
yose yang berhati lembut itu kasian dengan Zee dan zea, begitu pun dengan alvin yang merubah dirinya menjadi laki laki culun karna berada di dalam sekolah hingga Zee ,zea,Yose dan Inez tidak mengenalinya,dan diapun juga pura pura tidak mengenali temanya.
tuh anak pendiem banget tapi sekalinya jawab ,ga peduli siapa lawan bicaranya" ucap Inez"
kamu kenal mereka" ucap teman Inez dari SMP yang sama denganya"
"iya,aku baru mengenal mereka, tapi tidak akrab,mereka tidak mudah di ajak bersosialisasi"
sementara itu siswa siswa lainnya di minta senior nya untuk berdandan layaknya orang gila dan menunjukan aksinya dengan menari,bagi yang menyukai aktivitas MOS tentu menyenangkan karna MOS hanya berlaku saat awal sekolah,namun bagi yang tidak menyukainya, aktivitas MOS bagaikan penghinaan dan menyebalkan.
seperti Yose yang menari dengan lantang di depan semua senior dan siswa lainnya,namun berbeda dengan Inez yang justru ingin menghampar para senior karna merasa di kerjai.
aku ingin ikut bergabung dengan mereka yang MOS,tapi kenapa malah jadi tukang kebun begini" ucap zea"
ini kan salahmu,coba saja kalo tadi kita ga mengakui kalo salah,kita kan ga bakal jadi begini" jawab Zee" ahk sudahlah,ngapain juga aku nurutin senior gila itu,mommy and Daddy bisa bayar sepuluh tukang kebun,masabiya anaknya suruh jabutin rumput
kemudian Zee berhenti menjabut rumput dan duduk di bawah pohon dekat lapangan.
duh gimana nih, lanjut jabutin atau ikut Zee aja ya" zea yang bimbang"
"Hay...."
"Hay,loh kamu kan orang yang waktu itu di tempat pembuangan sampah"
pembuangan sampah katanya,seolah olah aku ini anak buangan " fikir Alvin" ahk iya kamu benar,rupanya masih ingat denganku,emmmm ternyata kita satu sekolah ya, sepertinya tuhan memberikan kesempatan untuk ku mengucapkan terimakasih karna waktu itu kamu menolongku, terimakasih ya
seketika zea tersenyum dan mengingat waktu SMP betapa cuek dan acuhnya dia waktu smp.
"iya,sama sama"
"oh iya,kenalin namaku Al,semoga kita bisa berteman ya,itu kalo kamu mau sih temenan sama orang buriq kayak aku"
"iya,aku juga berharap kita bisa berteman,namaku zea"
eh eh eh apa apa an nih,eh cowo kucel ,sana balik ke tempat MOS,ngobrol lagi,sana cepetan gabung sama yang lain" tegur salah satu senior "
kemudian alvin yang mengaku Al itu langsung pergi bergabung dengan tim mos lainnya.
untung aja aku lagi pengen berubah,kalo engga udah aku tabok pantat nya" fikir zea"
"ngapain kamu lihat lihat, cepetan jabutin rumputnya,tadi mana temen kamu yang satunya"
"emmm dia ,ke toilet kak"
zea yang berbohong karna sebenarnya Zee sedang duduk di bawah pohon.
"kak,kenapa laki laki itu enak sekali,bukankah dia juga anak baru,tapi kenapa Kaka membiarkanya dengan bebas duduk sambil main ponsel"
"biarkan saja,dia anak pengusaha besar sekaligus peninggi salah satu universitas di Indonesia"
"bukankah itu tidak adil,hanya karna dia anak dari kalangan terpandang, seorang senior membiarkan nya begitu "
"aku tidak tau,tapi para guru disini menyuruh semuanya untuk baik dengan dia dan menuruti permintaan nya,sudahlah jangan urusi dia jika tidak mau kena Masalah"
aku tidak tau hidup di zaman apa ini" ucap Inez yang merasa tidak adil "
kemudian Inez menghampiri zea yang melihatnya sedang menjabuti rumput.
