PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
DRAMA LAGI


__ADS_3

Setelah pulang dari kampus, Heni langsung masuk kedalam kamarnya. Heni mulai membersihkan badannya, dan mengganti pakaiannya.


Setelah mengganti pakaiannya, Heni langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Heni mulai membuka box handphone pemberian Dimas.


" Wah ternyata kak Dimas sudah memasukkan nomornya " Heni langsung menekan tombol hijau.


{ Halo my honey.... } Suara berat seseorang di sebrang telfon.


" Ada apa sayang... apa ada masalah, kenapa Suaramu tidak semangat gitu ?!? "


{ Tidak ada sayang, aku hanya sedang kecapean. } Jawab Dimas berbohong.


" Ayolah kak, kenapa kak Dimas berbohong, " Heni mengalihkan telfonnya menjadi video call.


Nampak wajah Dimas yang sedang kacau dilayar ponselnya.


" Kak Dimas... Kakak kenapa ?!? " Heni merasa khawatir.


{ Sayang... Papa datang ke rumah baruku. dan aku langsung mengusirnya } Jawab Dimas lirih dan menceritakan semuanya.


Heni terus mendengarkan semua cerita Dimas.


" Maaf ya sayang, bukan maksud ikut campur, tapi bagaimanapun om Alex ayah kandung kamu. Tidak seharusnya kamu berbuat tidak sopan seperti itu. " Heni memberikan pendapatnya.


{ Sudahlah sayang, jangan bahas papa, untuk sekarang aku belum bisa memaafkan dia. }


" Baiklah sayang, cepat mandi gih, kakak sangat bau... " Heni menutup hidungnya, seolah-olah mencium bau tidak sedap.


{ Wah, Sejak kapan video call dapat mencium aroma sayang... } Dimas terkekeh mendengar ucapan kekasihnya.


Heni tersenyum simpul, melihat wajah dimas mulai ceria.


" Nah gitu dong, kalau senyum kan kelihatan gantengnya. " Heni tersenyum manis.


{ Kamu juga sangat cantik my honey. } Dimas bergantian memuji Heni.


Semakin lama hubungan Heni dan Dimas semakin hangat... Dimas adalah alasan Heni tersenyum, begitu juga sebaliknya.


Setelah cukup lama melakukan video call, Heni mengakhiri telfonnya, dan langsung menyembunyikan ponsel pemberian Dimas didalam laci. Heni takut jika papanya melihat, dan menyitanya lagi.


" Saatnya bermain drama " Gumam Heni.


Heni langsung menuruni tangga, berjalan menemui orang tuanya yang sedang duduk di meja makan.

__ADS_1


Heni melirik kearah Dion, seperti memberikan kode. Dion yang mengerti kode dari adiknya, langsung menjalankan tugas dari Heni.


📩 " Dokter Han, kita mulai sekarang, bersiaplah....... " Begitulah isi pesan yang dikirimkan Dion untuk dokter keluarga Wijaya.


✉️


" Baiklah tuan muda... " Jawaban dari dokter Han.


Setelah melihat pesan dari dokter Han, Dion langsung memberikan kode pada Heni. dan Heni langsung melancarkan dramanya.


" Pa... Kenapa papa menyuruh bodyguard untuk memukuli kak Dimas. Apa salah kak Dimas pa ?? " Heni berdiri disebelah Pak Hendra.


" Mereka tidak akan memukul Dimas, jika Dimas tidak mendekatimu nak " Jawab pak Hendra santai.


" Tapi kak Dimas kekasih Heni pa... Bukankah papa sudah menyetujui hubungan kita " Heni mulai merengek seperti anak kecil.


" Itu dulu, sebelum papa mengetahui dia anak dari Alex Nugraha. " Pak Hendra sedikit menekan kata-katanya.


" Tapi pa... Heni sangat mencintai kak Dimas pa, tidak seharusnya papa menghukum kami, atas kesalahan orang lain pa " Ucap Heni lirih, karena sebelumnya Heni tidak pernah membantah perkataan papanya.


" Sekali tidak tetap tidak Heni !! " Pak Hendra mulai naik pitam.


" Hiks Hiks Hiks... papa jahat, papa sudah tidak sayang sama Heni. " Heni berlari kearah dapur untuk mengambil sesuatu.


Bu Maya dan Dion hanya menjadi penonton perdebatan sang suami dan anaknya. Bu Maya sedikit mengeluarkan air matanya, melihat perjuangan Heni.


Setelah mengambil sesuatu dari dapur, Heni kembali berdiri disebelah orang tuanya.


