
Dimas terus melajukan mobilnya, mencuri pandang ke arah Heni yang sedang tidur nyenyak disampingnya, sesekali Dimas juga mengelus rambut Heni, Dimas yang merasa gemas ingin mencubit pipi Heni namun gagal saat Heni mulai membuka matanya.
" Kak Dimas mau ngapain " Tanya Heni sontak membuat Dimas kaget dan mulai mencari alasan.
" em em itu tadi ada nyamuk di pipimu " Jawab Dimas berbohong.
" Haaa... mana mungkin ada nyamuk di dalam mobil, Dasar alasan tidak masuk akal, dia pikir aku tidak tahu dia terus mengelus rambut ku, aku kan cuma pura² tidur " ~Batin Heni sambil menatap heran ke arah Dimas.
" Kenapa menatapku seperti itu, apa kamu mulai terpesona dengan wajah tampanku " Cletuk Dimas yang sontak membuat Heni sadar dari lamunannya.
" iidiihh PD banget sih jadi orang " Ketus Heni langsung memalingkan wajahnya.
" Kamu mau langsung pulang atau mampir ke tempat lain ? "
" Emm langsung pulang aja deh kak, pasti papa udah nungguin aku " Jawab Heni santai.
" Apa?? tuan singa sudah di rumah, matilah kau Dimas, kenapa rasanya takut banget ya ketemu om Hendra Wijaya " ~Batin Dimas.
" kak, kak Dimas kenapa melamun, hati-hati nyetirnya " Tanya Heni sambil menggerakkan tangan di hadapan Dimas.
" Ehh sorry-sorry, Emm hen boleh tanya sesuatu enggak ?? " Ucap Dimas pelan.
" Boleh, Mau tanya apa kak ?? " Menatap bola mata coklat Dimas.
" Apa om Hendra, em maksudku ayahmu, apa dia seorang yang galak " Tanya Dimas dengan sedikit ragu.
" Ohh papa, enggak kok kak, papa orang yang sangat baik, kenapa emangnya ? "
" Emm aku takut nanti papamu marah "
" Iidiihh gitu aja takut Cemen " Cibiran heni.
" Oh iya tadi Rani bilang kamu cinta sama aku, apa itu benar ? " Pertanyaan Dimas membuat pipi Heni memerah seperti kepiting rebus.
" Em itu pasti Rani hanya bercanda " jawab Heni berbohong.
" Kamu yakin Hen?? " Tanya Dimas memastikan.
Heni hanya mengangguk dan langsung memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
Dimas yang tak puas dengan Jawaban Heni langsung menghentikan mobilnya di kiri jalan, Dimas langsung keluar dari mobil, masuk ke sebuah toko bunga
" Kenapa dia keluar dari mobil, apa dia marah dengan jawabanku, Aduh Heni harusnya kamu jawab iya, kenapa sih kamu gengsi banget, apa yang mau dia lakukan kenapa dia bawa bunga ? " ~Batin Heni.
__ADS_1
Dimas mulai masuk ke dalam mobil, membawa bunga lili putih kesukaan Heni, Karena sebelumnya Dimas sudah tanya semua tentang Heni kepada Dion.
" Heyy kenapa melamun ?? " Tanya Dimas membuat Heni tersadar dari lamunannya.
" Kak Dimas ngagetin aja sih " Ketus Heni.
" Heni Wijaya, Aku Dimas Nugraha sangat-sangat mencintaimu, maukah kau menjadi kekasih ku ?? " Ucap Dimas sambil memegang tangan Heni.
" Emm kak Dimas tau kan kak Dion & Rani aja belum mendapatkan restu dari papa, bagaimana dengan kita " Jawab Heni dengan ragu, takut Dimas marah.
" Aku akan memperjuangkan itu sayang " Jawab Dimas tegas.
Untuk pertama kalinya Dimas memanggil Heni dengan sebutan sayang, Membuat Heni tersipu malu.
" Baiklah kakk aku mau " Jawab Heni sambil tersenyum manis, dan mengambil bunga itu.
" I Love you Heni Wijaya " Ucap Dimas sambil mencium tangan Heni.
" I Love you too Dimas Nugraha " Jawab Heni dengan senyum kikuknya.
