
" Siap Tante.... " Jawab Dimas.
Dimas menggandeng tangan Heni, dan berjalan dibelakang mamanya. Sesampainya diparkiran mobil, Bu Nana langsung duduk dibangku belakang. Heni yang melihat itu langsung menegur calon mertuanya.
" Ma, mama didepan aja. Biar Heni yang dibelakang. " Heni berdiri ambang pintu mobil.
" Sudahlah nak, kamu duduk didepan aja, kasihan Dimas nanti kesulitan lihat wajah cantik mu. " Bu Nana melirik putranya.
Dimas langsung membukakan pintu penumpang depan, untuk Heni.
" Silahkan tuan putri. " Dimas sedikit membungkukkan badannya sambil tersenyum.
" Hisssshh apaan sih yang... " Heni mencubit perut Dimas.
" Emang dasar ga bisa diajak romantis dikit. " Omel Dimas pada Heni.
Setelah Heni masuk kedalam mobil, Dimas menutup pintu mobil. dan berjalan memasuki tempat duduk kemudi.
" Kalian pasangan yang serasi, Semoga tidak ada yang berniat jahat pada kalian. " Batin Bu Nana.
Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Didalam mobil Heni dan Bu Nana berbincang-bincang hangat. Dan benar kata Bu Nana, Dimas mencuri pandang ke arah Heni. Dimas sangat mencintai dan menyayangi Heni. Heni adalah cinta pertama untuk Dimas. Karena sebelumnya Dimas hanya fokus pada kuliah dan bisnisnya saja.
Mobil mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan Negara X. Mereka memasuki toko tas branded original, Nampak Bu Nana sedang memilih tas impiannya. Heni hanya mengikuti Bu Nana dari samping.
" Kamu pilih yang mana nak, " Tanya Bu Nana.
" Heni masih bingung ma, menurut mama dan kak Dimas bagusan yang mana?? Warna hitam atau yang ini. " Heni menenteng dua tas pilihannya.
" Hitam bagus, Tapi yang biru juga elegan nak. " Sahut Bu Nana.
" Ambil semua aja sayang " Sahut Dimas dari belakang.
" Pemborosan sayang, Kemarin aku sama mama sudah belanja banyak. " Tolak Heni.
" Ambil saja nak, Uang Dimas itu banyak nak, Kalau bukan kamu sama mama yang habisin siapa lagi.... " Kekeh Bu Nana.
Heni memasang wajah bingung, Satu sisi dia pengen banget dua tas itu. tapi disisi lain dia takut kalau Dimas dan mamanya menganggap dirinya cewek matre.
Seperti mengerti apa yang sedang dipikirkan kekasihnya, Dimas langsung memanggil seorang penjaga toko untuk membungkus dua tas pilihan Heni.
" Mas, Tolong bungkus tas ini, dan juga dua tas yang dipegang nona itu. ini pembayarannya pakai debet. " Dimas menyerahkan belanjaan mamanya dan juga black card dari dompetnya.
" Baik pak, " Jawab seorang penjaga toko.
" Tunggu boy,,, mama belum selesai belanjanya. " Cegah Bu Nana.
" Iya ma, mama bisa lanjutin belanjanya. Biar itu dibungkus dulu. " Jawab Dimas.
__ADS_1
" Kalau begitu saya permisi dulu pak. " Jawab penjaga toko.
" Makasih mas... " Sahut Heni dan tersenyum ramah.
Dimas yang melihat tingkah Heni merasa cemburu, Dimas berdiri sejajar dengan Heni dan berbisik.
" Ngapain senyum-senyum gitu ke cowok, Aku enggak suka ya yang... " Bisik Dimas.
" Apaan sih sayang, Masak cemburu sama mas-mas toko. ga jelas. " Balas Heni sambil berbisik.
Heni sengaja sedikit mengeraskan suaranya, supaya calon mertuanya juga ikut mendengar ucapannya.
" Ya ampun boy, Ternyata kamu posesif juga ya, " Sahut Bu Nana sambil geleng-geleng kepala.
Dimas yang merasa malu, hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan mereka melanjutkan belanjanya. Sesekali Dimas sibuk dengan tabletnya, Membalas laporan yang di kirimkan asisten Rehan melalui Email.
Bu Nana dan Heni melanjutkan belanja mereka, Bu Nana juga memilihkan beberapa baju untuk Heni.
Setelah selesai berbelanja, Dimas mengajak Heni dan mamanya untuk makan di restoran kesukaan Bu nan. dan mereka melanjutkan perjalanan ke restoran tersebut.
Obrolan hangat tercipta lagi didalam mobil, Dimas tidak menyadari kalau ada mobil yang sedang mengikutinya dari belakang.
" Sudah sampai " Dimas langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk kekasih dan mamanya bergantian.
