
satu Minggu kemudian.
huff sabar lah zova,kamu hanya perlu menunggu dua Minggu lagi , setelah itu kamu bisa naik motor dan nyetir mobil lagi,dan kamu bisa bertemu Zee" fikir zova" sekarang aku harus rutin terapi agar bisa segera sembuh total
hey,kau semangat sekali terapinya,udah ga sabar pengen keluar rumah ya" sapa fajar"
diem Lo,berisik" jawab zova ketus"
"Lo masih marah sama gue karna waktu itu ga balikin motor Lo tepat waktu,ya sorry"
"lupakan soal itu,mau di bahas kayak apa juga ga bakal bisa Balikin kaki gue cepet sembuh"
"oke,Lo masih bertahan buat cewe dingin itu,siapa namanya ,Zee ya"
"bukan urusan Lo,udah sana pergi,gangguin aja deh"
"Lo pasti bosen di rumah kan"
"apasih jar,udah sana pergi"
"oke oke gue pergi"
siang harinya di campus.
fajar tunggu" ucap Zee"
apa,aku ga buat masalah kok" jawab fajar"
bukan itu,anu jadi gini,itu.....apa namanya " bingung"
ngomong apa sih,yang jelas dong,anu itu anu itu gue ga ngerti" jawab zova"
Zee bingung harus memulai bicara pada fajar bagaimana bahwa dirinya ingin mengajak zova pergi jalan malam ini karna pastinya satu Minggu di rumah sangat membosankan bagi zova yang biasa bepergian.
"oh jadi Lo mau minta bantuan gue gitu,ngomong kek daritadi"
untung aku butuh,kalo engga udah aku tonjok nih anak" fikir Zee" jadi gimana mau bantuin ga
"iya gue bantu"
"tapi inget ya,jangan kasih tau zova kalo aku mau ngajak dia jalan,pokok ya rahasiain deh supaya zova ga tau"
"oh mau bikin kejutan cerita nya,bisa juga ya cewe kayak Lo bikin surprise".
pukul 17: 30.
fajar datang ke kamar zova mengambil baju ganti yang sekiranya cocok untuk zova gunakan jalan,fajar membantu zova menyiapkan semuanya karna tau bahwa zova menyukai Zee mati Matian namun belum berhasil .
"hey ,sedang apa sih kamu ngacak ngacak lemari ku"
fajar tidak menghiraukan zova dan tetap memilih milih baju yang akan zova gunakan.
setelah itu fajar menyiapkan sepatu ,dan segala persiapan.
"ahkkk ahirnya selesai juga"
"sebenarnya ada apa sih,kamu mau mengajaku jalan kemana,apakah kita akan jalan berdua saja,bukankah akan menggelikan kalo dua laki laki jalan bersama"
sudahlah kau diam saja dan duduk manis sambil menunggu jemputan mu datang" ucapnya lalu keluar".
udah ya,aku pergi duluan" ucap Zee"
oke,hati hati,semoga semuanya lancar deh" jawab zea"
Zee segera menuju rumah zova.
"gimana ,kamu udah siapin semuanya kan, zova ga tau kalo aku yang ajak dia pergi kan,dia ga curiga kan"
__ADS_1
"udah udah udah, semuanya udah siap,siapa dulu yang ngatur semuanya,ga nyangka ya cewe sedingin Lo bisa seheboh ini,oh iya ada yang mau gue tanyain,jadi sebenarnya Lo suka ga sih sama zova,kalo Lo ga suka sama dia ga mungkin donk Lo bikin kejutan kayak gini segala,Lo ga mainin perasaan dia kan,Lo ga....."
"stop,kok jadi kamu sih yang banyak tanya ,udah cepetan sana keluarin zova nya"
"oke oke tunggu bentar"
fajar mendorong zova keluar kamar yang menggunakan kursi roda itu,dan ketika zova melihat Zee di depan pintu rumahnya,tentu zova terkejut dan hampir tidak percaya dengan zee yang kemarin bilang tidak akan ke rumahnya itu tiba tiba sudah ada di hadapannya.
