
Bu maya terus memperhatikan punggung Heni yang semakin menjauh dari pandangannya, & tanpa Bu maya sadari air matanya terjatuh.
Pak Hendra yang merasa heran dengan istrinya mulai bertanya " Mama kenapa menangis ?" Sambil menggenggam tangan Bu maya.
" Mama takut Heni bertemu dengan orang yg salah lagi pa " ucap Bu maya menangis dipelukan pak Hendra.
" Sudahlah ma, semua itu sudah masa lalu, setiap orang pasti bertemu dengan orang yang salah sebagai pelajaran hidup, sebelum menemukan seseorang yang tulus " Ucap pak hendra membalas pelukan Bu Maya.
"tapii pa Heni " Bu Maya terus menangis di pelukan pak Hendra.
" Hussstt sudah ma " menggerakkan jari telunjuk ke mulut istrinya, dan menenangkan Bu Maya.
" Maafkan papa Heni papa terlalu sibuk dgn pekerjaan papa, sampai papa lalai menjagamu, tapi itu tidak akan terjadi lagi." ~Batin pak Hendra ketika mengingat masa lalu Heni dan Maxime.
Hari semakin larut malam, semua orang beristirahat dan larut dalam mipinya masing-masing, namun berbeda dengan Dimas Nugraha, Semenjak mengetahui sifat asli ayahnya, Dimas harus Kuliah di pagi hari dan bekerja keras di malam hari, banyak berkas² yg harus ditandatangani, Ditengah kesibukannya, Tiba-tiba terlintas wajah Heni.
" Manis " gumam dimas sambil tersenyum sendiri.
" ada apa dengan diriku ini, kenapa wajahnya terus memenuhi pikiranku, padahal baru beberapa kali bertemu dengannya " ~Batin Dimas
" fokus Dimas fokus " Berteriak sambil mengacak rambutnya.
" Pelayan tolong ambilkan aku teh hijau seperti biasa " perintah dimas pada seorang pelayan.
" Baik tuan "
__ADS_1
" Tuan muda ini tehnya, ada lagi tuan ? "
" Taruh disini, Dimana mama ? " Tanya Dimas kepada seorang pelayan.
" nyonya dikamar tuan, seperti biasa jam segini nyonya mengurung diri di kamar " Jelas seorang pelayan mansion Nugraha.
" Baiklah terima kasih "
"Saya permisi tuan " Pelayan meninggalkan Dimas diruang kerjanya.
Setelah meminum tehnya Dimas menaiki tangga ke lantai 3 kamar utama Mansion Bramasta tersebut, Dimas terpaksa tinggal di mansion karena tidak tega melihat mamanya sendirian.
Tok tok tok
Tidak ada sahutan dari dalam pintu, akhirnya Dimas membuka pin pintu tersebut, Dan benar Bu Nana Nugraha sedang menangis di balik selimutnya.
" Maa Mama menangis lagi ? Sampai kapan Mama menangis, terlalu berharga air mata mama untuk laki-laki biadab itu ma " Ucap Dimas sambil mambuka selimut mamanya.
" Sayang bagaimanapun dia ayahmu nak hiks hiks hiks"
" Dimas lebih baik tidak punya ayah, daripada harus punya ayah seperti dia, semua hanya pencitraan " Ketus dimas.
" sayang.... jangan bicara begitu " mama Dimas memeluk Dimas dan menangis kencang.
__ADS_1
" ma kenapa tidak cerai saja, Dan mama tinggal di apartemen bersama Dimas , sudah cukup mama tersakiti " Dimas mulai merayu mamanya lagi.
" tidak sayang, mama tidak mau mengecewakan almarhum kakekmu " Karena Bu Nana sudah berjanji akan tetap mencintai suaminya.
" Sudahlah, mama tidur biar Dimas jaga nama disini " sambil mengusap lembut rambut mamanya.
" terima kasih nak "
Setelah 10menit mama Dimas tertidur, Dimas membaringkan mamanya sangat pelan , dan menyelimuti tubuh mamanya.
Dimas adalah anak yang penyayang, namun tidak kepada ayahnya, Hanya ada kebencian untuk sang ayah, Saat umur Dimas 18thn ayahnya menikah sirih, dan jarang pulang kerumah, membuat Dimas bertekad untuk mengembangkan perusahaan yang ditinggal kan sang kakek, Dan malas berurusan dengan sang ayahnya.
" cihh kenapa harus mempertahankan pernikahan, jika tidak ada kehangatan didalamnya, Semoga mama cepat bebas dari neraka ini " ucap Dimas lirih dan mulai memasuki kamarnya.
Karena dari kecil Dimas tidak pernah melihat papa & mamanya harmonis, hanya ada pertengkaran di pernikahan mereka.
Dimas memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya,
Selesai mandi Dimas merenung di sofa kamarnya, Wajah Heni selalu muncul benak Dimas.
" Pesona gadis culun itu membuatku kehilangan akal, Sepertinya aku sudah gila karena Heni " Ucap Dimas lirih.
Karena malam sudah larut, Dimas mulai tertidur, Namun tidurnya terganggu saat dalam mipinya juga selalu muncul wajah Heni.
" Sepertinya aku benar-benar terpesona dengan kecantikan heni, Meskipun culun dia tetap terlihat cantik " ~Batin Dimas.
__ADS_1
Setelah 30 menit membayangkan wajah Heni, rasa kantuknya datang, Tanpa sadar Dimas tertidur pulas.