
Heni merasa gugup saat Dimas terus memegang tangannya, " Rasanya jantungku hampir copot " ~ batin Heni.
" Hen Duduklah,,,, " Dimas mulai menyadarkan lamunan Heni.
" Hem baiklah " Jawabnya cuek, meskipun jantungnya berdetak kencang.
" Apakah aku boleh bertanya ??" Dimas memulai obrolan.
" Boleh, apa yang ingin kamu tanyakan ?? "
" Kenapa kamu menyamar ? apakah Rani yang memberimu ide untuk menyamar ??" tanya Dimas to the point.
" ah jelas bukan, bahkan aku baru mengenal Rani seminggu ini "jawab Heni jujur.
" Lalu apa tujuanmu menyamar ?? '' timpal Dimas.
" Aku ingin mencari teman yg tulus " jawab Heni spontan.
" Hahahahaha dasar gadis kecil " tawa Dimas pecah mendengar alasan tidak masuk akal Heni.
" Apanya yg lucu, kenapa kamu tertawa ??" tanya Heni dengan nada ketus.
" Alasan kamu tidak masuk akal " jawab Dimas jujur.
" terus saja tertawa Sampai puas " dengus Heni.
" Gadis ini sangat menggemaskan, Lihatlah saat merajuk semakin menggemaskan. " ~Batin Dimas.
" mencari teman yg tulus itu tanpa menyamar juga bisa bodohh " Sahut Dimas sambil menjitak kepala Heni.
" Awww sakit kak, Memang bagaimana caranya?? "
" Tanya hati kecil kita, karena hati kecil kita tidak bisa diragukan lagi " Jawab Dimas.
" Lalu kenapa kamu tidak melarang sepupumu juga?? " Tanya Heni dengan nada mencibir Dimas.
" Dia menyamar bukan untuk itu saja, ada alasan lain menyangkut nyawanya " tutur Dimas.
" Maksudmu ?? siapa yg sedang mengincar nyawa Rani " tanya Heni penasaran.
" Husssttt jangan keras-keras " sambil menyodorkan telunjuknya ke bibir Heni.
" Baiklah, lalu apalagi alasannya " bisik Heni ke arah Dimas.
" Dia pernah di incar oleh musuh paman Briyan " Dimas mulai menjelaskan sampai detail.
Heni & dimas terus berbicara sampai mereka tidak sadar kalau acara arisan istri-istri CEO itu sudah selesai.
" Hem Hem Hem" Bu Nana berdehem membuat Dimas & Heni menoleh ke arahnya.
" Ehh mama " Sapa Dimas saat melihat yg berdehem adalah mamanya.
__ADS_1
" sayang apakah kamu tidak ingin mengenalkan wanita cantik di sebelahmu ?!? " tanya Bu Nana, yg membuat wajah Heni merah padam karena malu.
" ohh iya kenalin ma ini Heni teman Dimas & Rani " memperkenalkan Heni pada mamanya.
" Heni Tante " Heni mulai mengulurkan tangannya ke arah mama Dimas.
" kenalin Nana, mamanya dimas "
mengulurkan tangannya dan langsung dicium Heni.
" salam kenal Tante Nana " timpal Heni.
" jangan panggil Tante, panggil saja mama, karena sepertinya kamu akan menjadi menantu Tante, iya kan dim ? " Ucap Bu Nana sambil menyenggol bahu anaknya.
" wahh mamanya baik banget, anaknya baik & ganteng, paket komplit ini mah "~batin Heni.
" ahh Tante bisa aja " Jawab Heni sambil tersipu malu.
" Heni kamu tahu tidak, tadi Dimas Tante ajak masuk nolak mentah-mentah, tapi lihat sekarang, dia malah nyaman disini, mungkin karena ada kamu " Bu Nana terus menggoda Dimas.
" Tante bisa aja "
Dimas terus memperhatikan interaksi hangat mama dan perempuan yang selalu dia pikirkan, membuat dimas senyum² sendiri.
" Gadis yang sopan, sepertinya mama akan memberi lampu hijau untuk hubungan kita " ~Batin Dimas.
" Dim kapan-kapan ajak Heni main kerumah, dia calon mantu idaman mama banget " Ucap Bu Nana sambil mengacungkan jempolnya kearah Dimas.
" mama apaan siihh " jawab Dimas lirih karena salah tingkah.
