
# MANSION BRAMASTA #
Bu bunga sedang bersantai dengan suaminya, telfonya tiba-tiba bergetar, Bukannya mengangkat tapi Bu bunga malah bengong saat melihat nama kontak yang tertera di layar ponselnya.
Dreett Dreett Dreett.
" Siapa ma ? " tanya pak Briyan saat melihat wajah bingung istrinya.
" ini pa Bu Maya, tumben banget dia nelfon mama, ada apa ya pa ? " Bu bunga semakin resah.
" Angkat saja ma, siapa tau ada yang penting " titah pak Briyan dan Bu bunga langsung mengangkat telfonya.
{ Assalamualaikum jeng bunga } Suara Bu Maya di sebrang telfon.
" Waalaikumsalam jeng Maya, ada apa tumben telfon ? " Tanya Bu bunga to the point.
{ Ini jeng , saya mau mengundang jeng bunga dan pak Briyan untuk makan malam dirumah saya }
" acara apa jeng, apa pak Hendra tidak marah kalau saya dan suami datang ke Mansion Wijaya "
pak Briyan yang dari tadi fokus ke televisi, langsung menoleh kearah Istrinya, karena penasaran.
{ enggak jeng, justru suami saya yang sudah mengundang kalian, Rani juga datang setelah pulang dari kampus } Jelas Bu Maya.
" Oke kalau gitu jeng, Saya ngomong ke suami saya dulu ya, nanti saya kabarin lagi "
{ Okey jeng, sampai ketemu nanti malam }
" Iya jeng " Jawab Bu bunga dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Pak Briyan yang sedari tadi penasaran, langsung bertanya kepada istrinya.
" Ada apa ma ? " Tanya pak Briyan sambil merapatkan duduknya.
" Pak Hendra mengundang kita makan malam pa "
" Apa papa ga salah dengar ma ? Tumben sekali, bukannya mereka sangat membenci kita " Pak Briyan benar-benar merasa heran.
" Mama juga bingung pa, jadi bagaimana pa kita datang atau tidak ? "
" Jangan menolak undangan baik ma, terima saja "
" Baiklah mama kirim pesan ke Bu Maya "
Bu bunga langsung mengirim pesan ke Bu Maya, dan melanjutkan bersantai dengan suaminya.
Sementara itu di kampus Heni mengingatkan Rani soal undangan mamanya, untuk Rani dan Dimas.
" Kalian harus datang ya, kalau enggak mama bisa marah " heni melirik Rani.
" Hen aku gugup banget, ini pertama kalinya aku kesana " Rani memegang tangan Heni.
" Santai saja, mama dan papaku bukan singa, yang suka memangsa orang " Heni menenangkan sahabatnya.
" Mamamu manis sayang, tapi lirikan papamu itu seperti singa, yang ingin memangsa orang " ~Batin Dimas.
__ADS_1
Dreett Dreett Dreett ( Suara ponsel Heni )
" Halo ma " Sapa Heni saat mengangkat telpon.
{ Halo sayang, jangan lupa ajak Rani ke rumah, sama Dimas sekalian, mama mau bikin kejutan untuk kakakmu dan juga Rani } Suara Bu Maya di sebrang telfon.
" Halo iya ma, ini sebentar lagi Heni pulang "
{ Oke jangan lama-lama, mama tunggu ya nak }
" Iya mama sayang, bye " Heni menutup telfonnya.
" Aku ikut mobil kak Dimas aja ya " Heni mencubit gemas pipi Dimas.
Dimas merasa gemas dengan Tingkah Heni, langsung merangkul pinggang Heni dan berbisik.
" Apa kamu sedang merayuku sayang ?, ingat kita masih menunggu 1tahun untuk berkuliah, baru kita bisa nikah " Bisik dimas di telinga Heni.
" Dasar mesum " Cicit Heni dan langsung mencubit lengan Dimas.
" Aww sakit sayang " pekik Dimas.
" Ayo kita pulang, mama pasti sudah menunggu " Heni berjalan ke arah parkiran diikuti Rani dan Dimas.
