PUTRI CEO YANG CANTIK

PUTRI CEO YANG CANTIK
ARISAN ISTRI CEO


__ADS_3

Di tengah perjalan menuju kelas Heni mencoba memulai pembicaraan, Yang belum pernah mereka bahas, Karena Heni merasa takut untuk menanyakan pertanyaan yang mungkin bisa menyinggung perasaan Rani.


" Ran boleh aku bertanya sesuatu ? " Tanya Heni dengan wajah gugup.


Rani yang melihat kegugupan Heni, mulai menebak pertanyaan yang akan ditanyakan oleh Heni.


" Tanya apa hen ? tentang alasan aku menyamar ? " Cletuk Rani yang membuat Heni keheranan.


" eh kamu bisa baca pikiran orang ya ?" tanya Heni heran.


Seketika tawa Rani pecah, " hahahahaha, ya enggak lah, kamu pikir aku dukun atau paranormal " Ketus Rani .


Mereka duduk di kursi dan memulai berbicara serius.


" Ayo aku serius Ran apa tujuanmu ? Kenapa selama ini kamu menyamar, Dan tidak ada orang yang mengetahui penyamaranmu ? " Heni merasa heran karena Rani sudah kuliah di sini selama 2thn dan tidak ada yang merasa curiga.


" Siapa bilang ga ada yg tahu, ada yg tahu kok 5 orang dan mereka semua di bawah kendaliku " jawab Rani enteng.


" hah maksudmu ? siapa? " Tanya Heni yang semakin penasaran.


" satpam depan 2, Pengurus kampus ini, Dimas & satu lagi kakakmu " Jawab Rani dengan entengnya.


" Apa kakak ku ? " Heni mulai berteriak karena merasa kaget.


" Husstt kecilkan suaramu, atau penyamaran kita bisa berakhir " Ketus Rani membuat Heni langsung menutup mulutnya.


" iya Kakak kandung mu " Sahut Rani lagi.


" Heh apa maksudmu, aku bahkan belom memberitahu kamu tentang Keluargaku, " ketus Heni sambil melipat kedua tangannya.


" hahahaha dasar calon adik ipar bodoh, Sebelum kamu cerita semua tentang keluargamu aku udah mengetahuinya Heni sayang, Kamu putri Bpk Hendra Wijaya kan, jadi sudah pasti kamu adik dari Dion Wijaya kekasihku " jelas Rani.


" Hah, apa kekasihmu ? sejak kapan kau tahu nama kakakku, ? " Heni Mulai merasa kebingungan.


" Iya Dion kekasih ku, Sejak tadi kau menyebut namamu sebagai Heni Wijaya " jawab Rani santuy.


" Baiklah calon kakak ipar, Kenapa kak Dion tidak mengenalkan kamu ke aku, dia juga tidak pernah membawamu ke rumah " Tanya Heni lagi.


" Entahlah dia belom pernah mengajak ku kesana, Tapi kata ayah ada sedikit masalah, jadi aku harus sedikit bersabar " Raut wajah Rani menjadi kecewa.


" Sabarlah mungkin kak Dion sedang menunggu waktu yang tepat " timpal Heni dan memeluk Rani.


" Iya mungkin, tapi aku sudah pernah bertemu ayahmu " Sahut Rani .


" Benarkah, ayahku baik kan ? "


" Iya dia sangat baik, Namun sepertinya dia tidak setuju dengan hubungan aku & Dion "


Heni yang melihat wajah Rani mulai bersedih, mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


" Eh kamu belom cerita apa tujuan mu menyamar " Tanya Heni lagi.


" Aku ingin mecari teman yang tulus hen, dan tidak hanya memanfaatkan aku " jawab Rani sambil memasang wajah sendu.


" Ohh baiklah tujuan kita sama, apa kamu sudah bertemu orang itu ? " Sahut Heni.


" Sudah, orang itu adalah Kamu, Karin dan Dimas sepupuku sendiri " jawab rani.


" apa Ran Dimas ??? apakah Dimas Nugraha??? " Tanya Heni sedikit berteriak.


" Apa kamu mengenalnya ? " Rani berbalik tanya kepada Heni.


" iya dia duduk di bangku sebelah ku " Jawab Heni sedikit lirih.


" Iya dia sepupuku, Sikat aja dia masih jomblo lohh " sambil menyenggol bahu Heni.


" hisssshh apa an sihh " Sahut heni.


Setelah mengobrol mereka berjalan ke parkiran, dan memasuki mobilnya masing-masing untuk pulang.


~ 4hari kemudian ~


Selama seminggu bersahabat hubungan mereka semakin membaik, Sampai di hari Minggu tanpa sengaja Heni bertemu dengan Rani di tempat arisan mama mereka, dan ternyata Bu Maya dan Bu Bunga juga Saling mengenal, Namun tak se akrab anak- anak mereka.


