
setelah merasa baikan,Zee berkumpul dengan teman-teman nya di kantin.
"aku juga tidak habis fikir Yuli akan bertindak sebodoh ini"
mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Yuli,Yuli hidup dengan ayah tirinya saja,ibunya meninggal,ayahnya tukang judi,mabuk,Yuli tidak pernah hidup menyenangkan di rumah maupun di sekolah,di rumah masaalahnya sudah besar di tambah dengan di sekolah yang cukup berat,tentu bunuh diri adalah solusi terbaik hiks,tapi ucapanya saat meminta berteman denganku untuk pertama kali masih terngiang jelas di fikiranku, dia ingin menjadi berani dengan berteman dengan kita,tapi kita gagal mewujudkannya" jelas Zee"
setelah pulang sekolah,mereka sepakat untuk ikut memakamkan jenazah Yuli.
emmm... apakah aku boleh ikut" saut Suho"
Suho,dia sudah pindah,aku sampai tidak sadar ada dirinya di sekolah ini" fikir Zee"
tentu saja,ayo kita bersama sama ke pemakaman Yuli" jawab Inez"
sementara dila yang belum tau kabar tentang kematian yuli itupun masih dengan santainya makan di kantin,berbeda dengan citra yang merasa terganggu dengan kabar itu karna dia yang mengganggunya Ahir Ahir ini.
melihat orang orang yang mengganggu Yuli itu tidak merasa bersalah,rasanya Zee ingin menghajar mereka yang semasa hidupnya mengganggu Yuli setiap hari.
tunggu sini sebentar" ucap Zee bangkit dari duduk"
Zee ,jangan melakukan hal bodoh lagi" ucap Alvin"
tenang saja,aku hanya ingin menjadi nakal sehari saja" jawabnya lalu pergi mendekati Dila"
"apakah kamu merasa baik baik saja setelah menyebabkan orang lain mati"
apa maksudmu,kau fikir aku ini pembunuh" jawab Dila"
kau harus mengakui bahwa dirimu memang pembunuh,kau tau ini milik siapa" menunjukkan buku diary" bacalah
kemudian Dila membaca buku diary di bagian yang telah Zee tunjukan.
aku ingin kalian semua mengingatku,termasuk ayah,dan dua orang di sekolah ku,citra dan Dila,bahwa kalian membunuh mental ku,kenapa hanya mentalku, seharusnya kalian juga membunuhku ,mungkin dengan aku bunuh diri , kalian akan mengingat bahwa aku mati karna kalian" Dila yang membaca buku diary" tidak,apa ini, dia bunuh diri ,bukan aku yang membunuhnya,dia itu bunuh diri....." ucapnya lalu lari ke kelas"
sepulang sekolah.
tunggu,aku ikut dengan kalian, bagaimanapun juga yuli....aku mengenalnya,jadi aku ingin menemaninya sampai di pemakaman" ucap zea"
zea pun ikut pergi bersama dengan Zee,ines,Al ,Suho dan zova.
hari hari setelah kematian yuli,tentu mereka merasa kehilangan dan masih berbelasungkawa.
"Zee,mata kamu sembab,kamu menangis,ada apa,apa yang membuatmu menangis sayang,mommy melihatmu sebagai gadis yang kuat, siapa yang membuatmu menangis"
"temanku yang pernah aku ceritakan pada mommy,hari ini dia meninggal, padahal aku baru saja memperkenalkan dia pada Daddy dua hari yang lalu karena aku pikir Daddy bisa memberikan solusi pada orang yang terinfeksi virus HIV"
"setahu mommy virus HIV tidak membunuh secepat itu ,mungkin saja dokter hebat bisa menyembuhkannya"
" dia meninggal bukan terkena virus HIV mom, dia bunuh diri karena menjalani hari-hari kehidupannya yang berat, keluarga yang tidak utuh, berantakan ,teman yang menjauhinya di sekolah disertai dengan penindasan"
"ya Tuhan,mommy ga ngerti dengan pemikiran anak zaman sekarang".
