab Kabul nak, jadi siapkan hatimu ya..."Sahut Bu Maya.
"Iya Mommy." Jawab Heni.
Nampak Dion dan Rani duduk didepan penghulu dan Pak Briyan (Ayah Rani.) Penghulu itu memegang tangan Dion dan mengucapkan.
"**Saya nikahkan dan kawinkan saudara Dion bin Hendra Wijaya dengan saudari Rani binti Briyan Bramasta, dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai 50 juta dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Rani Binti Briyan Bramasta dengan maskawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana saksi ??? "
"SAH...." Jawab semua orang.
"Alhamdulillah,,, Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri." Ucap penghulu itu.
Rani mencium tangan Dion, mereka langsung menandatangani surat nikah mereka**.
"Sekarang giliran Dimas dan putri saya pak,"Pak Hendra menatap wajah Dimas.
Bu Maya dan Bu Nana menuntun Heni dari atas. Semua orang sangat takjub melihat kecantikan Heni. Heni menggunakan kebaya modern namun sopan untuk Ijab Kabul. Setelah sampai ke bawah Heni duduk disebelah Dimas sang calon suami.
Dimas terpesona melihat kecantikan Heni, sampai Dimas tidak mengedipkan matanya.
"Eheemm Ehhemm,,, Ingat nak Dimas masih belum sah." Ucap penghulu itu.
Dimas langsung mengalihkan pandangannya, sedangkan semua orang tertawa bersama. Dimas nampak grogi duduk disebelah Heni.
__ADS_1
"Baiklah kita mulai saja." Ucap Pak Briyan.
Untuk kali ini pak Hendra menikahkan Heni sendiri, tidak diwakili oleh penghulu.
"**Saya nikahkan dan kawinkan Ananda Dimas bin Alex Nugraha dengan anak saya Heni Alisa Wijaya, dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai 100 juta dibayar tunai." Ucap pak Hendra.
"Saya terima nikah dan kawinnya Heni Alisa Wijaya Binti Hendra Wijaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Sahut Dimas.
"Bagaimana para saksi??" Ucap penghulu.
"SAH...."
Alhamdulillah~~.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Alhamdulillah,,,, Terimakasih untuk semua yang sudah support karya Author, Jangan lupa tinggalkan Like disetiap Episodenya.
.
.
.
.
.
.
Doain Author cepat menyusul yaπ€π€π€**
__ADS_1