PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
KEPULANGAN DION WIJAYA


__ADS_3

Setelah jam pelajaran kampus selesai, Heni membersihkan make up dan mengganti penampilannya di toilet, Lalu dia berjalan kaki menemui pak Mamat yang setia menunggu Heni di depan gerbang kampusnya.


Setelah melihat kedatangan heni, pak Mamat segera membuka pintu mobil penumpang, untuk nyonya mudanya.


" Silahkan nona " ucap pak Mamat seraya membungkuk memberi hormat.


" Terimakasih pak " ucap Heni dan langsung memasuki mobil.


" sama-sama nona " sambil menutup kembali pintu mobilnya.


Setelah pak Mamat masuk ke mobil, Memasang sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya.


" Kita ke bandara dulu ya pak , Tadi mama telfon nyuruh kita jemput kak Dion " Titah Heni pada sang supir.


" siap non " Sambil melajukan mobilnya.


Setelah 40menit perjalanan, mobil memasuki area bandar, Heni turun dari mobil, Setelah turun dari mobil Heni menunggu di lobi penjemputan penumpang, Lalu mengeluarkan handphone nya untuk menelfon sang kakak , Namun Tiba-tiba Heni dikagetkan dengan tangan besar yang menepuk pundaknya.


" Kamu disini juga " Tanya laki-laki itu.


Heni pun menoleh ke arah laki-laki itu, Betapa kagetnya Heni, ketika melihat Dimas orang yang dia cari seharian.


" Eh kak Dimas, Kakak disini juga ? " Tanya Heni pada laki² itu.


" Ditanya malah balik tanya, dasar aneh" Gumam Dimas pelan, namun masih di dengar Heni.


" Kak Dimas bilang apa tadi " menatap Dimas kesal.


" Lupakan saja, ngapain kamu ada disini " tanya Dimas mengalihkan pembicaraan.


" Menjemput kak Dion, hari ini dia pulang dari Prancis, Kak Dimas sendiri ngapain ke bandara ?!? "


" Sama, Aku disuruh Rani untuk menjemput Dion " jawab Dimas malas.


" Ohh ngapain Rani nyuruh kamu jemput kak Dion, lagian kan dia mau pulang kerumah, bukan pulang kerumah Rani " Tanya Heni dengan wajah heran.


" Dia menyuruhku membawa Dion ke mansion Bramasta, katanya mau ngasih surprise gituhh " Jawab Dimas sambil menduduki bangku kosong di sebelah Heni

__ADS_1


" Tapi mama engga ngasih tau tuhh " Sahut Heni.


" dasar payah,,! mana mungkin mama mu tahu, kan Dion masih merahasiakan hubungannya dengan Rani " jawab Dimas ketus.


" Ohh iya yaaa, Aku lupa kak " Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dimas dan Heni saling berbincang-bincang, Sampai akhirnya Dion datang dan memeluk Heni dari belakang, sontak Heni merasa terkejut, dan langsung memukul dada bidang Dion, yg dia pikir orang asing yg kurang ajar.


Bugh bugh bugh .....


" Awww sakit dek " pekik Dion.


" Ehh kak Dion, sorry-sorry tadi aku pikir copet kakk " Heni langsung memeluk kakaknya.


" Masak ganteng-ganteng gini dikira copet sih dek " Dion membalas pelukan Heni.


Setelah lama berpelukan Dion melepas pelukannya, dan beralih memeluk Dimas.


" Hay bro, bagaimana kabarmu " Tanya Dion yang sangat akrab dengan dimas.


" Baik bro, Bagaimana bisnismu di Prancis ??


" Sangat bagus, perkembangan yang begitu stabil " Jawab Dion antusias.


Heni yang merasa tidak dianggap, mulai merutuki nasibnya.


" Wah-wah aku sekarang di acuhkan, lebih baik aku pulang sendiri, daripada di sini kalian mengabaikan kehadiran ku " Kesal Heni yang merasa kakaknya lebih banyak bicara dengan Dimas.


" Ohh sayangkuhh, adek kakak yg manja " memeluk Heni lagi.


" Lepasin kakk, aku mau pulang " Heni berjalan menuju keluar bandara.


" Tunggu dek, kakak mau menjenguk Rani dulu, Tadi dia telfon katanya lagi sakit " Jawab Dion dengan khawatir.


Heni yang merasa bingung, karena tadi pagi dia bersama dengan Rani, dan Rani baik² saja, tidak pucat ataupun demam, Heni yg merasa bingung menoleh ke arah Dimas , Dimas pun mengangguk kan kepalanya, Dan memberi kode pada Heni,


Heni yg mengerti kode dari Dimas, langsung berkata.

__ADS_1


" ohh iya, aku lupa, tadi badan Rani sangat panas kak " Sontak membuat Dion semakin khawatir.


" Baiklah Dimas, kita jalan sekarang ya " Ucap dolan langsung Menarik kopernya dan berjalan ke arah luar bandara.


" Tunggu Heni kak " Teriak Heni dan langsung berlari mengikuti kakak dan Dimas yg berjalan menuju mobil Heni.


" Aku numpang mobil kalian aja ya, Biar supirku pulang sendiri " kata Dimas dan langsung naik ke kursi penumpang sebelah Heni.


" Aku yang nyetir pak " kata Dion pada pak Mamat.


" Baik den " Pak Mamat keluar, dan langsung duduk di kursi Sebelah kemudi.


Dion melajukan mobil dengan cepat, Setelah 30 menit perjalanan mobil memasuki rumah keluarga Bramasta yg sangat bagus itu, Yang sama bagusnya dengan rumah Wijaya.


Setelah mobil berhenti Dion langsung berlari ke depan rumah Bramasta , Heni yg merasa heran dengan tingkah kakaknya mulai bertanya,


" Kak pelan² nanti jatuh " Teriak Heni dan keluar dari dalam mobil.


" Wajar saja kakakmu sangat mencintai Rani " ucap Dimas pada Heni.


" Iya kau benar, ini pertama kalinya Dion Wijaya jatuh cinta hahahaha " Heni terkekeh melihat tingkah kakaknya.


" Cinta memang membuat orang kehilangan otaknya " Sahut dimas.


" Apakah kamu pernah jatuh cinta " Heni mulai bertanya pada Dimas.


" Pernah " jawab Dimas cuek.


" Benarkah,,,?? Siapa wanita itu,, ?? " Tanya Heni bersemangat.


" Dia sekarang ada di hadapanku " jawab Dimas jujur


Sontak membuat pipi Heni merona merah, Heni yang merasa malu langsung menyusul kakaknya, memasuki pintu Keluarga Bramasta tanpa berkata apa².


" Kak tunggu " Teriak Heni sambil berlari mengejar kakaknya.


Dimas pun terkekeh melihat tingkah Heni, lalu menelfon Rani dan berkata,

__ADS_1


" Dion sudah di depan " Tanpa menunggu jawaban Dimas langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tutt tuttt tutt.....


__ADS_2