" Wah ini restoran kesukaan mama... " Heni memperhatikan sekeliling restoran itu, Mata Heni fokus pada mobil dan orang-orang aneh yang sedang memperhatikan mereka.
" Yasudah ayo kita masuk " Ajak Dimas.
Mereka masuk kedalam restoran itu, Dan ternyata Dimas sudah memesan tempat duduk khusus bernuansa romantis untuk makan malam ini.
" Wahhh Sepertinya mama mengganggu dinner kalian. " Bu Nana merasa tidak enak.
" Enggak ma, Heni malah senang bisa dinner sama mama juga. Benar kan sayang ?? " Jawab Heni sambil tersenyum.
" Iya sayang, Lagian ini kan dinner pertama mama sama calon mantu " Dimas tersenyum lebar.
" Kamu benar-benar tidak salah pilih boy, Heni calon mantu idaman mama. " Sahut Bu Nana.
Ditengah pembicaraan mereka ada seorang pelayan yang menyajikan pesanan mereka.
Setelah makanan disajikan, mereka langsung menyantap hidangan itu. Setelah selesai makan, Heni berpamitan untuk ke toilet sebentar. Dimas berniat ingin mengantar Heni ke toilet namun Heni menolaknya.
" Ada-ada saja kak Dimas, masak ke toilet mau diantar. " Gumam Heni sambil berjalan ke arah toilet.
Heni memasuki toilet dan mengunci pintu dari dalam. Heni mulai membenarkan tatanan rambut dan make up-nya. Tiba-tiba dari luar terdengar ketukan pintu sangat keras.
" Siapa yang mengetuk pintu seperti itu, kenapa perasaanku jadi gak enak gini. " Batin Heni.
__ADS_1
Karena memiliki feeling yang enggak enak, Heni langsung mengirim pesan berisi lokasi keberadaannya kepada Dimas dan Dion kakaknya.
Setelah itu Heni membuka gagang pintu dengan pelan-pelan, dua orang laki-laki tinggi sudah berdiri diambang pintu.
" Siapa kalian " Heni berteriak ketakutan.
Heni ingin lari, Namun seorang laki-laki menempelkan sapu tangan ke mulutnya. membuat Heni kehilangan kesadaran.
Lalu Laki-laki itu membopong tubuh Heni kearah parkiran, melewati pintu belakang restoran.
Dimas yang merasa Heni sudah lama beranda dikamar mandi, mencoba menyusul Heni. Dimas mencari diseluruh sudut restoran namun tidak menemukan Heni.
Dimas mengambil ponselnya di saku celananya, dia mencoba menghubungi kekasihnya itu. namun tidak ada jawaban, lalu Dimas melihat Heni mengirimkan lokasinya. Dimas yang merasa panik langsung menelpon Rehan dan para bodyguard miliknya.
Dimas kembali ke tempat duduk mamanya.
" Heni dimana nak... ?? " Tanya Bu Nana.
" Sepertinya ada yang berniat buruk dengan Heni ma, Mama pulang diantar supir dan bodyguard dulu ya ma. Dimas sama yang lain akan mencari keberadaan Heni. " Dimas mencium tangan mamanya.
" Astaghfirullah boy,,, Siapa yang ingin menyakiti Heni. Baiklah kamu cari Heni, jangan khawatirkan mama. " Bu Nana mencoba menenangkan putranya.
Setelah kedatangan asisten Rehan dan para bodyguard, Dimas mengikuti lokasi yang dikirimkan Heni.
" ini seperti menuju ke apartemenku Dim, Untuk apa Heni kesini " Ucap asisten Rehan.
" Apa kau bodoh Rey, Heni bukan kesini sendiri. Tapi ada orang yang menculiknya. " Omel Dimas.
Rehan melihat kekhawatiran diwajah sahabatnya. Dimas langsung turun dan berjalan ke dalam apartemen. Karena bodyguard milik Dimas terlalu banyak, seorang satpam melarang mereka masuk.
" Saya juga penghuni apartemen ini pak " Rehan memberikan kartu namanya.
" Baiklah kalau begitu pak, silahkan masuk. " Ucap satpam itu.
Dimas semakin kaget saat lokasi yang dikirimkan Heni menunjukan Heni berada didalam kamar.
Saat Dimas ingin masuk kedalam kamar itu ada seorang resepsionis yang melarangnya.
" Maaf pak, ini kamar pemilik apartemen ini pak, bapak ada keperluan apa. " Cegah resepsionis itu.
" Siapa namanya " Tanya Dimas dengan wajah dingin.
" Tuan Maxime Alexander pak. "
" MAXIME.... " Teriak Dimas.
" MAXIME BERULAH LAGI " Batin asisten Rehan.
__ADS_1