
Jika di Kediaman keluarga Wijaya masalah bisa berakhir karena drama yang lucu, Berbeda dengan Kediaman Keluarga Bramasta, Masalah berakhir dengan kekerasan.
# MANSION KELUARGA NUGRAHA #
Setelah melalu perjalanan 20menit, Dimas sampai ke mansion milik sang ayah, Bangunan kokoh, mewah seperti surga namun terlihat seperti neraka Dimata Dimas,
Bahkan setelah Dimas berumur 20 tahun dia tidak pernah mau memakai fasilitas yg Alex Bramasta ( Ayah Dimas ) berikan.
Dimas mulai masuk kedalam mansion
Tok tok tok tok...
" Nana keluar kau dari kamar " Alex berteriak dari luar kamar, karena Nana enggan keluar dari kamar, dan sudah mengganti pin pintu kamar utama.
" Cihh malas sekali berurusan dengan pria ini " Decih Dimas, saat mendengar ayahnya berteriak.
Alex yang melihat Dimas memasuki mansion, menoleh ke arah Dimas.
" Anak papa, akhirnya kamu mau pulang nak "
Prok prok prok prok ( suara Dimas tepuk tangan )
" Wah wah wah,,, Rupanya tuan Alex yg terhormat masih mengingat jika dia mempunyai seorang putra " Memandang tajam ke arah ayahnya.
" Apa maksudmu nakk,?? Kamu kebanggaan ayah " ingin merangkul Dimas, namun tangan Alex langsung di tangkis oleh Dimas.
" Jangan sentuh aku " Mengibaskan tangan di bajunya, seolah ada kotoran yg menempel.
" apa seburuk itu aku Dimata mu nakk " Cicit Alex Nugraha.
" Lebih dari itu, bahkan aku sangat jijik melihatmu " Menatap Alex sinis.
" Tapi aku ayahmu nak " Lirih Alex.
" Dan itulah yang paling aku sesali " jawab Dimas singkat.
Bukan tidak hormat kepada orang tua, Dimas bersikap seperti itu karena Dimas melihat ayahnya melakukan kekerasan kepada sang ibu lewat cctv mansion, Karena sang ibu selalu menyimpan semua keburukan suaminya.
__ADS_1
Tok tok tok tok " Ma ini Dimas, Ayo keluarlah ma " Dimas mengetuk pintu kamar mamanya.
Nana yang mendengar suara Dimas langsung membuka pintu kamarnya.
" Nakk makasih " ucapnya lirih dan langsung memeluk Dimas.
Alex yang melihat Istrinya keluar, langsung menghampirinya, berpura-pura bersikap hangat, karena ada Dimas.
" Sayang kenapa kamu menceraikan aku, apa salah ku " Memegang tangan Nana.
Nana tak bergeming sedikitpun.
" Cih, sudah tidak perlu pura-pura lagi, bahkan aku sudah melihat sikap kasarmu " Dimas melepas tangan sang ayah.
" Ayo kita pulang ma " Lanjut Dimas.
" Pulang ? ini kan rumah kalian juga Dimas, papa disini sama siapa, jika kalian pergi " Alex terus membujuk Dimas.
" Oh ya benarkah, bawa saja madu papa kesini, karena aku dan mama sudah mengetahui semuanya, bahkan tanpa papa atau mama yang menceritakan, Dan satu lagi perceraian mama dan papa sudah resmi " Sahut Dimas.
" ohh benarkah, apa kau juga mengetahui perselingkuhan mamamu dengan si Bangsat Hendro nak ?, mamamu juga seperti jalang yang bermain api dibelakang papa bukan " Tanya Alex menatap tajam mata Nana.
" Sudah nak hiks hiks hiks " Nana tak kuasa melihat perkelahian itu,
" walau bagaimanapun dia ayahmu nak " Sahut Nana lagi.
" Ayah,,, dia bahkan mengira aku bukan anaknya, lalu meminta tes DNA apa masih pantas disebut ayah ma ? " Emosi Dimas semakin memuncak.