__ADS_1
satu Minggu kemudian.
kini mereka menjalani aktivitas seperti biasa,hari hari tanpa Yuli dan berusaha mengiklaskannya, meski belum bercanda tawa seperti biasanya.
sementara dila dan citra yang masih merasa bersalah karena orang yang sering mereka tindas kini berakibat kematian.
"Kenapa kamu jadi menyalahkanku, ini semua kan ide kita berdua"
"Tapi kan kamu yang memiliki dendam mendalam terhadap Yuli ,aku melakukan itu padanya karena masalahmu dan pembalasan terhadap Inez dan Zee"
dua orang bodoh ini masih bisa-bisanya saling menyalahkan dan melempar kesalahan,aku bertahan berteman dengan kalian meski kalian salah itu karna aku memiliki tugas yang belum aku selesaikan, kita lihat saja nanti setelah pembalasan ku kepada kalian selesai" fikir zea".
bukankah Zee dan zea bersaudara,tapi kenapa mereka seolah saling menjauh ya" fikir Suho" nez mereka...
iya gue tau apa yang mau Lo tanyain" Inez pun menjelaskan pada Suho masalah Zee dan zea"
"terus si zova,kayaknya dia sering banget ke kelas 10 A ,dia ngapain"
"zova itu lagi berusaha deketin Zee,tapi Lo tau sendiri kan gimana sikapnya Zee,tentu saja orang yang ingin dekat dengannya membutuhkan banyak usaha dan perjuangan,tapi gue salut sama zova,dia di gimanain aja sama si Zee tetep aja ga nyerah".
dan saat ini pun zova tidak di kelas karena dirinya sedang menemui Zee.
"ternyata kamu masih belum menghubungi ku ya"
"buat apa aku menghubungimu,lagipula kau ini kan sudah punya pacar ngapain masih deketin aku sih"
"pacar, siapa,aku ga punya , serius"
"oh afi,dia sepupu aku,apakah kamu cemburu denganya,iya kan "
"ti tidak,apasih,aku tidak cemburu pada"
"ayolah akui saja kalo kamu cemburu,aku suka kok kalo kamu cemburu"
"zova, berhentilah menggodaku,aku tidak cemburu"
"emmm... ngomong ngomong apa kamu ingat saat di UKS,kamu bersandar di bahuku sampai bahuku basah dengan air mata dan ingusmu"
"apa,kamu serius..maafkan aku,aku akan mengganti biaya cucinya"
"ahahhah tidak kok,aku hanya becanda"
di kelas 10 B.
"bukankah zea itu adiknya Zee,lalu kenapa kamu berteman baik denganya"
"kamu fikir aku berteman baik denganya karna apa,tidak ada yang istimewa darinya selain dia itu bodoh dan bisa di manfaatkan karna terlahir dari keluarga kaya"
tepat saat citra menjawab itu,zea masuk ke kelas dan mendengarnya,kemudian zea yang di suruh beli roti itu langsung melemparkan rotinya kepada citra.
jadi itu alasanmu berteman denganku,ternyata benar kalian hanya memanfaatkan aku" ucap zea"
__ADS_1
sial, kenapa dia harus mendengarnya sekarang" fikir citra" eumm zea bukan begitu, sebenarnya...