"hey, kenapa kamu mau menuruti senior untuk menjabuti rumput rumput ini,bukankah kmau sama dengan saudara kembarmu itu,sama sama mengacuhkan sekitar,tapi sepertinya tadi aku lihat ,kamu tidak seburuk Zee"
"pergilah,nanti kamu di marahi senior"
__ADS_1
"kenapa,kau takut, sepertinya banyak perubahan pada dirimu"
"aku hanya ingin masa SMA ku seperti siswa pada umumnya,jadi aku banyak merubah diriku "
"begitu ya,baiklah,lalu dimana Zee"
zea menunjuk ke arah pohon dimana Zee duduk disana,kemudian Inez menghampirinya karna juga merasa lelah dengan MOS yang tidak berguna itu.
kamu tidak ingin berubah seperti saudaramu" tanya Inez"
jangan sok akrab denganku,aku tidak ingin berteman dengan siapapun" jawab Zee ketus"
"pendirian yang bagus, sepertinya kamu tetap menjadi dirimu sendiri,kita sama sama cuek dengan sekitar,makanya aku kesini untuk menghindari acara MOS yang membosankan itu,tali sepertinya kau mengusirku,jadi baiklah aku akan pergi"
duduklah" ucap Zee spontan"
Zee dan Inez banyak bercerita tentang kehidupannya masing masing,tanpa disadari hal itu membuatnya menjadi akrab dengan perlahan.saking asyiknya mereka bercerita,mereka sampai tidak sadar ada senior yang menghampirinya dan mendengarkan percakapan mereka.
"loh ,ka kaka senior,sejak kapan Kaka berada di situ "
"dari lima belas menit yang lalu,apakah sudah selesai ceritanya,wah padahal menarik loh, mendengar ceritanya sepertinya kalian hidup dari keluarga yang cukup mewah ya"
"sejak kapan senior suka nguping"
senior itu membela diri kalo dirinya tidak nguping,melainkan hanya tidak sengaja mendengar.
"oh iya,bukankah kamu yang tadi di minta untuk menjabuti rumput, kamu juga kenapa tidak bergabung dengan tim MOS, kalian berdua malah enak enakan duduk dan bercerita dengan santay ,kalian beruntung tidak bertemu kak Araf,jika kaliam bertemu denganya,aku yakin sepatah katapun kalian tidak akan berani membantah"
lalu Kaka fikir kami peduli siapa kak Araf itu,kak selama lima belas tahun ini ,aku hidup dengan mudah,orang tuaku tidak pernah membiarkan aku melakukan aktivitas yang menyulitkan,tapi disini,seorang senior menyuruhku menjabuti rumput,aktivitas itu tidak terdaftar dalam hidupku,jadi aku tidak mau melakukannya" jawab Zee"
emmmm aku,hidupku tidak semewah dia,tapi aku menjalani hidup untuk bersenang senang dan untuk aktivitas yang berguna" jawab Inez"
"bukan tidak berguna,lebih tepatnya tidak penting"
Zee dan Inez pergi meninggalkan senior itu.
aku belum pernah bertemu dengan junior seperti itu sebelumnya" fikir senior itu".
Zee,zea pingsan,dia di UKS sekarang" ucap Yose"
Zee langsung menuju UKS untuk melihat keadaan zea,disana Zee melihat zea sudah bangun dan di temani seorang laki laki.
minggir" mendorong laki laki yang bersama zea"
"owhhhh kuat sekali tenaganya, hey,tidak bisakah kamu permisi,kau mendorongku hingga terjatuh"
kau terjatuh,cih laki laki macam apa yang jatuh hanya di dorong seorang wanita,dasar memalukan, bagaimana keadaan mu,kamu pasti pingsan karna lelah mencabuti rumput dan terkena paparan sinar matahari dalam waktu lebih dari dua jam,apakah kamu bodoh,kamu berniat merubah dirimu agar memiliki teman tapi malah menyiksa dirimu sendiri,zea kamu boleh berubah baik tapi bukan berarti jadi bodoh " mengomeli zea"
siapa sih dia ini, cerewet sekali" fikir laki laki yang tadi di dorong Zee"
"Zee, berhentilah bicara ,kau membuatku semakin pusing"
"aku akan memberi senior itu pelajaran"
"hey tidak perlu,aku tidak apa apa"
"ya Tuhan,kenapa kau jadi bodoh sekali saat masuk SMA,dimana sikap mu yang dulu,dan siapa juga laki laki letoy ini,ngapain disini sih"
zea memberitahu bahwa laki laki itu adalah temanya saat di acara memasak ,yaitu Excel.