" Ran kamu juga disini ? " Tanya Heni saat hendak mencari tempat duduk.


Rani & Heni saling mengenalkan mama mereka masing-masing.


Di Sebuah mobil mewah Dimas dan mamanya sedang berdebat, karena mamanya membujuk Dimas turun mobil dan ikut gabung di tempat arisan.


" Ayolah sayang temani mama turun " Bu Nana mencoba membujuk Dimas.


" Mama , itu acara arisan, bukan rapat penting, dimas tidak tertarik untuk turun ma " ketus Dimas.


" Anak sama papa sama aja, ga ada yg sayang sama mama " Jawab Bu Nana sambil memanyunkan bibirnya.


" huufffttt oke baiklah ma, dimas turun, tapi jangan pernah samakan dimas dengan papa, kita jelas berbeda " Dimas turun dari mobilnya dan berjalan ke arah kafe.


" Baiklah sayang " jawab bu Nana sambil tersenyum manis.


Sesampainya di tempat arisan Dimas dibuat heran karena dia melihat Rani ( sepupu Dimas ), duduk di sebelah wanita kaya, padahal Reni pernah bilang dia mau mencari teman yg menerima dia apa adanya, tanpa melihat status sosial.


" Cihh perempuan memang sulit di tebak, katanya tidak mau berteman dengan orang kaya " decih Dimas.


Entah apa yg terjadi dengan Heni, Dia seperti lupa kalau dia sedang tidak menyamar, ketika Heni melihat Dimas, dia langsung menyapa Dimas.


" Hey teman, kamu disini juga ?? " Teriak Heni sambil melambaikan tangan ke arah dimas.


Diamas yang tidak mengenali penampilan heni merasa heran, dia memilih diam saja.

__ADS_1


Bu Nana langsung memeluk bu bunga,


" Maafkan aku dek, kakak telat "


" Belum kak, masih ada yg belom datang juga " jawab Bu bunga.


Bu Nana juga menyapa Bu Maya, Karena dulu mereka bersahabat dan mereka juga sama-sama aktris terkenal.


" Eh Maya kamu apa kabar " Cepika cepiki dengan Bu Maya.


" Alhamdulillah sehat, Kamu sendiri apa kabar ?, Sudah lama kita tidak betemu na "


" Alhamdulillah sehat juga, Iya sudah 2tahun kalau enggak salah may " ucap Bu Nana sambil duduk disebelah Bu Maya.


Semua ibu-ibu menikmati suasana Arisan istri CEO, berbeda dengan Dimas dan Heni, mereka saling bingung dan canggung, Rani yang melihat kecanggungan diantara Dimas dan heni, Membuat rani berinisiatif mencairkan suasana dengan memulai obrolan.


" Kak dim, apa kakak mengenali gadis di sebelahku ? " tanya Rani pada Dimas.


" Tidak " jawab Dimas dingin.


Heni mendengar percakapan Dimas dan Rani, membuat hati Heni bersedih, tapi dia langsung teringat, bahwa dia bukan heni gadis tompel yg dimas kenal.


" oh ya benarkah, padahal dia H


itu heni temanmu loh ?? " menyenggol bahu Dimas.


" Aku berkata jujur Ran, aku punya teman namanya Heni, tapi bukan dia " Dimas menjawab dengan tegas.


"Oke baiklah, apa kakak bisa membedakan Rani culun dan Rani Bramasta ? " Tanya Reni lagi.


Seketika membuat wajah dimas yang tadinya dingin, berubah menjadi Dimas yang hangat.


" Maksudmu Ren, jadi Heni disampingmu itu Heni gadis kecilku " bisik Dimas ditelinga Rani.


seketika Reni menganggukkan kepalanya, dan berbisik ditelinga Dimas.


" Iya dia heni, Heni culun yang berhasil membuat kakak jatuh cinta "


" Kenapa dia menyamar sepertimu, Apa alasannya ? " Timpal Dimas.


" Tanya aja sama orangnya sendiri, bye Heni aku kesana dulu ya " ucap Rani Dan langsung berlari meninggalkan Heni & Dimas berdua.


"Kamu mau kemana Ran ? ikut " teriak Heni dan beranjak dari duduknya, namun dengan sigap Dimas menggenggam tangan Heni.


" Selesaikan masalah kalian berdua bye " jawab Rani melambaikan tangan pada sepupu & sahabatnya.


" Apa kamu Heni tompel " Dimas mulai mencairkan suasana.


" Iya aku Heni yang sama " Ucap Heni dengan wajah yang memerah.

__ADS_1


__ADS_2