"Zee kamu......"
"fajar,bisa minta tolong aku membantu zova masuk ke mobil"
"siap nona"
loh jadi kalian..." bingung".
di mobil.
"Zee,apa maksud ini semua, sebenarnya kita mau kemana"
tidak ada maksud apapun" jawabnya singkat".
Zee mengajak zova ke taman yang waktu itu dirinya janjian dengan zova saat ingin memberikan jawaban tentang perasaan nya.
"Zee, kamu tidak perlu mendorong kursi rodanya,aku bisa menjalankannya sendiri"
"aku yang mengajakmu pergi,itu artinya aku berani bertanggung jawab atasmu,sudahlah kau santai saja,kamu pasti bosan kan di rumah terus,makanya aku mengajakmu pergi,tidak hanya itu,tapi aku juga punya tujuan"
"tujuan,apa itu"
"saat itu aku berjanji untuk menjawab semua usahamu saat kita sudah masuk universitas,kemudian malam itu aku sudah menyiapkan jawaban untuk perasaan mu,lalu setelah kecelakaan malam itu,kamu tidak bertanya lagi padaku tentang jawaban yang akan aku berikan padamu,kenapa kau tidak bertanya padahal aku sudah menyiapkan jawabanya"
"emmmm itu..... aku...."
"dan malam ini aku mengajakmu pergi karna aku ingin memberikan jawabanya sekarang"
"tidak,Zee jangan jawab sekarang,aku tidak ingin dengar jawaban mu sekarang"
zova menjelaskan alasan nya kenapa dirinya tidak mau mendengar jawaban dari Zee sekarang,karna saat dirinya bisa berjalan normal dengan ketampanan yang cukup saja Zee masih tidak menghiraukannya,dan sekarang dirinya tidak bisa berjalan ,sudah pasti Zee akan memberikan jawaban sebuah penolakan yang menyakitkan.
namun Zee tetap ingin memberikan jawabanya malam itu juga.
"zova,kau fikir aku ini wanita yang hanya mencari laki laki sempurna,kau salah,aku tidak akan bisa mendapatkan laki laki sempurna karna yang sempurna tidak ada di dunia ini,lagipula bagaimanapun kondisi mu tidak akan merubah jawabanku ,aku akan tetap memberikan jawabanya sekarang bahwa aku...."
"Zee,plis,ku mohon jangan beritahu aku sekarang,beritahu aku nanti ketika aku sudah bisa berjalan "
dasar bodoh,padahal aku akan memberikan jawaban yang tidak akan mengecewakan dirinya, tapi dia malah melarangku " fikir Zee" baiklah aku akan menunggumu sampai bisa berjalan kembali,tapi jangan salahkan aku ya kalo jawabanku berubah
kemudian Zee mengajak zova makan di sebuah cave.
awalnya mereka nyaman nyaman saja, namun disana mereka malah bertemu teman SMP Zee yang menyukainya.
"wah wah wah siapa ini,Zee kau menolaku tapi malah berpacaran dengan laki laki lumpuh seperti ini,matamu ini rabun atau bagaimana sih"
hey ka...." zova yang merasa tersinggung dengan ucapanya"
namun Zee melarang zova untuk tidak menghiraukannya dan fokus makan saja.
"kenapa kau tidak menjawabku,apakah Zee yang dulu nya selalu punya cara untuk membalas kini sudah berubah"
orang itu terus saja memancing emosi Zee agar sikap aslinya keluar,kemudian Zee berdiri lalu menyiramkan segelas susu coklat hangat ke teman laki lakinya itu dari ujung rambut .
ini kan yang kamu inginkan,Zee yang dulu, yang tidak pernah kehabisan cara untuk membalas, kamu berhasil memancing sikap asliku untuk keluar ,padahal aku sudah berusaha menahan tapi sikap asliku meronta ronta untuk membalas mu" ucap Zee"
kemudian Zee juga mengambil minuman zova , lalu menyiramkan segelas Americao langsung ke wajahnya.
