
Hari terus berlalu, Heni, Dimas & Rani menjadi sahabat, Bahkan hubungan mereka menjadi lebih baik.
penyamaran Heni & Rani pun berjalan lancar tanpa ada yg curiga, Namun tiba-tiba ada rasa bosan di benak Heni karena dia harus mengganti penampilabnya setiap hari di toilet kampus, sebelum dan sesudah pulang.
" Rani sampai kapan aku harus menyamar, aku sangat capek " lirih Heni yg sedang menghapus make up udiknya di dalam kamar mandi.
" Kalau kamu sudah capek, yaudah gausah nyamar lagi " jawab Rani.
" Lagian kamu kan ga punya musuh yg harus kamu hindari, beda sama aku, musuh ayahku terlalu banyak " Lanjut Rani.
" bagaimana kalau besok aku datang ke kampus menjadi Heni Wijaya, pasti sangat seru, " kata Heni bersemangat.
" Semua keputusan ada di tanganmu beb" jawab rani sambil menggenggam tangan Heni.
" Terima kasih ya, kamu sahabat terbaikku" Cletuk Heni sambil memeluk Rani.
" bukan cuma sahabat, aku kan calon kakak iparmu " canda Rani.
" oh iya besok kak Dion pulang loh, kamu ke rumah ku ya, biar lebih Deket sama mama & papaku " ucap Heni bersemangat.
" enggak ah, tunggu Dion saja yg mengajakku, pasti aku lebih bahagia " tolak Rani.
" oke baiklah " jawab Heni pasrah.
" Nanti kita ke cafe red Velvet ya ran " melepas pelukannya.
" Emang mau ngapain, tumben " tanya Rani heran.
" Mau tanya pendapat kak Dimas, soal rencana melepas penyamaran ku " jawab Heni antusias.
__ADS_1
" Eh sejak kapan kamu meminta pendapat Dimas " heran Rani.
" yah dia kan juga sahabatku " timpal Heni.
" Sahabat apa sahabat, yakin nihh ga ada perasaan yg lain " tanya Rani sambil menyenggol bahu Heni, seketika membuat wajah Heni merah padam.
" apaan sihh kamu ga jelas " ketus Heni dan meninggalkan Rani di toilet sendiri.
" eh hen hen tunggu " namun saat Rani ingin mengejar Heni , tiba² telfonnya berbunyi.
" dreet dreett dreett "
" Halo " ucap Rani, dan mengarahkan layar telfon ke wajahnya.
" Halo sayang kamu kemana aja sihh " khawatir Dion.
" ini aku mau mengejar calon pacar kak Dimas nihh " Jawab rani.
tanya Dion yg mulai penasaran, namun tidak di gubris oleh Heni.
Rani terus berlari mengejar Heni, sampai akhirnya dia bisa menggenggam tangan Heni dan berkata.
" iya sayang ini calon pacarnya Dimas " Ucap Rani sambil menampilkan wajah Heni di layar ponselnya.
" oo jadi Dimas akan jadi adik ipar ku dong " timpal Dion, dan tersenyum manis.
" Apa an sih kak " Heni mendengus kesal.
" kakak jadi pulang hari ini kan, atau diundur lagi ?"
__ADS_1
" Jadi dong, lihatlah hen, kekasih kakak dibelakangmu sudah sangat merindukan kakak, kakak kan sudah mengundur kepulangan kakak selama seminggu, masak diundur lagi " Dengan senyum yg menggoda.
" Iya sayang I Miss you sayang , cepatlah pulang sayang, jangan diundur lagi, nanti kita double date " Ucap Rani memasang wajah bersemangat.
" Apa mereka sudah jadian sayang " tanya Dion penasaran, karena setahu Dion setelah adiknya dibohongi oleh maxime Heni enggan untuk membuka hatinya lagi.
" Sudah sayang tinggal satu langkan saja " Jawab Rani sambil melirik Heni.
" apa kalian selalu VC hanya untuk membahas aku dan kak Dimas " tanya Heni yang mulai geram dengan kelakuan kakak, dan kekasihnya itu.
Rani & Dion langsung tertawa bersama, mendengar komplain dari Heni.
" yasudah sayang aku matikan dulu ya, sepertinya ada yang syirik " Ucap dion.
" iya sayang sepertinya ada yg mulai baper nihh, bye sayang hati² di jalan "
" bye sayang " ucap Dion dan langsung mematikan sambungan VCnya.
" kakak sama calon kakak ipar yang menyebalkan " ucap Heni lirih.
Rani langsung tertawa, dan berjalan disamping Heni, Jam kuliah pun selesai,
Rani berpamitan pada Heni.
" Hen aku pulang duluan ya, ada sedikit masalah , jadi aku duluan ya byee " Meninggalkan Heni sendiri.
" Eh kamu ga ikut jemput kak Dion " Tanya Heni sedot berteriak.
" Enggak besok aja ketemunya byeee "
__ADS_1
Rani berlari menuju mobilnya yang ada di parkiran sedang kan Heni masih duduk di kelas memikirkan Dimas, yang tidak mengabari dari tadi.
" Kak Dimas tumben ga ada kabar " ~Batin Heni.