" Baiklah jika itu keputusan papa, maka jangan salahkan Heni jika Heni juga mengambil keputusan ini " Teriak Heni sambil mengarahkan pisau ke pergelangan tangannya.


Bu Maya merasa kaget dengan tindakan Heni. Bu Maya langsung berteriak. dan ingin menghampiri anaknya.


" Apa yang ingin kamu lakukan sayang... Mama mohon jangan nekat nak Hiks Hiks Hiks.... " teriak Bu Maya.


Dengan cepat Heni memundurkan langkahnya, menjauhi orang tuanya.


" Pa... Mama mohon tolong hentikan tindakan Heni pa.... " Bu Maya terisak dalam tangisnya.


Pak Hendra langsung berdiri dari duduknya, mencoba mendekati Heni.


" Nak apa yang kamu lakukan, kita bisa membicarakan semuanya dengan baik kan nak... " Pak Hendra mencoba membujuk putrinya.


" Maafkan Heni pa... Heni terpaksa melakukan ini, supaya papa sadar kalau papa terlalu egois. " ~Batin Heni.

__ADS_1


" Hah... apa papa bilang bicara baik-baik, bukankah Heni sudah melakukannya. namun papa tetap tidak merestui hubunganku. " Bantah Heni.


" Nak papa tau, kamu hanya menggertak papa kan... Heni anak papa sangat penurut bukan " Pak Hendra tetap sabar menghadapi anaknya.


" Pa Heni Memang sangat penurut, tapi keputusan papa untuk Heni selalu salah. apa papa masih ingat, bagaimana papa memaksa Heni untuk menerima Maxime, apa papa lupa bagaimana laki-laki pilihan papa... " Heni menitihkan air matanya.


" Sudah nak, itu sudah masa lalu... " sahut pak Hendra.


" Masa lalu yang akan selalu Heni ingat pa... Karena papa Maxime berniat mengambil kesucian Heni, untung saja kak Dion menyelamatkan Heni.... " Heni mulai mengungkit semuanya.


Seperti mendapat tamparan keras, pak Hendra hanya berdiri mematung, pikirannya teringat saat dimana Maxime ( Laki-laki pilihannya menyakiti anak perempuan yang dia sayangi. )


" Sudah Heni... kak Dion mohon, jangan mengungkit itu semua... " Dion Menatap nanar ke arah Heni.


" Cukup kak... Heni selalu menuruti keinginan kalian, tapi tidak kali ini. Heni akan memperjuangkan cinta Heni,... Hiks Hiks Hiks... " Teriak Heni.


" Pa... Mama mohon berikan Restu papa... Mama yakin Dimas adalah kebahagiaan Heni pa... " Bu Maya memegang tangan suaminya.


" Wah wah wah... akting adikku sangat bagus, bahkan aktris terkenal seperti mama tertipu oleh aktingnya. " ~Batin Dion.


" Tidak ma... papa yakin Heni hanya menggertak papa. " Tegas pak Hendra.


" Hahahaha... Menggertak apa pa.. baiklah Heni akan membuktikan kalau Heni tidak sedang menggertak siapapun " Sahut Heni dan langsung menggores tangannya dengan pisau.


Darah segar mengalir dari tangan Heni, membuat Heni kehilangan kesadarannya, Heni menjatuhkan pisaunya ke lantai diikuti dengan tubuhnya ambruk ke lantai.


" Heni sayang... " Bu Maya berteriak dan langsung menghampiri Heni.


Pak Hendra tercengang melihat tindakan Heni. karena selama ini putrinya adalah anak baik yang selalu menuruti semua kata-katanya, Namun kali ini Heni berubah 180 derajat.


" Heni... " Dion berlari menghampiri adiknya, dan membopong tubuh adiknya keluar mansion.


Bu Maya berdiri tepat didepan suaminya.


" Jika terjadi sesuatu pada Heni, jangan harap mama akan memaafkan papa " Bu Maya langsung berlari mengejar Dion.


Sesuai perintah Dion, Dokter Han sudah berjaga-jaga didepan mansion dengan ambulance, namun mematikan suara lampunya.


" Dokter Han, bagaimana anda bisa datang tepat waktu " Tanya Bu Maya keheranan.


" Dion yang menghubungi dokter Han ma " Dion langsung memasuki ambulance.


Mobil ambulance melaju dengan kecepatan tinggi. Dokter Han mulai merawat luka Heni.

__ADS_1


" Semoga tidak terjadi apapun pada non Heni, Darah yang keluar sangat banyak, perasaan kemarin sudah aku jelaskan caranya. " Batin Dokter Han.


Karena sebelum kejadian ini, Dion dan Heni mendatangi dokter Han, dan menanyakan cara menggores tangan dengan aman.


__ADS_2