PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
HARTA DAN TAHTA


__ADS_3

~ Terkadang sesuatu akan jauh lebih berharga Setelah kita kehilangannya. ~


Begitulah yang sedang dirasakan oleh seorang yang sedang duduk merenung, Menyesali sikapnya yang membuat Heni pergi dari kehidupannya.


" Cih... Siapa laki-laki itu. Dan apa hubungannya dengan Heni. " Decih Maxime sambil melempar gelasnya.


Dreett Dreett Dreett


Maxime mengangkat telfonya.


" Tuan, saya sudah mendapatkan semua. " Suara orang di sebrang telfon.


" Cepatlah ke apartemenku. " Titah Maxime dan langsung mematikan sambungan telfonnya.


" Cihh... Apa dia tidak lihat ini jam berapa. Orang kaya arogan, Sabar Willy bagaimanapun dia atasanmu. " Gumam Willy asisten pribadi Maxime sekaligus detektif Keluarga Maxime.


Willy ( asisten Maxime ) Melajukan mobilnya, menuju ke apartemen milik Maxime.


" Apa kau keliling kota, kenapa lama sekali " Cletuk Maxime saat melihat kedatangan asistennya.


" Maaf tuan, Jaraknya cukup jauh. " Jawab Willy mengalah, malas berdebat dengan bos arogan.


" Apa yang kamu dapatkan ?? " Sahut Maxime.


" Ini semua berkas tentang Dimas tuan " Willy menyerahkan beberapa berkas pada bosnya.


" Apa !!! Dia anak Alexander Nugraha ?? " Bentak Maxime setelah membaca profil Dimas Nugraha.


" Iya tuan, Dimas adalah pewaris tunggal #NUGRAHA CORP# " Jelas Willy.


" Menarik, Ternyata sainganku orang yang sepadan. " Maxime tersenyum licik.


Maxime adalah orang arogan, yang selalu meremehkan orang lain. Tapi tidak untuk keluarga NUGRAHA, Karena Maxime mengetahui berapa banyak HARTA DAN TAHTA Keluarga NUGRAHA.


Maxime juga mengetahui kekayaan NUGRAHA tidak akan habis tujuh turunan, dan semua bisnis milik Alexander Nugraha merajalela di Negaranya.


" Kembali ke tujuan pertama kita, Siapkan proposal untuk kerjasama dengan keluarga Nugraha. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Dimas Nugraha. " Titah Maxime pada asistennya.


" Apa tuan muda tidak ingin membaca lebih detail. " Willy mengriyitkan dahinya.


" Apa kau sedang memerintah ku ?? " Bentak Maxime.


" Bukan begitu tuan, Baiklah biar saya yang membacanya. Jadi Dimas Nugraha Memang pewaris tunggal Keluarga NUGRAHA. tapi Dimas Nugraha memilih keluar dari Mansion Nugraha tuan. " Tutur asisten Willy.


" Apa !! Kenapa dia keluar Mansion Nugraha, Apa dia bodoh keluar dari istana " Maxime mulai mencerna kata-kata asistennya.


" Karena Dimas berbeda dengan anda Maxime bodoh. Anda hanya arogan, dan membanggakan kekayaan keluarga " ~Batin asisten Willy.

__ADS_1


" Karena orang tuanya bercerai tuan muda, dan Dimas lebih memilih tinggal bersama ibunya, dan meneruskan bisnis milik kakeknya yaitu tuan Bagas Bramasta. " Jawab asisten Willy lugas.


Maxime hanya mengangguk sambil mencerna kata-kata asistennya.


" Baiklah tetap lanjutkan Kerja sama dengan NugrahaCorp " Titah Maxime.


" Baik tuan, semua sudah siap. Saya juga sudah mengatur jadwal meeting dengan tuan Alexander Nugraha. " Jelas asisten Willy.


" Baiklah kau boleh pergi " Ucap Maxime sambil meneguk wine di gelasnya.


" Baik tuan muda, saya permisi. " Asisten Willy membungkuk memberi hormat.


Setelah berpamitan asisten Willy keluar dari apartemen milik Maxime. dan berjalan menuju kamarnya.


" Oh iya... aku lupa menanyakan kabar wanita yang aku tabrak tadi siang. Besok saja aku tanyakan pada Willy. " Gumam Maxime.


# FLASHBACK ONN #


" Willy, apa sekarang kemampuan mu berkendara mobil berkurang. Naikkan lagi kecepatannya. Aku sangat lelah. " Bentak Maxime pada asistennya.


" Tapi tuan, Kita sedang berada di negara X, bukan negara kita. " Jawab asisten Willy.