Dimas melanjutkan perjalanan ke Mansion Keluarga Wijaya, Sambil tersenyum sendiri ke arah Heni.
" Ohh jadi gini rasanya nembak cewek, huhh Akhirnya aku ga jomblo lagi, ini pertama kalinya aku berani mengungkapkan perasaan ke cewek " ~Batin Dimas.
Setelah 20 menit perjalanan mobil memasuki area Mansion Keluarga Wijaya, di luar mansion sudah ada Bu Maya & pak Hendra menunggu kedatangan Heni, Dimas langsung membuka pintu mobil untuk Heni.
" Silahkan sayang " Ucap Dimas sambil mengulurkan tangannya.
" Kak jangan begitu, kakak ga lihat di sana ada mama sama papa " Heni langsung turun dari mobil membawa bunga dan menghampiri orang tuanya.
" Sayang jam segini kok baru pulang " Tanya Bu Maya saat Heni tepat di depannya.
" Iya ma, ini tadi kena macet " Jawab Heni dan memeluk mamanya.
" Cie dapat bunga dari Dimas ya " Bisik Bu Maya di telinga Heni.
" Iya maa, nanti Heni cerita " Bisik Heni balik.
" Papa sudah pulang " Beralih memeluk pak Hendra.
" Iya sudah sayang, darimana saja kamu, siapa dia " Tanya pak Hendra to the point.
" Kenalin om saya Dimas " ucap Dimas sambil mencium tangan pak Hendra.
__ADS_1
" Oh jadi ini yang namanya Dimas, yang berhasil membuat Heni jatuh cinta lagi, aku akan mengetes kamu, bersiaplah anak muda " ~Batin pak Hendra.
Lalu pak Hendra mengajak Heni dan Dimas masuk kedalam mansion miliknya.
" Ayo masuk nak, om mau bicara sama kamu " Ucap pak Hendra sambil melirik tajam ke arah Dimas.
" Baik om mari " Ucap Dimas tetap cool.
" Huhh santuy Dimas tenangkan dirimu " ~Batin Dimas.
Setelah memasuki mansion Heni dan Bu Maya masuk kedalam kamar Heni, sedangkan pak Hendra dan Dimas berbicara di ruang tamu.
" Buk tolong buatkan minuman 2 ya " Perintah pak Hendra pada pelayanan.
" Baik tuan " Ucap pelayanan, memberi hormat.
" Jadi nama kamu Dimas, Sudah sejauh apa hubungan antara kamu & putriku ?? " Tanya pak Hendra sangat tegas.
" Em Kami sangat dekat om " Jawab Dimas tak kalah tegas.
" Sepertinya anak ini sangat cocok menjadi menantuku, lihatlah dia dingin dan berkharisma, namun juga sopan " ~Batin pak Hendra.
" Baiklah jaga putriku jangan sampai membuat dia menangis, atau nyawamu taruhannya " Tegas pak Hendra Wijaya.
" Tenang om, saya pasti akan menjaga Heni, Karena saya sangat mencintai Heni om, tidak mungkin saya menyakiti Heni " Jawab Dimas tegas.
" Baiklah saya pegang janji kamu "
Setelah bicara serius selesai Dimas dan pak Hendra berbicara santai, Heni & Bu Maya turun kebawah, Dion juga menemui Dimas di ruang tamu, Keharmonisan keluarga Wijaya membuat Dimas kagum.
Tanpa mereka sadari adzan Maghrib berkumandang.
" Dimas kamu jadi imam sholat ya " Kata pak Hendra.
" Baik om " jawab Dimas tegas.
Mereka semua menjalankan sholat Maghrib berjamaah.
Setelah sholat, mereka akan makan malam bersama, Namun Dimas menolaknya karena Dimas ingat mamanya sedang di apartemen sendirian.
" Maaf om Dimas harus pulang sekarang, kasihan mama sendirian di rumah "
" Baiklah nak hati-hati di jalan " Jawab pak Hendra.
__ADS_1
Heni mengantarkan dimas sampai luar mansion, Heni sangat bahagia karena melihat orangtuanya menerima Dimas, namun Heni juga merasa takut saat orangtuanya tahu kalau Dimas adalah anak Keluarga Nugraha.