Setelah masuk ke mobil Dimas memasangkan sabuk pengaman untuk Heni, dan langsung Melajukan mobilnya menuju mansion Keluarga Wijaya.
" Assalamu'alaikum " ucap Heni, Dimas dan Rani bersamaan .
" Waalaikumsalam, kalian sudah datang " Bu Maya menyambut Rani & Dimas dengan senyuman.
" Tante apa kabar " Rani mulai mencium tangan Bu Maya.
" Tante bisa aja, Tante lebih cantik tau " Rani tersenyum kikuk.
" Rani, maafin Tante ya, Tante sudah mengganggu rencana double date kalian " Bu Maya merasa tidak enak, karena sebelumnya Heni sudah bercerita tentang rencana double date dengan Heni dan Dimas.
" Gppa Tante, kan besok juga masih bisa " jawab Rani tersenyum manis ke arah Bu Maya.
" Pantas saja Dion tergila-gila sama Rani , dia anak yang sopan, cantik, berkelas dan tidak sombong " ~Batin Bu Maya.
" Dimas silahkan duduk nak, diminum jus jeruknya " Bu Maya menoleh ke arah Dimas dan Heni.
" iya Tante " Dimas duduk di sebelah Bu Maya dan meminum jusnya.
" Dimas, apa Tante boleh minta nomor telfon mamamu nak ? " Bu Nana menoleh ke arah Dimas.
Seketika membuat Dimas tersedak minum jusnya.
Uhukk uhukk uhukk"
" Pelan-pelan sayang minumnya " Heni memberi tissue kepada Dimas, dan Dimas mengusap mulutnya.
" Apa sebaiknya aku jujur aja ya sama Tante Maya, Tante Maya kan orangnya baik, pasti bisa menerima aku seperti Rani " ~Batin Dimas.
" Maafin Tante nak, Tante bikin kamu tersedak minuman " Bu Maya merasa tidak enak.
__ADS_1
" Ga papa tante santai saja "
" Oh iya ma, papa belum pulang ya " Heni mencoba mengalihkan pembicaraan mamanya.
" Belom sayang sesuai rencana " Bu Maya mengedipkan mata kepada Heni.
Bu Maya dan Heni memang sengaja menyuruh papanya mengajak Dion pulang jam 8 malam, untuk memberi kejutan.
" Siap ma " Heni tersenyum ke arah mamanya.
" Jadi gini rani & dimas, tante mau bikin surprise ulang tahun untuk Dion, tapi juga ada sedikit surprise untuk kamu nak " Tangan Bu Maya kembali memegang tangan Rani.
" Aku Tante, Memangnya apa tan ? " Rani mulai penasaran dengan pernyataan Bu Maya.
" Kalau dikasih tau sekarang bukan surprise dong " Tersenyum ramah ke arah rani.
" Baiklah Tan "
Sore pun berganti malam, dan orang yang di tunggu-tunggu bu maya akhirnya datang.
" Selamat datang jeng " Ucap Bu Maya menoleh ke pintu mansion.
Rani sangat kaget saat melihat mama & papanya datang ke mansion Wijaya.
" Mama papa, Tante Maya juga mengundang kalian ? " tanya Rani sambil Memeluk mamanya.
" Iya sayang " jawab mama papa Rani bersamaan.
" Jadi ini kejutan untuk aku Tante " Rani menoleh ke arah Bu Maya.
" Iya sayang " Jawab Bu Maya sambil mengulas senyum di bibirnya.
Pak Briyan menoleh ke arah Dimas,
" Jadi Dimas juga disini " ~Batin pak Briyan .
Dimas yang menyadari tatapan omnya langsung mengirim pesan ke ponsel pak Briyan.
📩
" Apa sebaiknya Dimas memberitahu tante Maya, tentang jati diri Dimas yang sebenarnya om " isi pesan Dimas.
✉️
" Jangan sekarang nak, tunggu momen yang tepat " Balas pak Briyan.
__ADS_1
📩
" Baiklah om "