
Saat Heni keluar dari kamar mandi, tiba² ada seorang laki² yang menghampirinya, ya benar dia adalah Dimas Nugraha.
" Heyy gadis kecil , kita bertemu lagi, " Dimas mulai menyapa Heni.
" siapa kamu, Aku tidak kenal dengan kamu, apa sebelumnya kita pernah bertemu ?? " Tanya Heni yang mulai kebingungan.
" apakah kamu lupa, aku tadi yang kamu tabrak di depan pagar gadis kecil, apa kamu sudah lupa ? " Sahut dimas dengan wajah senyum-senyum sendiri.
" ohh tadi " jawabnya acuh.
" heh kenapa dia cuek, apakah pesona Dimas nugraha hilang di depan gadis jelek ini ~ Batin Dimas.
" Apa kamu tidak ingin minta maaf ?? " Tanya Dimas berjalan disebelah Heni.
" Dasar laki-laki menyebalkan dia yang salah, kenapa orang lain disuruh minta maaf " ~Batin Heni.
" Apa aku harus minta maaf, atas kesalahan orang lain ? " Jawab Heni dengan ketus.
" tapi kamu juga salah kan ?!? " jawab dimas
" tapi anda yang lebih salah, anda sagat menyebalkan " beranjak pergi, namun dengan cepat Dimas menarik tangannya.
" eh tunggu " menarik tangan Heni.
" Apalagi sih ? " Tanya Heni dengan ketus.
" kita kenalan dulu, Namaku Dimas, namamu siapa ? " sambil mengulurkan tangan.
" Oh, namaku Heni " jawabnya singkat sambil menjabat tangan Dimas.
" kamu mahasiswa baru ya ?
" iya " jawabnya cuek.
" Cewek ini benar-benar beda, dan sangat menarik " Gumam dimas lirih namun samar-samar di dengar Heni.
" kamu bicara apa, aku ga dengar ? "
" ahh lupakan saja , aku antar ke kelas yukk " ajak Dimas sambil menarik tangan Heni.
" Apa dia enggak malu jalan sama gadis cupu, Ah lupakan, lagian dia juga pakai masker, mungkin dia punya kekurangan juga " ~Batin Heni.
" Apa Kamu ga malu jalan sama aku ? " Tanya Heni dengan hati-hati.
" Kenapa harus malu ? Emangnya kamu suka kentut ya hahahaha ?? " Dimas mulai cekikikan untuk menggoda Heni.
" penampilan ku kan sangat jelek, yakin kamu ga malu ? " Tanya Heni memastikan.
" Tapi kamu sangat menarik " Jawab Dimas singkat.
" Tapi kan, "
" Sudahlah jangan banyak tapi tapian , ayo ke kelas bareng, "
" ah baiklah, ayo " Ucap Heni dan langsung berjalan bersebelahan.
Keduanya pergi ke kantin, tapa ada pembicaraan.
__ADS_1
" Kalau boleh tau kamu ambil kelas apa ? " Dimas memulai pembicaraan .
" Aku ambil kelas Bisnis, Papa yang menyuruh aku ambil kelas itu " Jawab Heni jujur.
" Wah sama dong , itu artinya kita satu kelas " Jawab Dimas.
" Oh ya benarkah ? Huh malas sekali satu kelas denganmu " Ketus Heni.
" Wah pasti seru " Gumam Dimas lirih.
" Kamu bilang apalagi sih aku ga dengar " Heni benar-benar gemas dengan tingkah Dimas yang suka bicara sendiri.
" Ah lupakan saja, ayo kita ke kelas " Menarik tangan Heni.
" Sana kan arahnya " Heni menunjuk ke arah kelas.
" iya benar " jawab Dimas sambil memakai topinya.
" kenapa kamu pakai masker dan topi sih?? " Tanya Heni dengan wajah heran.
" kamu tahu itu ?? " sambil menunjuk para gadis di depan perpustakaan.
" Banyak cewek-cewek terus kenapa ?? " Tanya Heni dengan wajah masih heran.
" kalau kucing² betina itu tahu, kalau yg jalan didepan mereka itu aku, pasti aku di kejar-kejar " Jawab Dimas dengan wajah sok ganteng .
" Hahahahhaha dasar PD,,,, " Sahut Heni yang sontak membuat Dimas ikut tertawa.
" Oh jadi dia pakai masker dan topi karena banyak fans, kirain karena dia punya kekurangan" ~Batin Heni.
Tanpa mereka sadari Vannesa melihat interaksi Dimas dan Heni, sambil mengepalkan tangannya.