"yang pertama tadi pembalasan ku karna sudah mengatai aku rabun dan pacaran dengan laki laki lumpuh,lalu yang barusan ini untuk mulutmu yang tidak di sekolahkan itu"
__ADS_1
laki laki itu mendekati Zee berusaha untuk membalasnya,namun zova segera menarik bajunya hingga orang tersebut jatuh lantaran lantai yang licin.
hari berikutnya.
di campus.
"kau orang yang kemarin berusaha meracuni Suho,apa maksud mu hah,hey tunggu,aku belum selesai bicara,jawab pertanyaan ku dulu "
"aku tidak menyukainya,memangnya apa urusannya denganmu"
"karna aku korban dari ulahmu,aku yang keracunan karna kue yang kamu berikan itu"
"itu salahmu sendiri,kenapa kau memakanya,dasar bodoh"
"apa,kau mengataiku bodoh,kau yang bodoh"
mereka pun saling menyalahkan dan mendorong.
"loh itukan zea,sama siapa dia"
"sama siapa itu ga penting,yang jelas kita harus lerai mereka dulu"
Alvin dan salah satu temanya di jurusan tata boga itu segera menghampiri zea karna tau sedang bertengkar dengan orang lain dan langsung melerainya,namun karna waktu sudah mengharuskan mereka untuk mengikuti praktek tata boga,mereka tidak sempat menjelaskan ada apa dan langsung ke kelas.
Zee,ada waktu ga,mau ketemu nih" pesan dari Inez"
boleh,kasih tau aja tempatnya" balasan pesan dari Zee"
taman Suropati,Inez dan Zee janjian disana untuk berolahraga.
"wah parah ,jadi mereka berteman,kok bisa sih"
"ya itu ,aku juga ga ngerti,ini malah kayak judul film mantanku ternyata berteman dengan pacarku,ahkkk gatau deh,ini gila banget"
"udahlah gausah di bikin beban,eh itu ada yang jual ice cream beli yuk"
"eh tunggu tunggu tunggu,Lo lihat ga tuh ada yang main keroyokan"
"udahlah biarin aja,bukan urusan kita juga "
"tapi dia butuh bantuan Zee,kesana dulu yuk"
mau tidak mau Zee mengikuti Inez yang berusaha menolong orang yang sedang di bully oleh teman temannya.
"hey,apa yang kalian lakukan,masih SMP sudah main bully Bullyan, sana kalian pergi"
expresi mu menyeramkan sekali Nez,pantas saja mereka langsung lari ketakutan" ucap zee"
"sungguh ,semenyeramkan apa wajahku,kau punya kaca,aku ingin lihat"
ada kak,ini aku punya kaca" saut anak SMP yang tadi di tolong Inez"
wah benar, ternyata aku menyeramkan,nih milikmu aku kembalikan,oh iya ,selemah itukah dirimu sampai di dorong dorong oleh mereka kau diam saja" ucap inez"
"itu....karna mereka orang orang dari keluarga berada ,orang dari kalangan seperti ku memangnya bisa apa"
memangnya siapa yang peduli mana kalangan atas dan bawah,contohnya aku,aku anak dari keluarga yang cukup terbilang kaya , tapi aku juga tidak memilih milih teman ,bahkan aku mau berteman dengan nya" menunjuk Zee" padahal dia ini anak dari kalangan bawah
apa, hey kau, ah iya,dia benar" ucap Zee".
"kalo begitu kamu hati hati lah,kita pergi dulu "
"kak tunggu,bolehkah aku minta nomor ponsel Kaka"
"untuk apa"
"menghubungi Kaka jika aku sedang ketakutan"
__ADS_1
"kau fikir aku polisi,ah dasar kau bocah, mematikan hape mu"
Inez memberikan nomornya pada anak SMP itu.