Rani datang menghampiri Bu Nana, Dimas & Heni, Rani langsung memeluk Bu Nana,
" Tante nana, bagaimana kabar Tante ? "
" Baik sayang, Rani kapan² ajak Heni main kerumah Tante ya " ucap Bu Nana sambil membalas pelukan Rani.
" Siap Tan, Hey Dimas kedip dong lihatnya "
ucap Rani saat melihat Dimas tidak kedip memandang wajah Heni.
" ahh kamu ini mengganggu suasana saja " ketus Dimas dan langsung tersadar dari lamunannya.
" Lihatlah sayang, sepupuku yang satu ini selalu kasar " adu Rani karena saat ini Rani sedang Video call dengan Dion kakak Heni.
" ayolah Broo jangan ketus-ketus dengan kekasih ku yang manja ini " kata Dion di sebrang telfon.
" ah Broo, pacarmu saja yang terlalu lebay dan juga sangat menjengkelkan " ketus Dimas.
" Kakak ... " Sapa Heni saat melihat wajah Dion di layar ponsel Rani.
" eh Heni, kok kamu bisa ada disitu sih ??! " tanya Dion yg merasa heran.
__ADS_1
" Kakak apa benar yg dikatakan Rani kalau kalian pacaran " heni cemberut ke arah Hp Rani.
" iya sayang, Maaf ya kakak menyembunyikan ini dari kamu, Rani juga udah cerita semua, besok kakak pulang ke indo kakak jelaskan semuanya okeh " bujuk Dion pada sang adik.
" oke baiklah kak, kamu punya hutang penjelasan padaku " ketus Heni.
" Iya adikku sayang bye-bye, Apa Rani masih ada di situ ?? " tanya Dion di sambungan VC nya.
Heni langsung mengembalikan ponsel Rani.
" halo sayang iya ada apa??
" Besok aku pulang, kamu minta apa ? " tanya Dion kepada sang kekasih.
" tidak usah sayang, aku sangat merindukan kamu cepat pulang saja " Jawab Rani.
" I love you sayang ... "
" l love you too sayang " jawab Rani dan langsung mematikan sambungan teleponnya, dan memasukkan handphone nya ke tas.
" Rani jadi Dion itu kakaknya Heni " Tanya Bu Nana yang mulai penasaran.
" iya Tante, Rani juga baru tahu minggu ini " jawab Rani jujur.
" Ohh jadi Kamu ini anak tuan Hendra Wijaya & Jeng Maya nak ? " tanya Bu Nana sambil memegang tangan Heni.
" Iya Tante,,, " Jawab Heni.
" Dimas pasti akan sangat sulit mendapatkan restu dari Hendra Wijaya, Ya Allah kasihan sekali mereka, Dari tatapan Dimas, aku sangat yakin kalau Dimas sangat mencintai Heni " ~Batin Bu Nana.
" Jadi Heni adik Dion, pasti sangat sulit mendapatkan restu om Hendra Wijaya, Tapi aku harus berjuang demi cintaku " ~Batin Dimas.
Yang tanya Bu Maya dimana, Bu Maya sedang asyik bergosip dengan namanya Rani dan ibu-ibu yang lain, karena mereka sama-sama suka gosip , Setelah Acara selesai semua orang pergi kerumah mereka.
Heni & Rani menghampiri Mama mereka masing-masing.
" Mama ayo kita pulang " Heni mengajak Bu Maya pulang.
" Iya sayang, Jeng aku sama Heni duluan ya, Rani Tante duluan ya " Bu Maya menepuk pundak Rani.
" Iya Tante hati-hati di jalan ya " Ucap Rani sambil mencium tangan Bu Maya.
" Iya nak " Jawab Bu Maya.
" Jadi ini gadis pilihan Dion, Ihiiiy sebentar lagi akan punya mantu, Tapi aku harus membuat drama untuk membujuk suamiku " ~Batin Bu Maya.
" Ma kok malah bengong " Heni mengelus pipi mamanya.
" Eh sayang, mama enggak bengong, mama cuman fokus memperhatikan calon mantu mama " Bisik Bu Maya ditelinga heni.
" Jadi mama sudah tau juga ? " Heni juga berbisik ditelinga mamanya.
__ADS_1
" Sudah sayang kakak mu tidak pernah menyembunyikan apapun kepada mama " Jawab Bu Maya pelan.
Heni dan Bu Maya berjalan keluar, dan memasuki mobil mereka.