
Setelah tiga hari menjalani pengobatan, Heni lebih sehat, dan Dokter Han juga mengatakan bahwa Heni sudah bisa memulai rutinitas seperti biasanya.
" Ma... Hari ini Heni masuk kuliah lagi ya. " Ucap Heni sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Apa kamu yakin sayang?? " Bu Maya memastikan keadaan Heni.
" Iya ma, Heni sudah sembuh, lagian Heni bosan dirumah ma. " Jawab Heni.
" Baiklah, Biar pak Mamat yang mengantarkan kamu ke kampus " Ucap pak Hendra dingin.
" Tidak pa... Heni mau berangkat sama kak Dion saja " Tolak Heni.
" Tidak...! Papa tidak mau kamu ketemu dengan si dimas " Tegas Pak Hendra.
" Sudahlah terserah papa, Heni malas berdebat. " Ketus Heni, dan langsung beranjak dari duduknya, Berjalan ke arah luar mansion.
" Sangat menyebalkan, Sepertinya rencana bunuh diri pura-pura harus segera dilakukan " ~Batin Heni.
Dion yang duduk disebelah Bu Maya, hanya diam melihat perdebatan sang adik dan papanya, Bu Maya juga beranjak dari duduknya, bejalan memasuki kamarnya.
" Mama mau kemana?? Kan sarapannya belum dimakan, " Pak Hendra menatap heran Istrinya.
" Mama masih kenyang pa " Jawab Bu Maya dengan cuek.
Kini dimeja makan hanya ada Dion dan Pak Hendra.
" Dion, apa papa salah mengambil keputusan nak ?? Apa papa salah membenci orang yang sudah membunuh saudara kembar papa ?? " Ucap Pak Hendra sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Papa selalu benar dalam mengambil keputusan, tapi kali ini Dion juga kecewa dengan keputusan papa " Jawab Dion sambil menepuk pundak Papanya.
__ADS_1
" Berikan papa waktu nak " Sahut Pak Hendra.
" Pa... Dion berangkat ke kantor duluan ya " Dion mencium punggung tangan Pak Hendra.
" Baiklah nak, Papa ikut berangkat denganmu saja "
Dion dan Pak Hendra berjalan kearah mobil dan berangkat ke kantor bersama.
Sedangkan Bu Maya hanya memperhatikan kepergian suaminya dari balkon kamarnya.
" Maafkan aku pa, kali ini aku benar-benar Kecewa dengan keputusan yang kamu ambil, Aku tidak rela Heni menderita untuk yang kedua kalinya Karena mengikuti kemauan papa. " ~Gumam Bu Maya sambil memperhatikan mobil suaminya.
Setelah 30 menit perjalanan, mobil Dion dan Pak Hendra masuk ke parkiran perusahaan WIJAYAGROUP.
" Pa Dion duluan ya, ada meeting penting pagi ini "
Pak Hendra hanya mengangguk, dan Dion berjalan meninggalkan papanya di depan lift, Pak Hendra langsung memasuki lift yang menuju ruangan CEO WIJAYAGROUP.
" Untuk apa kamu datang kemari !! " Teriak Pak Hendra saat melihat keberadaan Alex Nugraha.
" Maaf tuan, saya sudah melarangnya, tapi pak Alex Nugraha memaksa masuk " Ucap sekertaris pribadi Pak Hendra.
" Baiklah, tinggalkan kita sendiri " Titah Pak Hendra pada sekertaris pribadinya.
" Baik tuan, permisi " Ucap sang sekertaris dan berjalan keluar ruangan.
Setelah kepergian sekertaris Pak Hendra, Alex Nugraha berdiri sejajar dengan Hendra Wijaya dan tersenyum.
" Apa kabar Hendra Wijaya ?!? " Tanya Alex.
__ADS_1
" Langsung to the point, apa tujuanmu kemari, aku sangat malas meladeni pengecut Sepertimu. " Ucap Pak Hendra dan duduk di kursi kerjanya.
" Kau tidak pernah berubah Hendra... Baiklah kedatanganku kemari untuk bernegosiasi denganmu " Jawab Alex Nugraha.
" Aku tidak tertarik ... " Ketus Pak Hendra.
" Baiklah, Aku ingin kau merestui hubungan Heni dan Dimas, Dia putra ku satu-satunya " Alex duduk di depan Pak Hendra.
" Tidak akan pernah terjadi, Aku bahkan sangat membencimu, Bagaimana mungkin aku menjadikan anakmu sebagai menantuku. "
" Dimas sangat berbeda denganku Hendra... " Ucap Alex lirih.
" Aku tidak perduli ini salah atau benar, aku hanya ingin Dimas dan Nana bahagia " ~Batin Alex.
" Terserah apa katamu, Aku tidak akan memberikan restu untuk anakmu Dimas. " Jawab Pak Hendra.
" Hendra, aku mohon apapun yang kamu inginkan akan aku berikan " Alex menunduk dan meneteskan air matanya.
" Apa aku tidak salah mendengar, Alex Nugraha orang yang sangat kejam memohon, Apa dia benar-benar sudah berubah " ~Batin pak Hendra.
" Apa yang membuatmu datang kemari Alex ?? " Teriak Pak Hendra.
" Kau tahu Hendra, Dimas adalah anakku, tapi dia tidak pernah mendapatkan apapun yang dia inginkan, Aku bahkan sangat membencinya, karena menganggap bahwa Dimas adalah anak Hendro, Aku hanya ingin memberikan kebahagiaan yang diinginkan Dimas. " Alex terus membujuk Pak Hendra.
" Sudah cukup !!! aku tidak ingin mendengar apapun lagi... pintunya ada disana jika kau sudah selesai cepat keluar "
Pak Hendra langsung keluar dari ruangannya, meninggalkan Alex Nugraha sendirian.
Setelah itu Alex Nugraha juga meninggalkan ruangan Hendra Wijaya, Dan keluar dari perusahaan WIJAYAGROUP dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
" Sialan, ternyata Hendra Wijaya sangat keras kepala, Bagaimana caraku mendapatkan hati Nana dan Dimas lagi " ~Batin Alex Nugraha.
Sedangkan di kampus, Heni selalu diawasi oleh body guard yang diperintahkan oleh Pak Hendra Wijaya, Membuat Heni dan Dimas tidak bisa bertemu, Mereka hanya bertemu saat didalam kelas.