" Turun di depan, Biar aku tunjukkan kemampuan menyetir ku. Kau bahkan berani menentang perintahku. " Omel Maxime.


Tanpa menjawab, asisten Willy langsung memberhentikan mobilnya di depan, dan Maxime langsung duduk di kursi kemudi dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Tuan awas, didepan ada orang " Asisten Willy memperingatkan bosnya.


Dan benar saja mobil Maxime menabrak seorang perempuan, yang sedang berjalan di trotoar jalan.


Maxime ingin meninggalkan perempuan itu, namun beberapa warga menggedor pintu mobilnya. Para warga mengepung mobil Maxime.


" Tuan, Sebaiknya kita turun. dan bertanggung jawab. " Ucap asisten Willy.


" Baiklah kau turun, dan selesaikan masalah ini. " Jawab Maxime acuh.


" Siapa yang berbuat, siapa yang disuruh tanggung jawab. " ~Batin asisten Willy.


Asisten Willy keluar dari mobil, dan membopong tubuh perempuan yang ditabrak Maxime kedalam mobil dibantu oleh warga.


" Tuan, kita bawa ke rumah sakit terdekat sekarang. Sepertinya kondisi gadis ini sangat parah. " Asisten Willy masuk kedalam mobil.


" Terserah kamu saja. " Jawab Maxime malas.


Mobil melaju sedang, Maxime membelokkan mobilnya menuju # WIJAYA HOSPITAL #.


" Wijaya hospital... Sepertinya aku akan bertemu dengan mantan " Batin Maxime sambil mengeluarkan senyum devil miliknya.

__ADS_1


" Kau masuk saja Willy, aku akan menunggu didepan saja. " Titah Maxime pada asistennya.


" Baik tuan... " Asisten Willy membawa wanita itu masuk kedalam rumah sakit.


Karena menunggu cukup lama, Akhirnya Maxime keluar dari dalam mobilnya. dia melihat Ambulance FIF memasuki rumah sakit.


Maxime mengikuti dari belakang, dia sangat kaget saat melihat wajah Dion dan Bu Maya.


" Dion, Tante Maya... Siapa yang sakit " Maxime terus mengikuti para rombongan kedalam ruangan mewah.


Dan Maxime semakin bahagia karena melihat Heni ( mantan kekasihnya ) yang sedang sakit.


# FLASHBACK OFF #


" Menabrak seseorang membuatku bertemu lagi dengan Heni, Dan aku akan berusaha masuk ke dalam kehidupannya lagi. " Gumam Maxime sambil meneguk wine di gelasnya.


Bukan cinta namun obsesi, itulah yang sebenarnya Maxime berikan untuk Heni. Karena Maxime menyukai kecantikan, dan body sexy milik Heni.


Sementara itu, didalam kamar asisten Willy langsung membersihkan badannya, dan mengganti pakaiannya rasa kantuknya semakin berat. ingin rasanya asisten Willy langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.


" Akhirnya aku bisa tidur juga, Aku bahkan belum istirahat setelah penerbangan dari Prancis " Gumam asisten Willy sambil merebahkan tubuhnya.


Saat asisten Willy ingin menutup matanya, tiba-tiba ponselnya berdering.


Dreett Dreett Dreett


" Oh shiiittt... Siapa yang menelepon malam-malam begini " Asisten Willy mengambil ponselnya diatas meja.


" Halo... " Ucap asisten Willy dingin.


{ Halo, maaf tuan mengganggu malam-malam, saya dari Wijaya Hospital tuan. keadaan nona Vannesa saat ini sedang kritis tuan. } Ucap seorang perawat di sebrang telfon.


" Siapa Vannesa ?? Aku bahkan tidak mengenali namanya. " Jawab asisten Willy dalam mode mengantuk.


{ Apa benar ini dengan tuan Willy ?? Vannesa adalah pasien kami, yang tuan tabrak tadi siang. Kami mengetahui namanya dari tanda pengenal pasien tuan. } Jelas perawat.


" Oh ya ampun... Aku bahkan melupakan keadaan perempuan tadi. " ~Batin asisten Willy.


" Apa dia sedang kritis...?? " Teriak Willy.


{ Iya tuan, kami sudah mencoba menghubungi keluarganya. namun tidak ada yang mengangkat telfon kami. }


" Baiklah, lakukan yang terbaik. Aku akan kesana besok. untuk masalah biaya gunakan saja card yang aku berikan tadi. " Jelas Willy.


{ Baiklah tuan, tagihan atas nama tuan Maxime Alexander ya tuan ?? } Sahut perawat.


" Iya benar... " Jawab Willy langsung mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


" Memiliki bos arogan, benar-benar menyusahkan. huffffttt... " Willy mengusap wajahnya kasar.


__ADS_2