Putri Dari Konglomerat

Putri Dari Konglomerat
episode 17


__ADS_3

kemudian zea kembali ke kamarnya setelah Excel benar benar tidur,zea yang biasanya saat di rumah luluran,maskeran dan semacamnya kini dia hanya fokus mandi saja dan tidak memikirkan perawatan apapun.


ahkk segarnya,aku bisa mandi saja sudah beruntung,di saat seperti ini aku tidak peduli dengan perawatan tubuh" fikir zea"


zea pun tidak tidur di ranjang karna tidak mungkin dirinya tidur satu ranjang dengan laki laki, malam itu zea benar benar bingung harus tidur di mana, karna tidur di sofa tidak mungkin karna keras dan kecil sehingga membuatnya tidak bisa tidur.


"masa sih aku harus tidur di bawah gelar kasur lantai,iya kali anak dari seorang direktur dari perusahaan besar tidur di bawah baralaskan tikar,ini benar benar membingungkan"


waktu menunjukan pukul setengah dua belas,dan mengharuskan zea


untuk tidur ,tidak banyak memikir lagi,zea mengambil karpet dan menggelarnya di samping bawah ranjang .


esoknya.


Excel bangun lebih dulu ,dia melihat Joe tidur di bawah,dan itu membuatnya semakin aneh,dan merasa bahwa Joe laki laki kurang normal.


"Joe bangun,kau kenapa tidur di bawah,kau sungguh takut aku apa apakan ya,ya tuhannnn kau laki laki atau tidak sih"


"ahk bukan begitu,aku hanya tidak mau mengganggu tidur mu karna aku kalo tur suka nendang nendang ,ga bisa anteng,dan ku rasa ranjang ini sempit untuk berdua ,jadi aku tidur saja di bawah"


"begitu ya"


kemudian Excel menuju kamar mandi ,namun seketika zea menghentikan nya karna baru ingat bahwa pakaian kotornya masih di dalam kamar mandi .


ahkkk syukurlah aku berhasil menyembunyikan dalamanku" fikirnya merasa lega"


aneh,rambut siapa ini,panjang sekali" fikir Excel"


saat Excel selesai mandi,excel menunjukan pada Joe dengan membawa satu rambut keluar.


hadeuhhh kenapa rambutku rontok segala sih" fikir zea"


"ini tidak mungkin rambutmu kan Joe,ini terlalu panjang ,apakah ada wanita yang mandi di kamar mandi kita"


zea kehabisan ide untuk menjawab pertanyaan Excel.

__ADS_1


"ahk sudahlah tidak perlu di fikirkan,mungkin saja ini rambut wanita yang duku pernah menempati kamar ini ahahahh iya kan,sudah lupakan saja pertanyaan ku tadi"


dari awal Excel sudah mencurigai Joe kkao ada yang aneh pada teman sekamarnya itu,namun kali ini Excel mulai mencurigai Joe bukan sebagai banci atau laki laki kurang normal,namun mencurigai sesuai fakta.


"Joe,kamu baik baik saja,kenapa tiba tiba kamu jadi tegang,kamu takut kalo identitas mu yang sebenarnya ketauan ya, sebenarnya aku sudah curiga dari awal kalo kamu itu......banci, tapi sepertinya dugaan ku salah,karna sebenarnya kamu wanita sungguhan kan"


sekarang percuma saja aku mencari alasan" fikir zea" cerdas,kau benar" jawab zea membuka wignya dan membiarkan rambutnya terurai panjang"


woahhhh secantik ini kah wanita yang semalam satu kamar denganku,ahkk untung saja semalam aku belum tau kalo dia ini wanita sungguhan,ini benar benar berbahaya" fikir Excel"


"ada apa dengan expresi mu,rambut yang ada di tanganmu itu memang miliku,aku...."


tok tok tok


hey, kalian kenapa belum keluar kamar,acara sudah di mulai,cepat keluar" ucap salah satu penjaga "


begitu exc tau bahwa ada yang membuka pintu ,Excel langsung segera menutupi zea agar tidak ketahuan kalo temanya itu wanita.


ahk iya pak,kami akan segera keluar" jawab Excel"


"tidak ada waktu untuk menjawab,cepat mandi dan gunakan wigmu "


"kau menyuruhku mandi ,tapi kamu maish di sini,dasar mesum"


aissss sudah di tolong malah mengatai" ucapnya lalu keluar lebih dulu"


kemudian zea mengundurkan diri dari acara tersebut karna sudah ketahuan satu orang,fikirnya jika satu saja ada orang yang tau ,semua juga akan tau.


hey kenapa kau bodoh sekali sih,kenapa malah memberitahu identisamu pada pembina acara dan mengundurkan diri" ucap Excel"


kenapa , kalo pun aku tidak memberitahunya,kamu yang akan mengadukan identitas ku pada pembina kan,jadi lebih baik aku sendiri yang mengaku daripada mereka tau dari orang lain,karna pada ahirnya cepat atau lambat,aku juga akan mengundurkan diri" jawab zea"


"ya Tuhan.... kau fikir sebodoh dan secerewet itukah aku,aku tidak mungkin mengadukan hal seserius itu tentang temanku"


"teman,aku tidak yakin apakah kau sungguh menganggapku teman atau tidak,tapi yang jelas ini sudah terlambat,aku harus pulang"

__ADS_1


"kenapa kau bertindak gegabah sih,lalu nanti malam ku akan tidur dengan siapa"


"dasar otak mesum"


"bukan begitu tapi...,hey tunggulah,oke klao begitu siapa namamu,pertemuan kita hanya sebentar,tapi kau tetap temanku,bisa beri no mu,emmm jangan berfikir buruk duku tentangku,aku meminta nomor ponsel mu karna aku ingin kita tetap berkomunikasi "


kurasa mengenal dia tidaklah buruk, dia baik,perhatian juga walau tahunya aku laki laki" fikir zea" aku zea,sini handpon mu,akan aku tuliskan nomor ku.


rumah.


zea ke sekolah,Daddy and mommy kerja,lalu aku ngapain,udah izin sama sekolah buat libur dua hari masa hari mau masuk sih " fikirnya saat tiba di rumah"


hey, udah sampai rumah? " pesan dari Excel"


sudah" jawabnya singkat"


dari situ mereka mulai chatingan dan saling bertanya.


"daripada di rumah ga jelas mending keluar deh"


zea keluar rumah tanpa tujuan.


"ini jalan mendekati rumah sakit tempat daddy bekerja,mampir ah"


di sana zea di sapa oleh salah satu dokter yang saat itu menghadiri seminar .


"hayyy ,bukankah kamu anak dokter brian"


kalo sudah tau kenapa tanya" jawab zea ketus"


"apakah kamu ada perlu dengan ayahmu seperti waktu itu, kamu datang ke ruang seminar tanpa permisi langsung nyelonong dan menarik tangan ayahmu yang sedang memberikan bahan seminar,saat itu kau terlihat sangat keren nak"


oh iya, terimakasih atas pujianya ya dok...Ter..." ucapnya sambil melihat logo nama yang ada di baju dokter tersebut" wiratama, sepertinya dokter nganggur ya sampai ada waktu untuk menyapa orang tidak penting seperti saya,tapi maaf,saya sibuk jadi tidak ada waktu untuk membalas sapaan anda" ucapnya lalu pergi menghampiri daddynya"


"apa itu tadi,aku di acuhkan seorang anak kecil,benar benar mengejutkan"

__ADS_1


__ADS_2