
"aku tidak mau tahu,pokoknya kamu harus tanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandungan ku,kamu sudah gila,kamu memintaku untuk menggugurkan kandungan ini,ini darah dagingmu Rio,halo ,Rio ,sial dia mematikan teleponnya,hiks bagaimana ini,hiks huwa...."
woahhhh kenapa kau menangis setelah melakukan enak enak" sapa zea"
kau,sejak kapan kamu disitu" ucap Inggrid, anak dari saudara Dokter Brian"
sejak kapan ya,tapi kurasa sejak kau memulai telpon sampai teleponnya berakhir" jawab zea sembari tersenyum"
"jadi kau mendengar pembicaraan ku "
begitulah,tapi jangan kwatir ,aku tidak akan memberitahu ini kepada siapapun karena bagaimanapun juga kita masih sepupu" jawab zea" eh tapi aku jadi penasaran kapan kamu melakukan hal senikmat itu,jam berapa,dimana ,dan bagaimana" ucap zea yang sengaja meledek Inggrid"
diam kamu,jangan ikut campur dengan urusan ku" jawab Inggrid lalu pergi"
cih dasar gila,bisa bisanya dia melakukan hal sebodoh itu" fikir zea".
"apa yang kamu ajarkan pada cucuku,tidak zea dan Zee bahkan zeo pun sekarang mulai bersikap tidak sopan,dari awal aku sudah yakin kalo kamu tidak bisa menjadi ibu dari anak anak putraku, nyatanya sekarang mereka tumbuh menjadi anak anak yang tidak punya sopan santun"
"ma,maaf ma,Jessy mungkin belum bisa menjadi ibu yang baik,tapi percayalah ma,Jessy tidak pernah mengajari mereka bersikap tidak sopan,Jessy tau betul bagaimana anak anak Jessy, mereka cerdas, mereka tidak seburuk yang mama fikirkan"
"mengizinkan putraku menikahi gadis dari keluarga yang berantakan adalah kesalahan besar dalam hidupku, dasar tidak tau malu"
ya Tuhan, kenapa aku selalu di pojokan ibu mertuaku,aku sudah berusaha baik tapi tetap saja di matanya aku tidak ada benarnya,sabar Jessy sabar,mungkin aku terkenal berani dan tegas pada semua orang,tetapi setegas tegasnya aku tetap saja kalah kalo sama ibu mertua,di sabarin aja oke" fikir Jessy" ma ,Jessy janji akan mengajarkan anak anak Jessy sopan santun" ucapnya"
"memangnya apa yang akan kamu ajarkan pada cucuku kalo kamu saja tidak mengerti sopan santun"
tuh kan salah lagi, untung aja dia ini adalah ibu dari laki laki yang aku cintai" fikir Jessy"
loh mama,Jessy,kok kalian berdua malah di belakang,yang lainya pada asik loh di depan" sapa dokter Brian yang tiba tiba menghampiri dua wanita yang berarti dalam hidupnya.
"tidak apa apa,mama cuma ngasih tau istrimu untuk jadi ibu yang bener,disini mulai panas, mama kedepan dulu ya"
sayang,kamu pasti di omelin mama lagi ya" ucap dokter Brian yang sudah tau bahwa ibunya tidak begitu menyukai Jessi" aku tidak mengerti dengan mama,aku sudah menyakinkan dia kalo kamu itu wanita terbaik yang aku temui,tapi mama masih saja begitu padamu
honey,tidak apa apa,memang hanya kamu yang mengenalku luar dalam,mama hanya tau kalo aku hidup di keluarga yang berantakan,tapi tidak apa apa,aku kuat,aku sabar,aku bisa,jadi bagaimana pun ibumu,dia juga ibuku" jawab Jessy"
__ADS_1
terimakasih sayang,aku akui kamu memang hebat,kamu bertahan meski tidak nyaman,kamu kuat walau itu sakit,kamu sabar meski sebenarnya juga kesal kan,aku tau karakter mu,jika dia bukan ibuku mungkin kamu akan membantahnya begini,anda ini siapa sih,jangan ikut campur urusan saya ya" ucap dokter Brian yang menirukan cara bicara Jessy"
"ih kamu jahat,udah ah,ayo kita ke depan,ga enak sama yang lain" .
hari berikutnya.
"kenapa kemarin kamu meninggalkan apartemen sebelum aku kembali"
"ya karena tugasku membereskan barangmu sudah selesai,lalu untuk apa aku menunggumu pulang"
"oh baiklah , pekerjaan mu cukup rapi dan bersih"
seperti hari sebelumnya,zea memanggil dua pembantunya untuk membersihkan apartemen laki laki itu setelah pemiliknya pergi.
bi,maaf ya,aku bakal ngerepotin kalian selama satu Minggu ke depan ,yaudah kalian lanjut aja,nanti setelah ini,aku mau kasih bibi hadiah" ucap zea"
"serius non,wah yaudah non,kita selesaikan ini dulu ya"
zea mengajak ke dua bibinya itu ke mall untuk memilih barang apapun yang mereka inginkan sebagai ucapan terimakasih.