zee,kamu di minta senior kelas 12 untuk ke lapangan" ucap yose" biar aku yang menemani zea
__ADS_1
"baiklah, terimakasih"
Zee menuju lapangan ,disana dirinya melihat sudah ada Inez dan para senior .
"siapa yang memanggilku ke lapangan"
aku" jawab salah satu senior" saat MOS tadi,ada rekaman cctv bahwa kalian duduk di bawah pohon dekat lapangan,kalian berusaha menghindari MOS
hey,dia ini kak Araf,yang katanya senior killer yang mengerikan itu" ucap Inez berbisik"
"lalu kenapa,kau takut"
"tentu tidak,pendirian ku sama kokohnya denganmu"
"diam, siapa yang menyuruh kalian berbicara hah"
maaf kak,tapi kita tidak berbicara,kita hanya berbisik"
"diam,masih bantah terus,kalo hari pertama kalian sudah berani seperti ini,lalu bagaimana ke depanya nanti"
senior bernama kak Araf itu pun memarahi mereka panjang kali lebar,Inez dan Zee pun diam saja mendengarkan ocehan senior itu lewat kuping kanan dan mengeluarkanya lewat kuping kiri.
"kenapa kalian diam saja,ayo jawab"
"hey,apakah kalian tidak dengar,ayo jawab"
"instruksi,Kaka ini sebenarnya nyuruh kita diem atau jawab sih,tadi kita jawab suruh diem,giliran kita diem suruh jawab"
senior itu jadi gregetan sendiri dan senior lainya pun tertawa.
"arrrgggghhhkkkk kalian ini benar benar membuatku darah tinggi,sekarang kelilingi lapangan ini sepuluh kali,cepat"
namun Zee dan Inez tidak menuruti permintaan seniornya.
"kita perlu alasan kenapa Kaka meminta kami untuk lari lapangan sepuluh kali"
"karna kalian tidak mengikuti MOS, kalian malah enak enakan duduk di bawah pohon"
yaudahlah kita lari aja yuk,kayaknya kita emang salah" ucap Zee mengajak Inez menjalankan hukumannya"
tunggu" jawab Inez" maaf kak,bukanya kita ga mau lari,tapi kita ingin menuntut keadilan,apakah hukuman untuk kita ini adil,yang tidak mengikuti MOS bukan hanya kita,tapi anak laki laki yang duduk santai sambil main handpon dan di temani cemilan,yang katanya anak dari seorang pengusaha sekaligus anak dari petinggi salah satu universitas di Indonesia,kenapa dia tidak ikut di hukum,kenapa hanya kita,apakah itu adil
seketika senior itu diam karna tau bahwa dirinya tidak bisa bersikap adil.
"jangan bahas anak itu,ce..."
"kenapa,kalo Kaka ingin mengajari kami untuk lebih baik,seharusnya Kaka juga bisa mengajari dia ,tapi ke..."
"cukup,hentikan ucapanmu"
kemudian kak Arfa meminta salah satu senior untuk ke lapangan ,karna bagaimanapun dirinya merasa harus bisa bersikap adil ke semua juniornya.
tapi kak,Kaka tidak akan menghukumnya kan " ucap salah satu senior"
"kubilang cepat panggil dia ke lapangan"
sambil menunggu anak pengusaha kaya itu tiba di lapangan ,Zee dan ines berbisik bisik kembali.
"kau hebat,aku fikir waktu mengenalmu kau payah "
"ya iyalah,secara nyokap gue emang begajulan,wajar aja kalo anaknya nurun,tau sendiri kan ibu gue seorang DJ"
__ADS_1