"kalian benar,aku bodoh,sampai bisa bisanya aku tidak sadar kalo aku hanya di manfaatkan oleh orang seperti kalian"
"sepertinya sekarang sudah berakhir,tidak ada lagi yang perlu di sembunyikan,apa yang kamu dengar barusan itu memang benar"
baguslah,jadi aku tidak perlu lagi berpura pura menjadi teman kalian,awalnya aku ingin bertahan dengan kalian setelah membunuh Yuli agar aku bisa lebih mudah membalas kalian dengan dekat,tapi sekarang tidak lagi,aku memang bodoh,kenapa juga aku berteman dengan psikopat seperti apa yang Zee katakan ,kalo di hitung hitung berapa ya uang yang harus kalian kembalikan kepadaku,ahhkkk sepertinya aku tidak bisa menghitungnya karna jumlahnya pasti tidak sedikit,dari baju,makan,make up,nonton bioskop,bermain ke Timezone dan apa lagi ya,aku sampai lupa untuk menyebutnya,kalian pasti tidak punya banyak uang untuk mengganti itu semua,tapi tenang saja,aku tidak akan meminta kalian mengembalikan uangku,aku sudah menganggap bahwa kemarin aku sedang bersedekah dengan fakir miskin, sepertinya sekarang uangku akan utuh karna tidak ada lagi yang memanfaatkan aku ,aku pasti akan sangat kebingungan harus aku apakan uang jajanku" jawab zea panjang kali lebar"
dasar kau, ternyata kamu sudah bisa bicara pedas ya sekarang" ucapnya yang ingin mendorong zea,namun zea menghindar"
sebenarnya sudah dari dulu aku bisa bicara pedas,hanya saja aku tidak menggunakannya di sekolah,aku berhasil menyembunyikan sikap asliku,jadi jangan fikir kalo aku akan kalah darimu" ucapnya membalas mendorong citra"
"ahk dasar anak itu,beraninya padaku,lihat saja nanti"
zea keluar kelas bertepatan dengan Inez dan Suho yang juga masuk kelas,zea hnaya menatap Inez dengan dengan rasa maaf karna tidak mempercayai nya,namun zea belum mengatakanya dan langsung keluar kelas.
wahhhh dari expresinya seperti sedang ada yang bertengkar,atau jangan jangan rahasia kalian sudah ketahuan ya" sapa Inez"
bukan urusan mu,jadi diamlah saja" ucap Dila yang lalu pergi ke kelas nya sendiri"
Suho masih belum mengerti banyak hal sehingga dia tidak bisa menjawab apapun.
"memangnya kenapa,karna kau dekat dengan zee, menurutmu aku tidak akan mengganggumu"
"makanya kalo di suruh sama si bos tuh nurut"
"lagipula mana anak yang kamu harapkan akan menolongmu, lihatlah bangkunya kosong,dia tidak datang"
apakah aku yang kau maksud " saut Zee dari pintu kelas"
lagi lagi si fajar cari masalah" fikir zova yang datang bersama Zee" ku harap kamu tidak menyakiti tanganmu untuk memukulnya lagi
tentu tidak" jawab Zee" fajar,apakah kasus kematian yuli belum cukup,apa kamu ingin membuat semua orang mati bunuh diri, kau pasti sudah dengar bahwa kematian yuli di akibatkan karna penindasan ,dan kau adalah salah satu orang yang membunuhnya itu
apa maksudmu yang menindas Yuli itu kan Citra dari kelas 10 B dan Dila dari kelas 10 C, aku tidak ikut-ikutan akan hal itu" jawab fajar"
"itu menurut ceritanya ,tapi coba kamu baca ini ,ini adalah buku diary milik Yuli ,dia juga menuliskan namamu di buku diary-nya sebagai penindas"
di buku diary yang Zee tunjukkan pada fajar yang tertulis namanya itu karna Zee yang ingin menakut nakuti fajar agar tidak seenaknya pada anak-anak lain , fajar yang membaca buku diary milik Yuli itupun gemetar, sejak saat itu fajar tidak lagi menindas teman-temannya secara berlebihan,ya meski masih tetap mengganggu teman-temannya.
kamu benar-benar cerdas kamu bisa menakut-nakuti dia hanya dengan menuliskan namanya di buku diary itu" ucap zova"
tentu saja aku cerdas, kalau aku bodoh ,manamungkin kamu suka padaku" jawab Zee"
"apa...ahkkk sepertinya sekarang kamu sudah bisa mulai bercanda ya"
"tidak,emmmm sudahlah sana kamu kembali ke kelas ,sebentar lagi bel masuk akan berbunyi"
kemudian setelah itu zee menyusul Alvin yang membersihkan wajahnya setelah disiram jus oleh fajar,namun saat itu Zee melihat Al mencuci muka , melihat al tanpa kacamata dan rambutnya yang berantakan, zee pun sadar bahwa wajah Al emang tidak asing lagi baginya.
Alvin" ucap Zee"
__ADS_1
seketika Alvin langsung menata rambutnya dan menggunakan kacamatanya.