PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
CALON PACAR DIMAS


__ADS_3

Hari terus berlalu, Heni, Dimas & Rani menjadi sahabat, Bahkan hubungan mereka menjadi lebih baik.


penyamaran Heni & Rani pun berjalan lancar tanpa ada yg curiga, Namun tiba-tiba ada rasa bosan di benak Heni karena dia harus mengganti penampilabnya setiap hari di toilet kampus, sebelum dan sesudah pulang.


" Rani sampai kapan aku harus menyamar, aku sangat capek " lirih Heni yg sedang menghapus make up udiknya di dalam kamar mandi.


" Kalau kamu sudah capek, yaudah gausah nyamar lagi " jawab Rani.


" Lagian kamu kan ga punya musuh yg harus kamu hindari, beda sama aku, musuh ayahku terlalu banyak " Lanjut Rani.


" bagaimana kalau besok aku datang ke kampus menjadi Heni Wijaya, pasti sangat seru, " kata Heni bersemangat.


" Semua keputusan ada di tanganmu beb" jawab rani sambil menggenggam tangan Heni.


" Terima kasih ya, kamu sahabat terbaikku" Cletuk Heni sambil memeluk Rani.


" bukan cuma sahabat, aku kan calon kakak iparmu " canda Rani.


" oh iya besok kak Dion pulang loh, kamu ke rumah ku ya, biar lebih Deket sama mama & papaku " ucap Heni bersemangat.


" enggak ah, tunggu Dion saja yg mengajakku, pasti aku lebih bahagia " tolak Rani.


" oke baiklah " jawab Heni pasrah.


" Nanti kita ke cafe red Velvet ya ran " melepas pelukannya.


" Emang mau ngapain, tumben " tanya Rani heran.


" Mau tanya pendapat kak Dimas, soal rencana melepas penyamaran ku " jawab Heni antusias.

__ADS_1


" Eh sejak kapan kamu meminta pendapat Dimas " heran Rani.


" yah dia kan juga sahabatku " timpal Heni.


" Sahabat apa sahabat, yakin nihh ga ada perasaan yg lain " tanya Rani sambil menyenggol bahu Heni, seketika membuat wajah Heni merah padam.


" apaan sihh kamu ga jelas " ketus Heni dan meninggalkan Rani di toilet sendiri.


" eh hen hen tunggu " namun saat Rani ingin mengejar Heni , tiba² telfonnya berbunyi.


" dreet dreett dreett "


" Halo " ucap Rani, dan mengarahkan layar telfon ke wajahnya.


" Halo sayang kamu kemana aja sihh " khawatir Dion.


" ini aku mau mengejar calon pacar kak Dimas nihh " Jawab rani.


tanya Dion yg mulai penasaran, namun tidak di gubris oleh Heni.


Rani terus berlari mengejar Heni, sampai akhirnya dia bisa menggenggam tangan Heni dan berkata.


" iya sayang ini calon pacarnya Dimas " Ucap Rani sambil menampilkan wajah Heni di layar ponselnya.


" oo jadi Dimas akan jadi adik ipar ku dong " timpal Dion, dan tersenyum manis.


" Apa an sih kak " Heni mendengus kesal.


" kakak jadi pulang hari ini kan, atau diundur lagi ?"

__ADS_1


" Jadi dong, lihatlah hen, kekasih kakak dibelakangmu sudah sangat merindukan kakak, kakak kan sudah mengundur kepulangan kakak selama seminggu, masak diundur lagi " Dengan senyum yg menggoda.


" Iya sayang I Miss you sayang , cepatlah pulang sayang, jangan diundur lagi, nanti kita double date " Ucap Rani memasang wajah bersemangat.


" Apa mereka sudah jadian sayang " tanya Dion penasaran, karena setahu Dion setelah adiknya dibohongi oleh maxime Heni enggan untuk membuka hatinya lagi.


" Sudah sayang tinggal satu langkan saja " Jawab Rani sambil melirik Heni.


" apa kalian selalu VC hanya untuk membahas aku dan kak Dimas " tanya Heni yang mulai geram dengan kelakuan kakak, dan kekasihnya itu.


Rani & Dion langsung tertawa bersama, mendengar komplain dari Heni.


" yasudah sayang aku matikan dulu ya, sepertinya ada yang syirik " Ucap dion.


" iya sayang sepertinya ada yg mulai baper nihh, bye sayang hati² di jalan "


" bye sayang " ucap Dion dan langsung mematikan sambungan VCnya.


" kakak sama calon kakak ipar yang menyebalkan " ucap Heni lirih.


Rani langsung tertawa, dan berjalan disamping Heni, Jam kuliah pun selesai,


Rani berpamitan pada Heni.


" Hen aku pulang duluan ya, ada sedikit masalah , jadi aku duluan ya byee " Meninggalkan Heni sendiri.


" Eh kamu ga ikut jemput kak Dion " Tanya Heni sedot berteriak.


" Enggak besok aja ketemunya byeee "

__ADS_1


Rani berlari menuju mobilnya yang ada di parkiran sedang kan Heni masih duduk di kelas memikirkan Dimas, yang tidak mengabari dari tadi.


" Kak Dimas tumben ga ada kabar " ~Batin Heni.


__ADS_2