"gapapa bi,jarang jarang loh aku baik gini,selama ini apa aku pernah ngasih kalian sesuatu,engga kan,jadi mumpung aku lagi baik,manfaatin aja kesempatan ini,udah sana bibi masuk pilih pilih ,aku tunggu disana ya,nanti kalo udah samperin aja disana"
zea duduk di caveteria sambil menunggu kedua bibinya memilih barang,namun beberapa saat kemudian,zea melihat laki laki pemilik apartemen itu berada di mall yang sama,zea langsung bersembunyi agar tidak ketahuan.
"kamu lihat dua orang berpakaian gembel itu,daritadi mereka hanya keliling dan melihat barang saja,aku yakin mereka pasti tidak punya uang dan berniat untuk mencuri"
"iya,kita harus mengawasinya terus"
kedua pembantu Jessy itu tentu bingung karna ada ratusan tas berbagai model dan merk dengan harga yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya,hal itu membuat ke dua bibi itu bingung harus memilih barang yang mana ,namun kebingungannya itu disalah artikan oleh SPG yang menjaga toko tersebut lantaran bibi yang memakai baju seadanya.
maaf Bu, sebenarnya ibu ini mau beli atau tidak,saya perhatikan dari tadi ibu hanya melihat saja,jika mau beli yang ini silahkan bayar ke kasir terlebih dahulu" tegur salah satu SPG"
iya mba,tunggu sebentar ya" jawab bibi"
"loh mau ke mana Bu,ibu kan belum bayar,tas nya jangan di bawa donk Bu"
__ADS_1
bibi mencoba menghampiri zea ke caveteria namun tasnya di bawa,bibi tidak tau jika tasnya harus di tinggal sebelum di bayar.
SPG yang menjaga toko itu mengatakan bahwa kedua bibi itu pun ingin mencuri, kedua bibinya langsung mencari zea ke caveteria setelah selesai memilih barang yang mereka pilih,namun mereka tidak menemukan zea yang tadi duduk di caveteria karna bersembunyi untuk menghindari laki laki tersebut.
"tuh kan ibu ga bisa bayar,jelas banget kalo mau nyuri"
bibi berusaha menjelaskan ,namun SPG itu tidak percaya dan malah memanggil satpam untuk membaya ke dua bibi itu ke kantor polisi.
kemudian beberapa saat ,zea menghampiri bibinya ke toko yang tadi dia membawanya dan berniat untuk segera mengajak pulang,namun zea malah melihat ke duanya bibinya di tarik tarik oleh satpam.
tunggu,ada apa ini" ucap zea"
"non zea, syukurlah non ahirnya non datang juga,ini non kita di tuduh mau nyuri sama mba ini,padahal kan meskipun kita ga punya uang,kita ga mau nyuri non"
duh mba,pak maaf ya, sepertinya terjadi kesalahpahaman disini,mereka ini bukan pencuri kok,saya kenal dengan mereka,jadi...." zea yang mencoba menjelaskan"
alah udahlah,kamu pasti juga salah satu dari mereka kan,gausah sok sok an deh" ucap SPG yang memotong penjelasan zea"
"mba tuh siapa sih,pemilik tokonya,cuma SPG aja belagunya setengah hidup,nih kalo ga percaya,ini kartu nama saya,bisa baca kan" jelas zea" saya bakal bayar tas tas ini,berapa sih harganya sampai hal sepele seperti ini di perumit"
zea langsung menuju kasir dan membayar nya dengan kartu,setelah itu SPG dan satpam itu baru percaya kalo mereka bukanlah pencuri.
cuma tas yang masing masing harganya cuma satu setengah juta aja mba merendahkan orang tua yang pakaianya lusuh"tegas zea"
bos dari pemilik toko itu datang dan meminta maaf pada zea dan kedua bibinya atas kesalahan karyawannya.
rumah sakit.
"hah sial,rumah sakit ini sudah tidak beres,aku akan menemui Presdir sekarang juga"
"tidak,jangan Zee,kamu tidak boleh menemui ayahku,aku saja di tampar olehnya,aku tidak mau kamu di keluarkan dari rumah sakit,emmmm gausah GR,aku ga mau kamu di keluarin bukan karena aku peduli,tapi karna kita punya tugas yang harus kita selesaikan"
"jangan kwatir,Presdir tidak akan bisa mengeluarkan ku dengan semudah itu"
Zee tetap menemui Presdir dan tidak peduli dengan ucapan Katty.
__ADS_1