" Maafkan ayahh nakk " Ucapan Alex lirih.
" Dan satu lagi tuan Alex yang terhormat, jika anda ingin melihat kebenaran tentang hubungan mama & pak Hendro, ambil ini lihat sampai selesai " Dimas melempar sebuah chip yg berisi video.
" Ayo ma kita pergi, jangan bawa apapun dari neraka ini " menarik pelan tangan Bu Nana.
Dimas dan Bu Nana keluar mansion.
Kata-kata Dimas seperti tamparan untuk alex, Perkataan dimas mampu mengiris hati Alex, Sebelumnya Dimas tidak pernah banyak bicara pada sang ayah, Sekalinya bicara dia menghina sang ayah.
__ADS_1
Alex menarik kepalanya frustasi " Sialan, Kenapa dia sangat membenciku, padahal jelas-jelas ibunya juga berselingkuh " Teriakan Alex menggema di mansion keluarga Nugraha.
Alex berjalan menuju ruang kerjanya, dan memasang chip ke laptopnya, Alex melihat video itu, Video dimana meta sahabatnya dan juga sahabat Nana, Di video itu meta membuat pengakuan, bahwa dia menjebak Nana & Hendro di sebuah hotel, Karena Hendro menolak cintanya & membatalkan pertunangan dengannya, Karean Hendro masih mencintai Nana.
" Brengsek Rupanya meta yang menjebak Nana dan Hendro, Sialan kau meta " Teriak Alex.
Namun nasi sudah menjadi bubur, bahkan Nana & Alex sudah bercerai, Dan Alex dengan kejam melenyapkan Hendro Wijaya, mantan kekasih Nana ( ibu Dimas ).
" Kenapa aku terlalu bodoh untuk melihat semuanya, bahkan aku tidak menyadari cinta Nana yang begitu dalam, aku masih melihat cinta itu dimatanya, Nana aku akan berjuang mendapatkan kamu kembali " Alex terisak dalam tangisnya.
Pelayan yang ada di sana merasa kasihan, namun apa yang bisa Meraka perbuat, Alex seperti singa, yang mampu menerkam mereka kapan saja.
Mobil yang di tumpangi Dimas mulai meninggalkan mansion mewah milik sang ayah.
" Ma, mama maukan tinggal di apartemen kecil milik Dimas ??, Hanya beberapa hari saja, nanti kita pindah ke rumah baru kita " tanya Dimas sangat hati-hati, takut mamanya salah paham.
" Iya nakk, Dimanapun itu jika ada kamu mama mau nak " Jawab Bu nana.
" Baiklah ma, besok Dimas suruh Heni & Rani main ke rumah " Membelai lembut tangan mamanya.
" Benarkah nakkk " tanya Nana antusias.
" Iya ma, asalkan mama berhenti menangis "
" Baiklah, tapi... hiks hiks hiks,, bagaimana kamu bisa tau perlakuan kasar papamu kepada mama nak " Bu Nana merasa heran, pasalnya dia tidak pernah menceritakan semuanya.
" Papa mungkin Presdir pintar di Nugraha Corp ma, tapi dia sangat bodoh jika berhadapan dengan Dimas yg lebih pintar ini "
" Maksudmu nak ?? " Bu Nana mengriyitkan dahinya, seolah tidak paham apa yg dibicarakan Dimas.
" CCTV tidak bisa menyembunyikan kesedihan seperti mama " jawab Dimas malas.
Dan sekarang Bu Nana sadar, dimas mungkin mengetahui semua dari CCTV yg terpasang di setiap sudut mansion milik keluarga Nugraha.
" Anak mama sangat pintar " Membenamkan wajahnya di dada bidang Dimas.
Sesampainya di apartemen Dimas Bu Nana dan Dimas membersihkan diri dan beristirahat.
Apartemen Dimas juga tidak terlalu buruk, Meskipun hasil kerja kerasnya sendiri Dimas mampu membeli apartemen elite di Negaranya.
__ADS_1