Sesampainya di kelas mereka duduk sebelahan dan mengikuti kelas sampai selesai, saat kelas sudah habis Dimas mulai bertanya pada Heni.
" kamu pulang naik apa, biar aku antar " tanya Dimas sambil memasukkan buku kedalam tasnya.
" Ohh ga usah aku habis ini ada acara " jawab Heni dengan wajah cemas, takut kalau Dimas tetap mau mengantar pulang.
" oke baiklah, aku duluan yaaa " Baranjak dari kursinya sambil memakai masker & topinya.
Saat Heni akan berdiri tiba-tiba kaki Heni tersandung kursi, Membuat Heni kehilangan keseimbangan, Untung saja dengan sigap Dimas meraih pinggang Heni, dan membuat Heni Diana berpelukan.
" Aww " pekik Heni
wussshhh
( Dimas dengan sigap merangkul pinggang Heni, membuat wajahnya dan wajah Heni berdekatan, membuat jantung mereka berdetak kencang ).
" huh kenapa jantungku jadi deg degan gini " ~ batin Heni.
" Kenapa jantungku rasanya ingin melompat " ~ batin Dimas.
" Hati-hati Hen, kamu bisa terluka " kata Dimas sambil Melepaskan pelukannya, dan merubah posisinya.
" Terima kasih Dimas " sambil berdiri, memutar wajah, menutupi kegugupannya.
" Santuyy kamu kan temanku " Berdiri sejajar dengan heni.
__ADS_1
" Sejak kapan aku jadi temanmu " cletuk Heni.
" jadi kamu ga mau jadi temen ku ? " Tanya Dimas sambil mengriyitkan dahinya.
" oke baiklah kita berteman " Sambi tersenyum ke arah Dimas.
" Nah gitu dong, aku duluan yaa.... Bye ..." melambaikan tangannya , dan berlalu meninggalkan Heni.
" Bye hati-hati " jawab Heni sedikit berteriak.
Heni tersenyum sendiri melamun, membayangkan kalau wajah tampan Dimas hampir saja menciumnya, Heni terus senyum-senyum sendiri.
derrrttt deret derrrttt ponsel Heni berdering, dan membuyarkan lamunannya.
" halo ma sayang " Ucapnya setelah menggeser tombol hijau.
{ Halo sayang kamu pulang jam berapa ? } Suara orang di sebrang telfon.
" 30 menit lagi sampai di rumah mama sayang " Heni berbicara sambil merapikan bukunya.
{ oke baiklah mama tunggu yaaa bye }
" siap maa, bye ..." Ucap Heni dan langsung menutup sambungan telfonnya.
" Tampan sekali wajahnya, huhh kenapa perasaanku jadi gini, apa aku sedang jatuh cinta , Sudah lupakan Heni, kamu harus fokus kuliah dulu " ~Batin Heni.
Tanpa Heni sadari ternyata kelasnya sudah sepi, tidak ada satupun orang didalamnya, Setelah membersihkan bukunya Heni beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah luar kelas.
" Ketampanan Dimas membuatku menjadi bodoh " ~Heni terus merutuki kebodohannya.
Tanpa sadar Heni menabrak kaki Rani, yang sedang duduk diluar kelas.
" Awww sakit " Pekik Rani.
" Eh Rani, maaf-maaf aku enggak sengaja " Heni duduk disebelah Rani.
" Heni ya ? " Tanya Rani.
" Iya kamu kok belom pulang ?!? " Tanya Heni.
" Aku sedang menunggu kakakku di kantin, Kamu sendiri kenapa belom pulang ?!? " Rani kembali bertanya.
" Ini aku mau pulang " Jawab Heni.
" Yasudah kamu duluan saja, mungkin kakakku masih sedikit lama " Rani menyuruh Heni pergi.
" Kamu yakin aku tinggal sendiri ? " Heni merasa tidak tega meninggalkan Rani sendirian.
" Iya yakin, sudahlah pergi " Rani sedikit mendongak ke arah Heni.
" Baiklah aku duluan ya ran, Bye " Heni berjalan keluar menyusuri lorong kampus,
Setelah kepergian Heni, Dimas datang menemui Rani, dan mengajak Rani pulang bersama.
" Sudah kak ke toiletnya ?! " Tanya Rani saat Dimas duduk disebelahnya.
" Sudah ayo aku antar pulang " Dimas beranjak dan menarik tangan Rani.
__ADS_1
Dimas dan Rani berjalan ke arah parkiran, dan langsung Melajukan mobilnya, meninggalkan kampus.